ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Mulai mengingat


ketegangan terus terjadi di kediaman Reno, Suster Anna menceritakan kronologi nya pada Reno yang terlihat tegang.


"Kalian siapkan semua, bawa tali tambang untuk mengangkat istriku"


"Sudah Tuan, kami sudah siapkan tambang nya dan akan membawanya"


"Ayo cepat! kita sudah tidak ada waktu lagi, hari keburu malam"


Dengan perasaan was-was dan khawatir Reno, suster Anna dan beberapa penjaga mansion berlari kearah taman yang berada di ujung mansion, banyak tanaman liar yang berada di pinggir jalan, setelah sampai di depan taman, suster Anna menerobos masuk ke dalam diikuti Reno dan empat orang penjaga mansion


"Nona Delena,,," teriak suster Ana


"Delena kau dimana,,?! Reno ikut berteriak


"Sebelah sini tuan, arah kesana dekat semak semak belukar itu" tunjuk sister Anna


"Delena,,! kau dengar suara aku,,?!


"Tolong,,,! aku disini,,," suara Delena mulai melemah.


Reno berjalan kearah suara itu, dan menoleh kearah bawah "Delena! pekik Reno terkejut, melihat Delena masih bergelayutan memegang rambat pohon dan akar belukar.


"Delena, aku ada disini akan menolong mu"


Delena mengadah kan wajahnya keatas, menatap wajah Reno penuh permohonan.


"Tuan, bantu aku naik, aku sudah lelah"


"Baiklah,, aku akan akan turun kebawah, kau jangan banyak bergerak ya, dan jangan kau lepas rambatan pohon itu, sebelum aku turun kebawah"


Delena mengangguk pelan dengan wajah pias.


"Mana tali tambangnya, ikatkan ke pinggang ku, dan yang lain menarik alu dari atas, paham!


"Paham Tuan,,!


"Cepat ikatkan yang kuat, lebih kuat lagi, agar aku tidak terjatuh saat mengangkat tubuh istriku"


Empat orang penjaga itu mengikat pinggang Reno kencang.


"Sudah siap semua,!


"Sudah Tuan,,"


"Ayo turun kan aku!


"Tuan Reno, berhati hati lah, jurang di bawah sangatlah dalam" Teriak anak buah Reno, saat Reno mulai turun ke bawah.


"Delena,, pegang yang erat ranting pohon itu, kau jangan bergerak kesana-kemari, kau bisa terus merosot kebawah"


Reno mendengar suara rintihan Delena yang ketakutan "Tuan,, cepet tolong aku, aku sudah tidak kuat"


kini posisi Reno sudah hampir dekat dengan Delena, pelan-pelan Reno mulai mendekatkan tubuhnya ke arah Delena


"Kau jangan melihat kebawah, nanti kau pusing, pegang tangan ku, ayo,," Reno merentangkan satu tangan nya agar bisa menggapai tangan Delena, Delena mulai mengulurkan tangannya untuk menggapai tangan Reno, dan berhasil tangan mereka mulai berpegangan.


"Kau jangan bergerak, aku akan merangkul pinggang mu, agar anak buah ku bisa menarik kita keatas"


Nadine mengangguk, saat Reno sudah hampir mendekat, tiba tiba di tangan Delena ada laba laba yang berjalan kearahnya, spontan Delena berteriak histeris


"Aaaagghhhkkkkk,,,,"


"Delena jangan dilepas,,,!" teriak Reno, dengan cepat sebelum tangan Delena terlepas, tangan Reno sudah berhasil menarik pinggang delena, dan Reno lngsung memeluk nya erat.


"Huft,, hampir saja" desah Reno dengan nafas kasar.


"Hiks,, hiks,, hiks,, aku takut tuan"


"Tidak apa-apa, tidak perlu takut" ucap Reno mengelus kepala Delena, "Aku ada disini bersamamu, pegang yang erat leherku agar mereka bisa menarik kita keatas, kini mereka saling berpelukan, Delena mengalungkan tangannya ke leher Reno, Reno mengeratkan kedua tangannya ke pinggang Delena.


"Ya Allah,, kenapa aku merasa mengenal pria ini sebelum nya, tapi dimana? bau keringat Tuan Reno seperti familiar, sentuhannya, bahkan tadi ia mengelus kepalaku, aku seperti pernah merasakannya, tapi aku lupa,,? sebenarnya siapakah aku ini,,,??! tanya Delena dalam hati.


"Parjo,,, tarik, sudah aman"


"Baik tuan,,,"


"Semua siap menarik! teriak pria yang bernama Parjo. "1,, 2,, 3,, tarik!


Empat orang anak buah Reno mulai menarik Delena dan Reno keatas, dan keduanya selamat sampai atas, Reno tidak melepas pelukan nya, masih terus menggendong Delena.


"Turun kan tuan, aku bisa jalan sendiri"


"Kau masih lemas, biar aku gendong sampai mansion"


Delena tidak membantah lagi, ia membiarkan tubuhnya di gendong Reno, karena ia merasa lelah dan tangannya di penuh luka goresan, selama di perjalanan menuju mansion, hati Delena terus bertanya tanya, ia terus mengingat dan berpikir keras siapa dirinya dan apa hubungannya dengan Reno, baginya Reno tidak asing lagi.


Reno percepat jalan nya hingga sampai di depan gerbang, tanpa lelah ia terus berjalan menuju mansion.


"Delena kau tidak apa-apa nak,,? helena menyambut diambang pintu.


Dua orang pelayan memberikan baskom berisi air hangat dan kotak obat pada Reno.


"Berikan tanganmu, biar aku bersihkan dulu, telapak tangan mu terluka bekas memegang ranting berjam jam, kalau tidak diobati nanti infeksi"


Awalnya Delena ragu dan tak enak hati, tapi karena desakan Reno dan ibunya akhirnya ia mengulurkan kedua telapak tangannya, dengan cekatan Reno membersihkan luka yang berada ditelapak tangan Delena penuh hati hati, sesekali Delena meringis kesakitan


"Aaauuuu,, perih, delena menarik tangannya saat Reno membalurkan salep di atas telapak tangannya


"Jangan seperti anak kecil Delena, hanya sakit sedikit, biar luka mu mengering dan cepat sembuh"


Delena memberikan tangannya kembali, Reno mengobati dengan telaten, dengkul, betis yang terluka ia obati juga.


@@@@


Dua hari telah berlalu, di ruangan keluarga dipenuhi balon-balon dan aneka hiasan menggambar Mickey mouse dan Minnie mouse, Delena masuk ke dalam ruangan itu dan menatap aneka kerlap kerlip di pinggir dinding, sambil tercengang


"Ada acara apakah? kenapa ruangan ini penuh hiasan gambar boneka dan aneka balon warna-warni, siapakah yang sedang berulang tahun?! tanya Delena pada diri sendiri, sudah puaa melihat kesibukan orang-orang yang mendekorasi ruangan itu, Delena pergi dari ruangan itu.


"Aku harus bertanya pada ibu"


Ceklek


Delena masuk kedalam ruangan si kembar


"Ibu,," sapa Delena siang itu.


"Dena, kemana saja, ibu ingin mengajak mu makan siang" kata helena sambil memakaikan Denis baju karena baru selesai mandi.


"Ibu, kenapa di ruangan Klurga begitu banyak hiasan di dinding dan aneka balon,,?!


"Oohh,, itu? besok perayaan ulang tahun Devano dan Dennis yang pertama" helena menatap sedih pada anaknya, dihari ulang tahun si kembar seharusnya Delena sebagai ibu kandungnya, menemani kebahagiaan kedua anak kembarnya, tapi disaat ia bangun dari koma malah amnesia, tiba tiba butiran bening menetes membasahi pipi helena.


"Ibu kenapa menangis,,,?


"Ahh,, tidak apa-apa Nak, ibu hanya terharu, besok si kembar merayakan ulang tahun, lihat cucu oma sudah mandi, cantik dan tampan"


"Delena kau bisa jaga si kembar dulu, ibu mau mandi, ini udah jam sembilan, selesai sarapan Reno akan mengajak anaknya jalan jalan mengitari mansion


"Iya bu, sini Devano sama tante Dena, Denis sama suster Anna ajah bu"


"Ya sudah, ibu ke kamar dulu"


Setelah kepergian helena, Delena bermain dengan Devano.


"Ya Ampun aku sangat haus, tadi lupa mau ke dapur ambil air minum"


Delena beranjak dari duduknya sambil menggendong Devano dan kluar ruangan menuju dapur, saat berjalan di ruangan tamu, Devano berontak minta turun karena melihat mainan mobil-mobilannya yang berada dilantai


"Ohh Devano mau main mobil mobilan ya" Delena menaruh Devano di lantai dan menaruh mobilan nya didepan Devano, melihat Devano yang tampak girang Delena meningglkan nya.


"Sebentar ya, tante Dena mau ambil minum dulu sebentar"


Delena berjalan kearah dapur yang berada agak jauh dari ruangan tamu, saat ia kembali, matanya di kejutkan oleh pemandangan yang menakutkan, Devano merangkak menaiki anak tangga, yang sudah berada di tangga ke tujuh.


"Devano ya Allah,, tenang,, tenang Dena, jangan panik, kalau kau mengagetkan nya, ia akan jatuh dari tangga" ucap delena, menenangkan dirinya sendiri, Delena berjalan perlahan menaiki anak tangga satu persatu dengan perasaan gugup, keringat dingin keluar dari pori-pori kulitnya, saat sudah mendekat,


"Devano jangan bandel, ayo sini tante gendong, gak boleh naik tangga lagi ya" bujuk Delena


Delena berhasil menangkap Devano, Devano malah tertawa lebar, ia begitu panik, saat ingin melangkahkan kakinya, Delena melewati satu anak tangga didepan nya, dan ia terjatuh terguling bersama Devano.


"Aaaaaakkkhhh,,,


Suara teriakan Delena menggemparkan isi Mansion.


'


'


'


'


'


'


'


@BERSAMBUNG


'


'


'


@Otor sudah memenuhi keinginan kalian untuk up cepet, episode ini 1300 kata, jangan lupa ya kasih Author LIKE, VOTE/GIFT, RATE BINTANG 5, sertakan komentar positif nya.