
Erland menelan salivanya dengan susah payah dan memundurkan duduknya hingga di ujung pintu. wajahnya terlihat tegang dan pias.
"Davin, jagan kau lakukan itu! Erland mengagkat kedua tangannya "Aku sangat mencintaimu."
"Tutup mulutmu b4jing4n!"
"Bersiaplah untuk menjemput ajal mu!"
"Klik!
~flash back on~
Davin meninggalkan kediaman Helena dengan melajukan sedan putih berkecepatan tinggi. Robert sudah berulang kali berteriak dan mengejar mobil itu hingga lewati gerbang pintu.
"Berhenti Davin, kau jangan nekad! seru Robert yang tak dipedulikan oleh Davin.
Setelah menjauh dari mansion, Davin menepikan mobil, ia mengambil ponsel dan mencari kontak beberapa temannya, Namun tidak ada yang mengangkat.
"Shiit! kenapa mereka tidak ada yang mau angkat telpon ku? Davin masih terus mencari nama temannya dalam kontak. "Mery...! ya aku akan coba menghubungi sahabat ku."
Telpon terhubung, Davin merasa lega.
"Hallo..."
"Hey Mer..."
"Davin...?" loe dimana sekarang?
"Gue berada di Jakarta, bisa kita ketemu."
"Tentu saja gue kangen banget, terakhir kali kita bertemu 13 tahun yang lalu."
"Kau masih ingat itu Mer?" Oke, gue lagi di jalan, gue jemput loe ya?"
"Oke gue tunggu!"
Setengah jam kemudian mobil Davina berhenti di depan gerbang rumah Mery. Suara klakson mobil sengaja Davin bunyikan agar si pemilik rumah itu cepat keluar.
Suara pintu terbuka, menyembul wajah Mery dan tersenyum kearah mobil. Setelah menutup pintu gerbang gadis manis itu masuk kedalam mobil Davina.
"Mau kemana kita? Mer, gue ingin curhat. gue ada masalah dengan rumah tangga gue, lagi butuh teman buat curhat!
"Oke gue akan mendengarkan curhatan loe, ayo kita ke Bar!"
"What! Nggak usah ke Bar lah, kita ke Cafe ajah!"
"Di Cafe itu banyak orang kepo, kalau loe curhat terus nangis-nangis pasti mereka pada norak liatin gitu, di Bar mereka nggak ada yang peduli meskipun loe nangis Bombay."
Davin terdiam sejenak dan ia mengangguk.
"Bar mana?"
"Tempat biasa dulu kita nongkrong!
"Okeh!
Mobil berjalan menuju sebuah Bar yang biasa Mery dan Davina singgahi dulu. Tempat yang penuh hingar-bingar dan kaum Adam hawa bersatu didalam sebuah room. lagu-lagu remix yang di nyanyikan oleh seorang wanita bertubuh seksi menambah gairah pengunjung Bar. Mereka duduk di depan bartender dan memesan toktail beralkohol rendah. Awalnya Davin menolak dan hanya meminum Coca cola, Namun Mery terus memaksa dengan alasan hanya untuk menghilangkan stres. Di sela obrolannya Davin mulai menceritakan keluh kesah nya.
"Jadi laki loh punya affair dengan cewek lain?" ucap Mery seraya menjentikkan abu diatas bara, dan mengisap rokok di sela-sela jarinya.
"Sepertinya itulah kenyataannya, gue benci penghianatan!"
"Kadang karma itu berlaku Vin! loe harus sadar itu, bukankan dulu loe sering rebut bos-bos berduit dari istri mereka? sori gue bilang begini karena sudah banyak nyatanya.
Davina terdiam, ia sangat tertampar dengan ucapan Mery. Davina mengingat kejadian 15 tahun yang lalu, bagaimna para istri-istri mereka mengutuk sang wanita yang menjadi duri dalam daging di rumah tangganya.
"Tapi gue udah bertobat Mer, dulu hidup gue kacau. Kedua orangtua gue bercerai, gue harus terpisah dari saudara kembar dan ibu kandung gue, dan lebih buruk lagi si Sonya Pelakor itu, yang sudah buat kedua orang tua gue bercerai. Sonya adalah sahabat ibu gue yang di beri tumpangan di rumah gue, setelah Ayah gue ketahuan selingkuh dan ibu menuntut cerai. Mereka menikah, siapa sangka Handoko anak wanita ular itu perkosa gue dan meninggalkan trauma yang mendalam. Hidup gue hancur tidak dapat kasih sayang dari kedua orang tua. Ayah yang sibuk keluar kota mengurus bisnis nya, Sonya yang ingin menguasai hidup Ayah dan gue untuk berlutut padanya. Gue Seorang pemberontak dan terus melawan Sonya.
Memiliki keluarga yang broken home telah membaw gue ke dalam kemaksiatan. Ayah tidak pernah peduli dengan perasaan gue, dan tak percaya dengan perbuatan Handoko yang sudah merebut keperawatan gue! Tiba pada suatu saat Ayah mau menikahi gue dengan pria konglomerat bernama Reno Mahesa. Loe tau sendiri bukan? Seorang Reno terkenal kejam, dingin dan tak punya hati, banyak di kelilingi wanita dalam hidupnya. Mana mungkin gue terima di nikahi Pria macam itu. Gue memilih kabur dengan Erland, pengusaha muda yang terus mengincar gue sejak lama. Erland setuju dan kesempatan gue untuk lari dari sebuah pernikahan dengan Reno. Erland selalu memanjakan dan menuruti keinginan gue, dan akhirnya gue mulai mencintainya dengan berjalan waktu. Gue Korban kan segalanya untuk Pria tampan itu, dan mencari korban bos-bos kaya melalui bisnis casino dan Bar nya di Amerika. Hidup gue bergelimang harta dan terasa bahagia, gue memutuskan untuk tinggal di Amerika selamanya. Gue juga dengar akhirnya Reno menikahi kembaran gue Davina.
Tahun terus berganti, tapi si brengsek Erland tidak pernah puas dengan pengorbanan yang gue berikan. Erland berselingkuh dengan wanita j4l4ng yang gue pergoki di sebuah villa yang ia belikan untuk si j4l4ng itu!" Airmata Davina menetes deras manakala ia mengingat semua itu. "Hati gue hancur berkeping-keping, pertengkaran tidak ada terelakan. Pengorbanan gue selama ini sia-sia, gue memutuskan pergi dari hidupnya dan mengugurkan janin yang baru berusia dua bulan."
Davina menarik nafas dalam-dalam yang terasa sesak dan pedih. Mery mengusap punggung sahabatnya agar terasa nyaman.
"Setelah loe meninggalkan Erland, kemna loe pergi?
"Loe beber-bener ya Vin? setega itu loe mau bunuh keponakan loe sendiri?" ujar Mery gelengkan kepala seraya meneguk wine di tangannya.
"Sungguh gue nyesel! sejak kepala gue terbentur, hampir kehilangan akal sehat, di saat rapuh datang Robert sahabat Reno, dialah pria yang pernah gue selametin saat di sekap Thomas. Dengan telaten Robert merawat gue, setahun kemudian gue sembuh total dan dia nikahin gue.
Mery menghabiskan sisa wine di tangannya. "Nggak nyangka banget ya, sekarang laki loe berubah gitu." Mery menuangkan botol berisi wine kedalam gelas Davin dan juga miliknya.
"Entahlah gue bingung!" ucap Davin pasrah, seraya meneguk wine ditangannya.
"Vin, gue ke toilet sebentar ya."
Davin mengangguk, Mery meninggalkan Davin sendri menuju lobby. ia mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.
"Hallo..." panggil suara di ujung telpon.
"Hey, Land..? gue bersama Davin ada di Bar, cepetan loe datang sebelum dia pergi."
"Oke Mer! pastikan Davin tak pergi mana-mana."
"Pasti! tapi jangan pernah lupa janji loe!"
"Oke gue akan transfer ke rekening loe!"
__________
"Davin plis! lepaskan senjata itu, kau jangan nekad!"
"Kenapa kau harus hadir dalam hidupku lagi, Erland! hal terbodoh dalam hidupku adalah bertemu dengan mu kembali!
"Karena aku masih mencintaimu, Davin!"
"Tidak ada cinta lagi untuk mu sekarang dan selamanya!"
Supir yang sedang mengemudi mulai membanting stir agar Davin oleng dan melepas pistolnya. Namun....
"DOORR!"
"PRANK!
Erland menunduk saat Davina mulai melepas tembakannya dan mengenai kaca mobil, kaca berhamburan pecah kejalanan. Keadaan di jalanan raya semakin kacau, Motor Vano sudah berada di sisi kiri mobil Erland, kaca yang sudah pecah itu bisa Vano lihat dari arah luar, ia melihat Davin dan Erland saling merebut pistol. Kini mobil Erland sudah memasuki jalan tol. Tidak ada pilihan lain, Vano nekad menerobos masuk kedalam jalanan raya tol yang hanya di peruntukan untuk roda empat.
"TIN! TIN! TIN!
Vano terus membunyikan klakson, agar supir menepikan mobilnya. Namun lajunya semakin cepat.
"TIN! TIN! TIN.....! BERHENTI..!!! seru Vano masih terus berseru.
"Mami..." teriak Vano
Didalam mobil Davin terus mempertahankan pistolnya "Jangan coba berani mendekat, aku tidak akan segan untuk menembak kepalamu!" teriak Davin dengan amarah meletup-letup.
"Jangan lakukan itu Mami! ingat ada Chika yang masih membutuhkan!" teriak Vano bersama kencangnya hembusan angin di luar.
"Bila kau ingin aku mati! baiklah kita mati bersama!" teriak Erland.
"DORR...!!"
๐๐๐
@Kemarin ada yang udah nebak jalan cerita BUNDA loh! ternyata tebakan anda salah๐ฅด boleh menerka-nerka. Tapi alurnya tidak bisa di tebak kan? karena itu akan tetap jadi rahasia Author...๐๐
@Yuk kirim Bunda Hadiah, bab nya lebih panjang, biar bunda semngat ๐ช nulis๐
@yuk terus dukung bunda dengan cara...
๐like
๐vote
๐gift
๐komen
@bersambung.....