
Dua orang pria berjas hitam itu menarik kasar tangan Anjali.
"Lepaskan! Davina Aku berjanji akan membongkar semua kebusukan mu pada Reno!"
Dua pria itu menarik kasar dan menyeret Anjali keluar dari ruangan. sebelum pergi Davina berkata pada dua pria berjas itu.
"Kau bereskan wanita ini, sebelum Reno datang dan Anjali menggagalkan semua rencanaku!"
"Baik Nona!
Davina menghela nafas dalam, melipat kedua tangan didada sambil menatap gedung bertingkat didepannya.
Sebuah mobil sport melaju dengan kecepatan tinggi, pada malam hari jalanan di ibukota Bali sangatlah sepi hanya beberapa saja yang melewati jalan itu, dengan mudah tanpa halangan Reno terus melajukan mobil sportnya ketempat yang ia tuju.
Sementara Reno masih terus mencari tahu siapa orang dibelakang Anjali, ia berjalan sengaja pergi pada malam hari. Tiba tiba sekelompok bersepeda motor mengejar dari belakang mobil, Reno yang paham sedang di ikuti ia terus melajukan mobilnya, tapi tiba-tiba
"Ciiiiitttttt!
Reno mendadak hentikan mobilnya karena di depan mobil ia sudah dihadang. dengan sigap ia membuka pintu mobil dan kluar sambil berdiri tegap. sekelompok orang bermotor sudah turun dari motornya dan berjalan mendekat kearah Reno berdiri, mereka memakai bersenjata tajam ditangannya dan sudah mengepung Reno di berbagai penjuru, tapi tidak membuat Reno si julukan macam Asia gentar sedikitpun.
"Menyerahlah Reno Mahesa, kau sudah terkepung, nyawamu hanya satu bukan? kau tidak akan bisa melawan kami! Teriak ketua kelompok yang berdiri di depan Reno.
"Lakukanlah kalau kalian bisa! seru Reno dengan ujung bibir terangkat.
"Serang!
Disaat itulah datang sekelompok manusia bayangan memakai pakaian ninja serba hitam melawan genk bermotor.
"Tuan mundurkan, biar kami yang menyelesaikan semua ini! seru pria berpakaian Ninja itu.
Habisi mereka semua! teriak Reno, ia langsung mundur dan berjalan kearah mobil dengan santainya, Reno duduk diatas kap mobil sambil mengeluarkan satu kotak rokok dalam saku celananya, lalu menyalahkan rokok itu sambil menghisapnya dalam. kebulan asap rokok Reno mengitari wajah tampannya yang terlihat dingin dan menakutkan malam itu. Aura membunuh sudah terasa. Sekelompok orang berpakaian ninja membabat habis dengan pedang samurai ditangannya.
Rokok ditangan Reno sudah habis, dan berakhir pula pertempuran yang menakutkan itu, hanya tersisa satu orang yang masih mereka tahan.
"Tuan kami sudah menghabisi mereka semua, tugas kami sudah selesai, satu orang ini bagian Tuan!"
Reno turun dari kap mobil dan berjalan kearah pria yang sudah babak belur. Reno melihat lautan manusia yang sudah terkapar dan bersimbah darah. banyak kepala manusia dan tubuh terbelah dua bekas tebasan samurai manusia Ninja. kelompok manusia ini disebut orang orang bayangan, Mereka kelompok orang yang sudah terlatih dan mahir mengunakan pedang samurai dan pustol sebagai senjatanya. tentu saja mereka adalah anak didik Reno yang tidak banyak diketahui banyak orang dan sangat dirahasiakan.
Reno berdiri gagah didepan Pria yang sedang bersimpuh di kaki Reno, pria berwajah dingin dengan Aura menakutkan itu mampu menghabisi lawannya hanya dalam sekejap. Reno melengkungkan bibirnya dan berkata.
"Bukankah tadi kau bilang ingin menghabisi ku! Reno mngambil satu batang rokok lagi dan menyalakannya, menghisap dalam batang rokok itu.
"kau lihat sendiri bukan, orang-orang bawaan mu habis ditangan sekelompok ninja bayangan kurang dalam satu jam."
"Maafkan saya tuan, saya mengakui kesalahan saya, tolong bebaskan saya Tuan!"
Reno berjongkok menatap tajam wajah pria didepannya "Membebaskan mu, tidak semudah yang kau ucapkan, aku punya satu persyaratan untukmu. Bila kau berkata jujur aku akan membebaskan mu!"
"Syarat apa Tuan?"
"katakan siapa yang sudah menyuruhmu dan orang-orang bermotor itu mengejar ku!"
"Ak__aku.. tidak tau Tuan, aku hanya disuruh!"
"Siapa yang telah menyuruhmu!
"Aku tidak tahu siapa orang yang telah menyuruhku Tuan, mereka hanya memberikan foto Tuan keponsel dan mentransfer uang kepada kami."
"Sepertinya kau tidak bisa diajak kerjasama, baiklah aku memilih caraku sendiri!
Reno menoleh pada seorang ninja di sampingnya, ia menyodorkan tangannya seakan meminta sesuatu. Sebuah pedang samurai diberikan pada ninja itu.
"Tuan ada mau apa? kata pria itu ketakutan dengan tubuh gemetar.
"Tentu saja menebas lehermu, karena kau tidak punya pilihan bukan?"
"Ba__baiklah Tuan, akan aku ceritakan kebenarannya."
Sebuah senyuman melengkung di bibir Reno "Bagus kau telah memilih yang benar, sekarang katakanlah!"
"Sebenarnya yang menyuruh kami Mr Black!
"Apa Mr Black sedang berada di Bali?
"Ya Tuan, Mr Black berada di Bali, besok malam ia akan meninggalkan Pulau Bali."
"Mr Black sudah keluar dari persembunyiannya, ini kesempatan aku untuk mengambil kembali aset milik Tante Siska, aku akan menghabisinya! gumam Reno dalam hati
"Aku tidak tahu Tuan, dia selalu berpindah pindah tempat."
"Kau masih mau berbohong padaku! Reno terlihat emosi, ia mulai mengayunkan samurainya.
"Jangan bunuh aku Tuan, yang aku tau saat ini ia sedang berada di desa Batubulan."
"Kita bergerak kesana! kata Reno berbicara pada pria ninja itu.
"Lalu bagaimana dengan pria ini tuan!"
Reno tersenyum licik, melempar samurai itu ke tangan seorang ninja "Kau tahu apa yang seharusnya kau lakukan bukan!
"Laksanakan Tuan!
Pria ninja itu menatap tajam wajah pria yang sudah ketakutan "Bersiap lah untuk menemui ajalmu!
"Jangan tuan, lepaskan aku! bukankah Tuan sudah berjanji akan membebaskan aku bila aku berkata jujur!"
Reno memutar tubuhnya, ia mengangkat satu tangan dan...
"Tidak Tuan.....
Pria ninja itu berhasil menebas kepalanya dengan darah mengalir deras.
"Bereskan mayat mayat mereka semua! seru Reno, melangkah masuk kedalam mobil dan meninggalkan tempat itu.
****
Sementara Davina sudah berada didepan mansion, ia turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam.
"Aku harus berubah jadi Delena yang lembut dan baik hati didepan ibu dan semua orang, baiklah aku akan mainkan sandiwara ini!" Davina tersenyum licik.
Seorang pelayan wanita membukakan pintu, Davina berjalan masuk ke dalam.
"Dena Kenapa kau pulang malam sekali? tanya Helena yang baru saja keluar dari kamar si kembar.
Davina tersenyum manis "Ibu, tadi di kantor begitu banyak pekerjaan jadi terlambat pulang."
"Dena apa ibu buatkan susu untukmu?
"Aku tidak begitu suka susu Bu!
"Apa? Sejak kapankah kau tidak menyukai susu? Helena mengernyitkan dahinya "Baru tadi pagi kau menghabiskan dua gelas susu."
"Ahh bukan begitu maksudku bu! Aduh Ibu aku terlalu lelah jadi salah bicara, maksudku bukan susu Bu, tapi teh manis, iya aku tidak menyukai teh manis." Davina tersenyum canggung.
Helena terlihat bingung dengan perubahan Delena yang tidak menyukai susu dan teh manis.
"Ibu aku sangat lelah! Aku ingin mandi lalu tidur, karena besok harus berangkat pagi-pagi.
"Ya sudah istirahatlah!
"Sialan aku salah ucap, semoga saja ibu tidak curiga. Aish...dimana kamar Delena dan Reno! Davina terdiam dan ia melihat seorang pelayan lewat.
"Haii kau! panggil Davina pada seorang pelayan. "Ayo ikut aku kekamar, aku membutuhkan mu untuk memijit tubuhku."
"IYa nyonya!"
"Cepat kau berjalan lebih dulu!
Pelayan itu berjalan dan masuk ke dalam lift diikuti Davina. Helena melihat dari kejauhan kepergian Davina.
"Kenapa perasaanku tidak enak begini ya? ada apa sebenarnya pada Delena? Kenapa ia terlihat berubah."
'
'
'
'
'
@Bersambung.......