ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Menuju Halal ( part 2 )


"Apa kau sudah belajar ijab kabul Tom, awas jangan sampai salah menyebut nama Tante galak ku." Reno terkekeh.


"Tentu saja setiap hari aku belajar mengucap kannya, walau jujur aku sangat nervous."


"Yakin saja Bro, satu tarikan nafas kau pasti bisa melakukannya." menepuk pundak Tommy.


"Ayo sekarang kita berangkat, ini sudah hampir siang." Helena memperingati.


Mereka mulai masuk kedalam Mobil, Reno bersama anak dan istrinya dan seorang supir. Tommy dan Helena di mobil satunya bersama seorang supir khusus. di belakang mobil Reno dan Tommy dikawal ketat 10 mobil iringan, dan di bantu mobil patroli.


Iringan mobil penganten meningglkan mansion Reno, menuju tempat mempelai wanita.


Perjalanan menuju mansion mempelai wanita tidak ada hambatan walau hanya sedikit macet dibeberapa titik. satu jam setengah perjalanan mobil pengantin beserta iringan masuk kedalam pintu gerbang mansion.


Sepanjang masuk kedalam mansion di penuhi bunga hiasan penganten disebelah kiri dan kanan menuju pintu utama.


Pengantin Pria yang tak lain adalah Tommy beserta Helena, Reno dan Delena sudah berdiri didepan teras mansion, para bodyguard Reno bertugas untuk menjaga keamanan mansion selama adanya prosesi pernikahan.


Sementara Siska masih berada di dalam kamar. Riasan wajahnya memakai makeup barbie yang terlihat cantik bak seorang putri raja. Baju pengantin brokat putih menambah pesona seorang Fransisca, dan berbalut kain batik.



Siska anak kandung dari Mahesa Anderson, adik dari Ramon Mahesa. Mahesa sendiri berdarah Jerman dan menikah dengan asli orang Indonesia ibundanya Ramon. Di usia Ramon 20 tahun ibunya meninggl saat ia masih kuliah, untuk mengusir kesepiannya Mahesa menikah kembali dengan wanita berdarah Indonesia juga ibunda dari Siska, tapi pada usia Siska 10 tahun ibunya meninggal karena sakit. Mahesa tidak pernah menikah lagi setelah kedua istrinya meninggal.


Siska adalah adik satu satunya Ramon yang sangat ia sayangi, diusia Siska 4 tahun Mahesa menikahkan Ramon dengan Andini teman sahabatnya, dari buah Pernikahannya di karuniai dua orang anak, Reno dan Fanny. karena Mahesa sibuk harus bulak balik Jakarta - Jerman dan berbagai Negara harus Mahesa kunjungi. Siska kecil di asuh oleh Andini dan Ramon setelah ibunya meninggal. sementara Reno sejak berusia 12 tahun sudah dibawa Mahesa tinggal di Jerman dan sekolah disana. Didikan Mahesa yang keras telah menjadi Reno Pria yang tangguh dan di perhitungkan dalam kancah dunia bisnis sejak iya duduk dibangku sekolah menengah. kecerdasan dan sifat keras Reno menurun dari kakeknya Mahesa.


Kini Tommy sudah masuk kedalam ruangan bersama rombongan. ruangan itu sudah di sulap menjadi tempat ijab kabul yang sudah disusun rapih. Tamu undangan hanya kerabat dekat dari keluarga Andini dan Ramon saja dan sebagian teman bisnis dan orang terdekat Tommy.


Mereka semua sudah duduk di sebuah kursi masing-masing. Tommy terlihat tegang dan berkeringat dingin, Reno berada disebelah sisi kanan Tommy, sementara Frans sebelah sisi kirinya. Tiga pria tampan ini bila duduk bersama terlihat macho dan tangguh, daya pesona mereka sungguh luar biasa.


Tommy duduk di kursi akad yang sudah di persiapkan, sebagai saksinya Reno dan frans. sementara Ramon sebagai perwakilan Ayahnya Mahesa yang tidak bisa datang, karena Mahesa berada di Jerman sedang sakit.


Siska berjalan perlahan menuju ruangan keluarga yang sudah disulap menjadi tempat akad nikah. Andini dan fanny berada di sisi kiri dan kanan Siska.


Tommy membulatkan matanya saat melihat kecantikan Siska, ia berjalan kearahnya. Siska terlihat pangling sungguh anggun dan elegan. kedua mata itu saling bersitatap, tersungging senyuman manis dan hangat dari bibir Siska.


Andini dan fanny mendudukkan Siska di samping calon mempelai pria, bapak penghulu sudah siap untuk menikahkan mereka berdua.


Sebelum acara ijab kabul dimulai, Mc pembawa acara sudah mempersilahkan kata sambutan dari perwakilan keluarga besar Mahesa dan tak lupa pembacaan Al-Qur'an dari seorang Qori.


"Sayang kau sungguh cantik." puji Tommy berbisik ditelinga Siska, tentu saja mendapat pujian dari calon suaminya Siska tersipu malu-malu.


Tommy terlihat grogi dan tegang saat prosesi akad nikah akan dimulai, jantungnya berdebar kencang. frans mencondongkan tubuhnya dan berbisik.


"Tenang saja bro jangan grogi, baca basmallah sebelum mengucapkan ijab qobul, biar buka durennya cepat" ujar frans mengingatkan, tersenyum tipis menahan tawa.


"Ciih, bisanya ya kau menggodaku, kau belum pernah berada diposisi ku frans, kau pun nanti akan merasakan apa yang aku rasakan." sindir Tommy gak mau kalah.


Dan acara yang ditunggu dari semua orang yang hadir pun tiba. Reno berbisik memberikan Tommy semngat. Dengan percaya diri Tommy menjabat tangan Ramon dan ijab kabul pun dimulai.


"Saya terima nikah dan kawinnya Fransisca Mahesa bin Mahesa Andreson dengan Mas kawin seperangkat Cinta dan satu set perhiasan berlian dibayar tunai."


"Sah!


Suara Reno terdengar lantang, agar bisa didengar semua orang. Ia memberikan pernyataan bahwa ijab kabul yang Tommy ucapkan dinyatakan sah tanpa ada kesalahan.


"Alhamdulillah......


Semua mengucapkan syukur dan bernafas lega. Airmata Siska sudah jatuh berderai, kini dia sudah benar-benar sah menjadi istri seorang Tommy. Siska mencium punggung tangan Tommy sebagai seorang istri yang sudah sah dimata Agama dan Negara. Tommy mencium kening istrinya dan mengusap air matanya lembut.


Tandatangan sudah mereka bubuhi diatas buku nikah, dengan senyum sumringah mereka berdiri dan menunjukkan buku nikah itu didepan kelurga dan para tamu undangan.


Semua keluarga dan tamu undangan yang hadir memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai. prosesi akad nikah telah berjalan lancar.


"Ini ada hadiah dariku dan Delena." kata Reno memberikan sebuah amplop besar berwarna pink kepada Siska.


"Terima kasih Reno." memeluk tubuh Reno.


"Tante selamat menempuh hidup baru." ucap delena tersenyum sumringah.


"Terima kasih Delena." memeluk tubuh Delena.


"Selamat Bro, akhirnya bisa belah duren juga." bisik Reno saat saling merangkul, ia terkekeh kecil.


"Tentu saja Tuan, kasih tau tips nya agar bisa dapat anak kembar kaya kalian." Tommy tergelak.


Dan dilanjutkan dengan ucapan dari Andini dan Ramon juga Helena.


"Selamat berbahagia selalu adik ku sayang." Ramon memeluk Siska penuh haru, mereka menangis bersama.


"Terima kasih Kak, kau adalah kaka yang terbaik sedunia."


"Selamat Adik ipar jutek ku, akhirnya kau melepas masa lajang mu." Andini tersenyum bahagia, pelukan erat dari keduanya dengan tangisan haru.


"Terima kasih Kaka ipar terbaik ku, kau Kaka yang selalu ada untuk ku."


"Tommy, jaga adik kesayangn ku satu satunya dengan baik. dari kecil akulah yang mengurusnya sejak ibu Siska meninggal, jangan pernah sakiti Siska klau kau tidak ingin berhadapan dengan ku." ancam Ramon, memeluk tubuh Tommy sebagai seorang kaka yang menyerahkan adiknya.


"Tentu saja Tuan, aku janji akan menjaga istriku dengan baik walau nyawa ku taruhannya."


"Apa hadiah dari kak Reno, dibuka donk Tante." bujuk Fanny yang penasaran dengan amplop pemberian Reno.


Mereka berdua membuka amplop itu, dan Siska terlihat senang, matanya berbinar cerah


"Apa sih isinya Tante?" Fanny begitu penasaran.


"Ini adalah honeymoon keliling Eropa selama satu bulan, dengan hotel kelas vvip termahal. dan semua ini dibiayai oleh keponakan ku yang tampan ini, makasih Reno."


"Wooww keren nya kak Reno, berarti nanti aku juga kaya gitu ya kak." pinta Fanny terkekeh.


"Urus kuliahmu dulu, baru menikah." Reno berbicara dengan penuh makna.


"Yess asyik."


"Ya Tuhan semoga aku berjodoh dengan frans, pria pilihanku." gumam Fanny dalam hati, tersenyum manis.


'


'


'


'


'


Bersambung........