ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Dia yang kembali 2


Masih didalam ruangan kamar Delena, kegaduhan terus terjadi, Helena berteriak histeris, ia membuka pintu kamar dan berlari mencari keberadaan Anak dan cucunya yang hilang, suara teriakan helena bergema, tentu saja membangunkan seisi dalam Mansion.


Delenaaaa,,,


Denissaaaa,,,


Nafas helena mulai tersengal sengal, dadanya terasa sesak, ia terus memegangi dadanya yang terasa sakit.


"Nyonya ada apa,,?


Dua orang Suster dan seorang Dokter datang berlari kearah Helena.


"Delle__naa dan Denis_aa tidak ada di dalam kamar" ucap helena dengan suara tercekat.


"Ibu duduk dulu, atur nafasnya dulu" kata Dokter Faris, Dokter yang merawat Delena.


Dua orang suster berlari kedalam Ruangan kamar Delena, mereka tercengang karena Delena tidak berada di kamarnya.


"Dok,, ternyata benar, nyonya Delena tidak ada dikamarnya"


"Apa,,,?! Dokter Faris pun kaget "Apa Nona Delena sudah bangun dari koma,,? gumamnya


Para karyawan dan pelayan yang berada di mansion berdatangan menuju lantai dua, semua ikut panik dan tak percaya, kalau Delena dan Denissa hilang.


"Cepat kalian cari di semua tempat" seru pak Cecep kepala Art,


"Sus,, tolong berikan oksigen pada Nyonya Helena, ia sangat syok"


"Baik Dok,,,"


"Dimana anak dan cucuku?" ucap helena sedih, ia terisak dan tubuhnya sudah lemah.


"Ini Dok,, oksigen nya"


"Berikan pada Nyonya Helena, cepat!


"Nyonya sabar dulu ya, istrahat dulu, kondisi Ny helena sangat memprihatinkan" kata Dr Faris prihatin.


"Aku akan lihat cctv dulu Dok,," kata pak Cecep


"Ada dimana cctv nya?"


"Lantai lima?!


"Baiklah, Ayo kita kelantai lima, karena dengan hilangnya Ny Delena adalah tanggng jawab ku, Suster tolong kau periksa kondisi Ny helena, ia sangat drob"


"Baik Dok,,,"


Dr faris dan pak cecep kepala Art berjalan ke lift menuju lantai lima, dan mencari ruangan cctv, "Kemana petugas cctv, kenapa ia tidak ada di ruangan nya?"


"Biar ku coba buka layar monitor ruangan Ny Delena"


"Klik'


"Lihat, Ny helena masuk bersama Denissa dan ia menaruh diatas karpet, lalu pergi keluar"


"Lihat Dok,, Dennis menangis dan merangkak ke ranjang Ny Delena.


Tiba-tiba Dr faris dan pak Cecep terperanjat kaget, mata mereka terbelalak sempurna, ia tak percaya melihat pemandangan yang baru saja mereka lihat, mata mereka saling bersitatap.


"Lihat! Ny Delena terbangun?! pekik pak Cecep


"Ya Tuhan ini seperti sebuah keajaiban" ucap Dr faris takjub "Tangisan anaknya telah merespon urat syaraf Ny Delena bekerja, dan akhirnya ia terbangun"


"Ikatan bathin ibu dan anak" tutur pak Cecep haru.


"Ny Delena menggendong dan ia berjalan kearah jendela, lalu ia kluar kamar, selang berapa menit Ny helena baru kembali"


"Itu artinya Ny Delena masih berada disekitar sini, ayo secepatnya kita cari, aku akan hubungi Tuan Reno"


Mereka berdua kluar dari ruangan cctv dan turun kebawah, pak Cecep sudah perintahkan anak buahnya untuk berpencar, karena halaman mansion Reno sangat lah luas.


Dokter Faris mulai menghubungi Reno, dan telpon pun terhubung.


"Hello Dokter,,,? bagaimana perkembangan istriku,,?!


"Tuan Reno,,," terdengar suara nafas Dr faris yang tak beraturan, sepertinya ia sedang mengatur nafasnya.


"Ada apa Dok,,?! tanya Reno mulai panik.


"Nyonya Delena,,,?!


"Ada apa dengan istriku...?!


"Lebih baik tuan secepatnya pulang, aku tidak bisa ceritakan di telpon"


"Kau jangan buat aku penasaran Dok, cepat katakan ada apa dengan istriku?! seru Reno tak sabar.


Dokter faris akhirnya menceritakan semua tentang Delena yang terbangun dari koma dengan tiba-tiba, Reno yang mendengar cerita langsung dari Dr faris hampir tak percaya.


"Apa,,,? istriku sudah terbangun,,? Reno sangat terkejut, jntung nya berdebar hebat, airmata Reno mengalir bebas begitu saja karena bahagia.


"Kau cari anak dan istriku sampai ketemu, aku akan pulang secepatnya"


"Baik tuan Reno, kami semua sedang mencari Nyonya keseluruh tempat"


telpon terputus.


"Balik arah pak, kita pulang ke mansion"


"Tapi Tuan, ini sudah hampir sampai tempat lokasi"


"Baik Tuan,,,"


Supir berjalan putar arah menuju Jakarta, dua jam perjalanan mobil Reno sampai di depan gerbang Mansion, satpam membuka pintu gerbang, rasa tak sabar menyeruak dalam hati Reno, saat mobil sudah terparkir dengan cepat Reno kluar dari mobil dan berlari masuk kedalam mansion, tapi semua tampak sepi, bahkan pelayan dan penjaga pun tidak ada.


"Dimana istriku! teriak Reno.


"Kak Reno,,!


Fanny berlari menuruni anak tangga.


"Fanny,,, dimana semua orang? kenapa mansion sepi,,?!


"Kak,,! fanny mengatur nafasnya perlahan "Kak Delena sudah bangun dari koma?!"


"Aku sudah tau dari Dr faris, sekarang dimana istriku??!


"Ada di danau kak, kak Delena bersama Denissa sedang duduk dipinggir danau, semua orang ada disana semua"


"Ayo kita ke danau sekarang"


Reno sudah tak sabar, ia berlari menuju danau, dari mansion ke danau menempuh perjalanan 300 meter.


Saat sudah di dekat danau, Reno melihat begitu banyak orang berkerumun, bahkan Ramon, Andini, siska dan Tomy sudah berada di sana, Reno berjalan mendekat, jantungnya berdebar kencang saat melihat seorang wanita sedang terduduk disebuah rumput sambil membelakangi semua orang.


"Delena,,!


"Reno,,? kau sudah datang? Andini memeluk anaknya yang terlihat tegang.


"Mah,, pah,, Delena sudah sadar?!


"Iya Nak, tapi__? ucapan Andini menggantung.


"Mengapa kalian hanya menontoni saja,,,? tanya Reno bingung.


"Reno,, biar Dr faris yang menjelaskan" kata Ramon.


"Tuan Reno,,,"


"Dokter faris,,? apa yang terjadi? kenapa semua hanya jadi penonton?


"Hmmm,, begini Tuan, sepertinya Nyonya tidak mengenal kami semua, saat Ny Andini dan Tuan Ramon memanggil, Ny Delena hanya menoleh sebentar dan balik lagi menatap danau, ia seperti kebingungan melihat kita disini"


"Apa maksud mu Dokter,,? tanya Reno, menatap tajam wajah Dr faris, dahi Reno mengkerut dengan alis terangkat.


"Seperti nya Ny Delena hilang ingatan"


"Apa,,? tidak mungkin, aku akan mendekati istri dan anak ku" Reno berjalan mendekat kearah danau, dan berjalan perlahan, saat sudah mendekat kearah Delena, dengan tak sabar Reno memanggil.


"Delenaaaa,,,,?! seru Reno menatap punggung istrinya yang sedang menggendong Denissa, saat melihat Reno, Denisa menangis.


"Sayang ini aku suami mu.."


Delena membalikkan tubuhnya, menatap liar wajah Reno yang sedang memandangi dirinya, mereka saling bersitatap, Reno tersenyum sumringah, ia begitu bahagia mendapati istrinya yang benar-benar sudah berdiri didepan nya, semua seperti mimpi tapi kenapa Delena tidak menyambut uluran tangan Reno, bahkan ia memundurkan langkahnya.


"Siapa kau,,,?!


"Deg! jantung Reno seakan mau berhenti, saat Delena tidak mengenali dirinya, semua orang pun tercengang mendengar tu semua.


"Ini aku Reno, suami mu,,,? dan anak yang sedang kau gendong, adalah anak kita berdua"


"Tidak! aku masih gadis, aku masih suci, aku belum pernah menikah, anak ini aku temukan saat sedang menangis karena di tinggal ibunya"


"Ya Allah Delena, aku Reno suami mu, kita sudah menikah dan memiliki anak kembar"


"Tuan, Jangn memaksa Ny Delena dulu, takut kondisinya akan drop, dia baru saja bangun dari koma, ada sebagian memorinya yang hilang" bisik Dr Faris memperingati.


"Delena, berikan Denissa padaku, kasihan dia menangis, aku ayah nya,,"


Delena malah terus memundurkan langkahnya.


"Delena,,,,,, Denissa,,,,,, "


Tiba-tiba suara Helena mengagetkan semua orang, ia baru datang ke danau bersama suster, Delena menoleh pada arah suara itu.


"Ibu,,?! teriak Delena.


"Delena,,, kau benar itu nak,,? helena berjalan mendekat.


"Ibuuuu,,,,"


helena menatap nanar wajah anaknya.


"Delena,,"


Saat sudah mendekat, mereka saling berpelukan dan menagis bersama.


-


-


-


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


-


@Bersambung


@Yuk ikuti terus kelanjutan nya, jangan lupa untuk LIKE setelah membaca, beri Author hadiah VOTE/ GIFT Rate bintang 5, sertakan juga KOMENTAR positifnya.