ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2

ISTRI PENGGANTI CEO: Season 2
Tabir Rahasia


"Sialan aku salah ucap, semoga saja ibu tidak curiga. Aish...dimana kamar Delena dan Reno! Davina terdiam dan ia melihat seorang pelayan lewat.


"Haii kau! panggil Davina pada seorang pelayan. "Ayo ikut aku kekamar, aku membutuhkan mu untuk memijit tubuhku."


"IYa nyonya!"


"Cepat kau berjalan lebih dulu!


Pelayan itu berjalan dan masuk ke dalam lift diikuti Davina. Helena melihat dari kejauhan kepergian Davina.


"Kenapa perasaanku tidak enak begini ya? ada apa sebenarnya pada Delena? Kenapa ia terlihat berubah."


Davina Sudah berada didepan kamar Delena, Ia membuka pintu kamarnya.


"Kau pergilah, besok saja aku urutnya, aku sudah mengantuk ingin tidur! kata Davina cetus


"Baik Nyonya.


"Woww... kamarnya besar dan mewah sekali." mata Davina menatap liar disekitar ruangan.


"Sial ternyata Delena hidup dalam kemewahan yang seharusnya menjadi milikku! akan ku rebut kebahagiaanmu Delena, jangan pernah kau kembali lagi di keluarga ini!"


Davina berjalan kearah ranjang "Ranjang ini sangat indah dengan divan berukiran ornamen yang terpahat indah." Davina berjalan kearah lemari full kaca lima pintu dan membuka lemari itu. "Wah segini banyaknya pakaian yang ia miliki? Davina sangat terkejut dengan pakaian Delena yang memiliki merk ternama yang sudah pasti mahal. Sial! kau memiliki segalanya Delena!" mengambil lingerie dari dalam lemari yang tergantung, berbagai macam mode lingerie ada disana. "Memakai lingerie inikah Dena didepan Reno?" hemm.... boleh juga, aku pasti akan terlihat cantik dan seksi." Davina tergelak saat berdiri didepan kaca sambil berputar putar. "Beruntung aku memiliki wajah yang sama dengan Delena, beberapa bulan ini aku menurunkan berat badan agar terlihat mirip Dena, rambutku yang pirang harus berubah hitam seperti milik Dena! Ahh! pengorbanan yang tidak sedikit."


Dari pantulan kaca Davina melihat sebuah lemari khusus yang berisi tas branded.


"wow gila! ini bener bener gila! tas branded sebanyak ini? Davina tercengang dan takjub dengan tas merk dari berbagai Negara, ia membuka pintu kaca lemari tas Delena.


"Wow ini dari Perancis, itali, Amrik, Australia dan semuanya limited edition? akupun memiliki tas branded di Amerika tapi tidak sebanyak ini, ini ada lima rak yang jumlahnya puluhan tas, Reno begitu memanjakan Delena!


Disamping lemari tas ada lemari kaca yang berisi sepatu sepatu branded juga "Ya Tuhan! high heels ini sangat cantik sekali, sebelah sini sepatu kulit milik Reno." Davina berdecak kagum dengan semua barang branded milik adiknya.


"Dena! kau sudah memiliki segalanya! rumah mewah, suami tampan dan kaya raya, dua anak kembar bahkan barang barang mewah dan berkelas! sementara aku? sampai sekarang masih hidup sendiri tanpa suami dan anak! aku selalu jadi peliharaan bos bos dan para pejabat hidung belang! Mata Davina mulai berkaca kaca, "kini akan aku rebut kebahagiaanmu yang seharusnya menjadi milikku Dena!


Hahahaha... Davina terbahak puas.


"Semua ini harus menjadi milikku!


Davina meregangkan otot-ototnya "Aku lelah sekali, mandi air hangat didalam bathtub sangat menyenangkan bukan?" kaki Davina berjalan kearah kamar mandi.


*******


Disebuah ruangan sempit dan pengap, hanya ada lampu redup sebagai penerangan nya.


"Dimana aku sekarang?


"Aaaaaakkkhhh... kepalaku sangat pusing."


Delena mengedarkan pandangannya menatap kesekeliling ruangan.


"Tempat apa ini? Delena terdiam sejenak mengingat kejadian dikantor tadi siang.


"Kak Davin! iya tadi kak Davin datang kekantorku dan ia mengambil alih semua milikku, ada seseorang yang membius hidungku saat aku berkelahi dengan beberapa pria. Pasti kak Davin sudah berada di mansion sekarang!"


"Mas Reno..., aku takut saat ia pulang mengira kak Davin adalah aku? karena yang berada disana adalah kak Davin bukan aku? aku harus cari cara keluar dari tempat ini sebelum kak Davin mngambil segalanya, lalu bagaimna bila mas Reno sampai berhubungan dengan Kak Davin? tidak! ini tidak boleh terjadi, Mas Reno pasti bisa membedakan kalau itu bukan aku? aku memiliki sebuah tanda bulatan hitam di belakang telingaku, kak Davin tidak memiliki tanda itu, Semoga Mas Reno menyadarinya." memikirkan semua itu membuat Delena stress dan cemas, ia mondar-mandir di ruangan berukuran 3x3, ia melihat sebuah jendela kamar dan berjalan mendekat, menggedor gedor jendela itu.


"Terbuka? Delena mendongakkan kepalanya luar kamar, ia sangat terkejut karena berada di lantai paling tinggi.


"Bagaimana aku bisa kabur kalau jendelanya saja setinggi ini?


Tiba-tiba dari kamar sebelah terdengar suara seseorang berteriak dan memaki.


"Bukakan pintunya! keluarkan aku dari tempat terkutuk ini!


"Berengsek kalian semua! keluarkan aku dari sini! aku telah dikhianati oleh Davina bos kalian, wanita ular yang berbisa itu! aku telah pelihara ular dan ular itu telah mematuk diriku sendiri! teriak wanita itu.


"Suara wanita itu mirip Anjali? Delena terus mendengarkan suara teriakan seorang wanita sambil telinganya ia tempelkan di sebuah pintu yang terkunci. "Benar itu suara Anjali, Kenapa ia berada disini juga? apa yang sudah terjadi dengannya, bukankah Anjali berkerjasama dengan kak Davin?!!


"Haiiii berengsek! cepat keluarkan aku dari tempat ini!


"Anjaliiii....! Delena memanggil namanya.


"Siapa kau...?!


"Aku Delena!


"Delena? benarkah kau Delena?!


"Iya Anjali..!


"Jadi kau disekap juga disini?"


"Aku tidak tahu tempat apa ini? saat aku terbangun dari pingsan, aku sudah berada di ruangan yang pengap ini! tempat apakah ini? sepertinya kita berada dilantai atas.


"Tempat ini adalah gedung tua yang sudah tidak terpakai, Davina telah menyekap kita disini, Dia adalah ular kepala dua! menyesal aku telah membantunya!"


"Apa yang sebenarnya sudah terjadi di perusahaan suamiku Anjali? Kenapa orang-orang suruhan suamiku semua tidak ada disana! padahal mas Reno sudah memberikan penjagaan ketat untuk ku!


Maafkan aku Delena, aku yang sudah melakukannya, semua menjagamu sudah terkepung oleh orang-orang Davina, mereka diserang sebelum bisa melawan, aku memberikan racun pada kopi mereka hingga mereka mengeluarkan busa pada mulutnya dan sebagian yang belum meminum kopi itu berhasil ditaklukkan karena jumlah mereka tinggal sedikit. Mereka semua tidak akan bisa melawan saat orang suruh Davina yang sudah lebih dulu menyerangnya."


"Darimana kau tahu orang-orang suruhan suamiku? sementara suamiku saat menyimpan rapat orang-orang kepercayaannya."


"Aku sudah mengamatinya beberapa minggu. bahkan aku telah menyuruh orang untuk merubah semua sistem CCTV nya dan memasukkan orang-orang Davina di dalam kantor Reno."


"Ya Tuhan kau begitu jahat sekali Anjali! Delena begitu murka dan geram


Maafkan aku Delena, karena aku begitu sakit hati pada Reno, dia telah meninggalkan aku demi mu! hiks... "Aku tidak bisa menerima itu, karena empat tahun lamanya kami menjalin hubungan, bahkan saat aku ketabrak mobil di Bali, dengan teganya Reno meningglkan aku terkapar di ranjang rumah sakit! aku sempat mengalami koma dan aku tersadar, tapi aku berpura-pura amnesia. Saat itulah Davina datang kepadaku untuk mengajak kerjasama, Davina mengelabui Robert sahabat Reno dan mencari seseorang untuk dioperasi wajahnya yang mirip denganku, setelah berhasil, semua identitas ku dirubah olehnya, Semua ini Davina yang telah merencanakannya sehingga aku bisa masuk kedalam kantor Reno!


"Berarti ada orang dalam yang berkhianat! dendam telah membuatmu rugi bukan? bahkan kau telah dikhianati oleh Davina kakakku! dengan teganya kau ingin merusak hubungan ku dengan suamiku, bukankah kau tahu takdir dan jodoh sudah diatur Allah, tapi kenapa kau malah ingin melawan takdir dan merebut suamiku dengan cara muslihat mu yang kotor!


"Hiks.. hiks.. hiks... Maafkan aku Delena, Aku menyesal, kini aku baru menyadari kalau cinta Reno hanya untukmu, Reno tidak mudah tergoda dengan cara apapun. Aku berjanji akan pergi dari Negara ini untuk selamanya, dan tidak akan pernah mengganggu hidupmu dan Reno lagi!"


"Semoga kau tidak mengingkari janji mu, Anjali!!


"Tidak Delena, aku bersumpah, kita harus segera pergi dari tempat ini! sebelum orang orang Davina menghabisi kita berdua!"


"Iya kita harus menyusun rencana agar bisa keluar dari sini! Delena mulai berfikir.


'


'


'


'


'


'


@Beesambung.......💃💃💃


.