BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Membaik


Hari sudah siang saat dua anak asuhnya yang kini menjadi keponakannya itu datang untuk menjenguk Amira. Kedua bocah itu sangat bahagia saat tahu jika Amira sudah sadar. Begitu juga dengan Amira. Saat mereka sedang bercengkrama tuan Sam datang bersama Lukas.


"Kakak sudah pulang?" tanya nyonya Sarah.


"Iya... aku hanya ke kantor untuk meeting" ucapnya.


"Syukurlah nyonya, anda sudah sadar..." kata Lukas pada Amira.


"Terima kasih" ucap Amira sambil tersenyum.


Melihat itu tuan Sam langsung memberikan tatapan horor pada Lukas. Lukas pun langsung menunduk.


"Padahal cuma basa-basi dan bukan bermaksud menggoda... dasar suami possesif..." gerutu Lukas dalam hati.


Kemudian Lukas pun pamit keluar agar tak membuat tuan Sam semakin gusar kepadanya.


Tak lama nyonya Sarah pun pamit untuk pulang sebab kedua anaknya itu juga harus segera beristirahat. Setelah berpamitan ketiganya pun langsung pulang dengan diantar sopir. Begitu semua orang keluar dan meninggalkan tuan Sam dan Amira di dalam ruang perawatan tuan Sam langsung menghampiri istrinya itu dan langsung memeluk Amira dan mengecup kepala gadis itu dalam.


"Ada apa B?" tanya Amira.


"Aku merindukanmu..." ucap tuan Sam dengan nafas berat. "Tapi bukankah kita baru berpisah beberapa jam saja?" tanya Amira polos.


"Aku tahu... tapi kau sudah tidur terlalu lama..." sambung tuan Sam yang kini mengangkat dagu Amira agar mata mereka dapat saling menatap.


Tuan Sam mendekatkan wajahnya membuat jantung Amira berpacu dengan cepat. Ia sadar kini suaminya sedang menahan hasratnya. Tuan Sam mencium bibir Amira dengan lembut. Amira pun tak menolaknya karena tuan Sam adalah suaminya.


Saat itulah terdengar ketukan di pintu yang membuat keduanya langsung melepaskan ciumannya. Tuan Sam langsung mendengus kesal. Sedang Amira hanya tersenyum kecil melihat wajah ditekuk suaminya.


"Masuk..." kata tuan Sam.


Tampak pintu kamar perawatan Amira di buka dan muncul seorang perawat yang hendak memeriksa keadaan Amira.


"Maaf tuan saya akan meneriksa nyonya sebentar..." ucapnya saat melihat wajah datar tuan Sam.


Tuan Sam pun hanya mengangguk dan perawat itu dengan segera melakukan tugasnya.


"Sus kapan saya diperbolehkan pulang?" tanya Amira.


"Nanti nyonya tanyakan saja pada dokter yang menangani nyonya" jawab perawat itu kemudian ia pun segera pamit keluar setelah menyelesaikan tugasnya.


"Kenapa kau ingin segera pulang?" tanya tuan Sam lembut.


"Aku bosan di sini terus" rengek Amira.


"Bukannya kamu baru saja sadar heh?" ucap tuan Sam.


"Justru itu... tubuhku terasa sangat pegal... mungkin karena terlalu lama berbaring" terang Amira.


"Mau aku pijit?" Amira membelalakkan matanya karena sudah melihat seringai tipis pada bibir suaminya.


"Jangan modus..." ucapnya ketus.


"Aku tidak modus sayang..." kata tuan Sam sambil memijit pelan punggung Amira.


Mendapat pijitan lembut membuat tubuh Amira yang sedari tadi merasa kaku menjadi agak rileks.


"Sudah merasa enakan?" tanya tuan Sam yang melihat Amira memejamkan matanya menikmati perlakuan tuan Sam.


"Hem..." jawab Amira masih memejamkan matanya.


Tiba-tiba pijitan tuan Sam berhenti dan membuat Amira membuka matanya. Tampak tuan Sam sedang terpaku memandang kearahnya.


"Ada apa?" tanyanya.


Bukannya menjawab justru ia malah mendekatkan wajahnya pada Amira.


"Ka...kau mau apa?" tanya Amira yang teringat dengan kejadian tadi sebelum perawat datang ke ruang perawatannya.


Dengan reflek Amira memundurkan tubuhnya kearah belakang hingga menempel pada tempat tidurnya. Tuan Sam malah tersenyum dan semakin mendekatkan wajahnya pada Amira.


"Kau pasti sudah tahu apa yang aku mau..." ucapnya.


Amira yang merasa terdesak langsung mengambil bantal yang ada disampingnya dan memukulkan ke kepala tuan Sam.


"Auww..." pekik tuan Sam.


"Rasakan .... sudah tahu di rumah sakit juga..." gerutu Amira.


Tuan Sam terkekeh dan langsung menggelitik perut Amira.


"Tapi kau juga suka kan?" ucapnya sambil meneruskan aksinya.


Amira yang merasa kegelian pun tak dapat menahan tawanya. Namun tiba-tiba ia merasakan nyeri pada luka yang ada di dadanya. Gadis itu pun langsung meringis menahan sakit sambil memegang dada atasnya. Tuan Sam yang melihatnya langsung menekan tombol darurat untuk memanggil dokter.


"Kau kenapa Meyaa? apa lukamu sakit lagi?" tanyanya sambil membaringkan Amira.


Amira hanya bisa mengangguk. Saat itulah tuan Sam dapat melihat jika ada darah yang merembes keluar dari luka Amira hingga mengotori pakaian gadis itu. Dokter yang segera datang langsung memeriksa luka Amira dan mengobatinya.


"Begini tuan ... mungkin saja luka nyonya Amira belum kering benar sehingga jika terkena sentuhan yang sedikit keras bisa membuat lukanya terbuka lagi" terang dokter.


Tuan Sam langsung merasa bersalah. Bagaimana tidak mungkin saja luka Amira terbuka karena ulahnya yang menggelitik Amira dan tanpa sengaja menyentuh lukanya.


"Aku tidak apa-apa B" ucap Amira yang melihat raut penyesalan diwajah suaminya itu.


Setelah selesai mengobati luka Amira para dokter dan perawat pun meninggalkan ruangan Amira.


"Maafkan aku..." ucap tuan Sam sambil menggenggam tangan Amira.


"Sudah... aku tidak apa-apa..." ujar Amira lagi berusaha membuat suaminya itu agar tidak merasa bersalah.


"Tapi lukamu..." Amira langsung meletakkan jarinya dibibir tuan Sam sehingga pria itu tak melanjutkan ucapannya.


"Kemarilah... berbaring bersamaku..." ucap Amira sambil menepuk samping tempat tidurnya.


Tuan Sam pun menuruti permintaan Amira. Untung saja brankar yang digunakan berukuran besar sehingga bisa menampung tubuh keduanya. Begitu tuan Sam berbaring disampingnya Amira langsung menyusupkan kepalanya didada tuan Sam.


"Kau jangan merasa bersalah... justru aku berterima kasih kau sudah membuatku tertawa" ucap Amira lirih.


Tuan Sam pun mencium kepala Amira dengan lembut.


"Oleh karena itu tolong bilang pada dokter agar segera mengijinkanku pulang..." rengek Amira lagi yang membuat tuan Sam langsung mendengus kesal karena baru saja lukanya kembali terbuka tapi gadis itu masih saja merengek minta pulang.


"Tolong ya... ya..." ujar Amira lagi.


Tuan Sam pun langsung menatap Amira tajam. Saat hendak mengomeli gadis itu, justru Amira langsung memasang wajah memelas.


"Aku mohon... aku bosan disini, kau juga pasti kelelahan jika harus selalu menjagaku disini dan pekerjaanmu bisa terbengkalai" sambung Amira.


Tuan Sam menarik nafas kasar. Sepertinya ia tidak akan menang berdebat dengan istrinya ini.


"Baiklah akan aku bicarakan dengan dokter nanti..."


Amira tersenyum puas lalu kembali menyusupkan kepalanya. Tak lama ia pun tertidur dalam pelukan tuan Sam. Dan tuan Sam pun akhirnya menyusul Amira tidur.


Di tempat lain seorang wanita baru saja turun dari dalam pesawat. Wajahnya yang cantik dan pakaiannya yang modis membuatnya jadi pusat perhatian terutama kaum adam. Dengan langkah yang anggun ia berjalan menuju pintu keluar bandara. Tepat di depan pintu keluar tampak sahabatnya yang berpenampilan tak jauh beda dengannya tengah menyambutnya.


"Apa kabar Beb? long time no see..." ucapnya sambil memeluk wanita yang baru turun dari pesawat itu.


"I'm fine..." jawab wanita itu dilanjutkan dengan saling cipika cipiki.


"Gimana London?" tanya wanita yang menjemput yang ternyata adalah Siska.


"Membosankan..." ungkap wanita yang baru saja menginjakkan kakinya di tanah air setelah hampir sepuluh tahun tinggal di London.


"Kau itu dari dulu sama saja... aku tahu kau bosan karena Sam tak lagi tinggal disana kan?" tebak Siska.


Yang ditanya hanya menggedikkan bahunya dan melenggang pergi. Siska pun hanya bisa menghela nafas pelan lalu mengikuti langkah sahabatnya itu.


"Bagaimana? apa kau sudah dapat kabar terbaru tentang Sam?" tanya wanita itu ketika keduanya sudah berada di dalam mobil Siska.


"Bukankah sudah aku bilang kalau Sam sekarang sudah menikah Key..." ucap Siska mencoba menasehati sahabatnya itu.


"Tapi bukannya kau bilang jika gadis itu tidak sepadan dengan Sam? lagi pula saat ini dia kan masih koma..." ucap Keysha wanita yang sejak dulu memang mengejar tuan Sam.


"Aku tahu... tapi aku rasa Sam sangat mencintainya sama seperti saat ia mencintai Karina bahkan mungkin lebih" ungkap Siska yang tak ingin jika sahabatnya ini kembali membuang waktu dengan mengejar cinta tuan Sam yang sejak dulu tak pernah ada untuknya.


Menurut Siska sudah cukup sahabatnya itu mengejar cinta tuan Sam bahkan sampai rela tinggal di negri orang sendirian demi menarik perhatiannya.


Tapi ternyata semua sia-sia. Hampir sepuluh tahun ini tuan Sam bahkan tak sekali pun melirik Keysha. Dan sialnya begitu tuan Sam pulang ke tanah air untuk merawat dan mengurus kasus adiknya pria itu malah jatuh cinta dengan pengasuh keponakannya. Bahkan dalam waktu singkat keduanya langsung menikah sehingga membuat Keysha meradang dan segera menyelesaikan semua pekerjaannya demi bisa pulang ke tanah air.


Sebenarnya Siska pun diam-diam menyukai tuan Sam karena itulah saat bertemu dengannya di sebuah mall ia pun mencoba untuk menggodanya namun nasibnya pun sama seperti Keysha. Bukannya tergoda pria itu malah mengacuhkannya dan meninggalkannya begitu saja. Saat itulah ia melihatnya. Gadis yang bisa membuat tuan Sam yang dingin menjadi hangat dan penuh perhatian. Gadis biasa dengan tubuh chubby yang bahkan tak sebanding dengannya yang bertubuh langsing bak model.


Keduanya pun langsung meluncur ke apertemen milik Keysha. Walau pun tinggal di London Keysha yang sering bolak balik pun memiliki unit apartemen yang membuatnya tak perlu menginap di hotel saat ia sedang ada di tanah air. Sesampainya di apartemen ia pun langsung menjatuhkan tubuhnya diatas sofa. Sedang Siska sibuk menyeret koper milik Keysha untuk diletakkan di dalam kamar. Setelah itu barulah ia menyusul duduk disamping Keysha.


"Sekarang apa rencana kamu Key?" tanya Siska.


"Aku akan menemuinya dan bersikap seperti seorang teman lama..." ucap Keysha sambil tersenyum.


Sudah dapat dibayangkannya apa yang akan dilakukannya saat bertemu dengan tuan Sam. Siska pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya yang sangat keras kepala.


"Terserah kamu sajalah Key..." Siska pun akhirnya menyerah.


Di rumah sakit terlihat Amira sedang di periksa kembali oleh dokter yang merawatnya.


"Bagaimana dok? apakah istri saya sudah bisa pulang?" tanya tuan Sam.


"Luka istri tuan yang akibat peluru memang belum sepenuhnya kering... tapi melihat luka lain yang di kepala sudah kering, saya bisa mengijinkannya pulang... namun tetap masih harus hati-hati agar hal seperti kemarin tidak terjadi lagi" kata dokter.


"Baik dok saya akan menjaga istri saya agar yang kemarin tidak lagi terulang" ucap tuan Sam.


Amira pun langsung tersenyum bahagia saat mendengar keputusan dokter yang mengijinkannya pulang. Amira pun langsung memeluk tuan Sam yang berdiri di samping brankarnya.