BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Db Dan Meyaa


"Kak... aku benar-benar sayang dan cinta sama dia kak..." isak Amira masih memeluk erat nyonya Sarah.


"Ra..." tiba-tiba terdengar suara tuan Sam yang memanggilnya.


Seketika Amira membalikkan tubuhnya dan terlihat olehnya tuan Sam yang sudah membuka kedua matanya. Tanpa pikir panjang gadis itu pun langsung menghambur memeluk tuan Sam yang bersender pada kepala tempat tidur.


"Tuan kenapa? Jangan bikin saya takut tuan" ucapnya sambil berlinang air mata.


"Maafin aku Ra... aku..." kata tuan Sam sambil memandang adiknya.


Namun nyonya Sarah langsung memberi kode pada kakaknya dengan gelengan kepala agar tuan Sam tak membocorkan sandiwara mereka. Mendapat kode itu tuan Sam pun mengurungkan niatnya untuk berterus terang dan ia hanya membalas pelukan Amira agar gadis itu kembali tenang.


Bukan tanpa alasan nyonya Sarah melarang kakaknya itu. Sebab jika Amira tahu bahwa tuan Sam hanya berpura-pura maka bukan tidak mungkin akan terjadi perang dunia ke tiga. Bisa-bisa asmara yang baru saja terjalin jadi hancur berantakan karena kemarahan Amira. Sementara Amira yang masih terisak sambil memeluk tuan Sam masih belum sadar jika di situ juga ada nyonya Sarah dan juga Lukas yang sedari tadi memperhatikan tingkahnya.


"Ma pak dokter udah datang ..." teriak Anna dan Adit bersamaan.


Amira pun langsung melepaskan pelukannya pada tuan Sam. Wajahnya memerah menahan malu karena kini nyonyanya tahu tentang perasaannya pada tuan Sam. Sedang Lukas menggelengkan kepalanya tak habis fikir dengan tingkah kedua majikannya itu.


"Sampai segitu niatnya mereka mengerjai gadis itu hingga memanggil dokter keluarga segala..." gumamnya dalam hati.


Dokter yang masuk bersama kedua anak itu pun langsung memeriksa keadaan tuan Sam.


"Tidak usah khawatir tuan hanya mengalami kelelahan saja... cukup dengan istirahat selama beberapa hari dan minum obat pasti segera sembuh" ucap dokter itu yang ternyata juga bekerja sama dengan keduanya.


"Kalau begitu mari saya antar keluar dokter" ucap nyonya Sarah sambil memberi kode pada Lukas agar meninggalkan kamar juga.


Lukas yang langsung faham dengan kode nyonyanya itu langsung keluar sambil membimbing Anna dan Adit untuk ikut keluar juga.


"Apa tuan ingin makan sesuatu? sebentar akan saya ambilkan" ucap Amira sambil beranjak untuk keluar juga dari kamar.


Namun tangannya ditahan oleh tuan Sam.


"Tuan kenapa?" tanyanya.


"Aku ingin kamu di sini" kata tuan Sam.


"Maksudnya?"


Tanpa menjawab tuan Sam langsung menarik tangan Amira yang membuat gadis itu terjatuh dan menindih tubuh tuan Sam.


Amira yang kaget langsung berusaha untuk bangun namun ditahan oleh tuan Sam dengan memeluk tubuh gadis itu. Mendapat pelakuan seperti itu dengan reflek Amira langsung menyarangkan cubitannya pada perut tuan Sam.


"Auww..." pekik tuan Sam meringis sambil mengelus bekas cubitan Amira.


"Kau kejam sekali Ra... aku kan lagi sakit" sambungnya sambil menampakkan wajahnya yang memelas.


"Udah tahu sakit tapi masih saja mesum" umpat Amira jengkel dengan tingkah tuan Sam.


Dengan cepat Amira pun berdiri dan melangkah keluar kamar.


"Eh kamu mau kemana?" tanya tuan Sam panik.


"Mau ambil makanan biar tuan bisa makan terus langsung minum obat agar cepat sembuh" ucap Amira masih dengan wajah kesal.


"Kamu ga tanya aku mau makan apa?"


Amira pun berbalik dan menghampiri tuan Sam.


"Baiklah... jadi tuan mau makan apa?" tanyanya berubah lembut.


Melihat itu tuan Sam pun langsung tersenyum senang.


"Aku mau nasi goreng buatan kamu Ra" ucapnya.


"Lho tuan kan masih sakit kenapa mau nasi goreng?" tanya Amira.


"Kan bukan sakit parah Ra... cuma kecapekan" ujar tuan Sam memberi alasan.


"Hem baiklah... tuan tunggu sebentar ya akan aku buatkan" kata Amira.


Belum juga Amira berbalik untuk membuatkan pesanan tuan Sam, pria itu sudah menarik tangan Amira lagi.


"Ada apa lagi tuan?" tanya Amira.


"Bukankah aku sudah bilang untuk tidak memanggilku tuan?" ucap tuan Sam yang membuat Amira langsung terdiam.


Ia teringat janjinya untuk memanggil pria itu dengan panggilan sayang.


"Hemm... baiklah Db" ujarnya.


"Db? apa artinya itu?" tanya tuan Sam penasaran.


"Dilbar..." bisik Amira lalu cepat-cepat keluar dari kamar.


"Hah ... apalagi itu maksudnya?" kata tuan Sam sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Dengan cepat tuan Sam meraih hpnya yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya. Dengan cepat diketiknya kata Dilbar pada aplikasi mbak goglo dan saat tertera artinya senyum tuan Sam pun langsung mengembang sempurna.


Sementara Amira segera menuju dapur untuk membuat nasi goreng pesanan tuan Sam. Tapi ternyata sudah ada nyonya Sarah disana yang sedang membantu bibik untuk menyiapkan makan malam. Langkah Amira langsung terhenti, ia masih malu dengan kejadian di kamar tuan Sam tadi. Melihat Amira yang datang, nyonya Sarah langsung tersenyum.


"Ada apa Ra? kakak menyuruhmu membuatkannya sesuatu?" tanya nyonya Sarah lembut.


Ia faham jika gadis itu masih merasa malu dengan terbongkarnya perasaannya terhadap tuan Sam olehnya.


"Emm tuan Sam ingin dibuatkan nasi goreng kak" ucap Amira sambil menahan rasa malu dan canggungnya.


"Ya sudah kamu buatkan saja gih" kata nyonya Sarah sambil menahan senyumnya.


Baru saja ia akan mulai memasak terdengar suara azan yang membuatnya segera menghentikan kegiatannya.


"Kak aku sholat dulu sebentar ya... nanti aku lanjutkan lagi" pamitnya pada nyonya Sarah yang di jawab dengan anggukan.


Sekitar 10 menit kemudian Amira pun kembali dan melanjutkan kegiatannya yang tadi tertunda. Setelah selesai memasak segera ia membawa nasi goreng buatannya itu ke kamar tuan Sam. Setelah mengetuk pintu terlebih dahulu kemudian ia pun memasuki kamar tuan Sam sambil membawa nasi goreng dan minuman untuk tuan Sam. Melihat Amira masuk, tuan Sam pun langsung duduk bersender pada kepala tempat tidurnya dan menyuruh Amira mendekat.


"Duduk di sini Ra..." ucapnya sambil menepuk pinggir tempat tidurnya.


Amira pun menurut dengan meletakkan makanan dan minuman di atas nakas terlebih dahulu.


"Kau suapi ya..." pinta tuan Sam.


"Bukankah tadi bilang kalau cuma kecapekan? jadi bisa makan sendiri dong" ucap Amira.


"Emang kamu ga mau suapin aku? atau tunggu sakit parah dulu..."


Dengan cepat Amira menutup mulut tuan Sam dengan jarinya.


"Jangan bilang seperti itu... ucapan itu do'a jadi jangan bicara seperti itu lagi" kata Amira.


"Hem...." jawab tuan Sam.


Baiklah sini aku suapin" ucap Amira sambil menyendokkan nasi goreng dan mengangsurkannya ke mulut tuan Sam.


Tuan Sam pun langsung tersenyum dan segera memasukan nasi goreng yang disendokkan Amira kedalam mulutnya. Dengan telaten Amira menyuapi tuan Sam hingga semua nasi yang ada di piringnya tandas. Amira pun sangat senang melihatnya. Selesai makan Amira pun memberikan air minum pada tuan Sam yang langsung di habiskannya.


"Tunggu sebentar ya ...aku ambilkan air lagi untuk minum obat" kata Amira sambil membereskan bekas makan tuan Sam untuk dibawa ke dapur.


Tak lama Amira pun kembali dengan membawa air minum baru untuk minum obat tuan Sam. Dengan cekatan Amira meracikkan obat yang diberikan dokter untuk diminum tuan Sam. Selesai minum obat Amira pun menyuruh tuan Sam agar tidur lebih awal.


"Tidur dulu ya ... " ucapnya sambil membetulkan letak selimut tuan Sam.


Lalu ia pun beranjak keluar dari kamar.


"Jangan pergi dulu..." tahan tuan Sam.


"Ada apa?" tanya Amira kembali mendekat pada tuan Sam.


"Karena kau memanggilku Db maka aku akan memanggilmu Meyaa" ucapnya. Amira pun mengeryitkan dahinya.


"Maksudnya?" tanya Amira.


"Meree yaara..." sambung tuan Sam sambil menyentil ujung hidung Amira.


"Hem jadi sekarang sudah jadi penggemar hindi?" tanya Amira.


"Bukankah kamu yang memulainya?" balas tuan Sam tersenyum.


"Aku hanya mencari nama unik yang kamu minta" elak Amira.


"Kalau begitu aku juga sama..." balas tuan Sam tak mau kalah.


"Baiklah terserah kamu saja..." ujar Amira yang tak ingin berdebat.


"Kau marah?" tanya tuan Sam sambil menatap Amira dalam.


"Tidak" jawab Amira singkat.


"Ya kau marah Meyaa..."


"Tidak"


"Ya". "Tidak"


"Ya"


"Baiklah aku memang marah" kata Amira.


"Kenapa?" tanya tuan Sam.


"Karena dari tadi kau mencari alasan untuk tidak cepat tidur" ucap Amira.


"Itu karena aku bukan anak kecil yang harus tidur cepat" alasan tuan Sam.


"Tapi kau sakit karena kelelahan, jadi jangan seperti anak kecil yang merajuk" kata Amira lembut agar tuan Sam mau menurut padanya.


"Hemm baiklah aku akan tidur sekarang" ucap tuan Sam sambil memejamkan matanya.


"Anak baik..." bisik Amira sambil tersenyum.


Namun ternyata saat Amira telah keluar dari kamarnya tuan Sam kembali membuka matanya.


"Bagaimana aku bisa cepat tidur Ra ... karena aku ga benar-benar sakit" gumamnya dalam hati sambil memandang langit-langit kamarnya.


Sementara Amira yang keluar dari kamar tuan Sam sudah di tunggu oleh nyonya Sarah di ruang makan.


"Makan dulu Ra" tawarnya saat melihat Amira datang.


Amira pun mengangguk menuruti nyonya Sarah, lalu ia pun duduk di samping nyonyanya itu.


"Anak-anak sudah makan kak?" tanya Amira sambil menyendokkan nasi ke dalam piringnya.


"Sudah... tadi kami makan bersama saat kamu mengantar makanan buat kak Sam" terang nyonya Sarah.


Kembali Amira menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Amira pun melanjutkan makannya ditemani nyonya Sarah.