
Raja dan Anna sampai di New York sore hari. Dari bandara keduanya langsung menaiki mobil yang menjemput keduanya dan menuju ke apartemen Raja. Sesampainya di apartemen Anna tampak memandangi setiap sudut dari apartemen itu karena ini pertama kalinya ia menginjakkan kakinya lagi disana setelah hampir empat tahun. Dulu ia memang sering menginap disana bersama adik dan para sepupunya jika mereka sedang berlibur di New York. Karena itulah ukuran apartemen Raja tergolong besar dibandingkan apartemen pada umumnya yang ada di kota New York.
Anna kembali teringat jika terakhir kali ia kemari saat ia dan keluarganya datang untuk berlibur saat tahun baru saat dia di kelas IX. Dan saat itulah ia mulai menyadari jika apa yang dirasakannya pada Raja yang semula ia kira hanya rasa kagum seorang keponakan kepada pamannya sudah berubah menjadi cinta. Hal itu terjadi saat ada seorang wanita yang terlihat berusaha mendekati Raja saat ia dan keluarganya ada di sana.
Dari cara wanita itu mendekati Raja membuat Anna terbakar cemburu. Gadis itu yang selalu bisa menahan diri menjadi tidak terkendali. Ia bahkan hampir saja membuat keluarganya pulang lebih cepat karena tidak bisa menahan rasa cemburunya pada Raja. Apa lagi wanita itu selalu saja mengikuti kemana pun Raja pergi. Emosi Anna semakin menjadi saat keluarganya malah menggoda Raja dengan mengatakan jika keduanya adalah pasangan yang serasi. Karena itulah ia akhirnya lebih memilih untuk menghabiskan waktunya dengan membaca buku dikamar dari pada bermain di luar bersama adik dan juga sepupunya agar tidak melihat kemesraan Raja dan wanita bernama Jenny itu.
Puncaknya saat ia melihat Jenny dan Raja dalam posisi yang saling berdekatan. Posisinya yang berada di belakang keduanya membuat gadis itu mengira jika Raja dan Jenny memang mempunyai hubungan khusus dan saat itu keduanya tengah berciuman. Padahal saat itu Raja tengah tertidur di dalam ruang kerjanya dan Jenny memanfaatkan situasi itu untuk mencium pipi Raja. Dan saat wanita itu mulai berani untuk kembali mencium Raja dan kali ini ia ingin mencium bibir pria itu, tapi Raja malah lebih dulu terbangun sehingga Jenny batal melancarkan niatnya karena Raja langsung mendorong tubuh wanita itu dengan keras hingga wanita itu langsung terjungkal ke belakang.
Dan saat itu juga Raja langsung mengusir Jenny karena merasa jika wanita itu sudah mulai bertindak keterlaluan karena berani mendekatinya saat ia tengah tertidur. Namun Anna sudah keluar dari tempat itu dan kembali ke dalam kamarnya sehingga ia tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. Dan sejak itulah ia memutuskan untuk menghapus perasaannya pada Raja dengan menghindari pria itu dengan berbagai cara.
"Ada apa Honey Bee?" tanya Raja saat melihat istrinya itu tengah melamun.
"Tidak apa-apa MB..." sahut Anna yang tidak ingin suaminya tahu jika ia dulu pernah melihat Raja dekat dengan wanita lain.
"Apa kau masih marah?" tanya Raja.
"Heh?" ucap Anna tak mengerti.
"Aku tahu... kau pasti marah mengira jika saat itu aku tengah berciuman dengan Jenny kan?" ungkap Raja membuat Anna terkejut.
"Dari mana dia tahu?" batin Anna yang membuat raut wajahnya berubah.
Raja langsung memeluk tubuh istrinya itu dan meletakkan dagunya di puncak kepala Anna.
"Kau tahu... wanita itu yang menciumku saat aku tertidur... dan saat aku tersadar aku langsung mengusirnya..." terang Raja.
"Maaf jika hal itu yang membuatmu akhirnya menghindariku... tapi aku juga bersyukur karena kau menghindar akhirnya aku pun jadi menyadari perasaanku yang sebenarnya padamu" sambungnya lalu mengecup kening Anna.
"Dari mana kau tahu semua itu?" tanya Anna penasaran.
Raja membawa Anna duduk di sofa kemudian barulah ia mulai bercerita.
"Jadi setelah kejadian aku mengusir Jenny aku langsung mengecek cctv yang ada di ruang kerjaku karena aku takut jika wanita itu hendak berbuat sesuatu yang buruk... saat itulah aku tahu jika dia menciumku dan berusaha melakukannya lagi namun aku malah terbangun lebih dulu, tapi apa kau tahu yang membuatku terkejut?"
"Apa?" tanya Anna.
"Aku melihatmu di dalam rekaman itu... kau tampak mematung saat melihat kelakuan wanita itu... meski aku tidak bisa melihat ekspresi wajahmu dengan jelas tapi melihatmu disana sudah membuatku merasa tidak nyaman dan takut kau salah faham... dan benar... keesokan harinya kau memaksa pulang dengan alasan ada tugas yang lupa kau kerjakan sedang itu harus dikumpulkan saat kau berangkat sekolah sehabis tahun baru... semula aku menyangka jika itu hanya kebetulan... tapi selama dua tahun berikutnya kau jelas-jelas menghindar dariku..." terang Raja panjang lebar.
Anna menundukkan kepalanya malu. Ya saat itu ia sangat emosi hingga semalaman ia tidak bisa tidur hanya untuk memikirkan alasan tepat agar bisa pulang ke Indo lebih cepat karena saat itu ia tengah patah hati.
"Apa kau percaya penjelasanku Honey Bee? jika tidak maka akan aku tunjukkan rekamannya padamu... karena aku sengaja menyimpan rekamannya untuk meyakinkanmu..." ucap Raja yang membuat Anna langsung menggelengkan kepalanya.
"Aku percaya padamu MB..." ujarnya sambil meletakkan kepalanya di pundak suaminya itu.
Raja pun langsung melingkarkan lengannya di pinggang Anna dan menarik tubuh wanita muda itu ke dalam pelukannya.
Sementara itu di tempat lain tampak seseorang tengah membersihkan dirinya sambil menunggu kabar dari seseorang yang tadi sudah ia kirimi foto Raja begitu ia sudah mendarat di bandara. Sambil membersihkan dirinya ia bersenandung kecil. Ia sudah membayangkan berapa banyak uang yang akan ia dapatkan setelah tadi ia mengirimkan foto Raja.
Baru saja ia selesai sudah terdengar dering ponselnya. Wanita itu langsung tersenyum dan bergegas menerima panggilan ponselnya.
"Apa yang kau yang kau kirimkan tadi bukan hasil editan heh?" terdengar suara di seberang sana.
"Tentu saja... apa kau fikir aku berani untuk mengelabuimu? yang ada aku malah kehilangan nyawaku dibandingkan mendapat keuntungan..." sahut wanita itu sewot.
"Baiklah... lalu apa kau tahu dimana dia sekarang?"
"Belum... tapi jika kau mau memberiku bayaran dengan senang hati aku akan menyelidikinya untukmu..."
"Ck kau memang wanita yang licik... jika sejak dulu kau mau bekerja untukku maka sudah sejak lama kau akan mendapatkan uang yang banyak"
"Jangan bahas masa lalu... kau mau membayarku atau tidak?" sergah wanita itu.
"Baiklah... untuk foto itu akan kuberi kau bayaran yang sesuai permintaanmu... dan jika kau bisa membawa informasi lain tentangnya terutama tentang wanita yang ada bersamanya itu maka bayaranmu akan bertambah dua kali lipat dari yang kau dapatkan sekarang..."
"Baiklah... kau tunggu saja kabar dariku dan jangan lupa kau transfer bayaranku atas foto yang sudah kukirimkan tadi..."
"Tentu saja..." setelah itu sambungan telefon pun terputus.
Tak berapa lama terdengar bunyi notiv di ponsel wanita itu. Dan saat dia mengeceknya ternyata sudah ada uang yang baru saja masuk ke rekeningnya dalam jumlah yang besar. Wanita itu langsung tersenyum saat mengetahui saldo rekeningnya semakin bertambah.
"Dengan begini aku akan mendapatkan dua keuntungan... lihat saja Raja... dulu kau memperlakukanku hina hanya karena aku menyukaimu... kini kau akan merasakan sakit yang melebihi yang pernah aku rasakan... karena bukan hanya kau yang akan lenyap tapi juga wanita yang sangat kau cintai itu terlebih dahulu..." ucapnya sambil tersenyum menyeringai.
.........
Setelah mengadakaan pesta untuk mengumumkan pernikahannya dengan Anna dan juga memperkenalkan istrinya itu pada teman dan juga koleganya di New York, Raja sengaja mengajak istrinya itu untuk berjalan-jalan dan menikmati kota New York berdua sebelum Anna pergi ke Inggris. Memang di New York Anna hanya tinggal satu minggu karena setelahnya ia harus segera melanjutkan kuliahnya. Selama berada di New York Anna menikmati peran barunya sebagai istri Raja sebelum ia kembali kuliah dan harus berjauhan dengan suaminya. Dan hari ini Raja sengaja meluangkan waktu seharian untuk bersama istrinya sebelum besok ia akan mengantarkan istrinya itu ke Inggris.
Meski ia bisa menemani Anna ke Inggris namun pria itu tidak bisa lama disana karena ia harus langsung kembali ke New York karena ada meeting penting yang harus ia hadiri. Setelah seharian keduanya menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan mengelilingi kota keduanya mengakhiri petualangan mereka hari ini dengan makan malam romantis berdua di sebuah restoran yang mewah.
Keduanya tampak sangat bahagia meski ini adalah malam terakhir Anna di New York karena besok keduanya akan terbang ke Inggris karena Anna sudah harus kembali masuk kuliah. Makan malam mereka berlangsung sangat romantis karena Raja sesekali memperlihatkan perlakuan romantisnya pada Anna. Tak disadari sama sekali oleh keduanya jika sedari tadi ada yang tengah memperhatikan mereka dengan tatapan tajam. Sesekali orang itu meremas telapak tangannya geram saat melihat adegan romantis dihadapannya. Wajahnya pun sudah memerah menahan amarah.
Jika ia tidak ingat dengan misinya maka saat ini juga ia sudah menghubungi orang yang menyewanya untuk menghabisi Raja dan juga wanita yang tampak sangat dicintai oleh pria itu. Tapi tidak... ia harus mengulur waktu agar ia bisa mempersiapkan balasan yang setimpal atas perlakuan Raja yang telah mempermalukanya dengan mengusirnya dari rumah pria itu saat ia ketahuan hendak mencium bibir pria itu saat tengah tertidur. Sungguh ia merasa sangat direndahkan karena selama ini tidak ada yang bisa menolak pesonanya.
Sambil menahan amarahnya Jenny terus mengikuti Raja dan Anna. Saat keduanya tiba di gedung apartemen Raja wanita itu tak lagi mengikuti hingga ke dalam karena ia sudah tahu nomor dan lantai tempat apartemen Raja berada.
"Ternyata kau tetap tinggal di alamat yang sama..." batin Jenny tersenyum senang.
"Kita lihat saja bagaimana reaksi wanita itu jika aku muncul dihadapannya dan mengatakan jika kita memiliki masa lalu yang tidak akan pernah bisa dilupakan... apa wanita itu akan tetap mau bertahan denganmu?" batin Jenny yang tak lagi mengenali Anna sebagai gadis kecil yang dulu pernah ia temui sebagai keponakan Raja.
Sementara setelah pulang makan malam Raja dan Anna menghabiskan malam terakhir mereka bersama di New York dengan berperang peluh. Raja seakan sedang mengisi baterai hatinya agar bisa menahan rindu saat Anna sudah kembali ke Inggris. Sedang Anna hanya pasrah dengan perlakuan suaminya yang semakin hari semakin garang jika dalam urusan ranjang.
"Aku akan sangat merindukanmu Honey Bee..." bisik Raja saat keduanya akan terlelap setelah pergulatan panas mereka.
"Aku juga MB... ingat... jangan nakal jika tidak ada disampingku..." balas Anna dengan suara orang mengantuk.
"Aku tidak akan pernah melakukannya..." sahut Raja kembali mengecup kening Anna.
Lalu keduanya pun terlelap dalam mimpi indah mereka... Pagi harinya setelah sarapan pagi keduanya langsung pergi ke bandara. Selama perjalanan dalam pesawat Raja tak henti-hentinya menciumi tangan istri kecilnya itu. Ia tidak perduli dengan tatapan iri dari para penumpang dan awak pesawat yang melihat kelakuannya. Sedang Anna sudah kembali tertidur karena masih kelelahan akibat semalam. Begitu pesawat mendarat di bandara keduanya langsung menaiki mobil yang sudah dipesan sebelumnya. Mereka langsung menuju ke Oxford.