
Setelah makan malam dan mengantar keluarganya sampai di loby, Raja dan Anna pun kembali ke kamar mereka. Sesampainya di kamar Anna tampak terkejut saat melihat dekorasi kamar mereka yang sudah berbeda dengan saat mereka beristirahat tadi sore. Kini kamar itu sudah didesain dengan dekorasi romantis membuat tubuh Anna kembali meremang karena tahu apa yang akan terjadi setelah ini.
"Kita sholat isya' dulu Honey Bee..." bisik Raja sambil mengecup kening Anna lembut.
Anna hanya mengangguk pelan dan langsung menyiapkan peralatan sholat saat suaminya mengambil wudhu. Ketika Raja keluar dari kamar mandi ia pun bergantian masuk ke dalamnya untuk mengambil air wudhu juga. Setelahnya keduanya pun melaksanakan ibadahnya secara berjamaah. Selesai sholat Anna pun merapikan peralatan sholat. Baru saja ia selesai melakukannya tiba-tiba dua lengan kekar telah melingkar diperutnya. Anna sedikit tersentak karena kaget namun saat ia menyadari siapa yang melakukannya ia pun langsung membalikkan badannya.
Dan benar saja di hadapannya Raja sudah berdiri dengan tangan yang masih memeluk pinggang rampingnya. Anna menatap lembut wajah pria yang baru beberapa jam yang lalu sudah sah menjadi suaminya itu. Mendapat tatapan lembut dari Anna membuat Raja perlahan mengikis jarak diantara wajah keduanya. Dan dengan lembut pria itu mulai ******* bibir Anna yang merah alami bak buah ceri yang selama ini menjadi candu untuknya.
Meski terkesan masih kaku Anna pun mulai membalas apa yang dilakukan oleh Raja. Dan dalam sekejab tautan lembut itu pun berubah menjadi lebih menuntut membuat keduanya terengah-engah setelah beberapa saat karena kekurangan pasokan oksigen. Raja tersenyum saat melihat wajah istri kecilnya yang merona serta bibirnya yang memerah dan sedikit basah.
"Bolehkah aku memintanya sekarang?" tanya Raja dengan suara berat.
Anna yang faham dengan maksud Raja pun hanya mampu menganggukkan kepalanya karena merasa gugup. Raja tersenyum dan tanpa aba-aba pria itu langsung membopong tubuh istrinya itu ala bridal style dan membawanya ke tempat tidur. Sementara Anna hanya bisa memekik kecil karena terkejut atas perlakuan Raja padanya. Namun ia pun pasrah dan langsing mengalungkan lenganya pada leher suaminya itu. Kemudian dengan perlahan Raja pun meletakkan tubuh Anna diatas tempat tidur dan menindihnya.
"Apa kau sudah merasa siap Honey Bee?" tanya Raja lagi.
"Iya My Boo..." sahut Anna dengan suara bergetar.
Raja kembali tersenyum. Malam ini ia akan memiliki Anna seutuhnya sebagai pasangan yang halal. Tak mudah mendapatkan gadis yang kini resmi menjadi istrinya itu membuat Raja ingin memperlakukan Anna dengan sangat istimewa di malam pertama mereka. Meski belum berpengalaman walau sudah berusia matang namun Raja berusaha mengikuti instingnya apa lagi ia juga sudah mendapatkan tutorial dari dua seniornya siapa lagi jika bukan tuan Bram dan juga tuan Sam.
Ya meski awalnya tuan Bram merasa keberatan melepas putrinya pada Raja namun akhirnya ia sadar jika Raja memang pria terbaik untuk putrinya. Dan saat acara pingitan ia jadi tahu jika Raja benar-benar polos soal wanita dan karena itulah sebagai calon mertua ia pun memberikan tutorial bersama tuan Sam meski hanya garis besar saja. Karena bagaimana pun seorang pria pasti bisa melakukannya sendiri mengikuti instingnya.
Dan malam ini dengan penuh kelembutan Raja berhasil membuat Anna menjadi wanita seutuhnya meski masih belia. Setelah berperang peluh akhirnya keduanya pun tumbang setelah sama-sama berhasil mencapai puncaknya. Raja mengecup kening Anna yang sedikit berkeringat setelah pertempuran mereka tadi dan mengucapkan terima kasih karena Anna sudah memberikan dirinya seutuhnya padanya malam ini. Perlahan ia menyelimuti tubuh Anna dan dirinya yang masih polos. Keduanya pun langsung terpejam karena kelelahan.
Alarm ponsel Anna yang menunjukkan jika sudah masuk waktu subuh membuat gadis yang kini sudah menjadi wanita itu menggeliat pelan. Bibirnya bergumam lirih pertanda ia masih berusaha mengumpulkan nyawanya. Perlahan ia pun membuka matanya. Dan pemandangan pertama yang dilihatnya adalah wajah tampan Raja yang kini sudah menjadi suaminya. Anna tersenyum kecil dengan wajah merona saat mengingat apa yang sudah mereka lakukan semalam. Suara alarm ponselnya yang kembali berdering menyadarkan Anna untuk segera bangun dan menunaikan kewajibannya.
"MB... bangun..." ucapnya lirih sambil menggoncangkan tubuh Raja pelan.
"Hemmm..."
"Bangun MB... sudah subuh..." panggil Anna lagi.
Perlahan pria itu pun mulai membuka matanya dan langsung tersenyum mendapati Anna yang ada di sampingnya.
"Bangun... sholat subuh..." ulang Anna.
"Baiklah..." sahut Raja sambil mengecup kening istrinya itu.
Anna mengangguk sambil menundukkan kepalanya. Sebenarnya tadi ia ingin mandi terlebih dahulu sebelum membangunkan suaminya itu. Namun saat akan melangkahkan kaki ia merasakan nyeri dibagian intinya yang membuatnya urung melakukan niatnya. Maka dari itu ia pun membangunkan Raja dan ingin meminta tolong pada suaminya itu untuk membawanya ke kamar mandi namun kini ia malah menjadi malu untuk mengungkapkannya.
Raja yang langsung mengerti kondisi Anna karena situasi seperti itu juga sudah pernah dijelaskan oleh kedua seniornya. Maka dari itu ia pun segera turun dari tempat tidur dan langsung menyiapkan air hangat untuk mereka berdua. Setelah selesai ia pun segera membawa istrinya itu ke kamar mandi dengan menggendongnya tanpa Anna minta. Anna merasakan lebih baik setelah berendam dengan air hangat. Raja juga dengan telaten ikut membersihkan tubuh istrinya itu. Keduanya memang memutuskan untuk mandi bersama demi tidak kehilangan waktu ibadah mereka.
Acara mandi pun berlangsung tidak lama karena disamping agar tidak terlewat subuh juga agar mereka bisa bersiap untuk pergi ke bandara karena pagi ini keduanya masih harus berangkat untuk berbulan madu. Selesai beribadah Anna segera merapikan pakaian untuk dimasukkan ke dalam koper mereka. Sementara Raja langsung menghubungi pihak hotel agar mengantarkan sarapan ke kamar mereka. Setelah itu ia membantu Anna untuk berkemas. Keduanya baru saja selesai berkemas saat pintu kamar mereka diketuk dari luar. Saat Raja membukanya ternyata itu menu sarapan yang sudah ia pesan. Setelah mengucapkan terima kasih dan memberika tip pada pelayan yang membawa troli makanan ke dalam kamar Raja pun mengajak Anna untuk sarapan pagi bersama.
Raja tak ingin Anna keluar dari hotel dalam keadaan perut kosong. Apa lagi semalaman mereka sudah banyak menghabiskan tenaga di malam pertama mereka. Bahkan dengan telaten Raja menyuapi istrinya itu yang tampak tidak berselera karena masih terlalu pagi baginya untuk sarapan. Perlakuan lembut Raja padanya membuat Anna merasa tidak sia-sia selama ini telah memperjuangkan hubungan mereka meski ia tak melawan dengan keras pada kedua orangtuanya saat mereka belum memberikan restu.
"Terima kasih..." ucap Anna tulus saat keduanya sudah menyelesaikan sarapan mereka.
"Untuk?"
"Untuk memperjuangkanku dengan cara elegan pada kedua orangtuaku..." sambung Anna dengan mata berkaca-kaca.
Ia tahu bagaimana perjuangan Raja untuk meminta restu dari kedua orangtuanya meski selalu saja ditolak. Anna mengetahui semuanya dari bundanya Amira hingga ia bisa bertahan tak membuka hatinya bagi pria lain selain Raja meski mereka berdua benar-benar lost contac selama lebih dari satu tahun. Raja langsung menangkupkan kedua telapak tangannya pada wajah Anna dan memberikan kecupan singkat di kening istri kecilnya itu.
"Sebenarnya akulah yang harus mengucapkan terima kasih padamu Honey Bee... karena kau sudah mau menjadi mendamping pria tua yang lebih pantas dipanggil ayah untukmu ini..." ucap Raja sambil tersenyum.
"Kau bukan pria tua!" sahut Anna mengerucutkan bibirnya kesal.
Entah mengapa ia tidak suka Raja menyebut dirinya sendiri pria tua. Karena baginya Raja masih tampak muda diusianya yang sudah matang saat ini. Dan ia yakin jika bukan hanya dirinya yang berpendapat seperti itu. Karena memang Raja masih terlihat seperti berusia kepala tiga saat usianya yang sebenarnya sudah berkepala empat.
Raja terkekeh dengan tingkah Anna yang terlihat begitu menggemaskan dimatanya. Jika saja sebentar lagi mereka tidak harus ke bandara sudah pasti kejadian semalam akan kembali terulang karena saat ini ia sudah tergoda oleh bibir istrinya itu yang berwarna merah bak ceri meski tanpa polesan lipstik yang membuatnya ingin kembali **********.
Tak berapa lama terdengar ponsel Raja berbunyi. Dan saat pria itu mengangkatnya ternyata itu panggilan dari resepsionis yang mengabarkan jika mobil yang akan mengantar ke bandara sudah siap. Keduanya pun kemudian bersiap dan segera keluar dari dalam kamar mereka. Ternyata di depan kamar sudah ada petugas yang akan membawakan barang bawaan mereka. Sehingga keduanya tidak perlu repot membawa dua koper besarnya.
Setelah cek out dari hotel mereka pun segera berangkat ke bandara. Selama perjalan tampak keduanya saling menautkan tangan dengan Anna yang bersandar di pundak suaminya. Butuh tiga puluh menit hingga akhirnya mereka sampai di bandara. Keduanya langsung masuk ke dalam pesawat karena saat mereka tiba bertepatan dengan pemanggilan untuk para penumpang. Sengaja Raja menggunakan pesawat komersial agar perjalanan mereka tidak sepi seperti jika menggunakan pesawat pribadi.
Selama perjalanan Anna lebih banyak tertidur dan Raja sangat memakluminya. Bahkan pria itu juga ikut mengistirahatkan dirinya agar bisa bugar saat sampai di tempat tujuan mereka nanti. Dan setelah perjalanan panjang akhirnya mereka pun tiba di tempat tujuan mereka. Dengan diantarkan oleh mobil sewaan mereka pun sampai di hotel tempat keduanya akan menginap selama tiga hari ke depan. Memang waktu yang singkat bagi pasangan yang masih berbulan madu tapi bagi keduanya itu cukup karena setelah ini mereka juga akan ke New York tempat Raja selama ini tinggal sebelum akhirnya Anna akan kembali ke Inggris untuk melanjutkan kuliahnya.
Waktu tiga hari benar-benar dimanfaatkan keduanya untuk menikmati bulan madu mereka. Keduanya bahkan jarang keluar dari dalam kamar karena Raja ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan istrinya itu. Meski setelah ini mereka masih bersama saat di New York tapi tetap saja disana Raja sudah akan bekerja hingga waktunya bersama Anna akan berkurang. Apa lagi jika memikirkan Anna yang juga akan kembali ke Inggris untuk kuliah. Sungguh Raja sangat tidak ingin melewatkan setiap detiknya untuk tetap berdekatan dengan istrinya selama waktu mereka ada di Maldives. Keduanya bahkan baru bisa keluar membeli oleh-oleh di hari terakhir mereka berada di kepulauan indah itu.
Ya meski Anna dan Raja tidak langsung kembali ke Indo mereka tetap membeli oleh-oleh ditempat bulan madu mereka untuk keluarga Anna terutama untuk adik-adiknya dan juga para sepupunya. Rencanya ia akan mengirimkannya lewat paket saat keduanya sudah berada di New York. Dan inilah akhirnya... keduanya saat ini sudah berada di dalam pesawat menuju New York setelah tiga hari menghabiskan waktu bulan madu mereka.
Tidak mereka sadari jika dibangku penumpang dalam kabin yang sama ada sepasang mata yang tidak henti-hentinya menatap kearah keduanya dengan pandangan tajam. Sesekali orang itu juga mencuri gambar keduanya melalui kamera ponselnya. Setelah berhasil mendapatkan gambar yang memuaskannya orang itu pun terlihat tersenyum sinis. Dalam hatinya ia bersorak seakan menemukan harta karun yang akan membuatnya kaya raya.