BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Pulang


Raja dan Anna kembali ke meja mereka secara bersamaan. Terlihat rona bahagia terpancar dari wajah Risa dan Zaeed yang baru saja jadian. Meski sudah tahu apa yang terjadi namun Anna berpura pura tidak tahu dan tak mau mendesak sahabatnya untuk memberitahunya sebelum Risa mau bercerita dengan sendirinya. Begitu juga dengan Raja. Mereka pun melanjutkan acara makan malam mereka. Saat selesai dan akan pulang Zaeed meminta izin untuk mengantarkan Risa dengan mobilnya meski ia tahu jika Anna dan Risa tinggal bersama.


Anna dan Raja pun setuju karena tahu jika pasangan baru itu butuh waktu lebih lama untuk berdua. Sedang Risa hanya tertunduk malu saat Zaeed mengatakan ingin mengantarnya pulang. Namun begitu gadis itu sama sekali tidak keberatan dan justru malah merasa senang bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan kekasihnya itu.


Mereka pun berpisah di depan pintu restoran karena Zaeed memarkirkan mobilnya diarah yang berlawanan dengan Raja. Selama perjalanan Raja dan Anna membahas tentang kelanjutan hubungan keduanya.


"Bagaimana jika liburan tahun baru ini kita ke rumahmu Honey Bee?" tanya Raja sambil satu tangannya menggenggam tangan Anna.


"Untuk?"


"Tentu saja untuk melamarmu secara resmi Honey Bee..." sahut Raja terkekeh.


Anna langsung tersipu malu tak menyangka jika kekasihnya itu bergerak dengan cepat.


"Apa kita akan langsung menikah?" tanya Anna sedikit pelan.


Meski merasa senang jika akan segera menjadi istri Raja namun jujur ia belum begitu siap dengan semua kejadian yang terjadi dengan tiba-tiba.


"Aku inginnya begitu Honey Bee... tapi kau tahu kan... kita juga harus menghargai kedua orangtuamu yang pastinya ingin mempersiapkan pernikahan putri mereka dengan sempurna... apa lagi kau juga harus mengurus cuti kuliahmu dulu" terang Raja yang membuat Anna sedikit lega.


"Aku mengerti MB..." sahut Anna sambil tersenyum.


Saat keduanya tiba di apartemen sepertinya Risa belum kembali. Membuat Raja berinisiatif untuk menemani kekasihnya itu terlebih dahulu sampai Risa datang. Keduanya pun menunggu kedatangan Risa di ruang tamu.


"Apa kau sudah siap jika kita harus menjalani hubungan jarak jauh jika kita sudah menikah nanti?" tanya Raja saat keduanya duduk berdampingan di sofa dengan Anna yang menyandarkan kepalanya di dada Raja.


"Aku siap MB... toh hanya sampai kuliahku selesai... setelah itu aku akan selalu disampingmu dimana pun kau berada..." sahut Anna yang membuat Raja melengkungkan bibirnya bahagia.


Dikecupnya puncak kepala Anna. Raja sungguh bahagia karena meski masih berusia belia namun kekasihnya itu sudah bisa bersikap dewasa. Meski ada saat tertentu sikap manjanya akan keluar. Namun itu tidak mengurangi rasa cintanya pada Anna gadis kecil yang dulu dianggapnya sebagai keponakan saja. Tak lama Risa pun sampai dengan diantar Zaeed. Kemudian Raja pun pamit dan segera kembali ke hotel berbarengan dengan Zaeed.


Setelah kepergian kedua pria itu Anna menatap Risa dengan pandangan seolah bertanya. Ya meski ia tak bertanya langsung tapi tetap saja ia ingin penjelasan dari Risa.


"Aku dan Zaeed jadian Ann..." ucap Risa tanpa menunggu lama.


"Benarkah? oh... aku sangat bahagia untukmu Risa..." seru Anna langsung memeluk sahabatnya itu.


"Kau tahu... rasanya seperti mimpi saat dia memintaku menjadi kekasihnya..." terang Risa.


"Aku tahu... karena aku juga begitu saat Raja memintaku dulu..." sahut Anna sambil tersenyum.


"Hemm... Ris... tahun baru nanti apa kau mau ikut denganku pulang?" sambung Anna.


"Maksudnya?"


"Iya... Raja ingin melamarku pada kedua orangtuaku... jadi dia ingin aku pulang saat tahun baru nanti... apa kau mau ikut pulang denganku?" terang Anna.


"Baiklah... aku akan ikut denganmu... lagi pula aku juga belum pernah pulang selama kita di sini..."


"Terima kasih Risa... kau memang sahabat terbaikku yang selalu ada untukku..." kata Anna sambil memeluk Risa dengan erat.


"Kamu juga Ann... kau juga sahabat terbaik" sahut Risa membalas pelukan Anna.


Tak terasa akhir tahun pun hampir tiba...


Sesuai dengan janjinya Raja menjemput Anna untuk pulang dan menemui kedua orangtua gadis itu kemudian melamarnya secara resmi. Risa juga ikut serta apa lagi ia juga merindukan kedua orangtuanya, maka kesempatan untuk dapat pulang bersama Anna tak disia-siakannya. Bahkan Zaeed ikut bersama mereka. Tampaknya pemuda itu sangat serius dengan Risa dan ingin segera meresmikannya sehingga untuk langkah awal ia ingin mengenalkan diri pada kedua orangtua Risa.


Hal ini sama sekali tidak menjadi masalah karena Raja sengaja menggunakan pesawat pribadinya untuk memboyong Anna dan sahabatnya itu untuk kembali ke Indo. Mereka berangkat dari London setelah menempuh perjalanan dari Oxford sepulang kuliah. Sengaja mereka langsung berangkat begitu selesai kuliah agar bisa tiba di Indo sebelum malam tahun baru sehingga mereka bisa merayakan malam tahun baru bersama keluarga di Indo.


Selama perjalanan keempatnya tampak berbincang akrab sebeluum akhirnya terlelap karena perjalanan yang panjang. Meski begitu keempatnya tak terlelap sepenuhnya karena sebenarnya fikiran mereka dipenuhi dengan berbagai masalah yang akan dihadapi masing-masing setibanya di Indo. Apa lagi bagi Anna dan juga Risa, keduanya akan membawa pasangan masing-masing ke hadapan keluarga mereka. Meski dalam kasus Anna kedua orangtuanya sudah mengenal Raja namun tujuan Raja yang akan melamarnya membuat gadis itu merasa gugup.


Sedang Risa ia juga gugup karena membawa Zaeed bersamanya. Tentu saja akan membuat heboh keluarganya. Apa lagi kewarganegaraan Zaeed yang tidak sama membuat Risa takut jika kedua orangtuanya akan menentang hubungan mereka. Meski begitu kesamaan iman membuat Risa memiliki keyakinan jika masih ada jalan bagi keduanya tetap bersatu. Walau mungkin akan berat seperti hubungan Anna dan Raja dulu. Tapi melihat jika Anna dan Raja yang kini akhirnya mendapatkan restu membuat Risa semakin percaya jika kemungkinan ia dan Zaeed bersatu sangat mungkin.


Setelah perjalanan jauh yang cukup melelahkan akhirnya pesawat yang mereka tumpangi mendarat dengan mulus. Tak ada keluarga yang menjemput mereka karena memang sengaja ingin membuat kejutan. Hanya ada dua sopir yang sudah siap di mobil masing-masing. Ya Risa dan Anna memang akan langsung pulang ke rumah mereka masing-masing agar menghemat waktu.


"Semoga keluargamu bisa langsung menerima Zaeed ya Ris..." ucap Anna saat keduanya berpelukan sebelum berpisah.


Setelah mengurai pelukannya keduanya pun berpisah dan masuk ke dalam mobil masing-masing.


"Apa kau gugup Honey Bee?" tanya Raja saat keduanya berada di dalam mobil.


"Sedikit MB..." sahut Anna.


Raja langsung menggenggam tangan kekasihnya yang terasa dingin. Ia mencoba memberikan keberanian pada kekasihnya itu. Hari sudah mulai petang saat mereka sampai di rumah tuan Bram dan nyonya Sarah.


"Assalamualaikum..." ucap Anna dan Raja bersamaan saat keduanya masuk ke dalam rumah setelah dibukakan pintu oleh salah seorang Art disana.


"Walalaikum salam..." sahut nyonya Sarah yang sedang berada di ruang tengah.


Saat menoleh wanita itu langsung bangkit dari duduknya ketika melihat kehadiran Anna.


"Anna!" pekiknya bahagia sambil berlari dan memeluk putrinya itu.


"Mama..." sahut Anna membalas pelukan dari nyonya Sarah.


Sudah lama mereka tidak berpelukan sehangat ini sejak kedua orangtuanya tak merestui hubungannya dengan Raja.


"Kenapa tidak bilang jika kau akan pulang sayang?" tanya nyonya Sarah setelah melepaskan pelukannya.


"Sengaja ingin memberi kejutan pada kalian ma..." sahut Anna.


Nyonya Sarah menatap Raja...


"Maafkan sikap kami dulu Raja..." ucapnya tulus.


"Tidak apa-apa...aku tahu kalian hanyaa ingin yang terbaik buat Anna..." ujar Raja sambil tersenyum.


"Lebih baik sekarang kalian istirahat saja dulu..." suruh nyonya Sarah.


Raja pun diantar oleh salah satu Art menuju kamar tamu. Sementara Anna diantar oleh nyonya Sarah menuju kamarnya.


"Papa dan yang lainnya kemana ma?" tanya Anna yang sedari tadi tak melihat keberadaan papa dan kedua adiknya.


"Mereka sedang pergi keluar sebentar untuk membeli camilan untuk malam tahun baru nanti..."


"Apa kita akan merayakannya tahun ini?" tanya Anna.


Memang selama ini keluarga mereka tidak pernah merayakan tahun baru secara khusus.


"Bukan sayang... tapi kedua adikmu dan para sepupumu ingin mengadakan acara nonton bareng di sini pada malam tahun baru nanti... lagi pula mereka libur sekolah" terang nyonya Sarah.


Anna mengangguk mengerti. Setelah diantar masuk ke dalam kamar Anna langsung membersihkan dirinya dan berganti pakaian. Karena sudah hampir maghrib Anna menunda istirahatnya dan memilih untuk turun ke lantai bawah. Kedua adiknya langsung heboh saat melihat Anna. Setelah saling melepas rindu akhirnya mereka pun berkumpul di ruang tengah. Raja yang ikut bergabung bersama mereka pun langsung mendapat berondongan pertanyaan dari Adit dan Ara.


Pasalnya Raja sudah lama tidak datang ke rumah mereka. Memang keduanya dan semua anak tuan Sam dan Amira tak mengetahui perseteruan yang terjadi karena terbongkarnya hubungan Anna dan Raja. Dan setelah makan malam keluarga tuan Sam pun datang. Dalam momen itu Raja dengan gentle melamar Anna didepan seluruh keluarga. Karena ia tak memiliki keluarga hingga hanya pria itu sendiri yang melamar. Meski begitu kedua orangtua Anna sudah dapat menerima. Sedang adik dan sepupu Anna tampak terkejut.


Mereka tak menyangka jika Anna mencintai om mereka. Meski begitu mereka juga setuju jika Anna bersama Raja. Malam itu juga mereka memutuskan untuk melangsungkan pernikahan Raja dan Anna saat liburan musim panas agar tidak mengganggu kuliah Anna. Dan pernikahan itu akan dilaksanakan di Indo. Setelah itu barulah mereka melaksanakan nonton bersama. Dan kali ini Raja dan Anna baru berani duduk berdampingan sebagai sepasang kekasih didepan keluarga Anna.


Selama menonton film tampak Raja selalu menggenggam tangan Anna. Keduanya tampak sangat romantis namun tidak berlebihan.


"Aku tambah yakin jika keputusan kita merestui mereka itu benar mas..." ucap nyonya Sarah saat melihat kebahagiaan yang terpancar diwajah Anna.


"Iya sayang... meski usia mereka terpaut jauh namun aku rasa keduanya bisa saling mengimbangi... semoga semua bisa dilancarkan hingga hari pernikahan... dan mereka menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah..."


"Aamiin..." sahut nyonya Sarah berharap yang terbaik bagi putri sulungnya itu.


Saat jam menunjukan pukul dua belas malam mereka pun saling mengucapkan selamat tahun baru. Setelah itu mereka langsung kembali ke kamar untuk beristirahat. Ketika Anna hendak merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur terdengar ketukan di pintu kaca balkon kamarnya. Dan terlihat Raja sudah berdiri diluar sana saat Anna memeriksanya. Saat Anna membuka pintu Raja langsung menarik tubuh kekasihnya itu ke dalam pelukannya.


"Selamat tahun baru Honey Bee... semoga tahun depan kita sudah menjadi pasangan yang halal" bisik Raja yang membuat Anna tersenyum bahagia.


"Amiin..." sahutnya.