
Kalingga menatap adiknya bergantian, mengapa mereka semua seakan tidak percaya dengan apa yang ia katakan.
"Jangan melihatku seperti itu. Aku serius, aku akan melamarnya," tegas Kalingga.
"Secepat itu? Apa kau sudah benar-benar mengenal Jojo, Kak? Setahu kami, kalian tidak terlalu dekat," ucap Kylan. Bahkan ia tidak menyangka jika yang Jojo sukai adalah Kalingga, laki-laki yang paling cuek di rumah ini.
"Kami akan lebih dekat setelah menikah, karena aku tidak mau membuat kesalahan karena hanya mengandalkan cinta tanpa kepastian." Kata-kata Kalingga penuh makna dan penegasan hingga membuat ketiga adiknya kagum.
"Wow, ini nih, pejantan tangguh!" puji Kai sambil bersorak ramai. Ia melirik Kylan tajam, saudaranya yang terkenal playboy dan suka menggoda wanita, menjalin hubungan tanpa ikatan jelas.
Merasa tersindir, Kylan memukul wajah adiknya dengan bantal sofa.
"Aku memang berbeda dengan Kakak, karena aku jelas lebih tampan!" seru Kylan tidak mau kalah.
"Berhenti bersikap narsis, Kylan. Kau membuatku mual lagi," sela Keenan.
"Baik, baik. Lalu bagaimana, Kak? Berapa banyak hal yang kau ketahui tentang Jojo?" tanya Kylan pada Kalingga.
Laki-laki itu mulai berpikir, sejauh ini ia dekat dengan Jojo bahkan masih kesulitan memahami gadis itu. Jojo gadis yang sulit ditebak, dan itu membuat Kalingga bahkan tidak tahu banyak hal tentangnya.
"Baik, pertanyaan mudah saja. Apa makanan favorit Jojo?" tanya Keenan.
"Hmm." Kalingga berpikir, lalu mengangkat bahu.
"Entahlah, mungkin Kai tahu. Menurutmu, apa makanan favorit Jojo?" Kalingga melempar pertanyaan pada adik bungsunya.
"Makanan yang enak dan pastinya, murah!" jawab Kai.
"Nah, itu dia. Jojo menyukai yang murah dan enak. Apa saja. Setiap kali kami makan di luar, dia menerima apapun yang aku pesan asal hemat," jelas Kalingga.
"Kita akan cepat kaya jika Jojo menjadi manager keuangan rumah ini." Kylan tertawa keras.
"Apa minuman favorit Jojo?" tanya Keenan.
"Kai pasti tahu. Apa, Kai?" Kalingga lagi-lagi melempar pertanyaan pada Kai.
"Segala minuman berbau coklat," jawab bocah itu. Kini Kai nampak menyombongkan segala pengetahuannya tentang Jojo.
"Apa Kakak tahu warna favoritnya, hobinya, kampung halamannya?" tanya Kylan.
Lagi-lagi Kalingga tidak bisa menjawab, membuat ketiga adiknya gemas. Bagaimana bisa ada seorang laki-laki yang mencintai wanita namun tidak tahu apapun tentang wanita itu.
"Kai, cari tahu semua kesukaan Jojo." Perintah Kalingga pada adik bungsunya.
"Enak saja, Kakak tahu sendiri kalau Jojo itu ...." Belum sempat Kai melanjutkan kalimatnya, Kalingga mengeluarkan dompet dan memberi Kai dua lembar uang kertas berwarna merah. Kalingga paham adiknya tidak akan menolak uang.
"Wah, bagus. Aku akan memberi laporan lengkapnya sesegera mungkin." Kai berjanji dengan wajah tersenyum cerah, mengantongi dua lembar uang ke dalam saku celananya.
"Selama ini kita tidak tahu kapan hari ulang tahun Jojo. Kau bisa melamarnya tepat di hari ulang tahunnya, Kak." Keenan memberi pendapat.
"Kalian tahu mencari informasi sejauh itu pasti membuat Jojo curiga padaku. Aku butuh usaha ekstra agar mendapatkan informasi tanpa dicurigai."
Kalingga mengeluarkan lagi dompetnya dan memberi Kai selembar uang kertas, namun bocah itu sepertinya merasa kurang.
"Informasi seperti itu pasti butuh harga yang lebih mahal, Kak. Aku juga harus mentraktir Jojo agar dia mau buka mulut," keluh Kai.
Kalingga hanya bisa menggeleng pelan, ia menambah dua lembar uang kertas lagi untuk adiknya. Jika terus seperti ini, satu malam saja uang di dalam dompetnya bisa habis terkuras.
"Bagus! Aku akan mencatat semua informasi dengan baik!" seru Kai bahagia.
Keenan dan Kylan hanya bisa menahan tawa. Kecerdikan Kai dalam mengelabui orang memang tidak diragukan lagi. Bocah itu cukup bisa diandalkan meski terkadang menyebalkan.
Mereka semua akhirnya memutuskan untuk membuat rencana romantis untuk Kalingga dan Jojo setelah Kai mendapatkan seluruh informasi yang mereka butuhkan.
Kalingga ingin semua berjalan sempurna untuk cinta pertama dan terakhirnya. Ia tidak memiliki pengalaman apapun dalam hal wanita, namun ia akan membuat kisah mereka menjadi sangat istimewa.
Mereka menghabiskan waktu bergadang hingga pukul dua pagi. Keempatnya bahkan tertidur di ruang tengah dengan televisi yang masih menyala.
Pukul lima saat Jojo sudah terbangun dan bersiap membereskan rumah, ia terkejut melihat ruang tengah yang begitu berantakan dengan empat laki-laki yang tergeletak di lantai dan sofa bagai korban penembakan yang berjatuhan.
Gadis itu hanya bisa menarik napas dalam-dalam, lalu segera pergi ke kamar mereka semua untuk mengambil selimut. Jojo memasang selimut untuk mereka berempat dan melanjutkan pekerjaannya.
Jojo membereskan rumah dengan cepat, ia mengambil semua baju kotor di kamar ke empat laki-laki itu dan memasukkannya ke dalam mesin cuci secara bergantian.
Sambil menunggu mesin berputar, gadis itu juga menyiapkan masakan untuk sarapan mereka semua. Meski ini adalah hari minggu, ia tidak akan bisa bersantai di pagi hari, karena keempat laki-laki itu butuh makan.
Saat sedang asik menumis bumbu di atas wajan, gadis itu terkejut saat Kalingga tiba-tiba berada di belakangnya dan berbisik di telinganya.
"Hmm, aroma masakan ini membangunkanku," ucap Kalingga. Ia menempelkan dagunya di bahu Jojo dan membuat gadis itu bisa mendengar deru napas kekasihnya.
"Kak, cepat mandi dan bangunkan yang lain. Ini sudah siang," ucap Jojo.
"Jika mereka bangun sekarang, Kylan pasti akan memasang pembatas di antara kita dan aku tidak akan bisa dekat denganmu," keluh Kalingga.
"Itu bagus. Karena pada dasarnya wanita dan laki-laki yang menjalin hubungan asmara tanpa ikatan memang harus punya jarak agar setan tidak menggoda," ucap Jojo setuju. Lagi pula ia juga merasa tidak nyaman jika terlalu dekat dengan Kalingga. Ia takut ketiga adik Kalingga memergoki mereka dan berpikiran macam-macam.
Kalingga tidak bisa membantah, ia lalu menarik napas panjang dan berpindah duduk di kursi makan sambil mengamati Jojo yang sibuk.
Setelah bosan karena Jojo mengabaikan keberadaannya, Kalingga kembali ke ruang tengah dan membangunkan adik-adiknya. Ia meminta ketiga adiknya segera bangun sebelum Jojo marah dan menyiram mereka semua dengan air.
Karena baru tidur beberapa jam, Keenan, Kylan dan Kai bahkan tidak bergerak saat Kalingga memukul tubuh mereka semua dengan bantal.
Hampir pukul delapan pagi, kesabaran Jojo bahkan sudah habis. Ia membawa sebuah baskom dan memukulnya dengan keras di samping tiga laki-laki itu.
"Jojo, ini masih pagi," keluh Kylan sambil menutup kepalanya dengan bantal sofa.
🖤🖤🖤