ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Poliandri?


Jojo mengabaikan pertanyaan Kai. Lagi-lagi, bocah itu menanyakan hal yang sama.


"Jawab aku, Jo! Kau tidak berencana berpacaran dengan ketiga kakakku sekaligus, kan?" desak Kai.


"Hei, apa yang kau bicarakan. Aku ini masih normal, mana mungkin aku melakukan hal seperti itu." Jojo membantah.


"Lalu, kau pernah bilang jika kau menyukai Kak Keenan, sekarang kau juga bilang bahwa kau menyukai Kak Kalingga. Sebenarnya, kau suka yang mana sih. Apa jangan-jangan, kau juga menyukai kak Kylan?"


"Dasar kepo!" seru Jojo.


Kai mengembuskan napas kasar. Bisa-bisanya Jojo secara terang-terangan mengakui jika ia menyukai Keenan dan Kalingga sekaligus. Kai memang tidak keberatan jika Jojo merebut hati salah satu dari kakaknya. Namun Kai semakin bingung karena Jojo menyukai semua saudaranya. Lalu, bagaimana jika Jojo melahirkan anak? Siapa yang akan bertanggung jawab?


Pikiran Kai semakin menjalar ke segala arah. Ia benar-benar akan kesulitan jika sampai terjadi cinta segiempat di rumah ini.


Kai berusaha keras mendesak Jojo untuk mengaku, namun gadis itu bersikukuh jika ia menyukai ketiga saudara anak asuhnya. Mereka tidak sadar, jika di lantai dua, Kalingga sedang berdiri di dekat anak tangga dan bisa mendengarkan dengan jelas percakapan keduanya.


"Tidak bisa begitu. Aku tidak setuju jika kalian berempat poliandri." Kai dengan tegas menolak. Mendengar ucapan anak bungsunya, tawa Jojo meledak memenuhi ruangan.


Memangnya apa yang sedang dimaksud Kai dengan kata suka dalam arti lain? Sebuah perasaan khusus? Jojo bahkan belum merasakan sinyal apapun kepada ketiga anak asuhnya itu.


Kalingga masuk ke dalam kamar sambil menelan kekecewaan. Rupanya ia juga menangkap maksud lain dari perkataan Jojo. Semakin hari, laki-laki itu merasakan sebuah perasaan yang berbeda terhadap gadis yang sudah bekerja di rumahnya selama beberapa bulan terakhir.


Ada getaran rasa dan keinginan untuk memiliki, namun Kalingga merasa belum siap mengatakan apapun. Sejauh ini, hanya Jojo yang mampu menarik perhatiannya, hanya Jojo yang membuat hari-harinya terasa berbeda. Pesona gadis sederhana itu mampu mengalihkan dunianya yang tak berwarna.


Dan kali ini, Kalingga mendengar sendiri jika Jojo bahkan menyukai mereka semua. Apa kini saatnya Kalingga akan berkompetisi melawan kedua adiknya untuk merebut perhatian Jojo?


"Apa yang harus aku lakukan?" batin Kalingga terus bertanya. Selama ini ia selalu mementingkan adik-adiknya, melakukan apapun untuk mereka. Apakah saat ini juga ia harus kembali mengalah? Mengubur perasaannya demi adik-adiknya.


🖤🖤🖤


Pagi hari saat sarapan, Kalingga bersama ketiga saudaranya sudah duduk di ruang makan. Sementara Jojo masing hilir mudik mengambil beberapa makanan dari meja dapur.


"Banyak sekali yang kau masak, Jo," ucap Keenan. Ia melihat beberapa lauk di atas meja dengan beberapa macam kuah sayur yang berbeda.


"Sengaja, agar kalian bisa memilih mana yang kalian suka."


"Jangan terlalu lelah, pekerjaanmu sudah banyak. Masak seperlunya saja," ujar Keenan penuh perhatian.


Kalingga memperhatikan adiknya. Ia sadar jika sejak pertama kali Jojo hadir di rumah ini, Keenan adalah orang yang paling ramah dan selalu memberikan perhatian pada gadis itu. Wajar saja jika Jojo menyukainya.


Sementara dirinya, ia terlalu menutup diri dan tidak terbiasa bersikap penuh perhatian pada orang lain. Kalingga merasa kurang percaya diri, ia jelas sadar jika Keenan selangkah di depannya.


"Hei, aku suka yang ini. Sup ayam buatanmu selalu enak," ujar Kylan. Laki-laki itu terang-terangan memuji Jojo di depan semua orang. Terlihat jelas, wajah Jojo bersemu merah dan bahagia.


Lagi-lagi Kalingga semakin resah. Akankah mereka bertiga harus bersaing? Sementara dirinya tidak pandai membual dan memberi perhatian, ia juga tidak terlalu baik dalam hal memberikan pujian.


"Kak, kenapa kau diam saja. Cepat habiskan sarapanmu, mereka sudah hampir selesai," tegur Jojo. Kalingga terlalu lama melamun dan memikirkan banyak hal. Ia bahkan membiarkan nasinya menjadi dingin.


"Ah, iya."


Keenan, Kylan dan Kai melihat Kakaknya bersikap aneh. Namun mereka tidak terlalu ingin tahu, karena Kalingga memang sulit ditebak. Akhir-akhir ini, mereka bertiga memang merasa ada yang aneh dengan Kalingga. Sering mendadak pulang kerja tiba-tiba, meminta Jojo mencuci pakaiannya, memasang wifi, dan pernah menjemput Jojo dari kampus.


Apa yang sedang terjadi di rumah ini?


Semua orang hanya bertanya pada diri mereka sendiri.


"Jam berapa?" tanya Kylan. "Kau tidak mencuci pakaianku?"


"Jam tujuh, aku akan mencucinya sepulang kuliah. Jangan khawatir," jawab Jojo.


"Kita bisa berangkat bersama, kebetulan aku ke studio XXX untuk pemotretan dan syuting iklan," sela Keenan memberi tumpangan.


"Bukankah seharusnya kau berangkat pukul delapan?" tanya Kalingga. "Sebaiknya Jojo bersamaku, aku akan mengantarnya."


"Kak, arah tujuan kalian kan berbeda?" tanya Kylan.


"Ah, aku harus ke gerai sebelum datang ke kantor. Kemarin, tim dekorasi memintaku datang untuk melakukan pengecekan," jelas Kalingga.


Jojo merasa bingung untuk memutuskan dengan siapa dirinya harus pergi. Sementara Kai, ia menarik napas panjang sambil memandang kakak-kakaknya secara bergantian.


"Aku akan naik ojek online saja." Jojo memberi keputusan tanpa membuat salah satu anak asuhnya iri.


"Jangan buang-buang uangmu. Bukankah kau sedang berhemat ketat?" tanya Keenan.


"Baik, cepat kau ganti baju dan berangkat bersamaku. Aku akan mengantarmu," sela Kai. Ia harus bisa menjaga suasana persaudaraan mereka tetap kondusif. Jika tidak ada yang mau mengalah, maka ia akan memilih jalan tengah. Tidak ada siapapun yang berkesempatan mengantarkan Jojo pagi ini kecuali dirinya.


"Apa kau tidak akan terlambat?" tanya Jojo.


"Tidak jika kau bersiap dengan cepat."


Tanpa banyak berpikir, Jojo mencuci piring dan gelas dengan cepat. Ia segera masuk ke dalam kamar dan berganti pakaian. Kai sudah berbaik hati padanya, ia tidak bisa menolak karena hanya ini jalan satu-satunya untuk menghindari Keenan dan Kalingga.


Pukul enam lebih tiga puluh menit, Jojo sudah bersiap dengan dress selutut pemberian Kalingga. Ini adalah hadiah yang ia dapatkan dari Kalingga saat berada di studio foto untuk pemotretan.


Gadis itu berdiri di dekat garasi sambil menunggu Kai memanaskan motornya. Saat akan naik ke motor hitam milik anak bungsunya, Kalingga tiba-tiba menghampiri mereka.


"Kau yakin tidak mau ikut bersamaku?" tanya Kalingga. "Tidak baik naik motor memakai rok seperti itu. Bagaimana jika tertiup angin kencang?"


"Tenang saja, Kak. Aku pakai celana pendek untuk berjaga-jaga."


"Ayo naik, aku tidak mau terlambat," seru Kai. Ia tidak mau jika Jojo sampai tergoda oleh ajakan Kalingga dan nantinya akan membuat Keenan merasa iri.


"Biarkan saja kalian iri padaku!" batin Kai penuh kemenangan.


🖤🖤🖤


Si bungsu, Kaivan.




🖤🖤🖤


Si Playboy berkelas, Kylan.