
Pukul delapan, Jojo sudah siap dengan gaun pengantin berwarna putih tanpa lengan dengan ekor menjuntai panjang menyapu jalan. Gadis itu sampai di gedung tempat pesta digelar bersama kedua orang tuanya dan tentunya Kylan dan Kai.
Semua tamu undangan sudah hadir dan saling menyapa satu sama lain. Para wartawan dan fotografer sudah berjejer di samping kanan dan kiri karpet merah yang digelar untuk menyambut kedatangan mempelai wanita.
Saat seseorang membuka pintu mobil, Jojo keluar dan berjalan di atas karpet merah di dampingi kedua orang tuanya. Kylan dan Kai berjalan di belakang mereka sambil berpose menebar pesona pada setiap awak media yang menyorot.
Seluruh tamu undangan yang hadir sangat kagum dengan pesta mewah dan segala fasilitasnya. Meski Kalingga belum bisa mengembangkan perusahaannya sebesar brand internasional, namun laki-laki itu cukup dikenal karena ketampanannya.
Begitu pula Jojo, meski ia baru terjun di dunia entertainment selama beberapa bulan terakhir, namun namanya sudah melambung tinggi dan menjadi model yang paling diincar pemilik usaha busana dan kecantikan.
Hal itu membuat pesta pernikahan mereka menjadi berita dan acara yang sangat dinantikan penggemarnya.
Puluhan kamera merekam dan memotret bagaimana Jojo berjalan masuk ke dalam gedung dan menuju singgasana pelaminannya. Sementara Kalingga, ia sudah berdiri gemetar dan tidak sabar ingin menggandeng tangan kekasih hatinya.
Dari kejauahan, Laki-laki yang memakai setelan rapi berwarna putih itu nampak mengulum senyum melihat Jojo berjalan anggun kearahnya. Gadis itu terlihat sangat cantik, bahkan Jojo memenuhi segala kriteria gadis idaman setiap pria.
Saat Jojo semakin dekat, orang tua Jojo menyerahkan kedua tangan putri mereka pada Kalingga. Ayah dan Ibu Jojo menggenggamkan tangan mereka dengan erat, berharap kisah ini akan berlangsung selamanya.
Kalingga bahkan tidak bisa mengalihkan pandangannya pada gadis pujaan hatinya, ingin sekali ia segera menggendong tubuh gadis itu ke dalam ruangan sepi agar bisa memeluknya sesuka hati.
Beberapa menit kemudian, seseorang datang dan menjadi perantara yang menyatukan dua hati itu dalam ikatan yang sah. Semua orang bersorak ramai setelah Kalingga dan Jojo mengucapkan janji suci untuk saling mencintai dan menyayangi hingga akhir hayat mereka.
"Cium ... cium ... cium ...." teriak Kai dengan suara paling lantang.
Tanpa dikomando, seluruh tamu undangan pun menyorakkan kata-kata yang sama. Mereka terus bersorak meminta Kalingga segera mencium wanita yang baru saja resmi menjadi istrinya.
Keduanya nampak canggung dan malu-malu. Ini merupakan hal yang langka, karena selama menjalin hubungan, keduanya selalu menjaga diri dalam setiap tindakan.
"Boleh aku menciummu?" tanya Kalingga meminta izin terlebih dahulu. Meski malu, Jojo mengangguk pelan.
Pelan tapi pasti, keduanya memejamkan mata dan mendekatkan wajah mereka. Satu kecupan singkat mendarat di bibir Jojo, membuat wajahnya bersemu merah karena malu. Sebelumnya, Jojo berpikir jika Kalingga akan mencium keningnya seperti adegan pernikahan pada umunya, namun rupanya laki-laki itu langsung mengambil sasaran utama.
Semua orang semakin ramai bersorak. Siapapun pasti bisa menebak jika dua orang di atas pelaminan itu baru pertama kali berciuman. Terlihat dari gerak tubuh yang canggung dan sikap malu-malu keduanya, membuat seluruh tamu merasa gemas.
Setelah ciuman singkat berakhir, Kalingga melingkarkan tangannya di pinggang Jojo. Mereka berjalan meminta restu pada kedua orang tua Jojo. Tidak lupa, Merlinda pun hadir di sana bersama Johnathan.
Satu persatu tamu undangan dari teman dekat dan sahabat mulai naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat.
"Kau sangat cantik," puji Angelina berbisik di telinga Jojo. Mereka berciuman pipi lalu berpelukan.
"Aku senang kau datang, Kak," ucap Jojo. Kini hubungan mereka bukan lagi seperti seorang teman, melainkan sahabat bahkan saudari.
Setelah semua tamu undangan puas bersalaman dengan kedua mempelai, Jojo dan Kalingga melakukan prosesi lempar bunga.
"Satu ... dua ... tiga ...." Sekitar dua puluh lima orng yang terdiri dari laki-laki dan wanita lajang berhitung dan menunggu kedua mempelai melempar bunga ke arah belakang.
"Woah!!!" Sorak ramai terdengar saat wanita yang menangkap bunga itu adalah Angelina.
Jojo bertepuk tangan kecil dan tersenyum senang. Ia berharap mitos tentang prosesi lempar bunga ini bisa terwujud dan Angelina akan segera menyusulnya ke atas pelaminan bersama Keenan.
Angelina tampak sangat bahagia. Ia menghampiri Keenan yang sedang asik menikmati wine bersama kedua saudaranya. Wanita itu menyerahkan bunga yang ia dapatkan pada Keenan.
"Ini bunga yang di lempar kedua mempelai. Kata orang, siapapun yang bisa menangkap bunga ini maka ia juga akan segera menikah," jelas Angelina.
"Ah, itu mitos," sanggah Keenan.
"Kak, seharusnya jangan memberi kode pada orang sepertinya. Kakakku memang tidak bisa mengartikan maksud dan tujuan wanita," ujar Kylan pada Angelina. Ia merasa kasihan pada wanita itu.
"Hei, kata-katamu menghina sekali," gumam Keenan. Ia merasa tersindir dengan ucapan Kylan.
Acara demi acara berlalu sesuai rencana. Kini seluruh tamu undangan yang membawa pasangan dipersilahkan berdansa bersama kedua mempelai di lantai dansa.
Kalingga dan Jojo bak raja dan ratu yang menarik perhatian semua orang. Bahkan acara pernikahan mereka kini disiarkan secara live oleh salah satu media infotainment.
"Aku merindukanmu," bisik Kalingga. Kedua tangan laki-laki itu merangkul di pinggang Jojo. Mereka bergerak seirama lagu yang diputar.
"Aku tidak," ucap Jojo. Ia mengalungkan kedua tangannya di leher Kalingga, membuat keduanya tampak begitu romantis.
"Ah, kau tega sekali, Sayang."
"Aku tidak hanya merindukanmu, aku sangat sangat dan sangat rindu, Sayang. Kenapa kau sangat tidak sabar menungguku menyelesaikan kalimatku," ucap Jojo sambil tersenyum manja.
"Aku selalu tidak sabar jika berhubungan denganmu. Kau seperti candu bagiku, membuatku tergila-gila setiap waktu dan menyita seluruh isi kepalaku agar kau bisa menari indah di sana."
"Apa ini yang Kylan ajarkan?" tanya Jojo.
"Dia tidak pernah mengajarkan hal baik padaku," jawab Kalingga dengan tawa kecil.
Keenan, Kylan dan Kai hanya menjadi penonton. Mereka sangat bahagia melihat bagaimana kakak sulungnya dan kakak iparnya menikmati pesta ini. Semua yang mereka rencanakan berjalan sempurna, karena mereka semua sepakat untuk tidak mengundang parasit manapun termasuk Olivia.
"Mau berdansa denganku?" ajak Angelina pada Keenan. Laki-laki itu tampak enggan, namun Kylan dan Kai mendorongnya.
"Cepat pergi, Kak!" usir Kai. Ia sangat heran, mengapa Keenan begitu tega memberi harapan-harapan palsu pada wanita sebaik Angelina?
Angelina begitu bahagia karena Keenan menggandengnya ke lantai dansa. Mereka berdua bergerak seirama dengan alunan musik.
"Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Angelina.
"Katakan."
"Apa kau masih belum bisa merasakan perasanku?"
Keenan menunduk dan menatap wajah Angelina mendengar pertanyaan wanita itu. Ia sudah mengetahui perasaan Angelina sejak lama meski wanita itu tidak pernah mengatakannya secara langsung. Namun entah mengapa, Keenan merasa trauma dengan masa lalunya.
🖤🖤🖤