ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Perayaan Kelulusan Kai


Hari wisuda Kai akhirnya telah tiba. Semua saudara juga kedua kakak iparnya hadir untuk melihat pencapaian yang sudah ia perjuangkan selama ini.


Melihat Kai mendapatkan gelar sarjana kedokteran dengan nilai memuaskan membuat saudara-saudaranya tidak menyesal membiayai pendidikannya yang tidak murah.


Kalingga bersama Jojo dan Queen mengabadikan momen bersama Kai saat laki-laki itu memakai toga. Keenan dan Angelina juga melakukan hal yang sama. Tidak lupa, Kulan datang membawa Sunny dan mengucapkan selamat atas keberhasilan adik bungsunya.


Di antara Kalingga dan ketiga saudaranya, memang Kylan adalah satu-satunya yang tidak mau menyelesaikan pendidikannya. Ia mogok kuliah dan lebih memilih langsung terjun ke dunia kerja yang ia sukai. Sebagai saudara tertua, Kalingga tidak terlalu memaksanya. Klaingga membiarkan Kylan memilih jalan mana yang ia inginkan.


"Kau lebih hebat dariku," puji Kylan sambil merangkul pundak Kai.


"Kak, kita semua hebat dengan cara kita!" seru Kai.


Mereka mengambil foto berempat sebagai saudara sekandung dan seperjuangan. Jojo sangat bangga dan bahagia berada di dalam keluarga ini. Keluarga yang selalu mendukung satu sama lain, saling melengkapi dan saling menyayangi. Meskipun sering terjadi selisih paham, perbedaan pendapat dan segala macam bentuk pertengkaran, mereka tetap kompak untuk saling memahami.


Setelah prosesi wisuda dan segala jenis acara di kampus telah terlaksana. Kalingga mentraktir semua orang untuk makan di sebuah restoran terkenal, yaitu salah satu restoran cabang milik Sunny.


"Kalian bisa makan gratis sepuasnya," ujar Sunny. Ia sendiri yang memberikan tempat VIP pada keluarga ini.


"Tidak, Sunny. Ini perayaan kelulusan Kai, aku akan membayar semuanya!" tolak Kalingga. Laki-laki itu merasa tidak enak hari jika memanfaatkan Sunny karena gadis itu adalah kekasih saudaranya.


Menghabiskan waktu bersama dengan formasi lengkap adalah hal yang kini sangat jarang dilakukan. Terlebih, kini Keenan tidak tinggal serumah bersama saudaranya yang lain, jadi mereka tidak selalu bisa bersama setiap waktu.


"Kapan kau akan pergi?" tanya Keenan pada Kai. Ia tahu adiknya di kirim oleh Kalingga ke tempat jauh untuk menjadi pelayan kesehatan.


"Sekitar dua bulan lagi, Kak."


"Jangan membahas hal itu. Kalian membuat Jojo sedih," sela Kalingga.


"Mama cedih?" tanya Queen pada Jojo yang mndadak diam. Jojo hanya tersenyum mndengar pertanyaan putrinya.


"Kakak Ipar, jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja," ujar Kai. Meskipun sebenarnya ia juga merasa sedih, ia tidak memperlihatkan hal itu pada saudara-saudaranya.


Kai bukan sedih karena akan pergi ke tempat yang jauh di pedesaan dan tidak bisa melakukan banyak hal kesukaannya. Namun ia sedih karena harus berpisah. Terlebih, selama ini ia dan Jojo menjalin hubungan erat seperti saudara kandung. Jojo sudah seperti seorang kakak sekaligus ibu bagi Kai. Dan laki-laki itu merasa cukup gelisah untuk berpisah.


"Tidak bisakah kita menundanya tahun depan? Kita punya dua dokter tetap di klinik itu," rengek Jojo lagi.


Kalingga dan Kai kembali meyakinkan Jojo bahwa semua akan berjalan sesuai rencana. Kini mereka menikmati makan bersama sekaligus perayaan kelulusan Kai, Kalingga tidak ingin suasana hati Jojo berubah muram dan membuat semua orang turut gelisah.


"Kakak Ipar, aku berjanji akan mengambil cuti saat usia kandunganmu mencapai sembilan bulan. Aku akan cuti sampai keponakanku lahir," ujar Kai menenangkan.


Jojo tidak memberi tanggapan. Ia terdengar menghela napas berat sambil menatap Kai penuh rasa sedih. Ia benar-benar tidak bisa merelakan laki-laki yang sudah ia anggap seperti seorang adik kandung itu pergi jauh.


"Jojo, ada kedua orang tuamu di sana. Kai akan baik-baik saja," sela Angelina.


"Ya, orang tuamu juga pasti senang jika ada Kai. Dia bisa membantumu menjaga mereka," ucap Keenan.


"Ayo, jangan bersedih. Kasihan bayi di dalam kandunganmu." Kylan tersenyum dan mengusap punggung tangan saudara iparnya.


Semua orang berusaha menguatkan Jojo. Mereka paham, orang yang paling Jojo sayangi selama ini adalah Kai, meski mereka sering bertengkar dan adu pendapat hingga adu urat, mereka saling menyayangi dan kompak dalam segala hal. Berawal dari kebencian Kai, seiring berjalannya waktu mereka menjadi lebih dekat dari siapapun.


Kalingga memeluk Jojo. Ia tahu istrinya sedang dalam keadaan hamil muda dan sangat sensitif, namun keberangkatan Kai tidak bisa ditunda. Karena satu hal yang tidak Jojo ketahui adalah, klinik mereka kekurangan tenaga kesehatan dan Kai sangat di butuhkan.


Setelah Jojo mulai tenang dan kembali tersenyum, mereka menikmati makan dan membicarakan banyak hal.


"Kami melakukan banyak pemeriksaan beberapa hari lalu. Dan kami sedang menjalani program hamil," ucap Angelina di sela makan mereka.


"Benarkah? Wah, semoga berhasil," ujar Kylan.


"Apakah ada kendala?" tanya Kalingga.


"Tidak, kami berdua sehat. Mungkin faktor kelelahan dan padatnya jadwal pekerjaan yang kurang bagus untuk kesuburan. Jadi kami berinisiatif untuk pergi berbulan madu lalu mengurangi semua jadwal pekerjaan. Kami akan fokus pada program kehamilan kami," jawab Keenan.


"Kalian cuti setahun pun tidak akan jatuh miskin, Kak. Santai saja," sela Kai sambil tertawa.


"Tidak, kami tidak akan miskin. Mungkin kau yang akan kesulitan membayar biaya kuliah lanjutannya!" seru Keenan sambil melotot pada adiknya.


"Ah, Kakak. Kejam sekali kata-katamu," gumam Kai.


🖤🖤🖤