ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Berlibur Ria


Hari pertama liburan mereka, semua orang sudah di suguhi dengan pemandangan indah pantai yang bersih dengan matahari terbit yang naik perlahan.


Kalingga duduk bersama Jojo, Keenan bersama Angelina sedang berjalan-jalan menjelajahi garis pantai, sementara Kylan, Sunny dan Kai asik bermain pasir bersama Queen.


Semua orang menikmati indahnya matahari pagi dengan suasana yang sangat berbeda. Melupakan sejenak pekerjaan, tugas, dan berbagai kesibukan lainnya untuk menenangkan hati dan pikiran.


Puas bermain-main di pantai, mereka melipir ke sebuah restoran outdoor yang cukup unik. Selagi semua orang sibuk memesan makanan yang mereka inginkan, Kylan dan Queen mengantar Sunny mencari kamar mandi yang terletak di sisi lain restoran.


"Ajak Queen duduk di sini," pinta Sunny sambil membersihkan kursi kayu yang penuh dengan pasir.


Gadis itu masuk ke dalam toilet untuk mencuci muka, sementara Kylan dan Sunny menunggu di luar sambil memperhatikan lalu lalang orang-orang di sekitarnya.


Setiap gadis-gadis yang berjalan melewati Kylan sambil tersenyum, laki-laki itu membalasnya dengan senyum yang menawan. Meski membawa seorang bayi di pangkuannya, hal itu tidak menyurutkan semangat laki-laki itu untuk menebar pesona.


"Ah, dia lucu sekali. Menggemaskan!" seru beberapa wanita yang lewat di depan Kylan. Kalimat wanita itu memang ditujukan untuk bayi dalam pangkuan Kylan, namun tatapan matanya seolah sedang merayu laki-laki itu.


"Dia keponakanku," ucap Kylan sambil tersenyum.


"Wah, dia sangat imut," puji wanita lain.


Kylan tersenyum dengan dan melambaikan tangan saat beberapa wanita itu menjauh.


"Wah, lucu sekali." Lagi-lagi dua orang wanita datang dan mencolek pipi Queen dengan gemas.


"Hmm, terima kasih," jawab Kylan.


"Siapa namanya?"


"Kylan!"


"Kylan? Bayi ini namanya Kylan?"


"Ah, tidak. Maksudku ... Namanya Queen. Ya, namanya Queen," jawab Kylan terbata-bata.


"Nama yang bagus!" puji wanita itu lagi. "Apakah dia anakmu?"


Saat hendak menjawab, seorang gadis cantik yang baru saja keluar dari toilet wanita tiba-tiba merebut Queen dari pangkuan Kylan.


"Ya, dia anak kami," jawab Sunny tegas.


"Ah, baiklah. Dia menggemaskan!" Wanita itu tersenyum canggung dan berlalu pergi.


"Siapa yang di maksud menggemaskan? Pacarku?" gumam Sunny kesal. Ia melirik Kylan, tatapan menusuk dan penuh ancaman itu membuat Kylan tidak berkutik.


Sunny berjalan lebih dulu sambil menggendong Queen, sementara Kylan mengekori di belakangnya.


"Aku memesan beberapa menu untuk kalian, antriannya cukup panjang jadi aku tidak menunggu kalian lebih dulu," ucap Jojo.


"Tidak apa-apa, Kak. Aku suka makan apa saja," jawab Sunny. Ia menyerahkan Queen ke dalam gendongan Jojo.


Mereka semua menikmati sarapan pagi bersama dengan aneka menu laut sambil menikmati pemandangan laut secara langsung.


Suasana nyaman dan hangat serta udara yang sejuk membuat semua orang bahagia, termasuk Queen yang menikmati liburan pertamanya.


Setelah menyelesaikan sarapan pagi, semuanya kembali ke villa untuk bersantai. Menonton televisi adalah hal yang membosankan namun saat melakukannya beramai-ramai akan menjadi waktu yang menyenangkan.


"Ya, Kak. Cabang di luar kota yang cukup jauh dari daerah tempat tinggal kami," jawab Sunny.


"Aku mengenal Tuan Alex saat bertemu dengannya di salah satu acara pebisnis muda ternama. Saat itu umurku masih dua puluh satu tahun," ungkap Kalingga. Ia mengenang masa-masa di saat ia masih merangkak untuk membangkitkan bisnis keluarganya.


"Apa ada syarat khusus menjadi menantu keluarga kalian? Aku mencalonkan adikku," sela Keenan.


"Kakak!" Kylan melirik tajam.


"Apa aku salah bicara? Bukankah kau memang ingin menjadi kekasih Sunny sehidup semati?" tanya Keenan.


"Syarat utamanya jelas laki-laki yang baik dan bertanggungjawab. Dan yang paling penting, setia!" tegas Sunny.


"Sudah jelas aku memenuhi segala syaratnya." Kylan berkata penuh percaya diri.


"Benarkah? Bukankah beberapa saat lalu kau bermain mata dan tersenyum pada semua wanita yang melihatmu?" tanya Sunny dengan wajah serius.


"Hah! Kau ketahuan!" Kai berteriak sambil mengacungkan jari telunjuk tepat di depan wajah Kylan.


Sebenarnya Sunny ke toilet hanya untuk mencuci muka dan ia selesai kurang dari lima menit. Namun saat gadis itu keluar, ia melihat Kylan sangat menikmati momen menjadi pusat perhatian banyak wanita yang hendak keluar masuk toilet wanita.


"Aku tidak melakukannya, kau pasti salah lihat," ujar Kylan membela diri.


"Jangan percaya padanya. Playboy tidak akan bisa bertaubat semudah itu," gumam Kai. Melihat adik bungsunya semakin memanaskan suasana, Keenan mencubit pahanya.


Usia Sunny yang masih remaja dengan perasaan yang sensitif, seharusnya membuat Kylan lebih berhati-hati dalam bersikap. Kylan lebih dewasa dan seharusnya bisa berpikir dengan matang, namun rupanya usia tidak memastikan kedewasaan seseorang.


Pada akhirnya, Sunny meninggalkan ruang keluarga dengan wajah cemberut. Kylan kelabakan, ia segera menyusul Sunny dan merayu gadis itu.


"Jaga bicaramu, Kai. Kau membuat suasana hati Sunny semakin buruk," ucap Jojo.


"Kak Kylan memang salah. Aku hanya mengungkapkan kebenaran!" seru Kai. Ia sama sekali tidak merasa bersalah.


Setelah Kylan dan Sunny pergi, Keenan dan Angelina menyusul. Mereka berdua memutuskan untuk melanjutkan menonton film di kamar bersama.


"Ini adegan pernikahan kita, aku gugup saat itu," ucap Angelina. Mereka menonton film yang pernah mereka perankan bersama.


"Benarkah? Itu hanya akting. Bagaimana jika sungguhan?" tanya Keenan. "Kemarin, Kakak bilang padaku jika aku tidak boleh berbuat hal yang tidak-tidak padamu. Jika itu sampai terjadi, dia akan menyeret kita ke pengadilan agama," lanjutnya.


"Bukankah pengadilan agama itu untuk mendaftarkan perceraian?" Angelina mengernyitkan dahi.


"Mungkin maksud Kakak, jika kita tertangkap basah berbuat sesuatu, mereka akan menikahkan kita di sini saat itu juga. Lalu menyeret kita ke pengadilan agama untuk mengesahkan kita secara hukum. Kau mau melakukannya?" tawar Keenan menggoda.


"Jangan mengajakku berbuat gila!" Angelina mencubit pinggang laki-laki itu dengan keras untuk menyadarkan ia dari pikiran buruknya.


🖤🖤🖤


Lagi nonton adegan mesra mereka di film.


Keenan & Angelina