ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Pengalaman Pertama


Jojo bersiap dengan pakaian seadanya. Kylan, Keenan dan Kalingga sudah menunggu dengan sabar di ruang tamu, sementara Kai sudah pergi ke rumah temannya. Setelah Jojo selesai, Kalingga menyuruh Keenan dan Kylan membawa Jojo lebih dulu.


"Kau tidak ikut, Kak?" tanya Jojo.


"Aku ada sedikit urusan, aku akan menyusul kalian nanti," jawab Kalingga. Ia lega karena Jojo sudah bersikap normal setelah drama celana boxer yang hilang.


Kylan mengendarai mobilnya dengan Jojo dan Keenan berada di bangku belakang. Sepanjang perjalanan, Jojo terus bertanya tentang apa saja yang akan ia lakukan di tempat tujuannya nanti.


"Apa kau sudah melihat beberapa contoh gaun yang akan kau pakai?" tanya Keenan.


"Ya, Kakak memberikan katalog padaku," jawab Jojo. Keenan hanya mengangguk.


Setelah sampai di tempat tujuan, Jojo merasa gugup karena ternyata banyak sekali orang-orang asing yang sudah menunggunya. Dari sekian banyak orang, hanya Pram yang ia kenali, yaitu setengah laki-laki yang berada di lokasi pemotretan Keenan kemarin.


"Owh, ini dia model dadakan kita," sapa Pram. Ia menyapa Jojo dan mencolek dagu gadis itu, membuat Jojo merasa geli.


Pram adalah penata rias profesional sekaligus teman Keenan. Laki-laki itu biasa mendandani model-model kelas atas dan kini Keenan membawanya untuk bekerjasama.


"Bagaimana menurutmu? Apa dia cocok?" tanya Kylan pada Pram. Sebagai seorang penata rias profesional, Pram sangat lihai dalam menilai penampilan seseorang.


"Cukup bagus. Pinggang ramping, leher jenjang, hidung mancung dan bibir tipis. Not bad!" jawab Pram. Ia memperhatikan tubuh Jojo dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Berapa ukuran bra-mu?" tanya Pram. Jojo melotot, malu sekaligus risih dengan pertanyaan yang sangat pribadi seperti itu. Apa lagi yang sedang bertanya adalah seorang laki-laki.


Keenan dan Kylan nampak terkejut, mereka menatap Pram dengan pandangan aneh.


"Haruskan kau menanyakan ukuran itu?" tanya Kylan. Pikirannya mulai berkelana.


"Jangan menjawabnya, Jo. Dia agak gila," sela Keenan. Tanpa diminta pun, Jojo tidak akan menjawab pertanyaan konyol macam itu.


"Aku hanya ingin memujinya, model dengan cup bra kecil lebih menarik. Gadis berdada rata!" seru Pram.


"Sangat tidak sopan!" batin Jojo. Kalimat itu bahkan tidak terdengar seperti sebuah pujian.


Pram menyeret Jojo menuju ruang tata rias, beberapa wanita yang bertugas juga membantu gadis itu memakai gaun dengan ukuran yang pas.


Sementara Jojo masih bersiap, Kylan menyiapkan properti serta melakukan pemanasan kamera. Sedangkan Keenan, ia sibuk melihat dan memastikan jenis dan model pakaian apa yang akan Jojo kenakan nanti.


Selang tiga puluh menit, Jojo keluar dari ruang rias dengan penampilan yang sangat berbeda. Riasan tipis dengan sedikit perubahan gaya rambut itu membuat Keenan dan Kylan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Untuk sesi pertama, Jojo memakai dress berwarna gold dengan manik-manik mutiara mengelilingi dada. Dress tanpa lengan dengan rok tutu mengembang selutut itu membuat gadis itu nampak anggun. Apa lagi riasan wajah yang flawless, membuat Jojo tampil bak putri-putri di serial dongeng.


"Tadaaaa .... Cantik, kan?" Pram bertepuk tangan atas hasil kerja kerasnya membuat Jojo tampil beda.


Keenan dan Kylan mengangguk, mereka bahkan tidak punya kata-kata untuk mengungkapkan rasa kagumnya. Kini Kylan mengakui kehebatan adiknya dalam memberi saran, Kai memang benar. Jojo adalah pengasuh multitalent.


Pram menuntun Jojo ke sebuah ruang yang sudah dipenuhi dengan kamera dari beberapa sisi. Kylan sudah bersiap di belakang kamera sambil membidik. Beberapa tim Kylan juga sudah siap dengan kamera dan alat mereka.


"Bergayalah sesukamu," ujar Kylan. Ia duduk di depan layar laptop untuk melihat langsung hasil dari bidikan beberapa kamera yang siap.


Jojo gugup, nyala terang lampu dan pencahayaan dari berbagai arah membuat keringat dingin keluar dari telapak tangannya. Keenan merasakan apa yang Jojo rasakan, ia berdiri dan menghampiri gadis itu.


"Ayo, aku akan membantumu," ucap Keenan. Ia tersenyum sambil membantu Jojo berpose dengan baik.


Jojo mengikuti semua arahan Keenan, gadis itu fokus untuk memamerkan detail dress mewah yang ia kenakan. Pertama, Jojo memang merasa grogi. Namun Keenan membantunya dengan baik.


"Lihat ke arah sana," pinta Keenan sambil menunjuk ke arah lain. Ia meletakkan kedua tangannya di pinggul Jojo dan meminta gadis itu mengangkat kedua tangan, Keenan sedikit menggeser posisi tubuh Jojo namun dengan wajah tegap menghadap arah yang ia inginkan.


Satu sesi terlewati dengan sangat menegangkan. Kini Jojo di perbolehkan beristirahat sambil merubah riasan wajah serta gaya rambutnya.


Setelah beberapa menit, ia kembali ke ruang foto dengan pakaian yang berbeda. Sebuah gaun berwarna biru muda dengan model lengan sabrina dan belahan tinggi pada bagian roknya membuat Jojo tampil begitu seksi dan menggoda.


Riasan wajah bold membuat gadis itu nampak sangat mengagumkan. Lagi-lagi Keenan dan Kylan menatap tak berkedip. Dari arah luar studio, Kalingga berjalan masuk dan melihat Jojo sedang mulai berpose di depan kamera.


"Kak, kau bisa bantu dia lagi," pinta Keenan.


"Tidak perlu, dia bisa melakukannya sendiri."


Keenan membiarkan Jojo berpose sesuka hatinya, bergaya apapun asal gadis itu nyaman dengan senyum dan gerak tubuh yang natural. Semuanya berjalan lancar, Kalingga mengamati dalam diam.


Setelah sesi kedua selesai, Jojo melambaikan tangan dan berjalan ke arah Kalingga. Gadis itu tersenyum senang karena laki-laki itu akhirnya datang dan melihatnya.


"Kak, bagaimana penampilanku?" tanya Jojo. Ia menampakkan wajah ceria dengan senyum lebar.


"Bagus, gaun itu cocok untukmu," jawab Kalingga sambil berusaha untuk menahan diri agar tidak mengatakan apa yang ada di dalam kepalanya. Cantik, seksi, menggoda, memikat, memukau. Kalimat itu terpendam di hatinya.


"Ah, terima kasih. Aku akan berganti pakaian lagi dan kembali," ucap gadis itu sebelum pergi.


Kalingga mendekati Keenan dan Kylan yang mulai melihat hasil dari jepretannya, Kalingga pun penasaran.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Kalingga.


"Kau tidak akan percaya ini, Kak. Sepertinya Kai memang benar. Jojo bisa melakukan apapun," jawab Kylan.


Dalam hati Kalingga bersorak gembira, ia senang dan kagum. Jojo memang tidak akan pernah mengecewakannya.


Setelah melihat beberapa hasil fotonya, Kalingga masuk ke ruang tata rias dan mendekati Jojo yang duduk di depan cermin besar. Gadis itu dikelilingi orang-orang yang sibuk menata rambut dan memperbaiki riasan wajahnya.


"Bisa beri kami waktu sebentar," ucap Kalingga sopan. Semua orang di sekeliling Jojo mengangguk dan meninggalkan mereka.


"Ada apa, Kak?" tanya Jojo. Gadis itu tersenyum, membuat Kalingga bahkan bisa merasakan jantungnya bagai tersengat listrik.


🖤🖤🖤