
Setelah sampai di rumah sakit, Kalingga memunta pelayanan terbaik juga rekomendasi dokter kandungan terbaik untuk memeriksa istrinya.
Selama pemeriksaan berlangsung, mereka sangat antusias mendengar semua pe jelaskan dokter tentang apa yang sedang dialami oleh Jojo.
"Jika dihitung dari hari pertama haid terakhir, maka usia kehamilan sudah hampir memasuki bulan ketiga. Sudah terlihat janin dengan ukuran sangat kecil, sudah terdengar detak jantungnya dan semua nampak normal. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," jelas Dokter.
Detak jantung yang terdengar lirih di layar monitor, membuat Jojo meneteskan air mata. Ia menangis haru, tidak menyangka jika keajaiban akan datang secepat ini.
Kalingg pun sama, ia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Suara detak jantung itu terdengar begitu indah dan akan membuat hari-harinya semakin tak terduga.
Kalingga mencium kening Jojo berkali-kali dan mengucapkan rasa terima kasih karena mereka.berinya sebuah kebahagiaan y ag tak terkira.
Melihat berat badan dan seluruh pemeriksaan darah lengkap Jojo tidak menunjukkan kelainan atau kekhawatiran, dokter hanya memberinya vitamin dan obat pereda mual yang hanya diminum saat kondisi mual muntah berlebihan.
"Apakah istri saya akan baik-baik saja, Dok?" tanya Kalingga.
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan, kondisi calon ibu sangat sehat dan siap dengan kehamilan pertamanya," jawab Dokter.
"Terima kasih." Kalingga mengangguk dan tersenyum senang. Ia menyelipkan kertas berisi gambaran hasil USG ke dalam sakunya, ia akan menunjukkan gambar itu pada adik-adiknya.
Setelah semua pemeriksaan selesai dan Jojo sudah mendapatkan vitamin dari dokter, Kalingga segera membawa wanita itu pulang.
"Bisakah kau beristirahat selama kehamilan ini, Sayang?" tanya Kalingga.
"Aku sudah menandatangani beberapa kontrak kerja, Sayang. Itu akan merugikan banyak pihak," jawab Jojo.
Kabar kehamilan ini sangat mendadak, sebelumnya Jojo tidak merasakan tanda-tanda apapun hingga ia tidak berpikir untuk menolak pekerjaan yang datang.
"Dokter mengatakan kondisiku baik, bayi kita juga baik. Aku harus menyelesaikan tanggungjawab ku, Sayang. Hanya beberapa pekerjaan ringan seperti pemotretan dan syuting iklan, jangan khawatir." Jojo tersentum dan meyakinkan suaminya.
Pekerjaan yang sudah ditandatangani tidak bisa dibatalkan begitu saja jika Jojo masih dalam keadaan sehat dan mampu melakukannya. Karena ini merupakan sebuah tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan.
Setelah sampai di rumah, Kalingga mengantar Jojo ke kamar dan meminta wanita itu beristirahat penuh selama satu hari ini. Ia pun tidak bisa melakukan apapun pada kontrak pekerjaan Jojo dan akan datang ke kantor agensi istrinya agar wanita itu bisa menunda jadwal pekerjaan paling awal. Kalingga ingin Jojo cuti selama satu minggu ke depan.
"Sayang, kau ada rapat penting hari ini. Pergilah," ucap Jojo.
"Aku tidak tega jika kau sendirian di rumah, Kai sudah terlanjur pergi."
"Aku bisa mengurus diriku sendiri. Lagi pula aku ini hamil, bukan sakit, Sayang. Jangan terlalu mengkhawatirkanku," ujar Jojo sambil tersenyum. Ia memeluk Kalingga dan mencium pipi laki-laki itu.
"Aku akan pergi tidak lebih dari tiga jam. Aku akan suruh Kai segera pulang jika urusan di kampusnya selesai," ucap Kalingga. Ia mencium kening Jojo dan beroamitan untuk pergi.
Selama di rumah sendirian, Jojo menikmati waktunya dengan duduk bersantai dan membaca buku. Hari ini tidak ada pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan, jadi ia tidak perlu capek-capek untuk hari ini.
Karena bosan berada di dalam kamar, Jojo memutuskan turun ke lantai bawah dan ke dapur. Ia membuka lemari pendingin dan tidak menemukan banyak makanan di sana. Hanya ada beberapa apel yang sudah layu.
"Ah, seharusnya aku memintanta membeli buah tadi," gumam Jojo. Rasa tidak nyaman di perut membuatnya kehilangan selera untuk makan makanan berat, ia berpikir jika buah bisa menghilangkan rasa mualnya.
Tidak berselang lama, terdengar suara langkah kaki berlari dari arah ruang tamu. Jojo buru-buru melihat siapa yang datang.
"Kakak Ipar, apa yang kau lakukan di dapur?" tanya Kai. "Bukankah Kakak menyuruhmu beristirahat?"
"Ah, aku ingin makan buah. Tapi sepertinya kita telat berbelanja," jawab Jojo.
"Wah, aku ini memang adik yang baik dan pengertian. Aku membeli semua ini untukmu," ucap Kai sambil meletakkan dua tas belanjaan di atas meja makan.
Kai mengeluarkan semua yang ia beli. Dari buah-buahan manis seperti pisang, apel, jeruk dan pepaya, hingga buah-buahan asam seperti stawberry, sirsak hingga lemon.
"Aku juga membeli durian, Kak!" ucap Kai senang. Ia menenteng durian besar di hadapan Jojo.
"Ah, singkirkan itu. Baunya membuatku mual," tolak Jojo. Sepertinya kehamilan ini akan berlangsung cukup meresahkan jika Jojo sensitif terhadap aroma yang menyengat.
"Kau tidak mau durian? Padahal aku membelinya dengan harga mahal," desah Kai dengan raut wajah kecewa. Ia menyingkirkan durian itu ke ruang tengah dan membungkusnya dengan plastik tebal agar aromanya tidak mengganggu Jojo.
"Baiklah, masih ada pisang, apel dan yang lainnya. Aku membeli semua ini dengan kartu kredit pemberian Kakak. Kau tahu aku jarang bersikap baik, tapi karena aku bahagia, aku jadi baik padamu, Kakak Ipar," ungkap Kai.
"Jadi ... Bagaimana hasilnya?" tanya bocah itu dengan wajah penasaran.
"Hasil apa?"
"Pemeriksaan ke dokter. Apa aku sungguh akan punya keponakan?" tanya Kai tidak sabar.
"Hmm, tentu. Usia kehamilan ku mendekati tiga bulan," jawab Jojo sambil mengusap perut datarnya.
"Tiga bulan? Kalian kan baru menikah tiga bulan yang lalu. Bagaimana bisa langsung hamil tiga bulan? Apa jangan-jangan, kalian sudah mencicil nya sebelum menikah?" tanya Kai sambil melotot lebar.
🖤🖤🖤