
Pukul sebelas siang, Kylan menghampiri Jojo yang duduk melamun di meja makan. Kylan tahu jika Jojo pasti memikirkan Olivia. Berjalan mendekat, Kylan lalu duduk di kusi yang berhadapan dengan gadis itu.
"Mau pergi jalan-jalan?" tanya Kylan.
"Aku sedang tidak mood."
"Baiklah, aku berencana akan ke kantor kakak dan membeli makan siang untuknya," ucap Kylan. Ia bangkit dan berniat pergi. Namun tiga langkah dari tempatnya duduk, Jojo sudah menghentikannya.
"Baik, aku tertarik." Jojo bangkit dan bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap. Ia meminta Kylan menunggunya di depan sampai ia selesai merias diri.
Kylan tertawa keras melihat bagaimana Jojo sangat bersemangat mengunjungi kekasihnya yang sedang sibuk dan banyak pekerjaan di kantor.
Kylan tahu jika suasana hati Jojo sedang buruk, dan di tempat kerja, Kalingga juga pasti merasa cemas karena tahu Olivia datang ke rumah mereka.
Kurang dari tiga puluh menit, Jojo sudah siap dan menemui Kylan yang sudah menunggunya. Gadis itu sangat senang dan bersemangat.
"Mobil Kak Keenan? Siapa yang mengantarnya?" tanya Jojo sambil membuka pintu mobil.
"Kakak punya orang kepercayaan," jawab Kylan.
Mereka akhirnya berangkat, Jojo memutuskan untuk mengajak Kylan mampir ke sebuah restoran cepat saji untuk membeli makan siang untuk mereka dan Kalingga.
Saat melihat apa yang Jojo pesan, Kylan melongo. Gadis itu memesan satu ember ayam kentucky lengkap dengan nasi dan berbagai camilannya.
"Uangmu banyak," ucap Kylan sambil menelan ludah. Seketika ia merasa lapar.
"Itulah gunanya kerja keras," jawab Jojo sambil tersenyum. Ia sudah menghasilkan cukup banyak uang dengan dua pekerjaan sekaligus. Agensi membayarnya setara dengan bayaran model senior, Jojo juga mendapatkan bonus dari penampilannya di pagelaran fashion semalam. Jadi, gadis itu sudah merasa bahagia dengan hidupnya.
Setelah mengecek semua pesanan sesuai, Jojo dan Kylan segera menuju kantor Kalingga yang letaknya tidak terlalu jauh. Mereka menikmati perjalanan sambil bernyanyi bersama dan berjoget ringan.
"Suaramu bagus," puji Kylan saat mereka telah sampai di halaman kantor.
"Jangan terlalu memujiku, ayo!" ajak Jojo tidak sabar, ia ingin segera bertemu Kalingga.
Mereka berdua turun dari mobil dan disambut oleh seorang petugas keamanan yang berjaga.
"Selamat siang, Tuan." Security bertubuh tinggi itu mengangguk hormat pada Kylan.
"Selamat siang, Pak."
Kylan membantu Jojo membawa makanan yeng sudah mereka beli, lalu masuk ke dalam gedung kantor. Gedung empat tingkat dengan dinding kaca yang menghadap langsung ke jalan raya ini tampak sangat istimewa.
"Wow, ini besar sekali," decak kagum Jojo. Ini adalah pertama kalinya ia datang ke kantor Kalingga.
"Ini tidak seberapa dibanding kantor-kantor milik pengusaha ternama lainnya," ucap Kylan.
"Jangan memaksakan diri meraih langit, jangan berlebihan memandang ke atas. Kalian harus banyak bersyukur punya segalanya yang lebih dari cukup," tegur Jojo.
"Baik, baik. Selain menjadi kakak ipar, kau juga akan menjadi penasehat keluarga," ucap Kylan sambil tertawa.
Mereka berjalan cepat menuju lift. Beberapa orang yang lewat menyapa Kylan dan Jojo dengan sopan. Mereka semua mengenal seluruh saudara pemilik perusahaan ini, dan semua orang juga mengenali gadis yang berjalan bersama Kylan sebagai seorang model Anyelir.
Setelah sampai di lantai empat, Kylan memberitahu Jojo letak ruangan Kalingga dan membiarkan gadis itu masuk terlebih dahulu untuk memberi kejutan.
Jojo berdiri gugup di depan pintu kaca buram setelah mengetuk. Gadis itu sudah tidak sabar melihat bagaimana reaksi Kalingga saat melihatnya datang.
"Masuk!" Suara lantang Kalingga terdengar dari dalam, Jojo membuka pintu perlahan dan menemukan Kalingga tidak sendirian di ruangan itu.
"Jojo," ucap Kalingga terkejut. Wajahnya berubah tegang dan gugup saat melihat kekasih hatinya datang di waktu yang salah.
"Apa kalian sedang sibuk? Jika, ya, aku akan menunggu di luar," ujar Jojo. Ia segera berbalik dengan cepat namun Kalingga mengejarnya.
"Sayang, masuklah. Aku akan menjelaskannya," ucap Kalingga khawatir. Ia tampak merasa bersalah.
Jojo tersenyum, ia menyentuh tangan Kalingga yang memegang lengannya.
"Tidak apa-apa, Kak. Sepertinya kalian memang harus bicara."
"Ada apa ini?" tanya Kylan. Ia bersandar di dekat pintu lift dan melihat Kakak serta calon kakak iparnya terlibat pembicaraan serius. Kylan menangkap raut sedih di mata Jojo.
"Ayo masuk," ajak Kalingga pada Kylan dan Jojo. Laki-laki itu membiarkan adiknya masuk lebih dulu sementara ia menggandeng Jojo.
"Wow, sebuah kejutan. Kami datang untuk memberi kejutan tapi malah kami yang terkejut," seru Kylan sambil tertawa sinis.
Kylan membanting tubuhnya di sofa yang berhadapan dengan Olivia. Iamenatap serius pada wanita di depannya. Sementara Kalingga, ia mengajak Jojo berdiri di depan dinding kaca untuk berbicara.
"Kenapa datang kemari? Mau merayu Kakak?" tanya Kylan. Terdengar dengkusan tidak sopan dari laki-laki itu.
"Aku hanya mendatangi seseorang yang sudah berjanji pada kedua orang tuaku," jawab Olivia.
"Kakak hanya berjanji untuk menjagamu, tapi dia berhak bahagia. Jangan membuat gaduh dan bersikap seolah-olah kau mengendalikan segalanya."
"Apa kalian lupa siapa yang membantu keluarga kalian bangkit?" tanya Olivia dengan tatapan tajam.
"Tentu saja kami ingat. Dan kami akan berusaha membalas jasa keluargamu sebaik mungkin. Jangan khawatir."
Olivia tertawa lirih, ia menatap tidak suka pada Kylan yang berlagak sombong di depannya.
"Kalian hanya bisa melakukannya jika aku dan Kalingga menikah."
"Lucu sekali. Jangan bermimpi terlalu tinggi, karena lebih tinggi kau bermimpi, lebih sakit saat kau jatuh."
Terdengar suara helaan napas panjang dari Olivia, wanita itu sudah menahan diri dengan sikap Kylan yang terus terang membencinya. Ia melirik Kalingga, merasakan dadanya terbakar saat Jojo memeluk laki-laki yang sudah ia klaim sebagai miliknya.
"Aku tahu kau serius menjalin hubungan denganku, Kak. Jadi aku mohon, selesaikan semua tentang Olivia. Karena kau tidak bisa membiarkannya terus berharap padamu," ucap Jojo sambil menyandarkan kepalanya di dada Kalingga.
"Aku tahu, Sayang. Aku tahu."
"Maaf jika aku datang di waktu yang tidak tepat, aku hanya ingin memberimu kejutan dan mengantarkan makan siang."
"Terima kasih. Aku mencintaimu lebih dari segalanya."
Kalingga mendekap erat gadis itu di tubuhnya, tidak peduli tatapan tajam dari arah lain yang memancarkan rasa cemburu dan kebencian.
Kalingga menggandeng Jojo dan mengajaknya duduk di samping Kylan. Sementara Olivia sudah menggertakkan gigi karena kesal.
"Kami akan segera menikah. Jadi, kau pasti tahu bagaimana seharusnya," ucap Kalingga pada Olivia.
"Ini tidak lucu. Kau mencampakkan aku begitu saja? Apa begini caramu membalas semua yang keluargaku lakukan untukmu?" tanya Olivia.
🖤🖤🖤