ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
A gift


Kini Jojo mulai sibuk dengan skripsi yang harus ia kerjakan siang dan malam. Ia sudah mulai bolak balik datang ke dosen pembimbing untuk mengurus skripsi miliknya.


Tidak hanya Jojo, Kai juga mulai sibuk untuk melakukan ujian akhir tahun. Ia akan segera menamatkan sekolah menengah atasnya tahun ini. Tanpa mengabaikan pekerjaannya mengurus keempat anak asuhnya, Jojo tetap belajar dengan giat dan melakukan apapun untuk urusan pendidikannya. Setelah berusaha susah payah untuk sampai di titik ini, Jojo tidak sabar untuk segera lulus.


Gadis itu sering pulang sore karena harus meminjam laptop milik Irena. Ia berencana akan merental laptop salah satu teman kelasnya namun Irene melarang dan bersedia meminjami Jojo dengan laptopnya.


Uang gaji yang ia hasilkan memang cukup banyak, dan kini Jojo sudah bernapas lega karena pada akhirnya usahanya untuk menabung demi bisa mendirikan sebuah toko serba ada untuk orang tuanya terwujud. Jojo juga membeli sepetak sawah sebagai investasi. Ia meminta ayahnya untuk menyewakan sawah itu pada orang lain agar ayahnya tidak perlu bekerja keras. Kedua orang tuanya hanya akan duduk melayani pembeli toko sementara barang-barang yang dijual sudah Jojo atur melalui salah seorang kenalannya.


Setelah pulang dari kampus pukul lima sore, Jojo melihat bungkusan kotak dengan pita merah tergeletak di meja dekat kasurnya. Jojo terbiasa tidak mengunci pintu kamar saat pergi, dan ia tidak tahu siapa yang memberinya hadiah saat tidak ada hari istimewa.


"Hmm, dari siapa kira-kira?" gumam Jojo. Ia mengangkat hadiahnya dan terasa lebih berat. Jelas isinya bukan sebuah pakaian. Saat menarik pita dan membukanya, Jojo terkejut.


Sebuah laptop baru masih dengan bungkus plastik lengkap beserta mouse dan flasdisk baru. Jojo menangis haru. Ia memeluk laptop di pangkuannya dan mengusap air matanya.


Selama ini, ia tidak pernah mengenal orang-orang baik sebaik keempat anak asuhnya. Mereka selalu mendukung Jojo meski gadis itu merasa belum sepenuhnya bisa menghandle semua pekerjaan rumah ini. Mereka berempat adalah keluarga lain selain kedua orang tua dan Irene.


Jojo menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Ia menangis tersedu-sedu. Anak-anak asuhnya tidak hanya memberikan hubungan layaknya sebuah keluarga, mereka bahkan memperlakukannya sebagai orang istimewa.


Saat keluar dari kamar untuk mencari penghuni rumah, Jojo melihat Keenan berdiri di dekat pintu kamarnya.


"Kak," ucap Jojo lirih. Ia mengusap pipinya yang basah karena air mata.


"Kau suka hadiahnya?" tanya Keenan. Jojo mengangguk.


Keenan mengusap air mata Jojo dengan tangannya, laki-laki itu memeluk bahu Jojo dan meminta gadis itu untuk berhenti menangis.


Dari arah lain, Kalingga baru saja pulang bekerja. Dan pemandangan ini sungguh mengiris hatinya. Keenan sedang berdiri saling berhadapan dengan Jojo, dan kedua tangan adiknya memegang bahu gadis itu, membuat dada Kalingga terasa sesak dan bergemuruh.


"Ini hadiah dari kami semua. Kami harap, kau semakin giat belajar. Beberapa bulan lagi kau harus sidang skripsi, jangan sampai gagal," ucap Keenan.


Kalimat laki-laki itu membuat air mata Jojo kembali luruh. Saat gadis itu menoleh, ia melihat Kalingga berdiri mematung menyaksikan mereka.


Jojo meninggalkan Keenan, ia berjalan mendekati Kalingga dan memegang tangan laki-laki itu.


"Kak, terima kasih."


Kalingga mengangkat sebelah tangan dan mengusap kepala gadis itu. Gadis yang mampu membuatnya jatuh dalam sebuah perasaan yang sulit ia jelaskan.


Tanpa sadar, Kalingga mendekatkan tubuh mereka dan menarik Jojo dalam dekapannya.


"Ini hadiah, jangan menangis. Kau harus bersemangat," ucap Kalingga sambil memeluk gadis yang menempelkan wajahnya di dadanya.


Saat itu, Kalingga melihat Keenan tersenyum samar. Dalam hati Kalingga mulai bertanya? Apakah adiknya sedang cemburu?


Jojo memukul dada Kylan dengan keras karena merasa kesulitan bernapas dan lehernya tercekik. Gadis itu batuk sebentar lalu mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan mereka semua.


"Ah, ada apa ini?" tanya Kai dari arah tangga. Ia baru saja keluar kamar dan menyaksikan ketiga saudaranya bergantian memeluk Jojo.


Saat Kai mendekat, Jojo buru-buru mengusap air matanya. Ia tidak mau jika nanti Kai akan meledeknya karena cengeng.


"Sebenarnya, Kakak berniat membeli hadiah itu sendiri. Tapi kami tidak mau kalau hanya dia yang kau puji-puji. Akhirnya, harga laptop itu dibagi empat agar adil," ucap Kylan.


"Begitu? Lalu dari mana Kai mendapatkan uang?" tanya Jojo.


"Potong uang jajan tiga puluh persen selama tiga bulan ke depan," jawab Kalingga.


Bahkan bocah nakal sekelas Kai, bisa melakukan hal sebaik ini demi Jojo, orang lain yang tidak ada hubungan darah dengannya.


"Kau melakukan segalanya untuk kami. Ini bahkan tidak akan cukup untuk membayar semua kerja kerasmu mengurus kami," ujar Keenan.


Empat bersaudara kini membuat Jojo semakin tak akan bisa rela terlepas dari mereka. Rasa kekeluargaan begitu kental di rumah ini. Pertengkaran, perdebatan, beda pendapat bahkan perselisihan menjadi hal yang biasa, mereka semua akan kembali akur dalam hitungan jam.


Semua orang kini nampak bersedih, jika Jojo sudah menyelesaikan pendidikannya, akankah gadis itu meninggalkan rumah ini dan pulang ke kampung halamannya? Mereka semua pasti tidak akan rela jika gadis itu pergi.


🖤🖤🖤


Malam ini, mereka berlima menghadiri pembukaan gerai pertama perusahaan keluarga Kalingga yang memilik brand fashion wanita lokal bernama "Anyelir". Sebuah nama yang diambil dari nama bunga favorit Kalingga.


Jojo tampil mempesona didampingi ke empat anak asuhnya. Sebagai salah satu orang yang menjadi model pakaian milik perusahaan ini, Jojo mengambil perhatian setiap pasang mata.


Sebagai model dadakan, Jojo membuat orang terkejut dengan penampilan dan pesonanya. Pasalnya, wajah itu sangat asing dan tak pernah terlihat di layar kaca manapun, dan tiba-tiba saja, sebuah brand lokal mendapuknya sebagai model saat perilisan pertama gerai mereka.


Beberapa wartawan datang untuk melakukan wawancara. Mereka termasuk wartawan gosip yang selalu meliput apapun kegiatan Keenan sebagai model dan aktor papan atas. Kehidupan dan keluarga laki-laki itu selalu menjadi sorotan dan pembahasan publik.


Kalingga mengundang rekan bisnisnya, Keenan dan Kylan juga membawa beberapa teman untuk menyaksikan pemotongan pita di pintu masuk gerai.


Jojo berusaha menjaga jarak pada ke empat anak asuhnya, ia berdiri bersama dua wanita lainnya yang juga ditunjuk Kalingga sebagai modelnya.


Tepuk tangan terdengar meriah saat pita berwarna merah yang terbentang di pintu masuk gerai telah dipotong oleh Kalingga dan Keenan secara bersamaan.


Empat bersaudara berpelukan, berharap langkah pertama mereka kini akan membuahkan hasil terbaik sesuai apa yang mereka inginkan.


🖤🖤🖤