
Jojo membulatkan matanya, mencondongkan tubuh agar bisa mengenali dengan jelas siapa yang sedang ia lihat saat ini.
"Benar, itu Kakakmu. Ayo kejar dia," ajak Jojo. Ia segera mengemasi minuman cup yang baru jadi dan membantu Kai membawa semua barang belanjaannya.
Mereka berjalan mengendap-endap di belakang Kylan dan seorang gadis. Mengikuti mereka berdua ke beberapa toko pakaian hingga toko kosmetik.
Rupanya Kylan tipe laki-laki yang loyal dan tidak pelit. Ia membayar begitu saja semua yang gadis itu pilih.
"Bukankah itu keterlaluan? Sepertinya dia memanfaatkan Kakak," ujar Kai. Ia melihat gadis di samping Kai memilih beberapa pakaian branded yang jelas harganya pasti mahal. Gadis itu juga membeli jam tangan, tas dan kosmetik, Kai merasa kesal melihatnya.
"Benar, apa Kylan sungguh baik-baik saja?" tanya Jojo sambil bergumam. Mereka terus mengikuti Kylan namun tetap menjaga jarak agar tidak di ketahui oleh mereka.
Setelah lebih dari satu jam, Kylan terlihat menggandeng gadis yang membawa beberapa kantong belanjaan di tangan kanan dan kirinya. Mereka berhenti di tempat parkir sebelum masuk ke dalam mobil.
"Mereka terlihat berbicara serius," bisik Jojo.
"Ayo mendekat, aku penasaran," jawab Kai sambil menyeret lengan Kakak iparnya.
Jojo dan Kai bersembunyi di balik mobil Kylan sambil menguping pembicaraan Kylan dan gadis di depannya.
"Maafkan aku, Sheraa." Suara Kylan terdengar lirih.
"Maaf? Apa kau selingkuh? Apa kau punya pacar baru sampai kau memutuskan aku begitu saja?" tanya gadis yang dipanggil dengan nama Sheraa.
"Jaga bicaramu!" bentak Kylan. "Selama ini, bukankah kau hanya memanfaatkanku? Padahal aku sudah berjanji untuk berubah. Nyatanya aku hanya mesin uang bagimu," lanjut Kylan.
"Apa?" Sheraa berteriak tidak terima. Gadis itu mengangkat tangannya dan hampir menampar Kylan, namun Jojo buru-buru menahan tangan Sheraa.
"Kakak Ipar. Bagaimana dia bisa di sana?" batin Kai. Padahal sedari tadi ia berbisik dan mengajak Jojo mengobrol, ia kira Kakak Iparnya bersembunyi di belakangnya.
"Jojo!" Kylan terkejut karena melihat kedatangan Jojo tiba-tiba.
"Siapa kau? Apa kau selingkuhan Kylan?" tanya Sheraa. Ia tidak mau menunggu Jojo menjawab, gadis itu langsung meraih rambut Jojo yang tergerai lurus dan menariknya kuat-kuat.
Adegan saling tarik pun terjadi dan itu membuat Kylan kualahan. Kai turut keluar dari persembunyiannya dan berusaha memisahkan dua orang yang saling manarik rambut.
Teriakan Jojo dan Sheraa pun membuat keributan, mereka sudah seperti dua wanita yang sedang memperebutkan Kylan.
"Hei, berhenti. Sheraa, kau menyakitinya!" seru Kylan. Ia menarik paksa tubuh Sheraa agar melepaskan tangannya dari rambut Jojo. Kylan mendorong tubuh Sheraa hingga gadis itu jatuh ke lantai kasar.
"Kylan, jadi benar dia selingkuhanmu?" tanya Sheraa dengan wajah merah penuh air mata.
Kai dan Kylan membantu Jojo bangkit. Penampilan wanita itu kini berantakan dengan rambut acak-acakan.
Saat Jojo memperbaiki penampilannya dan menyibak rambut yang menutupi wajahnya, Sheraa menatap dengan mata melotot lebar.
"Kau? Jovanka?" tanya Sheraa terbata-bata.
"Kau gila? Dia Kakak Iparku!" bentak Kylan. Jika saja Sheraa bukan seorang wanita, ia tidak akan bisa menahan diri untuk tidak memukulnya.
"Kau puas?" tanya Jojo. "Kau menjalin hubungan dengan saudara iparku hanya memanfaatkannya, kau lebih menyukai uangnya," lanjutnya.
"Tidak! Bukan seperti itu!" Sheraa membela diri.
"Kylan, seharusnya kau mengantarku," keluh Sheraa.
"Tidak, kau bisa pulang sendiri. Jika tidak punya uang, silahkan jalan kaki," ujar Kylan tidak peduli.
Ia menggandeng Jojo dan pergi dari tempat parkir, meninggalkan Sheraa berserta semua barang-barangnya.
"Ayo membeli minuman," ajak Kylan. Sementara Kai, ia meminjam kunci mobil Kylan dan menitipkan barang belanjaannya di mobil kakaknya.
Mereka bertiga memutuskan masuk ke sebuah kafe dan duduk bertiga. Jojo masih merasa tidak nyaman, kepalanya mulai berdenyut nyeri karena rambut yang ditarik kasar.
"Kau baik-baik saja? Aku minta maaf," ucap Kylan. Ia merasa bersalah.
"Sedikit pusing," jawab Jojo.
"Jika Kakak tahu, dia akan menebas leherku," keluh Kylan.
"Jangan katakan apapun padanya. Aku juga tidak akan mengatakan apapun."
Kylan dan Jojo melirik Kai. Biasanya, bocah itu yang sangat sulit dikendalikan. Kai benar-benar tidak bisa di percaya dalam hal menyembunyikan rahasia.
"Kau tidak akan mengatakannya, kan?" selidik Kylan pada adiknya.
"Tentu saja tidak. Orang pertama yang akan mendapat masalah adalah aku, karena aku yang mengajak Kakak Ipar ke sini," ujar Kai.
"Bagus." Jojo mengangguk.
"Lagipula, kenapa kau membelikan banyak barang pada gadis seperti dia padahal kau berniat akan memutuskannya?" tanya Kai kesal. Ia berpikir jika Kylan hanya membuang-buang uang.
"Aku pikir dia tidak akan terlalu bersedih jika ku putuskan, karena paling tidak dia punya semua barang yang dia inginkan," jawab Kylan.
"Dia tidak sedih kehilanganmu, dia sedih karena kehilangan ATM berjalannya," sela Jojo.
"Hmm, sekarang aku melepaskannya. Aku merasa lega."
"Ngomong-ngomong, bukankah kebiasaanmu adalah selingkuh? Kenapa tiba-tiba ingin putus segala?" tanya Kai penasaran.
"Kau kira aku akan seperti itu selamanya? Aku juga ingin menemukan cinta sejati," jawab Kylan sambil tertawa kecil.
"Cinta sejati apanya? Playboy tidak akan paham arti cinta," ledek Jojo.
"Ah, kau Kakak Ipar yang kasar," ucap Kylan lirih. Ia memanyunkan bibirnya.
Saat mereka bertiga sedang asik mengobrol, seorang gadis dengan rambut kecoklatan panjang berdiri sendirian di dekat meja mereka. Gadis itu terlihat seperti sedang menunggu seseorang.
"Sepertinya aku pernah melihatnya," gumam Kylan.
"Dia yang pernah menolakmu," jawab Jojo tertawa.
"Tidak apa-apa, Kak. Mati satu tumbuh seribu." Kai memberi semangat.
🖤🖤🖤