
Jojo tidak habis pikir, bagaimana bisa April berpikiran seburuk itu tentangnya. Apa lagi, sudah terlihat jelas jika wanita itu menyukai Keenan. Tidak seharusnya ia mengatakan hal yang buruk tentang saudara Keenan.
"Kata-katamu kasar sekali," gumam Jojo. Ia tidak cukup berani untuk menentang April secara terang-terangan. Ia jelas paham, jika Kalingga sedang punya pekerjaan khusus dengan orang tua April. Dan Jojo tidak ingin membuat masalah.
April menghembuskan napas panjang. Ia mengedarkan pandangan ke sekitar untuk mencari keberadaan Keenan.
"Apa Ken sedang dekat dengan wanita lain?" tanya April tiba-tiba. Jojo enggan memberi jawaban, ia hanya mengangkat bahu dan mengabaikan pertanyaan wanita itu.
"Aku menyukainya. Aku harap, dia juga menyukaiku." Ucapan April membuat Jojo mengulum senyum. Sudah jelas Keenan tidak akan menyukai wanita seperti April.
Keenan adalah tipe laki-laki lembut dan penyayang, ia sangat perhatian dan baik dalam menjaga perasaan orang lain. Sangat bertolak belakang dengan sifat April.
"Sangat percaya diri," lirih Jojo.
"Benar! Aku memang harus percaya diri untuk mendapatkan hatinya," jawab April. "Apa yang kau tahu tentang Ken? Kau bisa menceritakannya padaku. Dengan begitu, dia akan terpesona karena pengetahuan dan perhatianku," lanjutnya.
"Aku tahu semua hal tentangnya," jawab Jojo. Apa yang tidak diketahui gadis itu tentang Keenan, ia bahkan mengetahui segala sesuatu yang tidak orang lain ketahui.
"Benarkah?" ucap April takjub. Wanita itu memikirkan banyak ide di kepalanya. Ia berpikir bisa memanfaatkan Jojo untuk membantunya agar lebih dekat dengan Keenan.
"Ya, aku adalah orang penting di rumahnya. Aku mengetahui segalanya!" tegas Jojo. Sekali-kali, ia juga ingin terdengar sombong.
"Hei. Aku bisa memberimu banyak uang, berapapun yang kau inginkan. Tapi kau harus berjanji padaku untuk mengawasi Ken. Jauhkan dia dari wanita manapun dan ceritakan segala kebaikanku agar dia luluh. Beri aku segala informasi yang kau tahu, bagaimana?" tanya April. Ia begitu bersemangat dengan rencananya.
"Bagaimana jika aku menolak? Aku bekerja untuk mereka, bukan untukmu, Nona!" tolak Jojo.
"Aku membayarmu mahal," tegas April. Jojo mengabaikan bujukan wanita itu dan mengacuhkannya. Ia tidak suka bernegosiasi dengan orang yang suka berprasangka buruk seperti April.
April menjanjikan banyak hal pada Jojo asal gadis itu mau membantunya. Namun lagi-lagi Jojo menolak, membuat April kesal dan geram.
"Dasar pembohong! Paling-paling, kau tidak tahu apa-apa tentang Ken. Pasti kau hanya mengarang!" ketus April.
"Aku tahu makanan kesukaannya, warna kesukaannya, jadwal kegiatannya hingga beberapa bulan ke depan. Dan satu hal paling rahasia, aku bahkan tahu ukuran cel*ana dalamnya!" jelas Jojo dengan penuh penekanan.
Setelah mengatakan hal tersebut, Jojo bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan April yang melongo dengan mata melotot. Dalam hati Jojo tertawa, April pasti sangat kesal karena ucapannya.
"Maid kurang ajar!" pekik April. Ia menghentakkan kakinya ke lantai karena kesal.
Karena tidak tahan, April berdiri dan hendak menyusul Jojo. Namun dari belakang, Angelina tidak sengaja menyenggolnya.
"Oh, sorry!" ucap Angelina. Ia mengangguk dan meminta maaf, lalu berlari menuju ruang ganti.
"Hai, Jojo!" seru Angelina saat melewati Jojo.
"Oh, Hai." Jojo gugup menanggapi sapaan wanita cantik yang melewatinya dengan tergesa-gesa.
"Ah, aku terlambat!" seru Angelina.
Jojo duduk dan menunggu di depan sebuah ruangan yang terdapat papan peringatan untuk orang asing agar tidak masuk sembarangan.
Setelah menunggu beberapa menit, Keenan dan Angelina keluar bersama. Mereka sudah berganti pakaian dengan pakaian golf yang serasi. Keenan memakai celana panjang dengan kaos lengan pendek, lengkap dengan sepatu dan topi dari merek yang sama. Begitupun dengan Angelina, wanita dengan rambut sepinggang itu nampak sangat cantik dan modis. Tubuhnya yang tinggi semampai memang sangat cocok dengan model pakaian yang ia kenakan.
Selama sesi pemotretan, Jojo begitu terkesan karena Keenan dan Angelina nampak serasi. Keduanya tampan dan cantik, saat berpose pun, semua akan mengira jika mereka adalah sepasang kekasih. Keenan juga nampak tidak canggung memeluk pinggang ramping Angelina.
"Ah, mereka menggemaskan!" gumam Jojo.
Setiap beberapa menit, seorang penata rias menghampiri mereka. Ada yang bertugas mengusap keringat dan ada juga yang bertugas merapikan rambut.
"Jojo, sana!" tegur Pram. Ia meminta Jojo mendekati Keenan dan memberikan botol minum yang ia bawa. Jojo segera menuruti perintah.
"Terima kasih, Jo." Keenan minum beberapa teguk lalu melanjutkan sesi foto.
Setiap sesi, Keenan dan Angelina bisa beristirahat selama beberapa menit lalu berganti pakaian dan melanjutkan pekerjaan mereka. Jojo menemani Keenan dan memastikan April tidak akan mengganggu anak asuhnya.
"Aku agak lapar," ucap Keenan. Laki-laki itu meminta Pram mengambil salad buah yang ia masukkan ke dalam lemari pendingin.
Setelah Pram kembali dengan sekotak salad buah, Jojo menyuapi Keenan dengan hati-hati. Sebab, seorang penata rias sedang merapikan rambut laki-laki itu.
Di samping Keenan, Angelina juga sedang memperbaiki riasannya. Wanita itu selalu tersenyum pada Jojo dan menyapa ramah.
"Wah, terlihat enak sekali," ucap Angelina saat melihat salad buah di tangan Jojo.
"Kak, apa semua salad buahnya habis?" tanya Jojo pada Keenan. Ia berniat memberi satu kotak untuk Angelina.
"Habis," jawab Keenan singkat.
"Kau mau coba, Nona?" tanya Jojo.
"Ah, tidak. Ken terlihat sangat menyukainya. Pasti kau yang membuatnya?" tebak Angelina. Jojo mengangguk dan tersenyum.
Setelah Keenan menghabiskan separuh kotak, mereka melanjutkan sesi foto terakhir. Jojo menunggu dengan sabar. Ia mengikuti ke manapun Keenan melakukan sesi foto dan menawarkan minum untuk laki-laki itu saat senggang.
Jojo mengira, menjadi model itu mudah. Hanya berpose dan tersenyum ke arah kamera, uang datang dengan sendirinya. Namun saat ia berada di tempat ini, ia begitu paham jika Keenan juga kelelahan.
Sekali sesi bisa membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk mengambil beberapa foto terbaik. Keenan bahkan sudah berganti pakaian empat kali. Karena tema fotonya adalah sebuah pakaian olahraga, maka mereka melakukan pemotretan di lapangan golf di bawah terik matahari.
Keenan dan Angelina menyelesaikan sesi foto terakhir mereka dan berganti pakaian. Keenan masih mengobrol dengan orang-orang di ruang ganti, sementara Angelina menemani Jojo duduk sambil membelikan gadis itu minuman.
"Terima kasih, Nona." Jojo senang menerima satu cup es coklat dari Angelina. Ia memang sudah haus, namun sejak awal belum sempat menyiram kerongkongannya yang kekeringan.
"Jangan panggil aku begitu. Panggil namaku saja," ucap Angelina.
"Aku tidak nyaman seperti itu," tolak Jojo. Bagaimanapun, Angelina adalah artis terkenal dan seusia Keenan. Mana mungkin ia memanggilnya seperti teman sebaya.
"Bagaimana kau memanggil Ken?" tanya Angelina penasaran.
"Aku memanggilnya kakak," jawab Jojo. Angelina juga menginginkan hal yang sama, ia meminta Jojo memanggilnya kakak. Saat mereka sedang berbincang, April tiba-tiba datang.
"Hei, ikut aku!" April menyeret lengan Jojo menjauhi Angelina.
🖤🖤🖤