
Pagi-pagi sekali, Keenan sudah pulang ke rumahnya. Ia melihat Jojo di dapur bersama Queen. Keenan segera menghampiri Jojo dan memeluk wanita itu sesaat.
"Ada apa ini? Kau kenapa?" Jojo melotot dan panik.
Keenan tidak menjawab, ia lalu beralih ke meja makan dan melihat Queen duduk sambil bermain di atas kursi bayinya.
"Kau merindukan Om?" tanya Keenan.
Jojo terdiam dan mengamati laki-laki itu. Ia tahu jika Keenan baru pulang dari apartemen Angelina dan ia menginap semalaman. Namun apa yang terjadi sampai Keenan terlihat sebahagia itu?
Tanpa memberi jawaban apapun, Keenan berlari naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya. Sementara Jojo, ia mencoba berpikir dan menerka-nerka apa yang terjadi dengan saudara iparnya.
Karena hari ini Jojo tidak ada kegiatan di luar rumah dan tidak ada jadwal kerja, wanita itu meminta asisten rumah tangganya untuk berlibur. Jojo bisa mengisi waktu liburnya dengan memasak dan mengurus rumah.
Setelah waktu sarapan tiba, semua orang berkumpul di meja makan kecuali Keenan.
"Apa Kakak belum pulang?" tanya Kai. Ia meletakkan Queen ke kursinya lagi setelah memangkunya beberapa saat.
"Kau tidak melihat dia masuk kamar? Dia pulang satu jam yang lalu," jawab Jojo. "Dia bertingkah aneh," lanjutnya.
"Pantas saja, aku mendengar suara berisik di samping kamarku," keluh Kai. Karena kamar mereka kini bersebelahan.
"Dia bertingkah aneh? Apa dia pulang dalam keadaan mabuk?" tanya Kalingga.
"Mana mungkin Kakak mabuk," sela Kylan.
"Kau lupa, dia pernah sekali," jawab Jojo.
Merasa penasaran, Kalingga menyuruh Kai menyusul Keenan. Saat Kai bangkit dan hendak pergi, Keena terlihat menuruni anak tanggan dengan sedikit berlari.
Wajah Keenan terlihat bersinar dengan senyum secerah mentari. Hal itu membuat semua orang di meja makan merasa heran.
"Apa Kakak baru menang undian?" tanya Kai. Ia memperhatikan Keenan yang duduk di sampingnya. Laki-laki itu tidak memberi jawaban, ia hanya terus tersenyum dan menampakkan giginya yang rata, membuat semua orang semakin curiga.
"Semalam mau menginap di apartemen Angelina. Kalian tidur bersama?" tanya Kylan.
"Apa? Kakak menginap di apartemen Kak Angelina?" tanya Kai. Ia adalah satu-satunya orang yang tidak tahu. "Jangan-jangan, ekspresi bahagia ini karena kau baru saja menerobos gawang semalam?" lanjutnya.
Keadaan semakin hening, semua orang melotot dan melihat Keenan dengan rasa penasaran dan tatapan menyelidik.
"Apa yang kau pikirkan? Apa aku terlihat seperti laki-laki kurang ajar?" tanya balik Keenan. Ia tidak terlihat marah, senyum di wajahnya pun tidak memudar mendengar prasangka adik bungsunya.
"Lalu apa yang terjadi?" tanya Kalingga tidak sabar.
"Haruskan aku menanyakannya sendiri pada Kak Angelina?" gumam Jojo. Wanita itu mengeluarkan ponsel dari saku dasternya lalu mengirim pesan pada Angelina.
"Kami curiga, apa arti senyum anehmu itu, Kak? Apa kau benar-benar melakukannya?" tanya Kylan.
"Melakukan apa?" Keenan semakin senang melihat kegelisahan semua saudaranya. Ia senang semua orang penasaran dan curiga.
"Keenan, kau membuatku khawatir," desak Kalingga. "Sayang, telepon Angelina. Tanyakan, apa terjadi sesuatu padanya," pinta Kalingga pada istrinya.
"Aku mengirimnya pesan, tapi dia belum membalasnya," jawab Jojo.
Keenan kemudian bangkit dari tempat duduknya, ia lalu memberi isyarat pada semua orang. Mereka berlima akhirnya mendekatkan kepala di atas meja makan untuk mendengarkan apa yang akan Keenan katakan.
"Aku melamarnya," ucap Keenan dengan sedikit berbisik.
Semua orang semakin terkejut, kabar bahagia ini datang tiba-tiba dan tanpa direncanakan.
Kalingga menghampiri Keenan dan memeluknya. Ia mengucapkan selamat atas keberanian laki-laki itu untuk mengambil langkah.
Sementara Kai dan Kylan, mereka masih merasa ada yang aneh. Keduanya menatap Keenan dengan pandangan menyelidik.
"Bukankah ini aneh? Kakak baru saja menginap bersama Kak Angelina lalu pulang dan mengatakan jika dia melamarnya. Kenapa tiba-tiba sekali?" tanya Kai.
"Benar. Aku curiga, apa kau melamarnya karena sudah terlanjur melakukan sesuatu padanya?" tanya Kylan.
"Kenapa pikiran kalian buruk sekali?" sela Jojo.
"Kakak Ipar, bukankah itu memang aneh? Kakak melamarnya tiba-tiba bahkan tanpa melibatkan kita." Kai mulai protes.
"Ya, apa dia sudah hamil?" Kylan bertanya dengan wajah serius.
"Kau gila?" Keenan memukul wajah Kylan dengan satu lembar selada. Ia tidak habis pikir dengan pikiran buruk adiknya.
Semua orang memang merasa heran, mendengar lamaran tiba-tiba, tentu memunculkan berbagai prasangka. Karena sejauh ini Keenan tidak pernah membahas apapun tentang rencana hubungannya.
"Kakak! Bukankah kau memang patut di curigai? Kau tidak pernah mengatakan apapun pada kami," keluh Kylan.
Jojo merasakan ponselnya bergetar, ia membuka dan melihat balasan pesan dari Angelina. Kini Jojo bernapas lega, bahwa tidak ada hal buruk yang terjadi di antara mereka. Jojo pun menyampaikan hal itu pada Kai dan Kylan yang masih menaruh curiga.
"Bisakah kita menyiapkan pesta pertunangan?" pinta Keenan.
"Kapan kalian akan melangsungkannya?"
"Besok!" jawab Keenan tegas.
🖤🖤🖤