ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Pembukaan Gerai


Sesi pembukaan dan wawancara singkat telah berakhir. Kalingga mempersilahkan para tamunya untuk masuk dan melihat-lihat koleksi fashion wanita terbaru yang diproduksi langsung oleh perusahaannya.


Sebagai orang baru, Jojo tentu merasa canggung di antara orang-orang besar seperti ini. Beruntung, Angelina datang dan menemaninya mengobrol untuk menghilangkan rasa gugup.


"Kau terlihat keren dengan semua koleksi ini, Jo. Kau berbakat," puji Angelina.


"Kak, aku bahkan tidak menyangka bisa melakukan ini. Jika boleh jujur, aku menyimpan banyak sekali fotomu di ponselku sebagai contoh agar aku tidak merasa kaku di depan kamera," ucap Jojo malu-malu. Sudah jelas, ia mengagumi sosok wanita cantik di depannya.


"Kau bisa melakukannya tanpa aku. Ini benar-benar menakjubkan. Tidak salah keluarga Ken memilihmu."


"Ya, aku bisa melakukannya juga berkat mereka berempat, Kak. Mereka mendukungku."


Mereka mengobrol cukup lama hingga tiba-tiba Keenan datang. Laki-laki itu mengajak Jojo untuk menemui salah seorang temannya yang tertarik dengan bakat yang Jojo miliki, tentu saja visual yang mendukung adalah poin penting.


Teman Keenan juga seorang produser, sambil mengobrol ringan, orang tersebut memberi tawaran pada Jojo untuk menjadi bintang iklan salah satu produk kecantikannya.


"Ah, sepertinya ini terlalu cepat. Tapi, saya masih baru dan butuh banyak belajar sebelum melangkah lebih jauh."


Jojo menolak dengan sopan dan halus, ia tidak ingin menyinggung perasaan orang baik yang sudah percaya padanya. Gadis itu hanya kurang percaya diri jika melangkah lebih jauh tanpa persiapan. Lagi pula, ia sudah cukup sibuk mengurus empat anak asuhnya dan jadwal kuliah yang padat.


"Kenapa kau menolak tawaran itu?" tanya Keenan. Padahal laki-laki itu berpikir jika langkah Jojo akan semakin mudah jika mulai merambah dunia iklan di layar kaca.


"Jika aku menerima tawaran itu, kalian berempat tidak akan terurus. Lagi pula kegiatan kuliahku sedang padat, Kak. Aku menyukai pekerjaanku untuk kalian, menjadi model perusahaan kalian juga hanya untuk membantu," jelas Jojo.


Keenan tidak habis pikir, tawaran menggiurkan bahkan ditolak mentah-mentah oleh Jojo hanya karena ia lebih menyukai pekerjaannya sebagai pengasuh.


Keenan memuji sikap konsisten dan bertanggung jawab gadis cantik di depannya. Jojo seperti dua orang berbeda saat berada di dapur dan saat keluar rumah. Gadis itu punya aura kecantikan tersendiri untuk memikat pandangan mata siapapun.


Hari semakin malam, Kalingga amat sibuk dengan para tamu dan rekan bisnis yang datang untuk melihat-lihat juga memberi ucapan selamat. Kylan sibuk tebar pesona sementara Kai setia menemani Kalingga berkeliling.


Gerai dua lantai yang cukup luas ini tidak hanya memberikan ruang lebih besar untuk orang berkeliling dan melihat apapun yang mereka inginkan. Gerai berbentuk gedung putih ini dilengkapi dengan beberapa tempat kasir, termasuk beberapa ruang ganti dan toilet.


Semua pakaian ditata rapi berdasarkan warna dan modelnya. Seluruh pekerjaan yang melibatkan gerai ini diurus langsung oleh empat bersaudara. Sedikit banyak, Jojo turut membantu memberi pendapat.


Hari pembukaan, Jojo bertugas sebagai kasir bersama Keenan saat beberapa teman langsung memborong beberapa pakaian. Mereka begitu kompak bekerja dan menyapa orang-orang yang datang dengan setumpuk baju di tangan.


Tidak disangka, penjualan pertama di hari pembukaan justru hampir menghabiskan separuh dari koleksi yang terpajang di gerai hanya dalam waktu tiga jam. Semua orang antusias dengan kerja keras keluarga ini.


Sambil menunggu kasir, Jojo dan Keenan bercanda dan mengobrolkan banyak hal. Keenan terus meledek Jojo karena kini ia akan menjadi terkenal setelah fotonya menyebar di berbagai majalah.


Samar-samar, Jojo seperti melihat seseorang yang ia kenal berjalan di antara orang-orang yang berjalan hilir mudik melihat koleksi pakaian. Wanita paruh baya bergaun hitam selutut dengan mantel bulu. Jojo tidak yakin, namun wanita itu terlihat seperti Merlinda.


"Kak, kau tunggu di sini. Aku akan segera kembali," ucap Jojo pada Keenan. Tanpa menunggu laki-laki itu memberi jawaban, Jojo bergegas pergi hendak menyusul Merlinda.


Jojo berusaha menemukan Merlinda di tengah banyaknya tamu yang memenuhi gerai. Gadis itu juga berulang kali menghentikan langkah ketika ada seseorang yang menyapa ramah.


"Ah, baik." Jojo merasa tidak sopan jika menolak, namun ia takut kehilangan jejak Merlinda yang semakin cepat tertelan kerumunan.


Setelah beberapa foto diambil, laki-laki itu berterima kasih dan menjabat tangan Jojo. Gadis itu tidak sempat meladeni beberapa pertanyaan dan segera pamit.


Sayangnya, gadis itu kehilangan Merlinda. Jojo yakin jika wanita paruh baya yang ia lihat adalah Merlinda. Ia tidak tahu, apakah salah satu dari anak asuhnya mengundang Merlinda. Namun ia akan senang jika Merlinda mau menemui anak-anaknya saat mereka berkumpul seperti ini.


"Sedang apa di sini?" tanya Kylan sambil menepuk bahu Jojo saat melihat gadis itu kebingungan. "Siapa yang kau cari?"


"Hei, apa kau tidak melihat mamamu?" tanya balik Jojo.


"Mama? Aku tidak melihatnya. Lagi pula, siapa yang peduli," ucap Kylan datar. Jojo menghela napas panjang melihat sikap Kylan tidak berubah.


"Aku seperti melihatnya di sini. Tapi ...."


"Sudahlah, tidak mungkin dia punya waktu untuk hal tidak berguna seperti ini," ketus Kylan. Apapun yang berhubungan dengan Merlinda, selalu membuat empat bersaudara mendadak bersikap tidak biasa.


Jojo berjalan kembali ke tempat kasir, namun Kalingga menghentikan langkah gadis itu untuk menemaninya berkeliling dan menyambut beberapa tamu yang akan berpamitan pulang.


Tanpa canggung, Kalingga menggenggam jemari Jojo dan membawanya menemui beberapa teman. Laki-laki tampan itu seakan ingin memberitahu semua orang jika gadis di sampingnya begitu berarti untuknya.


Jojo mengikuti kemanapun langkah kaki Kalingga membawanya. Semakin malam, pengunjung makin berkurang. Kalingga membawa Jojo naik ke lantai atas dan menyapa orang-orang di sana.


"Tempat yang nyaman," ucap Jojo saat mereka berdua sampai di balkon, sebuah tempat yang dirancang seperti taman mini dengan beberapa bunga gantung dan koleksi sanseviera.


"Aku tidak menyangka jika semua akan sangat antusias di malam pembukaan," ujar Kalingga. Ia bahagia sekaligus bangga karena usahanya tidak sia-sia.


Jojo mengangkat tangan Kalingga yang masih menggenggam erat jemarinya. Gadis itu menggenggam tangan Kalingga dengan kedua tangan.


"Tidak ada hasil yang mengkhianati usaha, Kak. Kalian bekerja keras untuk mewujudkan mimpi. Kau sudah berusaha keras, membangun secuil harapan orang-orang yang menyayangimu."


"Kau adalah orang yang berpengaruh dalam usahaku, Jo," ucap Kalingga.


Lagi-lagi, Jojo membuat Kalingga terhipnotis. Apakah perasaan ini yang disebut dengan cinta?


"Apakah aku sungguh jatuh cinta padamu?" batin Kalingga.


🖤🖤🖤


Kalingga & Jojo di acara pembukaan gerai "Anyelir"