ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Siapa Yang Lebih Gila?


Liburan yang terasa seperti bulan madu selama tiga hari membuat Jojo dan Kalingga sangat bahagia. Mereka akhirnya kembali pulang setelah menikmati waktu bersantai di pulau yang indah.


Siang ini, mereka sudah tiba di bandara kota dan ketiga adik Kalingga sudah menunggu. Mereka tidak sabar menantikan kepulangan Kakak dan Kakak iparnya.


"Apa kalian membeli oleh-oleh untukku?" tanya Kai. Ia membantu membawa tas jinjing milik Jojo.


"Tentu," jawab Jojo. Ia memberi Kai sebuah gantungan kunci berbentuk pohon kelapa.


"Ah, Kakak Ipar. Tidak bisakah kau memberiku yang lbih baik?" keluh Kai. Jauh-jauh berlibur di luar kota dan mendiami pulau pribadi selama tiga hari ternyata hanya pulang membawa gantungan kunci, ini sungguh membuat Kai kecewa.


"Tidak, sebagai gantinya maka kita bisa pergi makan bersama," ajak Jojo.


"Hmm, ide bagus." Kylan pun setuju.


Jojo dan empat laki-laki tampan itu akhirnya memutuskan untuk singgah di sebuah kafe dan restoran yang terletak tidak jauh dari bandara. Jojo memesan banyak sekali makanan dan mentraktir ketiga adik iparnya sebagai ganti karena Ia tidak membawa oleh-oleh untuk mereka.


"Apa liburan kalian menyenangkan?" tanya Keenan.


"Hmm, itu liburan terbaikku," jawab Jojo.


"Bagus, tidak sia-sia kami membayar mahal," sela Kylan. Menyewa pulau pribadi selama tiga hari tentu membutuhkan biaya yang tidak murah. Dan hal itu tidak menjadi masalah bagi Keenan atau Kylan karena mereka bisa melihat Kalingga dan Jojo bahagia dan menikmatinya.


"Lain waktu kita akan datang ke sana beramai-ramai, itu tempat yang bagus," ucap Kalingga. Suatu saat nanti, ia berkeinginan membawa adik-adiknya pergi bersama.


"Benarkah? Aku juga?" tanya Kai.


"Tidak jika kau meminta kami membayarnya. Kau harus bayar sendiri," sela Keenan.


Kai mendengus kesal, mengapa orang-orang ini sangat tidak pengertian padanya?


"Jika suatu saat ini aku punya banyak uang, aku bahkan akan membeli pulau sendiri," ucap Kai penuh rasa percaya diri. Jojo tersenyum sambil menggelengkan kepala pelan, mereka semua terlihat kekanak-kanakan jika sudah berkumpul bersama.


Kylan dan Kai berebut menceritakan keseharian mereka selama Kalingga dan Jojo pergi. Mereka harus berbagi tugas setiap hari untuk mencuci piring hingga membereskan rumah.


Sementara Keenan, ia makan sambil tersenyum di depan layar ponselnya, laki-laki itu asik saling berbalas pesan dengan Angelina.


"Apa dia selalu seperti itu?" tanya Kalingga pada Kai. Ia melirik Keenan yang terlihat aneh.


"Hmm, akhir-akhir ini dia seperti dimabuk cinta. Dia bahkan jarang berbicara dengan kami dan sibuk tersenyum dengan ponselnya," jelas Kai.


"Dia sedikit gila," gumam Kalingga. Meski suaranya tidak terlalu keras, namun Keenan bisa mendengar dengan jelas kata-kata Kakak sulungnya.


"Angelina akan pulang dua minggu lagi, dia menanyakan padaku apa Jojo tidak ingin oleh-oleh sesuatu," ujar Keenan.


"Hmm, dia bilang merindukanmu."


"Ah, sweet!" seru Jojo. Ia sendiri sudah beberapa waktu terakhir jarang berkomunikasi dengan Angelina, mungkin karena Angelina sudah mulai menjalin hubungan serius dengan Keenan, maka wanita itu sibuk memprioritaskan Keenan untuk tempatnya bercerita.


Jojo melihat-lihat beberapa minuman yang ada di depannya, ia tidak berselera dengan minuman dengan pemanis buatan. Dan keinginan itu kembali muncul.


"Bisa pesankan aku es kelapa muda?" tanya Jojo.


"Itu lagi? Bukankah konsumsi berlebihan itu tidak baik, Sayang?" tanya Kalingga. "Kau bahkan minum air kelapa muda setiap hari di pulau," lanjutnya.


"Aku hanya minum satu buah kelapa muda kecil perhari, Sayang. Sepertinya ini keinginan bayi kita, bukan keinginanku," ucap Jojo dengan wajah sedih. Melihat hal itu, Kalingga tidak bisa menolaknya dan pergi ke meja pesanan.


Hanya selang beberapa menit, Kalingga kembali dengan satu buah kelapa muda berukuran besar. Jojo begitu bersemangat dan dan meraih kelapa itu dalam pelukannya.


"Minum pelan-pelan, kau seperti tidak pernah minum air kelapa muda saja," ejek Kylan saat melihat Jojo.


"Di pulau tempat kami berlibur, banyak sekali pohon kelapa tinggi. Itu tempat yang bagus," ungkap Jojo.


"Ah, pasti nikmat rasanya minum air kelapa di bawah pohon kelapa. Apa lagi kalau kelapanya di petik sendiri dari pohonnya," ujar Kylan.


"Kakak kan tidak bisa memanjat pohon," sela Kai.


"Kalau bisa merobohkannya kenapa susah-susah memanjatnya," gumam Kalingga.


"Jika kau melakukannya artinya kau lebih gila dariku, Kak." Keenan berusaha sambil tersenyum samar.


"Dia melakukannya," ujar Jojo sambil menahan tawa.


"Kakak merobohkan pohonnya? Serius?" tanya Kylan. Kai dan Keenan melotot menunggu jawaban kepastian.


Jojo tersenyum, ia membuka ponsel dan memperlihatkan foto tujuh buah kelapa muda yang Kalingga bawa untuknya setelah merobohkan satu pohon. Jojo juga memperlihatkan foto Kalingga saat laki-laki itu berusaha memanjat pohon dan ia memotret nya diam-diam.


"Kau gila!" Keenan berucap lirih. Sementara Kylan terdengar menghembuskan napas panjang. Ia tidak habis pikir, ternyata kakak sulungnya bisa bertindak gila atas nama cinta.


Kai menodongkan garpu ke wajah Kalingga dengan senyum merekah. Ia membanggakan tindakan ekstrim kakaknya.


"Aku suka gayamu!"


🖤🖤🖤