ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Tugas Malam


Setelah makan malam selesai, Kai, Kylan dan Sunny membawa Queen duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi. Sementara Keenan bersama Angelina asik melihat film lama yang pernah mereka perankan bersama. Mereka berdua duduk di pinggiran pantai sambil menikmati suasana malam yang tidak akan pernah mereka temukan saat tinggal di kota.


"Apa menurutmu Kakak akan baik-baik saja?" tanya Kylan pada Kai. Melihat Kalingga dan Jojo yang sama-sama diam saat di ruang makan, membuat perasaan Kylan tidak tenang.


"Aku tidak yakin," jawab Kai. Ia duduk di lantai sambil memegangi Queen yang asik berdiri memukul meja.


"Ini akan menjadi liburan yang buruk jika mereka bertengkar dalam jangka panjang," gumam Kylan.


"Jangan khawatir, aku yakin Kak Jojo tidak akan bisa marah berlama-lama pada suaminya. Wanita biasanya memang mudah marah, tapi jika laki-laki bisa berusaha keras, wanita juga mudah memaafkan namun tidak dengan melupakan," ungkap Sunny.


"Ya, semoga saja. Paling tidak mereka bisa melanjutkan sesi pertengkaran mereka setelah liburan kita berakhir," ucap Kylan.


"Kita harus menjaga Queen agar mereka bisa bicara dan saling memaafkan. Beri Kakak waktu agar bisa merayu Kakak Ipar." Kai memberi saran. Kylan dan Sunny nampak setuju, mereka sepakat untuk menjaga Queen agar Kalingga dan Jojo bisa berbaikan.


🖤🖤🖤


Di kamar utama yang paling luas, Jojo sedang duduk di depan meja rias sambil merapikan peralatan make up miliknya ke dalam tas berukuran mini.


Meski banyak yang selamat dari semua alat make up dan kosmetiknya, Jojo tetap merasa sedih karena dua lipstik dan satu kotak eyeshadow miliknya hancur berantakan.


Saat berada dalam kebingungan, tiba-tiba ponsel Kalingga bergetar dan ia menerima sebuah pesan singkat dari adik bungsunya.


"Kami akan menjaga Queen. Rayu Kakak Ipar sampai dapat!" Tulis Kai dalam pesannya.


"Sayang," ucap Kalingga lirih. Ia berdiri di belakang Jojo sambil memegang pundak wanita itu. "Kita akan membelinya lagi nanti. Jangan sedih, aku akan membelinya untukmu," lanjutnya.


"Eyeshadow ini masih baru, ini adalah edisi terbatas dari salah satu brand terkemuka. Irene mengirimkannya lewat ekspedisi beberapa hari lalu sebagai hadiah. Dan sekarang ...." Jojo diam, ia tidak melanjutkan kata-katanya.


"Maaf," lirih Kalingga. Hanya itu yang bisa ia katakan saat ini.


Ini bukan tentang berapa harga barang yang rusak dan pecah, ini adalah tentang pemberian seseorang yang sayang untuk dibuang meski dalam keadaan tak bisa lagi digunakan.


"Lain kali aku akan menjaga Queen dengan lebih berhati-hati. Aku berjanji." Kalingga duduk berjongkok di samping Jojo sambil memegang tangan wanita itu.


Jojo merasa sedih, Irene bercerita padanya jika eyeshadow ini ia beli dengan bonus pertamanya sebagai wakil kepala produksi perusahaan farmasi tempatnya bekerja. Ini adalah hadiah untuk Jojo karena wanita itu sudah membantu Irene meraih impiannya dan mendapatkan pekerjaan lebih baik. Jojo menyesal karena tidak bisa menjaga dengan baik barang pemberian sahabatnya.


"Aku akan mencari tahu di mana Irene membelinya dan aku akan menggantinya dengan yang baru. Please, jangan sedih," bujuk Kalingga.


Melihat suaminya memohon maaf penuh penyesalan, Jojo merasa tidak tega. Wanita itu menahan bulir bening yang hampir menetes di pipinya sambil tersenyum samar. Ia tidak kuasa melihat suaminya bersedih terlalu lama.


"Jika tersenyum, kau semakin cantik," puji Kalingga. Ia mencium punggung tangan Jojo kemudian memeluk wanita itu.


Akhirnya mereka berdua kembali berbaikan dan Jojo kembali tersenyum. Sudah lebih dari satu tahun menikah, mereka berdua tidak pernah bertengkar hebat. Meski kesalahpahaman kecil sering terjadi, namun Jojo dan Kalingga berusaha untuk saling memahami dan memaafkan satu sama lain.


"Di mana Queen?" tanya Jojo.


"Kita membawa banyak pengasuh. Mereka bisa menjaga Queen selagi kita menikmati malam liburan kita hanya berdua," bisik Kalingga.


Laki-laki itu menggiring tubuh Jojo menghadap ke jendela kaca besar yang menghadap laut. Ia membuka gorden dan menikmati suara ombak yang terdengar bergemuruh menerjang karang.


Kalingga membuat Jojo melupakan amarah yang meledak-ledak beberapa saat lalu. Laki-laki itu memeluk tubuh Jojo dari belakang sambil sesekali mencium tengkuk leher istrinya.


"Jangan sekarang," ucap Jojo. Ia tahu setiap kali Kalingga mulai menampakkan keinginannya.


"Queen bersama mereka, kita hanya butuh sepuluh menit," rengek Kalingga.


"Tidak, Sayang," tolak Jojo. Ia melepaskan diri dan mendorong lembut tubuh Kalingga. Namun laki-laki itu tidak ingin menyerah, ia merangkul Jojo dan menjatuhkan wanita itu di atas tempat tidur.


"Hanya sepuluh menit. Aku berjanji," ucap Kalingga.


Melihat keinginan suaminya yang seakan sudah sampai di ubun-ubun, Jojo tidak bisa menolak. Ia membiarkan Kalingga mulai menikmati setiap lekuk tubuhnya dan membuat laki-laki itu bergerak dengan cepat untuk mempersingkat waktu.


"Aku tidak mau kita terburu-buru," bisik Kalingga di sela napas mereka yang tersenggal.


Suara desa*han dan rintihan kenikmatan sedikit tertahan agar tidak membuat mereka yang berada di luar ruangan merasa penasaran. Jojo dan Kalingga tidak ingin membuat dua adiknya yang dimabuk asmara mengikuti kegiatan malam mereka malam ini.


🖤🖤🖤