
Kai terdiam saat Jojo mengancamnya. Entah mengapa, akhir-akhir ini Jojo bahkan lebih memperketat pengawasannya. Mungkin karena trauma jika Kai sampai membuat masalah lagi.
"Kak, aku hanya pergi satu jam." Kai menatap Kalingga memohon pertolongan.
"Tidak, sekali tidak tetap tidak. Besok kau sekolah, kau bisa menemui temanmu di sekolah," sela Jojo dengan cepat sebelum Kalingga memberi jawaban.
Kalingga sebenarnya berniat membiarkan Kai pergi selama satu atau dua jam sebelum jam makan malam mereka tiba. Namun karena Jojo bersikukuh meminta bocah laki-laki itu pulang saat ini juga, Kalingga tidak punya pilihan. Jojo memegang kendali penuh terhadap Kai.
"Ah, Jojo." Kai mengembuskan napas kasar. Ia akhirnya mengalah dan membatalkan rencananya. Bagaimanapun, ia harus pulang demi menu makan malam yang enak dan terhindar dari amukan pengasuhnya.
"Bagus. Anak baik, aku akan membuat dua ayam goreng besar untukmu," ucap Jojo. Ia merangkul pundak Kai sambil berjalan keluar kafe. Sementara Kai, ia hanya tersenyum kecut. Bahkan ketiga kakaknya kini tidak punya kuasa untuk melawan Jojo.
Jojo kembali masuk ke mobil milik Kalingga, sementara Kai dengan motornya dan Keenan bersama Kylan. Mereka pulang dengan cepat dan tiba di rumah sebelum hari mulai gelap.
Setelah sampai, Jojo segera mandi dan memasak menu makan malam untuk keempat anak asuhnya. Kalingga sudah memintanya istirahat dan memesan makanan di luar, namun Jojo menolak dengan alasan berhemat. Gadis itu mulai kembali dengan kesibukannya di dapur dan membuat nasi goreng dan beberapa paha ayam goreng sebagai lauk.
Makan malam berakhir cepat karena hari minggu ini lebih melelahkan dari minggu biasanya. Kai membantu Jojo mencuci piring, sementara gadis itu membereskan meja makan.
"Kau sudah melunasi utangmu?" tanya Jojo pada Kai. Ia ingat jika bocah itu sudah menerima uang jajan dari Kalingga.
"Ya, dan sekarang aku bahkan tidak bisa membeli segelas air karena tidak punya uang sama sekali," jawab Kai sedikit berbisik. Nasibnya sedang kurang beruntung bulan ini, namun ia sepertinya tidak pernah kapok melibatkan Jojo dalam masalahnya.
Jojo berjanji pada anak bungsunya untuk membantunya selama satu bulan ini asalkan Kai menjadi anak baik dan menuruti semua ucapannya. Demi uang jajan, Kai berjanji melakukan apapun yang Jojo inginkan.
Setelah keduanya selesai dengan pekerjaannya, Kai dan Jojo kembali ke kamar masing-masing. Hari ini Jojo merasa tubuhnya bahkan lebih lelah dari melakukan pekerjaan rumah selama seharian penuh. Gadis itu tidak menduga, jika menjadi model ternyata hal yang sulit dan melelahkan. Bergaya di depan kamera dan menghasilkan foto yang bagus tidak semudah yang ada dalam bayangannya.
Di dalam kamar, Kalingga sedang asik di atas tempat tidur dengan posisi tengkurap dan laptop di depannya. Ia sibuk memperhatikan satu persatu foto Jojo lebih dekat dan detail. Siapapun tidak ada yang menyangka, jika ide yang dikemukakan oleh Kai akan berhasil dengan baik meski awalnya Kylan begitu keberatan.
"Cantik!" gumam Kalingga sambil mengulum senyum. Laki-laki itu merasakan jantungnya berdegup kencang dengan dada berdebar setiap wajah Jojo terlintas di pikirannya. Namun sayang, Kalingga hanya mampu mengagumi dalam diam.
Beberapa foto yang berhasil diambil memang menampilkan sisi lain dari Jojo. Gadis polos yang biasa hanya memakai kaos oblong dan celana olahraga itu nampak sangat memukau dalam balutan gaun mewah. Jika sedang berada di rumah, Jojo selalu mengandalkan kaos oblongnya dan memadukannya dengan celana panjang atau yang paling baik adalah hot pants.
Besok, akan ada dua model yang akan melakukan pemotretan beberapa produk lain seperti lingerie, baju renang, bahkan G-string. Kalingga tidak mungkin memiliki pikiran untuk menjadikan Jojo sebagai model seperti itu.
Pukul sebelas malam, suasana rumah nampak sangat sepi. Kalingga keluar kamar dan tidak melihat siapapun. Laki-laki itu menduga jika adik-adiknya pasti sudah tidur lebih awal. Ia berjalan menuruni anak tangga menuju dapur. Setelah memilah beberapa foto Jojo sesuai permintaan Kylan sebagai bahan editing, Kalingga merasa lapar.
Saat berada di dapur, laki-laki membuka lemari pendingin dan membuat sereal milik Kai. Ia juga membuat segelas kopi untuk dirinya sendiri. Beruntung, Jojo masih menyimpan beberapa sachet kopi instan.
"Kak, sedang apa?" tanya Jojo. Dari kamarnya ia mendengar suara berisik dari arah dapur dan memutuskan untuk memeriksanya.
"Aku sedang menjernihkan pikiran. Kenapa tidak mengetuk pintu kamarku, aku bisa membuatkan mie instan untukmu," ucap Jojo.
"Ah, tidak perlu. Aku tidak seperti Keenan dan Kylan si pecinta mie instan. Aku lebih suka sereal jika tidak bisa tidur tengah malam."
"Kau tidak bisa tidur dan malah membuat kopi? Harusnya kau membuat susu, Kak!" tegur Jojo. "Lagi pula tidak biasanya kau minum kopi," lanjutnya.
"Aku hanya minum saat ingin saja. Maukah kau, menemaniku duduk di sini sebentar?" pinta Kalingga. Ia butuh teman selagi menikmati semangkuk sereal. Jojo mengangguk setuju dan mengambil ponselnya yang tertinggal di kamar.
Gadis itu meletakkan ponsel di atas meja dengan posisi miring dan setengah berdiri. Rupanya, ia sedang menonton sebuah film kesukaannya.
Diam-diam Kalingga ikut mendengarkan suara dari arah ponsel, laki-laki itu mulai paham jika Jojo sedang asik menikmati sebuah tontonan berupa drama korea.
"Drama apa yang kau tonton?" tanya Kalingga.
"Drama Korea, Kak. Setiap minggu pasti ada promo pembelian kuota besar, jadi aku bisa puas menonton drama kesukaanku," jelas Jojo.
"Jadi, kau hanya menonton di hari minggu saja?" tanya Kalingga penasaran.
"Ya, sayang sekali kalau aku menghabiskan uang jajanku untuk membeli kuota. Lagi pula, promo hari minggu sangat murah, aku bisa membelinya untuk menjernihkan pikiranku setelah sibuk tujuh hari dalam seminggu mengurus kalian semua."
Kalingga mengangguk paham. Ia tidak heran, karena Jojo memang tipe orang yang super hemat. Sangat berbeda dengan dirinya yang punya banyak uang hingga tidak terlalu peduli berapapun uang yang ia keluarkan. Hanya saja, ia tetap berusaha mengontrol keuangan agar bisa menjadi contoh baik bagi adik-adiknya.
Setelah menghabiskan semangkuk sereal, Kalingga membawa secangkir kopinya ke dalam kamar. Ia meminta Jojo agar tidur lebih cepat dan tidak begadang.
🖤🖤🖤
Senin yang sibuk membuat seluruh penghuni rumah bangun lebih pagi. Jojo sudah sibuk membersihkan rumah dan memasak menu sarapan untuk anak asuhnya sejak pagi buta.
Ia mendatangi keempat anak asuhnya ke kamar masing-masing untuk memberitahu mereka jika sarapan pagi telah siap. Namun saat masuk ke dalam kamar Kai, gadis itu malah diseret untuk membantu Kai mengerjakan PR yang lupa bocah itu kerjakan.
"Enak saja, kerjakan sendiri," tolak Jojo.
"Ya Ampun, Jojo. Kau kan baik dan cantik." Kai mulai merayu, ia tidak punya waktu untuk mencontek di sekolah karena PR ini akan dikumpulkan saat jam pertama dimulai.
"Memang. Tapi tetap saja, itu PR mu." Jojo berjalan keluar dari kamar Kai dengan santai tanpa peduli anak bungsunya mulai mengiba dan merengek memohon bantuannya.
🖤🖤🖤