ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Jantung Berdebar


Kalingga dan Jojo menghabiskan waktu mereka di dalam pesawat dengan mengobrol, membaca majalah. Kalingga dengan senang hati memesankan beberapa makanan dan camilan untuk Jojo. Gadis itu pun tidak sungkan untuk menceritakan kesehariannya saat di kampus.


"Jadi, Keenan baru saja menyelamatkanmu?" tanya Kalingga. Jojo menceritakan saat Keenan berpura-pura menjadi pacarnya di depan Leon.


"Ya, beruntung saat itu kak Keenan ada di sana. Aku benar-benar terganggu dengan Leon, Kak."


Kalingga mengangguk paham. Ia menyadari, ketiga adik-adiknya kini sudah semakin dekat dengan Jojo. Bahkan Kai dan Kylan yang sulit diatur pun kini bisa ditahlukkan oleh Jojo.


Jojo dan Kalingga bercanda, mereka mengobrol tentang banyak hal juga tentang Olivia. Kalingga menegaskan berulang kali jika ia dan Olivia tidak memiliki hubungan apapun saat Jojo meledeknya.


Setelah lebih dari sepuluh jam berada di dalam pesawat, kini mereka berdua turun untuk melakukan transit. Namun dari maskapai pihak penerbangan memberikan informasi jika waktu transit untuk tujuan kota New York akan lebih lama karena cuaca buruk. Jika sebelumnya waktu transit yang diperkirakan adalah tiga hingga empat jam, maka kali ini pihak penerbangan tidak bisa berjanji untuk hal itu. Jika cuaca belum membaik, maka mereka meminta penumpang tujuan tersebut untuk menunggu hingga enam jam.


Jojo dan Kalingga menyeret koper mereka masing-masing saat berada di bandara. Karena mereka tidak mungkin menunggu hingga enam jam di ruang tunggu bandara, maka Kalingga berniat untuk mengajak Jojo beristirahat sementara di hotel dekat bandara.


"Apa tidak apa-apa jika kita menunggu di luar bandara?" tanya Jojo. Ia sama sekali belum memiliki pengalaman dengan transportasi udara, jadi ia tidak mengerti.


"Mereka akan memberiku kabar melalui telepon, Jo. Tenang saja," jawab Kalingga. "Sini, aku bawakan kopermu," pintanya.


"Aku bisa membawanya sendiri, Kak. Ini nggak berat kok."


Kalingga dan Jojo menaiki sebuah taksi, jarak bandara dan hotel sangat dekat karena bersebelahan. Namun Kalingga tidak setega itu mengajak Jojo berjalan kaki.


"Aku pesan dua kamar, ya," ucap Kalingga.


"Hanya untuk istirahat selama enam jam? Sebaiknya satu kamar saja, Kak. Lagi pula aku bisa menunggumu di luar kamar," tolak Jojo. Ia merasa tidak enak hati jika Kalingga mengeluarkan banyak biaya untuk dirinya.


Kalingga tidak menolak juga tidak setuju, namun ia hanya memesan satu kamar sesuai saran Jojo. Harga reservasi di hotel ini cukup menguras kantong meski hanya dipakai untuk beberapa jam.


Setelah mendapatkan kunci, seorang petugas hotel membantu Jojo membawa koper miliknya, sementara Kalingga membawa kopernya sendiri. Jojo tidak terlalu banyak bertanya, ia senang Kalingga tidak membuang-buang uangnya untuk memesan dua kamar.


"Ayo masuk," ajak Kalingga. Ia membuka pintu dan mempersilahkan Jojo masuk lebih dulu.


"Aku tunggu di luar saja, Kak." Jojo menolak.


"Ayo, kau harus beristirahat. Keberangkatan kita masih enam jam lagi." Kalingga memaksa. Ia mendorong tubuh Jojo masuk ke dalam kamar.


Setelah memberi tip pada petugas hotel yang membantu Jojo, Kalingga menutup pintu rapat.


"Kau bisa tidur di kasur, aku akan tidur di sofa," ujar Kalingga. Ia mengambil handuk dan berniat mandi.


"Aku sudah tidur berjam-jam di dalam pesawat, aku nggak ngantuk, Kak."


Kalingga hanya mengangguk lalu masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Jojo berjalan-jalan mengelilingi kamar.


Jojo menuju dapur dan melihat beberapa makanan cepat saji di lemari. Ada susu juga sereal. Sambil menunggu Kalingga selesai mandi, Jojo membuat dua gelas susu dan sereal rasa coklat. Melihat sereal ini mengingatkan dirinya pada Kaivan.


"Kira-kira sedang apa bocah nakal itu?" batin Jojo bertanya. Ia bahkan tidak bisa menggunakan ponselnya untuk menghubungi siapapun karena nomornya tidak bisa digunakan di luar negeri.


Setelah susu dan sereal siap, Jojo membawanya ke ruang televisi. Karena Kalingga belum juga selesai mandi, Jojo membuka tirai yang menghalangi cahaya masuk dari jendela.


Hotel mewah dengan fasilitas lengkap ini dilengkapi dengan kolam renang di tiap lantai. Dari jendela juga bisa terlihat pemandangan langsung ke bandara, di mana pesawat-pesawat terparkir rapi karena cuaca buruk yang tidak memungkinkan untuk terbang.


Dalam hati Jojo sangat bahagia, ia tidak menyangka bisa merasakan ke luar negeri. Meski tujuannya tidak sedang berlibur, namun Jojo sudah menganggapnya sebagai liburan. Kapan lagi ia bisa merasakan hal ini.


"Sedang apa, Jo?" tanya Kalingga. Laki-laki itu berdiri di belakang Jojo dengan bertelanjang dada. Ia memakai handuk yang dililitkan di pinggangnya.


Saat Jojo berbalik, ia terkejut dan seketika membuang muka.


"Sedang menikmati pemandangan indah, Kak," jawab Jojo. Ia merasa gugup, jantungnya berdegup kencang karena tidak sengaja melihat Kalingga di belakangnya. Jojo berusaha mengontrol laju nafasnya yang tak terkendali.


"Tidak hanya pemandangan di depanku, pemandangan di belakangku juga indah," batin Jojo. Gadis itu mengusap kasar wajahnya yang bersemu merah.


Meski begitu, Kalingga tidak juga sadar diri jika ia membuat Jojo gugup. Gadis itu terus menatap ke luar jendela selama Kalingga tidak beranjak dari tempatnya berdiri.


"Itu susu dan sereal untukmu, Kak." Jojo memberitahu laki-laki itu tanpa membalikkan badan. Ia takut tubuh Kalingga menodai matanya.


"Terima kasih. Aku baru mau pesan makanan untuk kita," ujar Kalingga. "Cepat mandi," lanjutnya.


Jojo membalikkan tubuh dan menunduk, matanya sedikit menyipit untuk menghindari Kalingga. Saat berjalan menuju kamar mandi, Kalingga mengikutinya. Jojo semakin gugup, ia memegang dadanya.


"Kau mau ke mana, Kak?" tanya Jojo. Ia tahu pikirannya sedang berkelana tentang hal buruk.


"Mengambil kaosku yang tertinggal di kamar mandi," jawab Kalingga santai. Ia melewati Jojo dan masuk ke dalam kamar mandi.


Kalingga melepas handuknya di depan Jojo secara tiba-tiba, gadis itu hampir berteriak karena takut akan melihat sesuatu. Namun beruntung, rupanya di dalam handuk itu Kalingga sudah memakai celana pendek.


Jojo menghela nafas panjang, ia menelan ludah dan mengusir pemikiran nakal di dalam kepalanya. Saat Jojo hendak mengambil handuk bekas Kalingga, laki-laki itu melarangnya.


"Ada handuk lain, jangan pakai bekasku," ujar Kalingga. Ia membuka laci dan memberi selembar handuk lebar untuk Jojo. Tanpa banyak bicara, gadis itu menerimanya dan segera masuk ke dalam kamar mandi.


Diam-diam, Kalingga mengamati ekspresi wajah Jojo yang begitu menggemaskan. Selama ini ia berpikir Jojo adalah gadis pemberani dalam segala hal, namun nyatanya gadis itu sangat pemalu dan gugup tiba-tiba saat melihatnya bertelanjang dada.


Tanpa sadar, Kalingga mengulum senyum. Bagaimana bisa gadis seperti Jojo membuat jantungnya berdebar hebat?


🖤🖤🖤