ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Hanya Berempat


Kalingga merasa tidak enak hati jika Keenan menolak permintaan April. Apa lagi wanita itu sangat menyukai Keenan, terlihat dari cara bicara dan sikapnya.


"Pergilah, aku yang akan mentraktir mereka," ujar Kalingga. Wajah Jojo dan Kai yang awalnya muram, kini kembali cerah.


"Tapi, Kak ...."


"Kakak sedang berbaik hati mentraktir kami, pergilah," sela Jojo.


Keenan menelan ludah, mengapa kini Jojo dan saudara-saudaranya seakan mengusirnya. Padahal ia ingin sekali pergi bersama mereka. Waktu kebersamaan seperti ini sangat sulit mereka dapatkan, namun kesempatan ini pada akhirnya akan berakhir sia-sia.


"Pergi sana, pergi," ucap Kai sambil tersenyum lebar. Ia mengayunkan kedua tangannya memberi isyarat agar Keenan segera pergi.


"Lihat, kakak dan adikmu mengizinkan. Ayo," ajak April. Ia menyeret lengan Kalingga meninggalkan ketiga saudaranya.


Dalam hati Keenan menggerutu kesal. Mengapa Kalingga membiarkannya pergi bersama April. Bukankah seharusnya mereka bisa pergi makan es krim bersama.


Bepergian berempat seperti menjadi kesempatan langka bagi empat bersaudara ini. Keenan yang selalu sibuk dengan syuting dan pemotretan membuatnya sering pulang larut malam. Kylan juga sangat di sibukkan dengan jadwal pemotretannya. Ia selalu mendapatkan job besar dari para artis dan model. Sementara Kalingga, ia adalah satu-satunya orang yang paling bisa diandalkan dalam mengurus perusahaan keluarga mereka.


Bagi Kylan dan Keenan, mereka tidak terlalu menyukai dunia bisnis seperti yang Kalingga jalankan. Keenan menyukai seni peran. Kalingga mengirimnya di sekolah seni peran di luar negri saat lulus SMA. Sementara Kylan, ia menyukai fotografi, itulah yang membuat mereka sangat menyukai pekerjaan mereka.


Kalingga mengajak kedua adiknya dan Jojo meninggalkan bioskop. Mereka menuju sebuah mall yang terletak tidak jauh dari tempat tersebut.


Sejak bekerja di rumah anak asuhnya, ini adalah pertama kalinya mereka membawa Jojo jalan-jalan. Gadis itu tidak heran, karena semua anak asuhnya memang sibuk.


Setelah sampai di depan mall, Kalingga membawa mereka masuk ke sebuah gerai es krim. Jojo adalah orang yang paling bahagia malam ini. Kalingga berjanji akan mentraktirnya sampai puas.


"Rasa apa yang kau sukai?" tanya Kalingga pada Jojo.


"Semua rasa," jawab Jojo bersemangat. Kalingga membiarkan kedua adiknya duduk bersama Jojo sementara ia memesan es krim.


Selang beberapa menit, Kalingga kembali dengan berbagai varian es krim. Ia memberikan Jojo dengan semangkok es krim berukuran jumbo.


Kylan dan Kai tidak yakin jika gadis itu mampu menghabiskan es krim sebanyak itu.


"Kak, terima kasih banyak. Selain tampan, kau juga baik sekali," ucap Jojo. Kylan dan Kai melotot mendengar pujian itu.


"Jangan dengarkan dia, Kak. Jojo memujimu tampan hanya karena kau membelikannya banyak es krim," ujar Kylan. Ia seperti tidak terima jika Jojo memuji saudaranya tampan sementara ia tidak pernah mendapatkan pujian dari Jojo.


"Hei, aku hanya berkata jujur. Kakak memang tampan," sela Jojo menegaskan. Kalingga hanya tersenyum mendengar Jojo dan adiknya mulai berselisih.


"Bagaimana denganku? Apa aku juga tampan?" tanya Kylan.


"Dasar! Haus pengakuan!" seru Jojo sinis. Dari semua anak asuhnya, pemenang penghargaan narsisme dijuarai oleh Kylan dengan segudang rasa percaya diri.


Setelah mereka menghabiskan es krim mereka, Jojo masih menyisakan beberapa sendok. Ia sudah merasakan giginya yang ngilu dan perut begah. Ia sudah makan banyak di hotel, dan kini semangkuk es krim, tentu tidak akan muat di dalam perutnya.


Pukul sebelas malam, mereka berempat telah sampai di rumah. Jojo langsung menuju kamarnya karena merasa sangat ngantuk, begitu juga ketiga anak asuhnya.


Pukul satu dini hari, Jojo terbangun. Ia melihat jam di ponselnya lalu keluar dari kamar. Ia mencari keberadaan Keenan yang tak kunjung pulang.


"Ada apa tengah malam ke kamarku?" tanya Keenan tiba-tiba. Laki-laki itu berdiri di ambang pintu sambil menyeret jas hitamnya. Ia berjalan sempoyongan menuju tempat tidur.


"Kak, kau mabuk?" tanya Jojo. Gadis itu membantu Keenan naik ke atas kasur. Ia melepas sepatu dan kaos kaki Keenan, lalu menyalakan pendingin ruangan.


"Hanya sedikit pusing," keluh Keenan. Sebelah tangannya memegang kepalanya.


"Kenapa minum banyak sekali? Untung saja kau bisa pulang, kalau tidak?" gerutu Jojo. Gadis itu membenarkan letak tidur Keenan agar lebih nyaman, ia juga memasang selimut pada tubuh laki-laki itu.


Jojo meminta Keenan tidur dan beristirahat. Ia sudah cukup lega karena semua anak asuhnya sudah berada di rumah. Ia tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi.


🖤🖤🖤


Pagi-pagi sekali, Jojo sudah terbangun. Ia membuat teh jahe pereda pengar untuk Keenan dan mengantarkannya ke kamar laki-laki itu. Ia juga memasak sup ayam untuk anak asuhnya yang lain.


Pukul enam lebih, anak asuhnya sudah keluar dari kamar masing-masing dan duduk mengelilingi meja makan.


"Jam berapa Keenan pulang?" tanya Kalingga.


"Sekitar pukul satu. Dia sepertinya mabuk, mual, sakit kepala. Aku sudah membawakan teh jahe di kamarnya," jawab Jojo. "Biarkan dia tidur, aku akan menyiapkan sarapannya ke kamar," lanjutnya.


"Kau harus sarapan dulu,setelah itu baru urus Keenan," ujar Kalingga. Ia menghentikan Jojo yang sudah menyiapkan jatah sarapan untuk Keenan.


"Baik." Jojo kembali duduk, ia mengambil makanan dan menghabiskannya dengan cepat.


"Tolong bawakan aku bekal makan siang, Jo. Aku ada ekstra setelah pulang sekolah, jadi pulang lebih sore," ucap Kai.


"Ah, ya. Setelah ini akan aku siapkan," jawab Jojo. Ia mengantar makanan ke kamar Keenan dan melihat keadaan laki-laki itu.


Keenan masih tidur dengan nyenyak di bawah selimut. Jojo menggoyangkan pelan tubuh Keenan, ia hanya mengatakan jika makanan dan minuman untuk laki-laki itu sudah tersedia, namun tidak memaksanya untuk bangun lebih cepat.


"Lima menit lagi," ucap Keenan dengan suara serak. Matanya masih terpejam namun ia bisa mendengar suara Jojo dengan baik.


"Aku akan turun dan menyiapkan bekal untuk Kai. Bangun dan minum teh jahe buatanku agar rasa mualmu lekas hilang, Kak."


"Hmm."


Jojo keluar dan menutup rapat pintu kamar laki-laki itu. Ia kembali ke dapur dan segera menyiapkan bekal makan siang untuk Kai. Karena sup ayam yang ia masak pagi ini sudah habis tak tersisa, Jojo membuat dadar gulung, sosis goreng, serta ayam krispy sebagai lauk.


"Sudah siap?" tanya Kai. Ia berlari dari ujung tangga dan menghampiri Jojo. Bocah laki-laki itu membelakangi Jojo dan meminta pengasuhnya untuk memasukkan bekalnya ke dalam tas.


Kai berangkat lebih dulu, disusul oleh Kylan dan Kalingga.


"Hari ini Keenan nggak ada kegiatan. Tolong jaga dia selama kami pergi, kalau dia sudah membaik, kau bisa pergi kuliah," ujar Kalingga sesaat sebelum pergi. Jojo mengangguk, mengantar laki-laki itu menuju pintu utama. Saat Kalingga akan masuk ke dalam mobil, laki-laki itu berbalik dan tersenyum.


"Terima kasih, Jo!"


🖤🖤🖤