
Hari minggu ini akan menjadi hari bersejarah bagi Jojo. Setelah sarapan pagi selesai, ia mulai merasa gugup karena akan melakukan pemotretan di studio milik Kylan pukul sepuluh nanti.
Sebagai bahan pengetahuan, Jojo sampai membuka akun sosial media milik Angelina dan memperhatikan dengan seksama tiap wanita itu berpose di depan kamera. Paling tidak, Jojo bisa menjadikan wanita itu sebagai panutan. Gadis itu masih awam dalam hal seperti ini.
"Hari ini aku akan pergi main basket," ujar Kai. Ia membantu Jojo mencuci piring di dapur. Sejak Kalingga memberi pengumuman jika Jojo menerima penawaran untuk menjadi model di perusahaannya, Kai bersikap baik pada Jojo.
Tanpa Jojo mengatakannya, Kai paham jika pengasuhnya menerima tawaran itu karena dirinya. Kai butuh uang jajan yang tidak sedikit, sementara Jojo adalah tipe orang paling hemat yang Kai kenal. Kai pernah mendengar percakapan Jojo saat menelepon orang tuanya, gadis itu mengirimkan sebagian besar gajinya ke kampung halaman.
"Main basket ke mana? Dengan siapa?" tanya Jojo.
"Ke rumah teman, dia punya lapangan basket sendiri," jawab Kai.
"Jam berapa kau akan pulang?"
"Hei, berangkat saja belum kenapa sudah tanya kapan aku pulang," gerutu Kai.
"Baiklah, aktifkan terus nomormu. Aku akan menelepon nanti," ucap Jojo. Seperti biasa, Jojo akan meneror bocah itu dengan telepon dan pesan berbaris-baris jika sampai telat pulang.
Sejak beberapa bulan terakhir, Jojo mengontrol dengan ketat kegiatan Kai. Ke mana saja dan dengan siapa bocah laki-laki itu pergi, Jojo harus mengetahui semuanya. Sebagai bahan pertimbangan, Kai termasuk tipe bocah ceroboh dan suka membuat masalah, Jojo tidak mau ia merepotkan ketiga kakaknya.
Sayangnya, kepergian Jojo bersama Kalingga ke Amerika membuat Kai serasa terbebas dari pengawasan pengasuhnya. Ia kembali terlibat masalah. Jojo bahkan bersikap layaknya seorang ibu bagi Kai, ia tidak akan segan-segan untuk memarahi dan memberi nasehat panjang lebar.
Setelah Jojo membereskan dapur bersama Kai, Kalingga datang. Laki-laki itu meminta Jojo membantunya untuk mencari celana boxer yang hilang entah ke mana.
"Kai, tolong buang sampah itu ke depan, ya," pinta Jojo. Ia menunjuk tempat sampah yang berada di bawah meja dapur.
"Dasar, dikasih hati minta jantung lo, Jo!" seru Kai.
"Cek ATM-mu. Uang jajan untuk sebulan sudah Kakak transfer. Belajarlah untuk berhemat," ujar Kalingga.
Wajah lelah dan cemberut karena perintah Jojo pun seketika hilang. Kini Kai nampak kembali cerah dan bersemangat. Bocah itu tersenyum senang dan berterima kasih pada Kalingga.
Jojo dan Kalingga segera meninggalkan Kai, mereka masuk ke dalam kamar dan mencari apa yang Kalingga inginkan. Lagi-lagi Jojo mengomel. Mengapa setiap hari selalu saja ada barang yang hilang dan terselip di rumah ini.
Mendengar Jojo memberikan ceramah tentang cara menjaga susunan pakaian agar tetap rapi dan meletakkan barang apapun sesuai tempatnya, Kalingga diam tak bersuara. Entah sudah berapa kali ia mendengar ceramah yang sama sejak Jojo tinggal di rumah ini, namun ia tetap melakukan kesalahan yang sama.
"Apa mungkin masih tertinggal di mesin cuci? Ah, aku ingat sudah meletakkannya di sini." Jojo berbicara sendiri. Jumlah pakaian Kalingga memang banyak, namun laki-laki itu sedikit rewel dengan apa yang akan ia pakai.
"Pakai saja apa yang ada, Kak," ucap Jojo putus asa.
"Ah, aku menyukainya. Bagaimana bisa hilang?" tanya Kalingga. Laki-laki itu duduk di sofa dan melihat Jojo sibuk di depan lemari. Karena merasa kesal Kalingga hanya melihatnya, Jojo meminta laki-laki itu membantunya.
Kalingga dengan senang hati membantu, ia membuka setiap pintu lemari dan mencari. Saat Kalingga membungkuk, atasan piyama yang ia pakai terangkat di bagian punggung, Jojo mencurigai ujung boxer yang mengintip dari balik celana panjang. Setelah diperhatikan, ia menemukan apa yang mereka cari.
Jojo membuka mulutnya lebar, ia memukul bok*ong Kalingga dengan keras karena kesal.
"Aaww, Jojo!" Kalingga mengusap bagian yang sakit.
"Lepas celanamu, Kak!" perintah Jojo dengan keras. Kalingga melongo, apa yang sedang diinginkan gadis di depannya ini.
"Melepas celanaku? Kenapa?" tanya Kalingga dengan wajah bingung sekaligus takut.
"Cepat lepas!"
"Lepas!" seru Jojo. Napasnya sudah naik turun karena kesal, ia sudah menghabiskan waktu dan tenaga cukup banyak untuk memeriksa setiap lemari milik Kalingga. Dan nyatanya, apa yang laki-laki itu cari masih menempel di tubuhnya.
"Lepas atau aku sendiri yang akan melakukannya."
"Baik, baik." Kalingga mengalah, ia melepas celana panjangnya pelan-pelan di depan Jojo. Saat celana itu terlepas, boxer berwarna hitam dengan motif abstrak itu menempel di tubuh Kalingga. Dan Jojo sudah menghabiskan waktunya mencari selama hampir satu jam.
"Kakak!" Jojo berteriak kencang. "Apa kau sengaja mengerjaiku?" tanyanya.
"Aku tidak tahu kenapa celana ini ada di sini. Aku lupa kapan memakainya," jelas Kalingga.
Alasan macam apa itu, sudah jelas-jelas laki-laki itu memakainya, tetapi malah balik bertanya dan bersikap seolah-olah terserang amnesia mendadak.
Jojo mengembuskan napas kasar sambil berjalan keluar dari kamar Kalingga. Saat bertemu Kylan di tangga, gadis itu diam dan tidak menyapa. Kylan melihat Jojo nampak aneh, wajah ditekuk sambil berjalan dan menghentakkan kakinya ke lantai dengan kesal.
Jojo duduk di ruang tengah, ia menyalakan televisi dan memakan keripik di dalam toples. Cuaca hatinya sedang kurang baik, ia harus makan apa saja untuk mengembalikan mood yang rusak. Sementara Kalingga masih berada di kamar dengan wajah bingung. Bagaimana bisa ia lupa jika boxer yang ia cari sudah ia pakai sejak semalam.
"Sedang apa?" Keenan tiba-tiba berada di belakang sofa dan menghampiri Jojo.
"Makan," jawab Jojo singkat. Tanpa dijawab pun harusnya Keenan tahu jika Jojo sedang makan keripik dan menonton televisi, mengapa masih bertanya?
"Ada apa? Kau terlihat kesal."
Jojo menutup toples yang ia pegang. Ia melihat Keenan dengan ekspresi datar. Mengetahui wajah Jojo sedang tidak ramah, Keenan memilih untuk tidak banyak bertanya.
"Ini adalah hari bersantai kita bersama, dan Kakak sudah membuat masalah pagi-pagi dengan memintaku mencari boxer miliknya. Aku menghabiskan waktu hampir satu jam di kamarnya dan mencari ke segala penjuru bumi. Dan kau tahu? Boxer itu menempel di tubuhnya!" jelas Jojo setelah suasana hatinya mulai membaik.
"Aku juga sering mengalaminya," jawab Keenan.
"Kalian sama saja."
Keenan menemani Jojo menonton televisi dan melihat gadis itu menghabiskan setengah toples keripik. Kini wajahnya nampak lebih ramah dan mulai berbicara dengan normal dan tenang.
Beberapa saat kemudian, Kylan datang dan mengatakan jika mereka harus segera bersiap karena tim pemotretan siang ini akan segera berkumpul di studio.
🖤🖤🖤
Kalingga
Jovanka
Keenan or Ken Caessa
🖤🖤🖤
Abang tukang bunga mana yang kalian suka?