ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Ungkapan tiba-tiba


Tanpa menunggu Kalingga berbicara dua kali, Jojo segera keluar dari kamar laki-laki itu sambil memegang dadanya. Jantung gadis itu hampir lepas karena terkejut.


"Ke mana Kakak?" tanya Kylan saat Jojo sampai di meja makan.


"Baru selesai mandi. Kalian bisa sarapan dulu, Kakak akan menyusul," ucap Jojo. Gadis itu lalu ke dapur dan menyiapkan bekal makan siang untuk Kai.


"Apa kau tidak makan bersama kami?" tanya Keenan.


"Tidak, Kak. Aku akan temani Kakak sarapan nanti. Kalian cepat makan, ini sudah siang," ujar Jojo. Gadis itu bertingkah aneh, raut wajahnya terlihat tidak nyaman dan gugup.


Hanya dalam waktu sepuluh menit, ketiga anak asuhnya sudah menghabiskan nasi dan lauk pauk di piring mereka masing-masing. Ketiga anak asuhnya telah kembali ke kamar dan Jojo duduk dengan gelisah di ruang makan.


"Kau baik-baik saja?" tanya Kai. Ia kembali dengan pakaian rapi dan tas di punggung, bersiap untuk segera berangkat ke sekolah.


"Ya, aku baik-baik saja."


"Kau tampak pucat, apa kau sakit?"


"Tidak, aku sehat. Sudah cepat pergi sebelum terlambat." Jojo memasukkan bekal makan siang ke dalam tas punggung Kai dan memberikan uang jajan untuk bocah laki-laki itu.


"Kalau kau sakit, istirahat saja. Aku akan bicara pada Kakak," ucap Kai sebelum pergi. Namun Jojo hanya menggeleng pelan.


"Sepertinya kejiwaanku yang sedang sakit," batinnya.


Setelah kepergian Kai, Keenan dan Kylan pun menyusul. Tinggal Jojo dan Kalingga yang masih berada di rumah, dan ini membuat gadis itu tidak nyaman.


Beberapa menit berlalu, Kalingga akhirnya keluar dari kamar dan menemuinya di meja makan. Gadis itu hanya duduk dan menunduk, berharap Kalingga tidak membuatnya semakin resah.


"Kenapa duduk di sana, cepat ke sini," pinta Kalingga. Jojo duduk di kursi ujung dan berjarak tiga kursi dari tempat Kalingga duduk.


"Aku suka duduk di sini, Kak," tolak Jojo. Tidak ingin memaksa Jojo untuk pindah tempat duduk, akhirnya Kalingga mengalah dan membawa piringnya, ia duduk tepat di samping Jojo.


"Ayo makan. Kau masak banyak pagi ini, aku suka semua masakanmu," puji Kalingga.


"Hmm."


Kalingga merasa jika Jojo sedikit menjauhinya hari ini. Ia tahu ini akan terjadi, namun Kalingga tidak akan menyerah. Kalingga berusaha memahami perasaan Jojo, mungkin gadis itu belum memiliki perasaan apapun padanya, namun laki-laki itu akan terus berjuang mendapatkannya.


Mereka makan dalam diam, tidak biasanya Jojo menjadi pendiam tanpa cerita apapun di meja makan. Biasanya gadis itu akan mengomel saat Kalingga melakukan sesuatu yang tidak ia sukai.


"Setelah ini, bantu aku memilih dasi. Hari ini ada pertemuan dengan beberapa orang dari perusahaan lain," pinta Kalingga saat mereka sudah menyelesaikan sarapan.


Jojo hanya mengangguk. Setelah membereskan meja makan, gadis itu menyusul Kalingga yang lebih dulu masuk ke dalam kamar. Saat sampai di kamar Kalingga, Jojo melihat laki-laki itu berdiri di depan cermin sambil memilih dasi yang cocok dengan kemeja dan jas yang ia kenakan.


"Apa ini cocok?" tanya Kalingga. Ia berbalik saat melihat Jojo dari pantulan cermin.


Jojo mendekat, ia melihat beberapa dasi milik Kalingga yang tersusun di dalam lemarinya. Setelah melihat dengan seksama penampilan laki-laki tampan yang berdiri di dekatnya, Jojo segera menemukan pilihan.


Dasi merah maroon bercorak hitam itu nampak cocok dengan kemeja yang Kalingga kenakan.


"Pakai ini," ucap Jojo menyerahkan dasi yang ia pegang.


"Bantu aku memakainya," pinta Kalingga.


"Kenapa dia jadi manja sekali," batin Jojo. Gadis itu tidak punya pilihan lain selain menuruti apa yang anak sulungnya inginkan.


Jojo berusaha melakukan pekerjaannya dengan cepat, ia memasang dasi di leher Kalingga. Namun karena Kalingga menatap wajahnya dengan tatapan aneh, Jojo merasakan tangannya sedikit gemetar, Jojo agak kesulitan saat jarak wajah mereka cukup dekat, bahkan Kalingga bisa mencium aroma rambut Jojo dengan mudah.


"Kak, kau pasti sengaja melakukan ini," batin Jojo. Ia sedikit mendongak dan menatap mata tajam laki-laki tampan itu.


"Nyenyak, sangat nyenyak," jawab Jojo dengan penuh penekanan. Apakah Kalingga sengaja melakukan ini padanya dan membuatnya terus membayangkan wajah laki-laki itu?


"Bagus. Aku khawatir kau tidak bisa tidur sepertiku."


"Kenapa?" tanya Jojo singkat.


"Entahlah, aku terus memikirkanmu!" jawab Kalingga. Seketika Jojo menarik ujung dasi dengan cepat hingga leher laki-laki itu sedikit tercekik.


Uhuk ... Uhuk ...


Kalingga terbatuk, sementara Jojo menepuk pelan sisi kanan dan kiri dada laki-laki itu, seolah sengaja melakukannya agar Kalingga berhenti membual.


"Cepat berangkat sebelum terlambat."


Kalingga melonggarkan dasi di lehernya, ia mengelus lehernya pelan dan berdehem saat Jojo berjalan keluar dari kamarnya.


"Untung cantik!" gumam Kalingga sambil tersenyum menatap kepergian pujaan hatinya. Tidak masalah membuat Jojo kesal, gadis itu terlihat semakin cantik saat marah, dan Kalingga menyukainya.


Jojo menuruni anak tangga dengan cepat dan kembali ke dapur, menyelesaikan cucian piringnya yang menggunung. Selama mencuci piring, pikiran Jojo di penuhi dengan bayangan Kalingga dan perkataan laki-laki itu.


Hanya beberapa menit berlalu, Kalingga menghampirinya. Laki-laki itu sudah siap dengan pakaian rapi. Ia mendekati Jojo dan berdiri di samping gadis yang sibuk mengelap piring satu per satu.


"Pukul berapa kau berangkat ke kampus?" tanya Kalingga.


"Aku akan naik ojek online, Kak. Jangan khawatir," jawab Jojo.


"Itu bukan jawaban dari pertanyaanku, Jojo."


Menghela napas panjang, Jojo menghentikan aktifitas tangannya. Ia berdiri dan berhadapan dengan Kalingga.


"Baik, Kak. Kau berhasil membuatku tidak bisa tidur semalaman karena kau mengabaikan pertannyaanku. Sekarang bisakah kau menjelaskan, suka dalam arti lain yang aku dengar darimu semalam?" tanya balik Jojo. Wajah gadis itu tidak menunjukkan pengampunan jika Kalingga berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Pukul sembilan? Aku akan mengantarmu!"


"Kak!" Jojo menarik lengan Kalingga.


"Bagaimana jika aku bilang bahwa aku menyukaimu lebih dari yang kau bayangkan? Aku akan bilang bahwa aku mencintaimu. Apa kau akan menerima cintaku?" tanya Kalingga.


"Tidak!" tegas Jojo.


"Hmm, baiklah. Aku akan berusaha dengan keras!"


Kalingga berjalan meninggalkan Jojo sambil tersenyum. Laki-laki itu seolah sengaja membuat Jojo semakin gugup dengan tingkahnya yang mendadak lebih ceria dan aneh.


"Dia hanya bercanda, Jojo. Jangan pikirkan!" batin Jojo menolak dengan apa yang baru saja ia dengar. Gadis itu merasa merinding, bagaimana bisa Kalingga menyukainya sungguhan? Sungguh hal yang tidak mudah dipercaya.


Sepeninggal Kalingga, Jojo mulai mendatangi kamar anak-anak asuhnya dan merapikan kasur mereka. Jojo juga mengambil pakaian kotor yang sudah anak-anaknya kumpulkan dalam keranjang.


Saat masuk ke dalam kamar Kalingga, Jojo seakan melihat bayangan Kalingga berada di sekelilingnya.


"Ah, kini dia menghantuiku!"


🖤🖤🖤