
Setelah drama mangga muda usai dan Jojo sudah mendapatkan apa yang ia inginkan, mereka melanjutkan sesi persiapan makan siang dengan membuat steak daging.
Semua laki-laki bertugas mempersiapkan panggangan, sementara Jojo dan Angelina bertugas mengolesi daging dengan bumbu yang sudah disiapkan.
Menikmati udara sejuk di bawah pohon mangga sambil berkumpul bersama adalah hal yang paling menyenangkan. Saat ini, mereka bisa melupakan semua beban pekerjaan, tugas kuliah, dan masalah lainnya. Mereka hanya ingin mnikmati waktu berlibur dan bersenang-senang bersama.
"Minggu depan orang tuaku akan pulang. Bagaimana jika kalian semua datang ke rumahku untuk makan malam?" tawar Angelina.
"Benarkah? Boleh," jawab Kai dengan cepat. Sementara yang lain, tidak keberatan jika memang hal itu yang diinginkan.
Kedua orang tua Angelina adalah seorang pengusaha yang merintis usahanya di luar negeri. Mereka hanya pulang beberapa kali dalam setahun karena urusan bisnis. Sementara Angelina, hidup mandiri sejak masuk ke perguruan tinggi hingga berkarir di dunia entertainment.
Setelah steak daging magang, mereka makan sambil mengobrol kan banyak hal. Angelina tidak keberatan menceritakan tentang masa-masa kuliahnya hingga awal-awal bekerja di industri film menjadi peran pembantu hingga kini ia menjadi model dan aktris yang paling diincar sutradara terkenal.
Jojo memuji bagaimana kegigihan Angelina menjalani hidup dengan mandiri. Meski sudah menjadi konglomerat sejak dalam kandungan, tidak membuat wanita itu punya sifat sombong dan tetap berusaha keras untuk menjadi wanita mandiri.
Tidak hanya berwajah cantik, namun Angelina juga sangat baik dan sukses sebagai perintis usaha di bidang kue.
Setelah mereka menyelesaikan makan siang, semua orang saling membantu untuk membereskan sisa piring dan gelas.
"Kumpulkan saja di wastafel, aku akan mencucinya nanti," ujar Jojo pada Kai dan Kylan.
"Apa Bibi Yura masih libur?" tanya Angelina. Jojo mengangguk.
Dengan perut besar dan kondisi tubuh yang harus lebih diperhatikan, Angelina tidak tega jika Jojo harus mengerjakan pekerjaan rumah. Wanita itu memilih untuk pergi ke dapur dan mencuci semua piring dan gelas kotor.
"Kak, tidak perlu. Di sini kau adalah tamu, jangan lakukan apapun." Jojo berusaha mencegah.
"Tidak apa-apa, Jojo. Aku bisa melakukannya," ucap Angelina.
"Jika kau memaksa, silahkan. Aku akan membantumu," sela Keenan. Ia tersenyum dan menggandeng tangan Angelina memasuki rumah.
Meski Jojo merasa tidak enak hati karena sering merepotkan Angelina, Kalingga meyakinkan istrinya jika Angelina melakukan semua itu karena kemauannya sendiri.
"Ada Keenan yang menemaninya. Jangan khawatir," ucap Kalingga. Jojo mengangguk pelan. Ia hanya merasa tidak nyaman, Jojo berpikir jika Angelina mungkin tidak pernah melakukan pekerjaan apapun di rumahnya. Orang terkenal, kaya dan punya segalanya pasti punya banyak asisten rumah tangga yang mengerjakan semua urusan rumahnya.
"Kakak Ipar, jangan terlalu mengkhawatirkannya. Mereka pergi ke dapur bersama bukan hanya karena ingin mencuci piring. Tapi mereka menjauh dari kita agar mereka bisa ...." Kai berucap sambil memperagakan gerakan ciuman dengan merapatkan lima jari di kedua tangannya membentuk kerucut.
Melihat hal itu, semua orang tertawa keras. Kylan bahkan memukul kepala adik bungsunya dengan sandal.
"Jika berurusan tentang maksud tersembunyi, sepertinya kau memang ahlinya!" seru Kylan.
"Kakak, apa kau tidak tahu? Aku ini seorang detektif," jawab Kai penuh rasa percaya diri.
"Detektif apanya," gumam Jojo.
🖤🖤🖤
"Kenapa tidak memperbolehkan aku mencucinya?" tanya Angelina.
Keenan melirik wanita itu, ia mengulum senyum sambil melihat jari lentik dengan kuku yang dicat dengan motif menarik.
"Aku tidak mau kau lelah," jawab Keenan.
"Aku tidak akan kelelahan hanya karena mencuci piring," jawab Angelina. Lagi-lagi Keenan hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala pelan.
Setelah semua piring, gelas dan segala pernak pernik nya telah bersih. Keenan memepet tubuh Angelina hingga membentur pinggiran meja.
Laki-laki itu meraih kedua tangan Angelina dan memperhatikan kuku-kuku cantik yang dicat dengan warna-warna menarik.
"Aku tidak mau kau merusak kuku indahmu," ucap Keenan. Ia mengangkat kedua tangan Angelina dan mencium punggung tangannya.
Angelina tersenyum, sebenarnya ia datang terlambat juga karena baru saja pergi ke salon untuk mengganti warna kukunya. Dan sepertinya Keenan begitu peka dan perhatian hingga mengetahui segala tentang dirinya.
"Ah, kau membuatku malu." Angelina mengalungkan kedua tangannya di leher Keenan. Mereka saling berpandangan, dua pasang mata bertemu dan menggambarkan suatu perasaan yang tidak bisa diartikan.
"Kau tahu betapa aku mencintaimu, Ken? Meski perjuangan untuk mendapatkanmu sangat sulit dan hampir membuatku kehilangan kewarasan, tapi aku bahagia akhirnya kau memahami perasaanku," ujar Angelina.
"Apa kau berpikir aku tidak pernah benar-benar memperhatikanmu?" tanya Keenan.
"Jelas begitu. Kau cuek, dingin, tidak berperasaan, kau bahkan selalu menolak ajakanku!" seru Angelina.
"Kau tahu benar bagaimana kisah cintaku di masa lalu. Aku butuh banyak waktu untuk menyembuhkan luka dan trauma. Tapi aku tahu kau tidak akan pernah menyerah semudah itu," jelas Keenan. Angelina menyipit.
"Jadi, kau sengaja menarik ulur hatiku?" tanya wanita itu dengan wajah cemberut.
"Tidak, aku tidak melakukan itu. Aku hanya ingin tahu seberapa besar kau mencintaiku." Keenan tersenyum dan meletakkan tangannya di pinggang wanita itu.
"Bagaimana jika aku menyerah?" tanya Angelina.
"Kau wanita ambisius, kau tidak akan menyerah pada perasaanmu!"
Angelina menggeleng pelan, wanita itu hendak pergi dan kembali berkumpul bersama yang lain, namun Keenan dengan cepat menarik tangannya.
Tanpa penolakan, Angelina membiarkan Keenan mendekap tubuhnya. Keenan naik dan duduk di atas meja lalu mencium lembut bibir Angelina. Keduanya menikmati waktu singkat dengan penuh kehangatan.
🖤🖤🖤