ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Kedatangan Orang Tua Jojo


Pagi-pagi sekali, Jojo sudah membereskan barang-barang pribadinya. Termasuk beberapa pakaian ganti, gaun, hingga segala macam skincare rutin dan make up hariannya.


Saat sarapan pagi, semua orang nampak bersedih. Kehilangan Jojo selama beberapa hari akan membuat mereka kesulitan mengurus rumah. Dan orang yang paling merasa rugi adalah Kai, karena ia yang akan berada di rumah selama dua puluh empat jam penuh karena libur sekolah.


"Kenapa wajah kalian murung?" tanya Jojo sambil menyiapkan sarapan di meja.


"Aku adalah korban paling tragis dari semua masalah kalian," jawab Kai dengan ekspresi datar. Ia memandang gelas berisi air putih dengan tatapan kosong.


"Hei, bukan kau yang berpisah dari kekasihmu. Kenapa jadi kau yang paling sedih?" tegur Kalingga. Padahal, seharusnya dirinyalah yang paling sengsara.


"Aku sedih karena kalian akan menyuruhku mengepel lantai, mencuci baju dan membereskan rumah," jawab Kai.


"Huaaaa!" Bocah itu berekspresi ingin menangis.


"Hanya lima hari, Kai. Jangan cengeng," ujar Jojo. "Kau bisa menggantikan pekerjaanmu, Kakak akan memberikan gaji untuk semua pekerjaanmu," lanjut Jojo.


Kalingga melotot, ia sudah sengsara karena jauh dari kekasihnya, dan mengapa ia juga harus memberi uang tambahan untuk Kai?


"Benarkah? Kau akan memberiku upah, Kak?" tanya Kai bersemangat.


"Hah, dasar!" gumam Kalingga. Jika bukan karena Jojo yang memberi ide, Kalingga tidak akan menuruti hal itu.


"Apa aku bisa mengunjungimu?" tanya Kylan.


"Tentu saja, hanya Kakak yang tidak boleh bertemu denganku," jawab Jojo sambil meringis.


"Aah, ini tidak adil," keluh Kalingga tidak terima. Mengapa adik-adiknya diperbolehkan bertemu Jojo dan hanya dia yang tidak boleh. Ini sungguh tidak adil baginya.


"Sudahlah, Kak. Jangan cengeng," ledek Kai. Mendengar ucapan adik bungsunya, Keenan tertawa keras. Skakmat!


Mereka menyelesaikan sarapan dengan cepat, pagi ini Kalingga mengantarkan Jojo ke hotel untuk mengantar barang-barang pribadinya. Keenan, Kylan dan Kai juga akan ikut untuk menjemput orang tua Jojo ke bandara pukul sepuluh nanti.


"Apa tidak ada yang tertinggal?" tanya Keenan saat membantu Jojo membawa koper miliknya ke mobil.


"Hatiku yang tertinggal," jawab Jojo. Keenan memanyunkan bibirnya, rupanya virus Kylan sudah menyebar dan menginfeksi seluruh penghuni rumah.


"Aku akan menyelesaikan satu sesi pemotretan, setelah itu aku akan menemui kalian di bandara," ucap Keenan.


Jojo dan Kalingga mengangguk. Sementara Kylan memilih libur dan bermain game bersama Kai sebelum ke bandara.


Jojo pergi bersama Kalingga dan seorang sopir, mereka akan menikmati waktu bersama sebelum berpisah. Setelah sampai di hotel, Jojo merapikan pakaian dan segala keperluan pribadinya di lemari.


"Hmm, kau pilih tempat yang bagus, Sayang. Harganya pun cukup mahal. Apa kau memakai semua uang tabunganmu?" tanya Kalingga.


"Tidak, Kak. Aku mendapatkan banyak bonus dari agensi, mereka memberiku banyak uang," jawab Jojo sambil tertawa kecil.


"Jangan bekerja terlalu keras. Setelah kita menikah nanti, bisakah kau membatasi pekerjaanmu? Aku berencana akan menjadikanmu brand ambassador Anyelir."


Kalingga meletakkan kedua tangannya di pinggang Jojo, membuat tubuh mereka menempel satu sama lain. Ia sudah berpikir matang tentang rencana hidup kedepannya bersama Jojo. Ia tidak melarang gadis itu berkarir, namun hanya ingin membatasi pekerjaannya agar tidak terlalu lelah.


"Maukah kau melakukannya?" ulang Kalingga.


Saat dua pasang mata saling bertatapan, hawa panas dan hasrat seakan mendorong Kalingga untuk menginginkan lebih dari sekadar pelukan.


Tangan laki-laki itu memegang dagu Jojo dan membuat gadis itu mendongak, namun dengan penuh kesadaran, Jojo mendorong pelan tubuh laki-laki itu.


"Bersabarlah, Sayang. Kita akan melakukan semua yang kau mau setelah menikah nanti," ucap Jojo sambil tersenyum. Ia tidak ingin menjadi wanita munafik yang menolak sentuhan dan belaian dari laki-laki di hadapannya, ia adalah wanita normal dan menginginkan hal yang sama. Namun Jojo berusaha kuat memegang teguh prinsipnya.


"Kau membuatku semakin tersiksa," lirih Kalingga. Ia mengacak-acak rambutnya frustasi lalu membanting tubuh di atas tempat tidur. Setiap kali berdua bersama Jojo, setan seakan berkumpul di sekelilingnya.


"Ayo pergi, ku traktir es krim untuk mendinginkan kepalamu, Kak," ajak Jojo. Ia menyeret tangan Kalingga dan mengajaknya keluar. Berada dalam satu ruangan hanya berdua tentu membuat keduanya tidak akan bisa bernapas dengan tenang.


Pada akhirnya, Jojo mengajak Kalingga ke sebuah gerai es krim yang letaknya searah dengan bandara. Selagi menunggu orang tuanya sampai, Jojo dan Kalingga menikmati es krim bersama.


"Selama kita berpisah, kau harus membalas semua pesanku tepat waktu. Aku akan sering menelepon dan menanyakan kabarmu. Tolong jaga diri dan jangan membuatku khawatir," ujar Kalingga sambil memegang kedua tangan Jojo.


"Siap, Sayang!"


"Ah, aku akan semakin tersiksa jika kita berpisah," keluh Kalingga lagi. Entah sudah berapa ratus kali laki-laki itu mengeluhkan keputusan mereka untuk berpisah sementara, Jojo merasa semakin tigak tega.


🖤🖤🖤


Pukul sepuluh kurang lima belas menit, Kalingga dan Jojo sudah sampai di bandara lebih dulu. Hanya selang beberapa menit, Kylan dan Kai menyusul mereka.


"Apa ini?" tanya Jojo saat menerima bingkisan dari Kai.


"Brownies tujuh varian untuk calon mertua Kakak," jawabnya.


"Sebanyak ini?"


"Terima saja, itu jatah uang jajanku. Aku akan mendapatkan uang ganti dari Kakak setelah bekerja sebagai maid pengganti," jelas Kai dengan tersenyum lebar. Ia melirik kakak sulungnya berharap Kalingga tidak akan memberikan harapan palsu padanya.


"Maaf, Sayang. Kau harus membayarnya demi kesejahteraan semua orang," bisik Jojo pada Kalingga.


Setelah lebih dari sepuluh menit berlalu, pesawat yang ditumpangi oleh kedua orang tua Jojo landing. Jojo serta tiga laki-laki itu menunggu di ruang tunggu.


Saat melihat kedua orang tuanya datang dengan masing-masing membawa sebuah koper besar, Kalingga dan Jojo buru-buru mendatangi mereka.


Kedua orang tua Jojo sangat senang melihat anaknya datang bersama tiga laki-laki tampan. Kylan dan Kai memperkenalkan diri dan menyalami Ayah dan Ibu Jojo.


"Wah, kalian semua tampan," puji Ibu Jojo.


"Maaf, Bu. Saya yang paling tampan," ucap Kylan.


"Dasar, narsisme!" gumam Jojo.


Keenan terlalu sibuk dan tidak bisa meninggalkan pekerjaannya, namun ia mengirim salam pada kedua orang tua Jojo dan meminta maaf.


Karena perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan, Kalingga langsung mengantar Jojo dan kedua orang tuanya ke hotel. Kalingga serta kedua adiknya segera pamit agar orang tua Jojo bisa beristirahat dengan nyaman.


🖤🖤🖤