ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Sayang Semuanya


Kini hidup Kai sangat bergantung pada Jojo, gadis itu yang akan memberinya jatah uang saku bahkan untuk membeli bensin motornya selama satu bulan penuh. Jadi, mau tidak mau, Kai berusaha menahan diri untuk tidak protes, tidak membantah dan tidak membuat masalah demi ketentraman hidupnya.


"Bagaimana jika kita belanja malam ini, apa kau mau?" tawar Kalingga.


"Memangnya ada pasar buka malam-malam?" tanya Jojo.


"Mall menyediakan segalanya, Jojo," sela Kylan.


"Ya, bagaimana jika aku yang mengantarmu?" tawar Keenan.


"Tidak perlu, Keenan. Lagi pula kau baru pulang bekerja. Aku akan mengantarnya," sela Kalingga. Ia tidak akan membiarkan adiknya melangkah lebih jauh di depannya.


"Jadi, apa kita akan berbelanja ke mall?"


"Hemm, tentu saja. Kau mau?" tanya Kalingga lagi. Sebuah tawaran yang tidak akan bisa ditolak oleh Jojo. Selain karena memang demi kebutuhan makan sehari-hari, pergi ke mall bisa jadi alternatif cuci mata.


"Sungguh tidak adil, pilih kasih!" gumam Kai. Suara lirih bocah itu terdengar oleh Keenan hingga membuatnya tertarik untuk melirik adiknya.


Kai pasti merasa kesal karena hukumannya bersama Jojo masih berlaku hingga beberapa minggu ke depan, mereka tetap harus berbelanja ke pasar tradisional karena Kalingga benar-benar melarangnya berbelanja ke mall. Tetapi kali ini, Kalingga malah sangat berbaik hati menawari Jojo pergi ke mall untuk belanja kebutuhan mingguan.


"Harusnya kakak mengantar Jojo ke pasar tradisional besok pagi. Biar kakak tahu bagaimana rasanya pergi ke pasar bersama Jojo," ucap Kai. Bocah laki-laki terdengar sangat kekanak-kanakan. Di sampingnya, Keenan dan Kylan hanya mengulum senyum, memahami perasaan iri adik bungsunya.


"Tidak, tidak. Ayo kita berbelanja ke mall malam ini, Kak!" sela Jojo. Ia tidak mau melewatkan kesempatan langka ini. Berbelanja di pasar juga tidak masalah, namun mall tentu lebih menyegarkan mata.


"Kalau kau mau, ikutlah," ucap Keenan.


Kai mengedarkan pandangan pada semua orang di meja makan. Namun saat pandangan matanya bertemu dengan mata tajam milik Kalingga, bocah laki-laki itu hanya diam dan menghela napas berat. Tatapan mata Kalingga seolah-olah melarangnya ikut.


"Bagaimana, kau mau ikut, tidak?" tanya Jojo.


"Ah, tidak. Lebih baik aku di rumah saja," jawab Kai lesu.


Sebenarnya, bocah itu juga ingin sekali ikut pergi. Namun sepertinya Kalingga tidak akan menyukai hal itu. Dan Kai tidak ingin menjadi orang ketiga di antara Jojo dan Kakaknya.


Setelah mereka semua selesai makan, Kalingga dan Jojo bersiap. Mereka mengunjungi mall besar yang tidak terlalu jauh dari kompleks perumahan milik Kalingga. Jojo memakai sebuah dress mini di atas lutut.


Saat melihat Jojo keluar dari kamar, Kylan melirik sambil menelan ludah.


"Kau mau belanja atau mau kencan? Kenapa pakaianmu seperti itu?" tanya Kylan.


"Memangnya siapa yang memilih ini?" tanya balik Jojo tidak mau kalah. Pasalnya, dress yang ia kenakan adalah dress pemberian Keenan dan Kylan beberapa waktu lalu.


"Aku tidak tau kalau jadinya akan seseksi ini," gumam Kylan sambil berlalu pergi.


Jojo memang selalu tampak sempurna di mata anak-anak asuhnya. Gadis itu tetap cantik meski hanya memakai kaos oblong atau celemek dapur. Namun saat sudah berdandan dan pergi ke suatu tempat, gadis itu berubah menjadi wanita seksi dan penuh pesona.


Kylan jadi merasa bersalah karena memilih dress dengan model mini seperti itu. Ia tidak yakin jika saudaranya bisa menahan guncangan perasaan saat menggandeng pengasuh seksinya.


"Kak, aku siap!" seru Jojo. Ia menghampiri Kalingga yang duduk menunggu di ruang tamu. Kebetulan laki-laki itu duduk bersama Kai yang asik membaca majalah olah raga.


"Kalian akan berkencan?" tanya Kai.


"Tidak, kami pergi berbelanja," jawab Jojo.


"Tampilanmu tidak seperti orang yang akan pergi belanja sayur dan ayam. Jangan-jangan, kalian ada kencan rahasia?" selidik Kai sambil menatap Jojo dan kakak sulungnya bergantian.


Kalingga berdiri dan menggandeng pergelangan tangan Jojo keluar rumah. Laki-laki itu tidak ingin banyak bicara, Jojo tampak sempurna di matanya. Biarkan saja Kai menerka-nerka dan mengatakan apapun, Kalingga menyukai gadis di sampingnya.


Kylan dan Kai berada di ruang tamu dengan kepala penuh tanda tanya. Keduanya mulai menebak-nebak apa yang terjadi di dalam rumah mereka.


"Apa ada sesuatu di antara mereka?" tanya Kylan pada adiknya. "Setelah aku melakukan pengamatan selama beberapa minggu terakhir, ada yang salah dengan Kak Kalingga," lanjutnya.


"Kakak menyukai Jojo," jawab Kai. Namun hanya selang beberapa detik, bocah itu menutup mulutnya.


"Apa kau bilang? Kakak menyukai Jojo?" tanya Kylan dengan mata melotot.


"Tidak, tidak. Aku hanya menebak!" seru Kai cepat. Mulutnya ini memang susah dikendalikan.


"Menurutmu, siapa yang Jojo sukai?" tanya Kylan lagi. Semua orang merasa penasaran dengan perasaan Jojo, karena sejauh ini, tidak ada tanda-tanda kasmaran pada gadis itu.


"Jojo menyukai Kak Kalingga dan Kak Keenan. Bisa jadi, dia juga menyukaimu," jawab Kai. Lagi-lagi Kylan terkejut, atas dasar apa adiknya berpendapat seperti itu.


Sekelebat bayangan Merlinda terlintas di pikiran Kylan. Ia masih ingat bagaimana Merlinda memberi peringatan keras pada Jojo untuk menjauhi Keenan. Bahkan, wanita paruh baya itu begitu keji membandingkan derajat seseorang berdasarkan pekerjaannya.


"Kau yakin Jojo menyukai Kak Keenan?" tanya Kylan memastikan


"Aku pernah bertanya padanya."


"Ah, begitu." Kylan mengangguk paham. Kini ia mulai resah memikirkan kisah cinta di rumah ini.


🖤🖤🖤


Di dalam mobil, Kalingga terus melirik Jojo yang duduk di sebelahnya. Gadis itu selalu memberi banyak kejutan. Entah dari caranya berdandan, penampilan, pengetahuan, hingga caranya menjadi pusat perhatian.


"Kak, jangan melihatku seperti itu. Apa aku terlihat jelek?" tanya Jojo saat menyadari lirikan Kalingga.


"Tidak, kau cantik."


"Ah, terima kasih. Kau bukan orang pertama yang memujiku cantik," jawab Jojo. Kalingga hanya bisa menahan napas.


"Bagaimana skripsimu? Mengalami kesulitan?" tanya Kalingga.


"Berkat kalian semua, aku sekarang punya laptop dan bisa mengerjakan skripsiku dengan baik. Aku sayang kalian semua," jawab Jojo dengan ekspresi menggemaskan.


"Hmm, sama-sama. Di antara kami, siapa yang paling kau sayang?" tanya Kalingga. Ia sedang mencoba mendalami perasaan gadis di sebelahnya.


"Hmm, siapa, ya ...." Jojo terlihat berpikir sambil menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri perlahan. "Aku menyayangi Kai!" tegasnya.


"Ah, begitu." Kalingga menarik napas panjang. Sungguh, itu bukan jawaban yang ingin ia dengar.


"Kenapa kau bertanya seperti itu, Kak?"


"Hanya penasaran."


"Aku menyayangi kalian semua, jangan khawatir. Jika kasih sayangku adalah sebuah pizza, akan ku bagi dengan rata!" tegas Jojo sambil tersenyum cerah.


"Bagaimana dengan perasaanmu, apa kau sedang menyukai seseorang? Seorang laki-laki yang bisa mengguncang perasaanmu dan membuatmu kesulitan tidur."


🖤🖤🖤