
YANG KESAL SAMA ARSHAKA BOLEH JITAK KEPALANYA WKWK
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENTAR
Hari berikutnya orang tua Arshaka datang ke rumah Zea bertemu dengan keluarga gadis tomboy itu, membicarakan soal pernikahan putera puteri mereka. Sementara Arshaka dan Zea berada di luar, Zea menjaga jarak dari pria yang menjadi calon suaminya itu. "Cih lebih baik nikah sama kingkong daripada nikah sama pria bekas sepertimu om, " cibirnya pedas sambil melirik sinis Arshaka.
"Gadis udik, berani beraninya kamu bandingin aku sama kingkong. " geram Arshaka.
"Memang berani wlek. " Zea meledeknya dengan menjulurkan lidahnya, Arshaka langsung menatap tajam kearah gadis itu namun tak lama dia tersenyum licik. Zea merasa waspada dan curiga, sepertinya Arshaka tengah merencanakan sesuatu. Pria itu masuk ke dalam rumah dan di susul Zea, bergabung bersama orang tua mereka.
"Mommy, Daddy semuanya, aku ingin pernikahanku dengan Zea di percepat, ya sekitar 1 minggu dari sekarang. " ujat Arshaka, membuat semua orang terkejut terutama Zea.
"Apa enggak terlalu cepat nak? " tanya mommy Jingga tanpa curiga.
"Enggak mom, lagian aku ingin sekali mengenal lebih jauh calon istriku ini. " Arshaka kini menyeringai kearah Zea, Zea hanya bisa memutar bola matanya malas. Mommy Jingga langsung meminta pendapat kedua orang tua Zea, keduanyapun mengangguk setuju.
"Baiklah Shaka pernikahan kalian akan di percepat, tapi ingat jangan buat Zea hamil karena dia masih sekolah. " Arshaka mengangguk, namun matanya melirik kearah Zea yang memalingkan wajahnya. Gadis itu hanya bisa mengumpati Shaka dalam hatinya, merasa sangat kesal dengan sikap Shaka yang super menyebalkan.
"Maaf tante saya keberatan. " sahut Zea mengabaikan tatapan menusuk dari Arshaka, Arshaka langsung memeluk pinggangnya lalu membisikkan sesuatu di telinga Zea. Zea melotot kearahnya setelah itu menghela nafas panjang dan kembali menatap kedua orang tuanya secara bergantian.
"Maksud Zea, terserah tante saja. " Wanita paruh baya itu tersenyum sumringah mendengar jawaban Zea, calon menantunya.
Satu jam berlalu Arshaka pergi duluan, tancap gas menuju ke apartemen Mona. Sampai di sana, Arshaka langsung menekan belnya dengan tidak sabaran. Tak lama pintu terbuka, Mona langsung berhambur memeluknya, lalu mengajaknya ke dalam Apartemen.
"Setelah kamu membuat gadis itu sengsara, kamu harus segera menceraikannya saat kalian resmi menikah nanti, lalu kita akan menikah honey. " ucap Mona dengan antusias.
"Kamu sabar ya, aku pasti akan membuatnya bagai di neraka, hanya kamu yang pantas menjadi istriku sayang. " Mona tersenyum lebar mendengar penuturan kekasihnya, dia tak akan menyerah meski keluarga Arshaka tak menyukainya.
"Satu lagi, saat kamu dan gadis udik itu menikah nanti, kamu enggak boleh melakukan kontak fisik dengannya, apalagi ciuman, pelukan dan making love. " Arshaka terdiam membeku, dia teringat akan kejadian tempo hari. Dalam hatinya dia mengumpat kecil, entah kenapa dia ingin lagi mengecup bibir mungil gadis yang dia benci.
****, apa yang aku pikirkan!
Arshaka segera menggeleng, dia kembali tersenyum tipis pada kekasihnya. Mona kembali memeluk tubuh sang kekasih, dia diam dia tersenyum miring tanpa di sadari Arshaka.
Drt
drt
drt
Mona menyambar ponselnya, dengan sedikit panik dia segera membalas pesan dari seseorang setelah itu menaruhnya kembali ke atas meja. "Sayang, aku harus pergi dulu soalnya mami menghubungi aku, ada hal yang ingin di bicarakan. "
"Apa perlu aku antar honey? "
"Enggak usah sayang, aku sudah pesan taksi. " pungkasnya. Mona langsung bangkit, mengecup bibir Arshaka sekilas lalu pergi ke kamarnya. Tak lama mereka pun ke luar dari apartemen, Mona pergi duluan tanpa di antar Arshaka.
**
"Haruskah aku kabur saja seperti di film dan di dalam novel. " gumamnya asal. Zeapun menjambak rambutnya, dia sangat frustrasi dan sebenarnya dia menolak perjodohannya dengan Arshaka, tapi mengingat ancaman Arshaka membuatnya menyetujui.
"Huh awas saja si om beruang itu macam macam, aku tendang saja bokongnya. " gerutunya dengan mimik muka kesal.
Beberapa menit berlalu, Zea bangun lalu mengambil ponselnya dan mengirim chat pada Tiara.
Zea : Ra sudah ngerjain PR matematika?
Ting
Tiara :Sudah nih, kenapa! kamu mau nyalin ya (っ´▽`)っ
Zea : Iya hehe (๑•́ ₃ •̀๑), lagi malas mikir
Tiara : Nih aku otw ke rumahmu oke.
Zea menghela nafas panjang, sepertinya dia harus curhat pada sahabatnya itu, mungkin saja Tiara punya solusi bagus pikirnya. Tak lama pintu terbuka lalu masuklah Tiara ke dalam kamar Zea, Tiara mengeluarkan bukunya setelah itu menyerahkannya pada Zea. Sambil mengerjakan PRnya, Zea bercerita mengenai pernikahannya pada Tiara.
"Aku masih pengen sekolah Ra, apa aku kabur saja ya biar pernikahannya di batalkan!
"Hush jangan gitu Ze, kamu enggak kasihan sama orang tua kamu. " Zeapun menyimpan bukunya di meja setelah itu berbaring di kasur sambil memeluk gulingnya. Gadis tomboy itu tengah galau sekarang, Tiara yang melihatnya, ikut merasa kasihan.
"Sudah terima saja dan jalani Ze.Jika om Shaka macam macam dan menyakitimu, tendang saja masa depannya. " celetuk Tiara. Zeapun menoleh kearah sahabatnya, lalu keduanya tertawa bersama setelah itu bertos ria.
"Aha aku punya ide, aku siapin bubuk cabe sebagai alat perang dan obat pencahar perut berjaga jaga siapa tahu si om beruang itu menjahatiku. " Tiara tertawa, namun mengangguk menyetujui ide gila sahabatnya.
Zea POV
Akan kubuktikan kalau aku bukan gadis yang mudah di tindas, awas saja kalau om beruang itu macam macam padaku. Huh semoga keputusanku ini memang tepat, ya aku harap kedepannya akan baik baik saja sebelum badai datang. Pasti si om beruang itu, tengah merencanakan sesuatu untuk menghina, dan membuatku sengsara. Oh Tuhan, kirimkan pria tampan yang lebih dari om beruang. Aku enggak mau ya hidupku berakhir bersama pria menyebalkan itu, di tambah nenek sihir yang bersamanya.
"Sudah sih jangan galau mulu, mending main game terus baca novel, ngehalu bareng dengan lancar, mumpung halu itu gratis. " kata Tiara sambil terkekeh.
"Lets go. " Keduanya langsung memainkan game dalam ponsel Zea, melupakan sejenak masalah yang tengah di hadapi gadis tomboy itu. Selain itu keduanya juga membaca novel online lewat ponsel, mereka berdua menyukai novel genre romantis, terutama ceo dan mafia hehe.
"Tokoh Zayn, sang mafia sangat mencintai istrinya. Dia sangat lembut dan posesif, andaikan aku yang jadi istrinya pasti sangat sangat beruntung. " gerutu Zea.
"Haha bisa bisa, tapi Zayn belum tentu mau sama kamu Zea, lihat Angel, istrinya saja sangat cantik dan tubuhnya bak gitar spanyol sedangkan kamu kurus kerempeng. " ledeknya.
"Mulai deh Ra kamu nyebelin. " sungurnya sambil melanjutkan membaca novel.
bersambung
Note btw othor sangat suka baca novelnya author Ranty Yoona, TAWANAN BOSS MAFIA 😂🤧