Terjerat Cinta Sang Casanova

Terjerat Cinta Sang Casanova
TCSC PART 24


Berbeda dengan Shaka dan Zea beserta keluarga besar yang menyambut suka cita atas kehamilan Zea. Kini Zidane telah berhasil menemukan seorang wanita yang beberapa tahun ini dia cari. Delaney Ellara Anderson, wanita yang dulunya dia patahkan hatinya karena Delaney mengira Zidane menyukai Zea, adiknya Sakti.


"Lepaskan aku Tuan. " Delaney berusaha memberontak, ya wanita itu kini berada dalam kungkungan Zidane. Zidane menemukan wanita ini tanpa sengaja saat dia hendak masuk ke restauran menemui kliennya, Delaney bekerja di sana sebagai pelayan dan kini pria itu membawanya ke sebuah Gereja.



Delaney terus memberontak sejak dia di paksa mengenakan gaun pengantin oleh Zidane. Entahlah rencana gila apa yang tengah di susun dalam otak pria yang memeluknya saat ini. Dan lebih gilanya lagi Delaney mengucapkan janji pernikahan di depan pastur, Zidane memasang cincin ke jari wanita itu dan kini keduanya resmi menikah.


"Kita suami istri sekarang Del!


"Lepaskan aku Zid. " ketus Delaney. Zidane mengabaikan permintaan wanitanya, justru pria itu memeluk erat tubuh Delaney. Setelah acara pernikahan dadakan itu selesai, mereka langsung ke luar dari Gereja.


Zidane menatap dalam wanita yang ada dalam dekapannya, Delaney menatapnya penuh kebencian pada pria di depannya. "Maafkan aku Del, di mana dia sekarang?


Deg Delaney terkejut, dia tahu siapa yang di maksud oleh Zidane. Wanita itu menghela nafas berat, dia enggan mengatakan di mana keberadaannya. Melihat respon Delaney, Zidane hanya bisa tersenyum getir. Keduanya masuk ke mobil, Zidane tancap gas melajukan mobilnya kencang.



"Untuk apa kamu membawaku ke mari? "


"Mulai sekarang kamu tinggal di sini bersamaku honey. " Delaney menggigit bibirnya, dia terlihat gelisah hal itu terlihat dari pandangan Zidane. Pria itu segera turun, membuka pintu untuk istrinya setelah itu mengajak Delaney masuk.


"Aku harus pulang sekarang!


"Tidak!


Mata Delaney melotot, dia menatap kesal kearah pria yang baru saja menikahinya itu. Zidane menghembuskan nafas berat, menyentuh bahu istrinya. "Maafkan aku, dulu kamu hanya salah paham. Aku hanya menganggap Zea sebagai adik, mengenai ucapan aku dulu itu hanya sebuah ketidak sengajaan karena aku mabuk. "


Delaney menghempaskan tangan suaminya, dia tak lagi percaya akan apa yang dikatakan Zidane padanya. Zidane mengambil dua paperbag, lalu di berikannya pada Delaney. "Ini pakaian untukmu, gantilah bajumu sekarang. "


Wanita itu mengambilnya, lalu mencoba membuka resleting gaunnya di bantu Zidane. Setelah itu langsung pergi ke kamar mandi, Zidane mengusap wajahnya kasar terngiang punggung mulus sang istri.



"Zidane, apa apaan ini kenapa kamu memberiku dress seksi ini? " geram Delaney.


Zidane menelan salivanya, langkahnya begitu berat menghampiri istrinya. Delaney berjalan mundur hingga tubuhnya terlentang di atas kasur Zidane langsung menindihnya. Wajah mereka begitu dekat, Delaney bisa merasakan hembusan nafas suaminya yang menerpa wajahnya.


Dengan sekuat tenaga Delaney mendorong tubuh Zidane, raut wajahnya nampak merah menahan amarahnya. Tubuh Zidane terdorong ke lantai, pria itu langsung bangkit. "Dengar kamu tidak berhak menyentuhku meski kau suamiku. " geram Delaney.


Zidane membuang nafas kasar, melihat sikap Delaney yang sekarang sepertinya dirinya akan sulit memenangkan hati sang istri. Delaney kembali duduk, menarik selimut menutupi tubuhnya yang hanya terbalut lingerie. Pria itu berlutut di hadapan istri keras kepalanya itu.


"Kau boleh memaki dan menamparku Del, aku mohon maafkan aku! ucap Zidane sambil memohon maaf pada wanitanya. Delaney menghela nafas panjang, dia melihat tak ada kebohongan di kedua mata suaminya.


"Kemarilah. " Zidane bangkit, memilih duduk di samping istrinya. Wanita itu menatap lekat wajah suaminya, sejujurnya dia sangat merindukan Zidane. Dengan sekali tarikan Delaney berada di pangkuan suaminya, Zidane membiarkan selimut istrinya terlepas dari genggaman wanita itu.


"Zid umh. " Zidane membungkam bibirnya, tangan besarnya menangkup dua gundukan besar sang istri.


Drt


drt


"Umh. " Delaney memukul dada sang suami, Zidanepun melepaskan tautan bibirnya. Wanita itu menghirup udara sebesar besarnya, lalu turun dari pangkaun Zidane.


"Jangan di angkat honey, lebih baik kita tuntaskan kegiatan kita. " Zidane berusaha menarik kembali istrinya namun Delaney berhasil menghindar. Dia membalut tubuhnya dengan selimut, kemudian duduk di ranjang sambil memegang ponsel.


Percakapan via📱


Delaney : Halo sayang, jagoan mommy yang paling tampan ada apa hemm?


👦 Mommy ada di mana sekarang?


Delaney : Err mommy tengah bersama daddy kamu nak!


👦 Benarkah, Daffa ingin ketemu daddy mommy.


"Delaney : Iya sayang, besok Daffa akan bertemu Daddy, mommy tutup teleponnya. Delaney menyimpan ponselnya di atas nakas, Zidane duduk di sebelahnya dan kini memperhatikan istrinya lekat.


"Daffa tadi nanyain kamu Zid! Mata Zidane berbinar, pria itu meraup Delaney ke dalam pelukannya. Rasa bahagia membuncah di dada pria itu, ribuan kupu kupu menggelitiki perutnya. Tak lama pria itu melepaskan pelukannya, Membiarkan sang istri mengganti pakaiannya, setelah itu kembali berbaring di ranjang dan mengobrol berdua. Ya Zidane ingin lebih dekat dengan istrinya, dia tidak akan memaksa untuk di layani Delaney di ranjang.


"Honey, Zea sudah menikah dengan Shaka bagaimana kalau kita temui mereka, berikan ucapam selamat. "


"Iya kamu benar, sekalian aku mau minta maaf sama dia. " Delaney tersenyum, ada rasa lega sekaligus bersalah karena telah menghina gadis itu dulu.


##


Sementara bumil muda itu kini tengah makan mangga muda dengan lahap, Shaka yang melihatnya hanya bisa menelan salivanya kasar. Setelah drama ngidam pertama Zea tadi, akhirnya keduanya kembali akur, lelah berdebat.


"Kenapa, kamu mau hubby? " Zea melirik kearah suaminya yang sejak tadi memperhatikan dirinya, dan hanya di balas gelengan oleh Shaka. Setelah menghabiskan dua buah mangga, Zea bersandar di Gazebo menikmati udara pada sore hari.


"By, kamu mau anak laki laki apa perempuan? "


"Apa saja yang penting kamu dan calon baby sehat. Setelah baby pertama lahir, kita harus rajin usaha agar punya banyak anak sayang. " rayu Shaka dengan senyuman manisnya. Zea merotasi bola matanya, dia tak habis pikir dengan suaminya.


Satu saja belum lahir, udah mikirin anak kedua dan seterusnya ck.


Shaka terkekeh, dia kecup pipi istrinya sekilas kemudian merangkulnya. Dia mencoba lebih bersabar menghadapi emosi istrinya yang labil, teringat mommy dan Ibu yang telah memberinya nasehat kemarin.


"Ternyata kalian di sini. " Tiara datang bersama suaminya Shakti. Kedua bergabung bersama Zea dan Shaka. Tiara meletakkan buah buahan di atas meja, wanita itu tersenyum tipis kearah sang adik ipar.


"Ze, kalau kita hamil barengan, seru kali ya!


"Memangnya kamu hamil Ra? " Zea menatap lekat kearah Tiara yang menggeleng pelan kemudian nyengir.


"Mana bisa hamil, saat malam pertama kemarin istriku kedatangan palang merah, terus seminggunya lagi dia sakit. " sindir Shakti dengan bibir mencebik kesal. Shaka langsung teebahak mendengar pengakuan kakak iparnya, Tiara merasa malu dan menabok paha sang suami.


"Awh sakit Yank. " ringis Sakti.


"Jadi kakak ipar masih perjaka dong haha. " Tawa Shaka semakin keras, Zea menyikut perut suaminya agar berhenti tertawa. Namun dia ikut tertawa, membuat Shakti semakin jengkel pada mereka.


"Aku beliin buah apel, sama salad buah biar calon baby tidak ileran. " pungkas Tiara sambil tersenyum.


"Thanks kakak ipar! Zea kembali mencomot salda buah, wanita itu begitu lahap makan saladnya.


tbc