Terjerat Cinta Sang Casanova

Terjerat Cinta Sang Casanova
TCSC Part 17 - Honeymoon 1


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENTARNYA


Selepas makan malam, Zea tak lantas masuk ke kamarnya namun memilih kamar tamu. Dia tidak ingin sekamar dengan pria yang menghancurkan dirinya. Shaka buru buru mencekal tangan istrinya, Zea menoleh dan menatap datar sang suami. "Lepaskan tanganku, aku ingin segera istirahat. " ujar Zea dengan ketus.


"Aku tahu aku salah, maafkan aku sweety. Tidurlah di sampingku sayang. " rayu Shaka dengan lembut.


"Aku tidak mau!


"Apa kamu mau mommy dan daddy tahu jika bertengkar. " pungkas Shaka. Zea terdiam, dia menepis tangan suaminya lalu masuk ke kmar di susul Arshaka. Wanita itu meletakkan guling sebagai pemisah, saat ini dia benar benar tak ingin dekat dengan suaminya itu.


"Kau jangan melewati batas ini, mulai sekarang kamu dilarang menciumku dan make baby tanpa seizinku. "


Arshaka terkejut mendengar penuturan istri kecilnya, ck mana mau dia membiarkan otongnya karatan tak bertemu titin >_<.


"Tapi sweety, kamu istriku masa iya aku dilarang menyentuh kamu, bagaimana kalau otong merindukan titin. " bujuk Shaka dengan wajah memelas.


"Minta saja sama Mona, jangan aku. " ucapnya cuek. Zea segera naik ke ranjang, berbaring lalu menarik selimut menggulung tubuh mungilnya. Shaka benar benar tak berkutik mendengar ucapan istrinya, pria itu mengusap wajahnya kasar lalu ikut berbaring di sebelah Zea. Zea tidur lebih dulu, dia memunggungi suaminya. Shaka hanya menghela nafas kasar, lalu memejamkan kedua matanya.


##


Seperti biasa Zea bangun lebih dulu, dia menoleh ke samping sekilas setelah itu turun dari ranjangnya. Zeapun terlihat segar setelah mandi, wanita itu segera ke luar dari kamarnya. "Pagi Mommy, pagi Daddy. " sapa Zea pada kedua mertuanya.


"Pagi sayang, Suami kamu mana nak? "


"Mas Shaka masih tidur Mom! Tak lama Shaka turun dengan pakaian santainya, bergabung bersama keluarganya.


"Kamu tidak ke kantor Shaka? " tanya Daddy Mike pada puteranya.


"Tidak Dad. " Meski kesal dan marah pada suaminya, Zea tetap melayani sang suami sesuai nasihat ibunya kemarin padanya. Shaka memperhatikan istri kecilnya, tak ada senyuman di wajah istrinya itu. Mereka sarapan dalam diaam, tak ada yang bersuara sepatah katapun.


"Ini tiket honeymoon buat kalian nak. " ujar Daddy dengan senyuman merekah. Zea dan Shaka saling melempar tatapan satu sama lain, lalu kembali menatap pria paruh baya itu. Shaka tersenyum penuh arti, dia akan memperbaiki semuanya saat mereka honeymoon.


"Terimakasih Dad, sayang ayo kita pulang! Shaka pamit pada orang tuanya, mengajak istrinya ke luar. Selama perjalanan, keduanya tak berbicara apapun. Zea sibuk dengan pikirannya sendiri, sementara Shaka sesekali melirik istrinya.


Skip



Tiba di Bali keduanya langsung bergegas menuju ke hotel tempat mereka menginap. Ya siapa yang tidak mengenal pulau Bali atau bisa disebut pulau dewata, pulau Bali terkenal dengan keindahan pantai dan destinasi wisatanya.


Di dalam kamar, Zea menata pakaian mereka ke dalam lemari, Grep sepasang lengan kekar memeluk pinggangnya dengan erat. Shaka membalik tubuh istrinya dan keduanya saling berpagutan mesra. Tangan Zea masuk ke dalam kaos suaminya, mengusap lembut tubuh kekar sang suami.


Hosh hosh hosh


Tatapan mereka saling beradu, manik cokelat Zea berkaca kaca menatap sendu pria yang di cintainya. "Sebaiknya kita berpisah saja mas, buat apa kita mempertahankan hubungan ini. " gumamnya lirih.


"Aku tidak akan pernah menceraikanmu. " ujar Shaka dengan nada tinggi.


Shaka mendekap kepala istrnya hingga bersandar di dadanya, Zea terdiam mendengar detak jantung suaminya yang berdebar kencang. "Sweety kamu sudah dengarkan, jantungku berdebar kencang saat kamu bersamaku. Apa kamu tahu selama ini aku cemburu mendengar kamu pergi bersama pria lain. " ungkapnya.


Zea menatap tak percaya kearah suaminya, mana mungkin suaminya mencintai dirinya pikirnya. "Aku benar benar mencintaimu sayang, maaf karena aku mempermainkan kamu kemarin. " sesalnya.


"Aku juga mencintaimu suamiku! ucapnya malu malu. Shaka terkekeh, senyumnya kian merekah mendengar ungkapan cinta dari istrinya. Hup Pria itu membopong tubuh sang istri menuju ke ranjang. "Wel waktunya otong bertemu Titin sayang. " seringai menghiasi biir Shaka, Zea langsung merona.


Dua jam berlalu


Selesai bercinta, Zea bersandar di dada sang suami. Keduanya bercerita banyak hal, sesekali tangan nakal Shaka meremas buah segar sang istri. "Mas engh. " lenguhnya pelan. Shaka terkekeh, dia ciumi kepala sang istri dari belakang.


"Sweety, aku sudah tidak sabar Shaka junior hadir dalam perut kamu. " ujarnya.


Zea menoleh, tersenyum lembut mendengar pernyataan Shaka barusan. Dia usap rahang kokoh suaminya, Lalu dikecupnya bibir pria seksinya. Shaka mengeratkan pelukannya, dadanya terasa sesak jika mengingat istrinya ingin bercerai darinya. "Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, aku benar benar tidak ingin bercerai dari kamu sweety!


"Bukankah lebih bagus mas, kamu bisa bersama Mona dan aku mungkin saja bisa mencari sugar daddy yang tampan dan seksi. " gumam Zea dalam pelukan Shaka.


Rahang Shaka mengeras, pria itu langsung menatap tajam istri kecilnya. Pria itu seketika melepas pelukannya, menyambar boxernya lalu pergi ke kamar mandi.


Blam


Hahahaha


"Marah dia, astaga padahal aku cuma bercanda! Zea meperhatikan suaminya yang selesai mandi, dia segera turun dari ranjang dan membersihkan tubuhnya.


Selesai bersih bersih, Zea celingak celinguk mencari sosok sang suami. Diapun memutuskan ke luar dari kamar, pergi ke pantai yang letaknya di depan hotel. Wanita itu bergegas menemui sang suami yang kini berdiri membelakangi dirinya.



"By, jangan marah lagi. Aku cuma bercanda tadi. " rayu Zea dengan wajah imutnya.


Shaka menghela nafas panjang, tangannya merengkuh pinggang sang istri kemudian tersenyum tipis. "Maaf sayang, kamu enggak nyaman dengan sikapku yang mudah marah. Aku tahu ini kekanakan tapi aku cemburu jika kamu memilih pria lain karena kamu begitu ingin bercerai dariku. "


"Sudah hubby, aku enggak papa kok. " Keduanya duduk di atas pasir dengan posisi Zea di depan dan di peluk dari belakang oleh Shaka. Keduanya menikmati udara segar dan pemandangan di sekitar pantai. Banyak para pasangan entah lokal maupun turis wisatawan yang berlalu lalang di sana.


Zea POV


Aku harap kebahagiaan ini nyata adanya, bukan mimpi. Suamiku membalas cintaku, berharap hubungan kami akan seperti ini selamanya. Harmonis sama seperti mommy dan daddy. Ya Tuhan terimakasih atas segalanya, aku bahagia saat ini. Aku harap segera memiliki calon anak sesuai keinginan Shaka suamiku.


Shaka mengeratkan pelukannya, dirinya benar benar bahagia karena Zea mau memberinya kesempatan. Tangan mereka saling bertautan, Zea sesekali mengecup tangan suaminya begitu juga sebaliknya. "Sayang, katakan kenapa kamu begitu mencintaiku setelah apa yang aku lakukan padamu. "


"Ya mungkin karena sikap lembutmu waktu itu meski semuanya hanya palsu mas. " celetuknya sambil tersenyum. Shaka merasa semakin bersalah, pria itu terus meminta maaf pada Zea. Zea hanya mengulum senyumnya, berbalik kemudian berbaring di atas pasir diikuti Shaka.


Shaka mendusel manja di belahan dadanya, Zea mengusap lembut kepala suaminya, sesekali menciumnya penuh cinta. Keduanya segera bangun, mereka berjalan tanpa alas kaki memelusuri area pantai sambil bergandengan tangan.


tbc