Terjerat Cinta Sang Casanova

Terjerat Cinta Sang Casanova
S2 BAB 1 - PROLOG


Fyi ini kisah Arsenio ya, putera Shaka dan Zea.


Like, vote dan komen thanks you


.


Serena Amberly, gadis manis yang selalu tersenyum dalam luka kini berjuang hidup setelah kepergian sang ibu karena penyakitnya. Ayahnya menikah lagi dengan seorang janda beranak satu. Setiap hari Dia selalu mendapat cacian dan makian dari ibu tiri serta saudara tirinya Nyonya Kate and puterinya Clara.


Hingga satu ketika kesabarannya habis, Serena memilih k luar dari rumah ayahnya tersebut. Hingga pertemuannya dengan seorang pria kaya justru membuat hidup Serena semakin rumit. Serena kira akan bahagia namun justru sebaliknya, pria itu memiliki alasan kenapa membeli dan menikahinya secara mendadak, tanpa keluarga pria itu yang datang.


"Sebagai anak, kau tidak berguna sama sekali Serena sama seperti ibumu itu. " hardik nyonya Kate pada anak tirinya.


"Jangan hina ibuku Nyonya. " ujar Serena dengan nada tinggi.


Plak Nyonya Kate melayangkan tamparannya ke pipi Serena, Clara tersenyum puas melihat kakak tirinya di tampar oleh ibunya. Serena meringis, menatap tajam kearah wanita tua yang telah menamparnya. "Seharusnya Anda yang berkaca, anda yang merebut Ayah dari ibu, apakah itu dinamakan wanita terbormat. " sarkas Serena.


Lagi lagi Serena di tampar oleh Nyonya Kate yang tersinggung dengan ucapan Serena, Serena tersenyum sinis kemudian pergi ke kamarnya, tanpa peduli teriakan nyonya Kate.


Cklek


Setelah masuk ke kamar, tubuh Serena luruh ke lantai dan menangis terisak. Tidak ada yang boleh menghina mendiang ibunya termasuk ibu tirinya itu.


tok


tok


tok


"Serena, Ayah ingin bicara denganmu! ujar Ayah di balik pintu kamar Serena.


Serena menulikan telinganya, dia tak ingin bicara dengan sang ayah karena dia yakin jika ibu tirinya mengadu pada sang ayah, membuat drama picisan murahan. Hati Serena tak ingin sakit lebih dalam lagi akan sikap sang ayah yang tak membelanya sama sekali.


"Ayah tidak menyayangiku lagi Bu. " jerit Serena dengan tangisan pilunya. Serena sangat merindukan sosok sang ibu, pelukannya dan kasih sayang ibunya.


Sore hari selesai mandi, Serena pergi ke dapur dan tanpa sengaja mendengar obrolan nyonya Kate dan anaknya, lalu pergi begitu saja.


"Mami, ayo kita shopping. " ujar Clara.


"Ayo sayang. " Keduanya bangkit, setelah itu pergi ke luar bersama sama. Setelah dari dapir, Serena menemui sang ayah di ruang tamu.


"Ayah sangat kejam, ayah tidak pernah memberi uang padaku untuk pengobatan ibu, sementara mereka selalu ayah beri. " protes Serena dengan nada kecewanya.


"Ternyata istri ayah yang baru itu memang murahan dan matre ya. "


"Cukup Serena, jaga bicara kamu. " bentak Ayah emosi. Pria paruh baya itu pergi mengambil cambuk, lalu mencambuki tubuh Serena.


"Aah. " Serena meraung kesakitan, dia menangis melihat bagaimana ayahnya sendiri berbuat kasar padanya. Setelah menghukum Serena, Ayah membuang cambuknya.


"Aku sangat benci sama ayah, aku tak akan pernah melupakan kejadian ini. " Serena menatap tajam ayahnya, lalu bangkit dan berjalan tertatih tatih ke luar dari rumah yang bagaikan neraka tersebut.


Ayah menatap kepergian puteri kandungnya dalam diam, pria paruh baya itu kembali duduk di sofa. Sedangkan Nyonya Kate dan Clara tengah memilih pakaian di pusat perbelanjaan, keduanya terlihat bahagia tanpa memikirkan Serena. "Sayang kau sangat pintar merayu ayah tirimu itu hingga kita bisa belanja seperti sekarang. " ucap Nyonya Kate pada anaknya.


Setelah puas berbelanja, keduanya memutuskan pulang ke rumah, Clara memcari cari sosok Serena. "Ayah, Di mana puteri ayah itu? "


"Serena pergi setelah ayah cambuk, dia berani menghina kalian di hadapan ayah nak. " ujar Ayah dengan raut marahnya. Clara begitu senang, ayah tirinya begitu membelanya hingga menyiksa Serena.


Clara berbalik dan melangkah menuju ke kamarnya, nyonya Kate kini tengah berusaha menenangkan sang suami.


"Temukan Serena, habisi dia atau buat hidupnya hancur, terserah kalian. " pungkas Clara dengan sinis. Clarapun memutus sambungan, menaruh belanjaannya di atas meja rias kemudian membersihkan diri di kamar mandi.


Skip


"Serena, Serena kupastikan hidupmu hancur sehancurnya dan setelah itu aku akan menyebarkan ke media. " gumam Clara dengan seringainya.


Clara begitu senang, melihat Serena pergi dari rumah, hal yang dia tunggu sejak lama. Sejak awal dia sangat membenci Serena yang memiliki segalanya, dan dia pastikan hidup Serena tak akan ada artinya lagi.


##


Di sisi lain Serena terus berjalan cepat meski tubuhnya terasa sakit, dia di kejar tiga priaberbadan besar. Dia terus berteriak meminta tolong, mengingat hari mulai gelap dan sebentar lagi turun hujan.


"Tidak, aku tidak boleh ketangkap sama mereka. " gumam Serena.


Serena terus berlari, ketiga penjahat itu semakin dekat dengannya, membuatnya kian panik. Salah satu dari mereka berhasil menangkapnya, Serena terus memberontak.


Plak


Lagi lagi Serena di tampar oleh salah satu dari ketiga pria tersebut hingga sudut bibirnya berdarah. "Lepaskan aku, tolong. " teriak Selena sambil memberontak.


"Diam nona manis!


Serena langsung menendang junior ketiganya setelah itu melarikan diri, tak peduli luka di sudut bibirnya. Ketiga pria itu kembali mengejarnya tanpa henti.


Ckit


Seorang pria turun dari mobilnya, melihat Serena yang jatuh pingsan di jalanan. Manik kelamnya, menatap ketiga pria yang berjalan kearahnya. Pria itu segera mengangkat tubuh Serena, meletakkan ke dalam mobil. Mobil melesat jauh meninggalkan japanan yang sepi tersebut.


"Sialan gadis itu berhasil lolos. " maki salah satu dari mereka. Salah satu dari ketiga pria itu segera menghubungi Clara, melaporkan kejadiannya namun sedikit berbohong. Clara sangat merasa puas dengan laporan yang disampaikan orang suruhannya, well dia berhasil menghancurkan hidup Serena. Gadis itu langsung menyimpan ponselnya di laci, lalu berbaring dan memejamkan kedua matanya.


### Arsenio menyuruh pelayannya mengobati luka Serena dan mengganti pakaian gadis itu. Dia juga telah memanggil dokter untuk memeriksa keadaannya.


"Arsen, siapa gadis ini kenapa tubuhnya di penuhi bekas luka? " tanya Hendra.


"Aku tak tahu, aku menemukan dia pingsan di jalan. " jawab Arsen dengan datar.


"Kasihan sekali dia, gadis ini sepertinya baru saja mendapat kekerasan. " ujar Hendra. Arsen terdiam, manik kelamnya memperhatikan sosok yang berbaring di ranjangnya tersebut.


"Besok pagi tubuhnya pasti akan pulih, aku pulangdulu dan imgat jangan apa apakan dia. " Hendra menyeringai jahil kearah sahabatnya itu, di balas dengusan Arsen. Hendrapun ke luar, pria itu sangat suka menjahili sahabatnya yang seperti es itu.


"Siapa kamu? " Pertanyaan itu teelontar begitu saja dari bibir Arsen, tanpa banyak bicara pria itu melangkah ke luar dari sana.


tbc