Terjerat Cinta Sang Casanova

Terjerat Cinta Sang Casanova
TCSC Part 19


"Maaf tuan janin dalam kandungan istri Anda tidak bisa kami selamatkan. " pungkas Dokter dengan raut menyesal.


Jder


Hamil, istrinya hamil tapi mereka tak tahu. Pantas saja sikap Zea akhir akhir ini memang sensitif dan manja padaku. Kini Shaka merasa sangat menyesal atas sikap kasarnya pada sang istri hingga dia keguguran. Pria itu bergegas menghampiri istrinya di dalam ruangan rawatnya.


"Sayang, maafkan aku. " Zea memalingkan wajahnya kearah lain, Shaka segera menghampirinya, memeluk Zea dengan erat mengabaikan penolakan istrinya. Zea menitikkan air matanya, hatinya sakit kala mendengar penjelasan Dokter, dirinya masih syok soal kehamilan dan sekarang dirinya keguguran.


"Maafkan aku sayang. maaf. " bisik Shaka menyesal.


Tangis Zea seketika pecah dalam pelukan suaminya, Shaka semakin di liputi rasa bersalah, melihat istrinya yang terus menangis sejak tadi. Shaka melepas pelukannya, mematap dalam kearah manik sang istri.


"Pukul aku sayang, lampiaskan emosimu padaku. Aku suami yang buruk untukmu, maafkan aku. " Shaka terus mendekapnya, berusaha menenangkan sang istri tercinta. Zea menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami, sejujurnya dia sangat kecewa dan marah pada Shaka namun Zea memilih diam.


Cklek orang tua mereka datang, Shaka melepas pelukannya. Mommy Jingga menatap sendu kearah menantu kesayangannya itu, wanita paruh baya itu langsung memeluk Zea. "Sayang, kamu yang sabar ya nak. " ucap Mommy dengan lembut.


"Iya Mommy. " balasnya pelan. Mommy Jingga mengecup singkat kening Zea, beralih pada puteranya dengan tatapan tajam, meminta penjelasan.


"Ini salahku mom, aku terlalu dalam menyakiti Zea hingga kami kehilangan janin yang tidak kami ketahui. " sesal Shaka.


Plak Mommy Jingga menampar pipi puteranya, dia sangat kecewa dengan Shaka yang telah menyakiti hati Zea. "Kamu keterlaluan Shaka, harusnya kamu lebih bersikap dewasa. " bentak Mommy.


"Mulai sekarang Zea akan tinggal sama mommy dan daddy. " pungkas Mommy Jingga dengan tegas.


"Mommy please, aku enggak mau pisah sama Zea Mom. "sahut Shaka dengan raut penyesalannya. Shaka kembali menatap istrinya dengan sendu, di raihnya tangan Zea kemudian dikecupnya lembut.


"Sayang, kamu boleh marah sama aku tapi jangn tinggalkan aku sendiri. " Zeapun tak sanggup melihat suaminya yang memohon padanya, dia beralih menatap sang mertua dengan sedikit senyuman.


"Di sini bukan mas Shaka yang salah mom, aku juga. Aku terlalu berfikiran buruk padanya hingga dia berbuat kasar padaku. mommy biarkan aku tinggal, aku ingin menyelesaikan masalah kami. " ucap Zea dengan lembut.


Mommy Jingga menghela nafas panjang, menghargai keputusan sang menantu keski sebenarnya dia tak setuju. Dia usap kepala Zea dengan lembut, senyuman hangat dia berikan pada Zea. "Baiklah sayang, mommy menghargai keputusanmu dan jika kamu disakitii lagi sama Shaka, bilang sama mommy. Momy akan pecat dia jadi putera mommy sekaligus suami kamu sayang. " celetuk Mommy Jingga. Raut wajah Shaka berubah masam, Daddy Mike terkekeh mendengar penuturan sang istri.


"Mommy, Daddy kalian tidak memberitahu ayah dan ibu 'kan? " tanya Zea.


"Tidak sayang. " Zea bernafas lega, dia tidak ingin orang tuanya terkejut dan kecewa pada Shaka. Setelah bertanya pada dokter Zea diperbolehkan pulang, Shaka dengan sigap menggendongnya dan membawanya ke mobil di susul orang tuanya.



"Mau mas, asalkan mas Al enggak ninggalin aku dan anak anak. " ucap Shilla dengan lembut. Sikap lembut Shilla membuat Alvaro berkali kali jatuh cinta pada sang istri, ibu dari anak anaknya.


"Mas enggak bakal ninggalin kalian, soalnya mas sudah jatuh cinta padamu sejatuh jatuhnya sayang, mana mungkin mas berpaling darimu. Malahan mas yang takut sayang, kamu sangat cantik dan seksi, banyak pria di luar sana yang menginginkanmu!


Ya Alvaro terkadang merasa takut, jika ada pria yang lebih darinya merebut istrinya dari dirinya, apalagi mengingat masa lalu di mana dirinya sangat kejam mengusir Shilla saat Shilla lagi hamil Khanza. Shilla tersenyum tipis, dikecupnya rahang dan bibir suaminya dengan lembut lalu menatapnya dalam. "Cinta dan raga Shilla hanya milik mas Al, jadi jangan khawatir akan hal itu sayang. "


"Nanti kita jenguk Zea ya mas, sekalian mau buat perhitungan sama si kakakku yang bodoh itu. " ucapnya berapi api. Alvaro tertawa melihat sikap istrinya yang begitu bar bar, namun dia sangat menyukainya.


"Iya nanti kita ke rumah Shaka!


"Mas semakin cinta sama kamu sayang. " ucap Alvaro dengan tulus.


"Aku juga mas!


"Permisi Nyonya, baby Alan sepertinya haus. " Sang baby sitter datang menemui mereka, Shilla segera turun dari pangkuan suaminya dan memgambil alih putera kecilnya.


"Iya mbak, ya sudah temani Khanza lagi. " Baby Sitter itu mengangguk, berlalu dari sana. Shilla mengulum senyumnya, puteranya kini menyusu dengan sangat lahap. Alvaro merengkuh pinggang sang istri dari samping, pria itu memperhatikan puteranya yang tengah minum asi dari sumbernya.


"Si gembul tambah gembul aja tubuhnya. " kekeh Alvaro. Baby Alan melepas emutannya, sepertinya si tampan sudah kenyang dengan asinya. Shilla segera membenahi dressnya, menciumi wajah putera kecilnya.


Alvaro melirik jam di tangannya, setelah itu kembali memperhatikan sang putera. Keduanya bangkit, bergegas menuju ke kamar mereka di lantai atas. Shilla menaruh baby Alan dalam boxnya, Alvaro merengkuhnya dari belakang dan sepertinya pria itu menginginkan sesuatu.


Shilla menghela nafas, merasakan sesuatu yang tengah terbangun. Wanita itu berbalik, menatap tajam suaminya yang kini menatapnya mesum. Tanpa ragu Alvaro kembali memagut bibirnya, ciuman yang awalnya lembut kini berubah menuntut. Dengan sekali angkat, tubuh Shilla melayang. Pria itu membopongnya, merebahkannya di atas kasur.


"Aku ingin memakanmu sayang, sudah lama turpedoku puasa. "


Shillapun mengangguk, wanita itu juga merindukan semua sentuhan suaminya. Mendapat lampu hijau dari istrinya, Alvaro buru buru melepas pakaian mereka dan siang itu terjadi pergulatan panas di sana. Baby Alan sangat anteng, sepertinya bocah itu tahu orang tuanya sibuk.


Satu jam berlalu setelah sesi bercinta berakhir, mereka segera membersihkan diri. Selesai berpakaian, Shilla menghampiri puteranya. Baby Alan tertawa, mengajak sang mama bercanda. "Anteng banget sih sayang, kamu pengertian banget nak kalau mommy lagi sibuk mengurusi bayi gede, daddy kamu. " ucap Shilla sambil tertawa kecil.


"Yuk kita berangkat sekarang sayang, kita jenguk Zea. " ajak Alvaro pada istrinya. Shilla mengangguk, dia segera menggendong baby Alan lalu di bawanya ke luar. Kanza ikut dengan mereka, kini duduk di belakang sambil berceloteh. Alvaro melajukan mobilnya meninggalkan kediamannya, menuju ke rumah sang kakak ipar.


tbc


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN