Terjerat Cinta Sang Casanova

Terjerat Cinta Sang Casanova
TCSC PART 18 - TERULANG LAGI


selama honeymoon di Bali Shaka terus mengurung istrinya di kamar hotel, mereka menghabiskan waktu untuk bercinta lalu makan dan keduanya jarang ke luar dari hotel. Shakapun ingin segera istrinya itu hamil, supaya saingannya berhenti mengejar Zea.



Shaka mengecup singkat bahu polos istrinya, Zea tersenyum tipis menatap suaminya. Tubuh keduanya masih polos hanya terbalut selembar selimut. "Mas, kamu enggak capek apa ya tiap hari making love terus. " sungut Zea sebal merasakan sekujur tubuhnya terasa pegal.


"Malahan aku masih kuat lho sayang, tiga atau empat ronde bisalah. " jawabnya santai sambil menaikturunkan alisnya.


Zea langsung melototinya, Shaka tertawa tanpa dosa lalu mengecup singkat bibir istrinya, yang kini menjadi candunya. Pria itu membawa istrinya ke atas dadanya, sedangkan dirinya bersandar di kepala ranjang. Shaka menatap penuh cinta istri mungilnya, wanita yang sempat dia permainkan hatinya namun juga merupakan satu satunya pemilik hatinya saat ini hingga seterusnya.


Nama Mona dalam hatinya telah terhapus dan terganti dengan nama Zea, sosok istrinya inilah yang kini memenuhi hati dan pikirannya setiap hari. Shaka juga menciumi kedua telapak tangan Zea serta seluruh wajah sang istri hal itu membuat Zea terkekeh geli. "Sayang, jalan jalan yuk bosan tahu, kamu mengurungku di kamar terus. " rengek Zea pada suaminya


"Tapi di dalam kamar kita enak enak sayang. " sahut Shaka dengan vulgar.


Zeapun mencebik, dia langsung bangun dan turun dari ranjang, tanpa peduli tubuhnya polos. Wanita itu segera memakai bikini, kemudian melenggang ke luar dari resort. Shaka hanya terkekeh, pria itu memakai boxernya dan menyusul sang istri.




...THE KAYON JUNGLE RESORT...


pict cr pinterest


Shaka dan Zea berenang bersama, menikmati keindahan alam di sekitar Resort. Tawa menghiasi bibir mungil Zea, kala wanita itu menjahili sang suami. Zea terus menyipratkan air ke tubuh dan wajah Shaka dengan senyuman usilnya, Shaka membalasnya dengan seringai. Tangan kekar pria itu meraih pinggang ramping istrinya, kemudian di dekapnya dengan posesif. "Jahil banget sih istriku hemm, sepertinya perlu di hukum dengan hukuman yang enak enak. " goda Shaka.


"Mas mesum. " pekik Zea dengan wajah meronanya. Shaka tertawa lepas, memperhatikan raut istrinya yang begitu kesal padanya. Zea hanya berdecak pelan, tangan kirinya berada di leher suaminya sedangkan tangan satunya mengusap dada bidang suaminya yang begitu menggoda iman dan emosi.


Shaka hanya bisa menahan nafas, mencoba mengendalikan dirinya yang terpancing. Segera saja dia tahan tangan sang istri, kemudian di kecupnya bibir Zea yang begitu manis dan memabukkan. Teringat masa lalu suaminya, raut wajah Zea berubah serius, wanita itu menatap lekat wajah sang suami. "Jawab jujur, kamu dan Mona sudah melakukan apa saja selama ini saat pacaran di belakangku? "


"Making out sayang. " jawab Shaka terbata bata.


"Bibir, Dada dan lereng gunung maksud kamu. " ucap Zea dengan wajah datarnya.


"Iya sayang tapi kami belum melakukan penyatuan. " sambung Shaka dengan wajah bersalahnya pada sang istri. Hati Zea mencelos sakit, dia melepaskan pelukannya di tubuh sang suami, wanita itu berbalik memunggungi Shaka. Melihat reaksi istrinya, Shaka semakin merasa bersalah karena pernah mengkhianati Zea.


Grep


"Maafkan aku sayang, maaf. Aku tahu kamu masih kecewa dan marah sama aku atas kelakuan bejadku itu. " sesal Shaka sambil memeluk istrinya dari belakang.


Shaka mengajak istrinya untuk naik ke atas, keduanya duduk di sebuah kursi yang membentuk sebuah lingkaran. Zea menghapus air matanya, ya wanita itu menangis dalam diam hal itu di sadari Shaka. "Maafkan aku mas, aku yang bertanya aku sendiri yang sakit hati jika mengetahui kenyataan itu. " ucap Zea dengan lirih.


"Sst sayang, sekali lagi maafkan aku. " Shaka langsung memeluk istrinya, dia mengerti dengan perasaan Zea yang masih terluka atas kenyataan pahit itu. Zea membalas pelukan suaminya dengan erat kemudian melepasnya.


"Kamu harus mandi yang bersih Mas, aku tidak mau kuman dari mantanmu itu masih menempel. " celetuknya sambil tertawa. Shakapun berdecak sebal, mencubit hidung sang istri dengan gemas.


Mereka bangkit dan memutuskan kembali ke dalam resort, selesai berpakaian Zea memilih memainkan ponselnya.


drt


drt


drt


Cklek


"Yank, kenapa? " Shaka ke luar dari kamar mandi hanya dengan selembar handuk di pinggangnya. Zea menoleh kearah suaminya dengan raut datarnya.


"Enggak apa. " ketusnya sambil menaruh ponsel suaminya. Shaka menaikkan sebelah alisnya melihat sikap istrinya yang terlihat kesal padanya. Pria itu segera memakai pakaiannya, lalu menghampiri istrinya yang berada di ranjang.


"Kenapa Yank, kok kayaknya kamu kesel sama aku? "


"Pikir saja sendiri. "


"Ayolah sayang ngomong saja, jangan kekanakan kayak gini. " geram Shaka menahan rasa kesalnya. Mata Zea nampak berkaca kaca mendengar ucapan suaminya.


"Cepat berkemas, kita pulang ke jakarta hari ini juga. " ujar Shaka dengan nada dinginnya. Pria itu langsung bangkit dan ke luar dari kamar, Zea menitikkan air matanya melihat sikap dingin suaminya. Segera saja Zea menggemas pakaiannya dan sng suami ke dalam koper. Selesai bersiap dia segera ke luar sambil menyeret kopernya, menemui suaminya yang telah menunggunya.


Skip Di Jakarta


Keduanya masih perang dingin hingga sampai ke Jakarta, Sampai di mansion Shaka menyeret kopernye ke dalam tanpa peduli pada istrinya, Zea memilih pergi ke Gazebo menenangkan hatinya yang bergemuruh saat ini.


Apa Mas Shaka masih peduli sama Mona?


Apa perhatian dan sikap baiknya padaku hanyalah sandiwaranya lagi?


"Kalau iya, dia sangat layak mendapat predikat seorang aktor. " gumam Zea. Zea hanya bisa menangis sesegukan, rasanya dirinya sudah lelah dengan semuanya. Tiba tiba teringat dengan orang tuanya dan juga sang kakak.


Kunci dalam hubungan suami istri yaitu cinta, kepercayaan dan komunikasi.


Zeapun menahan nafas dalam dalam lalu menghembuskan perlahan. Dia mendongak ke atas, menatap langit yang begitu cerah namun tidak bagi hatinya. Moodnya kembali memburuk dengan prasangka prasangka dalm pikirannya, mengenai Shaka dan Mona.


Sementara Shaka pergi ke mini bar, pria itu meluapkan kekesalannya dengan minum minuman beralkohol. Pria itu sepertinya lupa akan larangan sang istri untuk jangan mabuk mabukan. Zea datang menemuinya, terlihat jelas wanita itu kecewa melihat sang suami mabuk mabukan.


"Mas, kamu lupa dengan laranganku. Aku melarangmu untuk minum Mas, tapi kenapa kamu masih saja melakukannya. " ucap Zea dengan lirih.


Shaka hanya diam, pria itu terus meminum wine mengabaikan sang istri. Zea memutuskan ke luar meninggalkan suaminya sendiri. Shaka langsung bangkit dan memyusul istrinya menuju ke kamar mereka.


Di dalam kamar terdengar suara teriakan, jertan kesakitan. Zea menjerit kesakitan suaminya melakukan penyatuan dengan kasar, air matanya terus menetes melewati kedua pipinya yang mulus.


"Sssh sa.. kit mas. " Zea mencengkram erat lengan Shaka, merasakan sakit di area perutnya. Shaka menghentikan aksinya, kedua matanya menatap ke bawah dan terkejut melihat darah di sana.


"Yank kamu. " ucapnya terbata bata.


"Awh sa.. kit hiks. " ringisnya. Shaka segera menyingkir, dia memakai pakaiannya dan sang istri dengan buru buru lalu membopong Zea ke luar dari kamar.


"Maaf sayang, maafkan aku. " tubuh Shaka bergetar, melihat istrinya kesakitan dan rasa bersalah bersarang di dirinya. Pria itu melajukan mobilnya bak kesetanan menuju ke rumah sakit.


Suster dan Dokter segera menangani Zea, Shaka menunggu di luar. Pria itu meninju tembok, mengumpati kebodohan dirinya yang lagi lagi menyakiti istri kecilnya. "Yank, maafkan aku suamimu yang bodoh ini. " sesal shaka


tbc