
Hari berikutnya, Archana mengajak Arjuna bertemu di cafe. Dia telah mendapatkan izin dari suaminya mengenai pertemuannya dengan Arjuna.
Tak lama Arjuna datang bersama seorang wanita, Archana mengulas senyumnya menyapa keduanya. Diapun penasaran dengan wanita yang bersama dengan Arjuna itu.
"Maaf kalau kamu menunggu lama Archa!
"Enggak papa om, ngomong ngomong siapa wanita di sebelahmu ini? "
"Dia Diandra, calon istriku. " jawab Arjuna sambil tersenyum. Diandra mendelik mendengarnya, wanita itu menatap tajam pria di sebelahnya saat ini. Archana mengangguk paham, dia ikut senang dengan kabar membahagiakan ini.
"Ada perlu apa Cha? "
"Ini mengenai tante Arini, maafkan dia om. Tak seharusnya om mendiamkan mama kamu sendiri. " Archana memberikan nasehat pada Arjuna dengan hati hati takut menyinggung. Arjuna mengatupkan bibirnya, entah apa yang di pikirkan pria itu sekarang.
Sedangkan Diandra hanya diam mendengarkan obrolan Arjuna bersama Archana. Arjuna menghembuskan nafas berat, kembali menatap wanita yang pernah singgah dalam hatinya. "Akan aku pikirkan nanti Cha, kenapa kamu begitu memaafkan sikap mama setelah semua yang terjadi!
"Aku hanya tak ingin menyimpan kebencian om, lupakan masa lalu dan bahagia 'lah bersama Diandra, kalian sangat cocok. " ucapnya dengan tulus. Diandra benar benar kagum akan sikap Archana yang begitu baik dan pemaaf, pantas saja Arjuna mencintainya begitu pikir Diandra.
"Ya dia memang baik Cha, tapi juga galak seperti singa. " ungkap Arjuna sambil melirik kearah Diandra yang kini melototinya. Archana tertawa melihat tingkah lucu pasangan di depannya saat ini.
"Di mana suami kamu Cha? " tanya Diandra yang membuka suaranya.
"Mas Alkan ada, dia menunggu di mobil. " jawabnya dengan senyuman canggung, merasa tak enak dengan Arjuna. Pria itu paham bagaimana sikap Alkan kepadanya, Diandra kini mengobrol santai dengan Archana, keduanya tertawa mengabaikan keberadaan Arjuna di antara mereka.
"Oh ya Cha, kamu sedang hamil? " Diandra memperhatikan perut Archana yang membulat. Archana mengangguk, Diandra langsung memberikan selamat padanya. Arjuna mengulas senyumnya melihat tawa Diandra yang pertama kali dia lihat, beberapa hari bersamanya wanitanya itu selalu menampilkan wajah juteknya.
Setelah beberapa saat Archana pamit lebih dulu, kepergian Archana membuat Diandra lebih banyak diam. Arjuna merangkulnya membuat wanita itu menoleh dan bertanya. "Sepertinya kamu tengah memikirkan sesuatu baby, katakan? "
"Kita bicara di tempat lain Juna. " pinta Diandra yang di angguki Arjuna. Keduanya ke luar dari kafe dan masuk ke mobil. Sepanjang jalan Diandra memilih diam dan malas mengajak Arjuna mengobrol.
Diandra POV
Ternyata wanita yang di cintai Arjuna begitu luar biasa, dia memiliki hati yang luas memaafkan ibunya Arjuna. Entah kenapa aku merasa tak pantas bersama Arjuna meski kami telah menghabiskan satu malam karena mabuk waktu itu. Bagaimana jika sebenarnya Arjuna hanya menjadikanku pelariannya, dia belum move on sepenuhnya dari Archana. Entahlah apa yang aku rasakan saat ini, aku tak mungkin cemburu pada Arcana hanya karena nama gadis itu masih berada di hati Arjuna bukan?
"Baby kita sudah sampai!
Diandra tersentak dari lamunannya, menatap sekitar dan ternyata Arjuna membawanya ke pantai. Pria itu telah melepaskan sabuk pengaman nya, menyerahkan paperbag pada wanitanya. Diandra menerimanya lalu turun dari mobil, Arjuna merangkulnya dan membawanya ke pantai namun sebelumnya keduanya mengganti pakaiannya di toilet.
Keduanya duduk di kursi panjang, menikmati suasana pantai yang cukup ramai. Arjuna menatap lekat wajah cantik Diandra dari dekat. "Katakan baby, apa yang kamu pikirkan saat ini!
"Apa kamu masih mencintai Archa, Juna? " tanya Diandra dengan ragu ragu.
"Aku akan menjawabnya, tapi panggil aku mas Juna mulai sekarang. " pinta Juna dengan senyum miringnya. Diandra berdecak pelan, menuruti keinginan pria pemaksa ini.
"Iya masih. " jawab Arjuna. Diandrapun mengatupkan bibirnya, tebakan nya mengenai perasaan Arjuna pada Archana memang benar. Ada rasa nyeri dalam hatinya yang terdalam, Diandra berusaha menepis perasaan asing itu. Pria itu membaringkan tubuh Diandra di atas kursi, menatap lamat wanitanya.
"Kenapa kamu diam baby, kau cemburu? " Arjuna mengulum senyumnya, berharap Diandra cemburu setelah mendengar penryataannya mengenai perasaannya pada Archana.
"Tentu saja tidak, memangnya siapa aku. Lagian kita tak punya hubungan apapun Juna, kau sendiri yang memaksaku menjadi kekasih pura puramu!
Rahang Arjuna mengeras, dia tak menerima atas jawaban yang di lontar kan Diandra barusan. Pria itu memagut bibirnya dengan kasar, mencoba menyalurkan kemarahannya dalam ciuman mereka. Diandra yang mendapat serangan tak terduga terkejut, membalas ciuman Arjuna. Pria itu mengakhiri ciumannya, Diandra mengatur nafasnya yang tersengal.
Tangan pria itu meremas dua bulatan besar milik Diandra yang masih terbungkus bikini nya. Wanita itu melenguh pelan, menahan tangan Arjuna yang hendak melepaskan celananya. "Hentikan mas, ini di tempat umum kau lupa ya. " protes Diandra dengan wajah memerah menahan malu.
Arjuna menyingkir dari tubuh Diandra, pria itu mengusap wajahnya kasar. Diandra bangun, memeluknya dari samping sambil mengusap dada Arjuna yang terbuka kemejanya. Pria itu bangkit, mengajak Diandra pergi dari sana, sebelumnya Arjuna menutupi tubuh wanitanya mengunakan jubah.
30 menit berlalu kini keduanya berada di hotel. Setelah mengambil kunci mereka, Arjuna langsung menariknya masuk ke dalam kamar.
Pria itu menciumnya brutal, liar dan panas. Diandra kewalahan menghadapi serangan dari Arjuna, dia tak mampu menghentikan pria itu.
Dan siang itu mereka kembali mengulang kejadian malam itu, erangan dan ******* terus bersahutan dari dalam kamar. Diandra terus mendesahkan nama Arjuna, pria itu begitu ahli memberikan sentuhan pada tubuhnya.
Hingga ronde ketiga keduanya baru berhenti waktu menunjukkan pukul 02 siang, Arjuna menarik selimut dan menarik tubuh polos Diandra ke dalam dekapannya. Pria itu puas akan pelayanan Diandra padanya, tubuh Diandra bagai candu untuknya. "Mas Juna ih kenapa kamu ngeluarinnya di dalam mas, gimana kalau aku hamil nanti? " protes Diandra.
"Aku memang sengaja melakukannya baby, aku ingin cepat membuatmu hamil agar kamu tak kabur. Kita besok menikah, tak ada alasan untuk kamu menolak baby!
Diandra begitu terkejut mendengarnya, Arjuna selain pemaksa juga menyebalkan menurutnya. Wanita itu tak punya pilihan lain selain menerima keputusan Arjuna, calon suaminya. Arjuna kembali mencium kening, lalu turun ke bibirnya. Diandra menaruh tangannya di atas dada Arjuna, membelainya dengan lembut.
"Hentikan baby, kau membuatnya terbangun lagi!
Diandra melotot, wanita itu mengigit bibirnya merasakan sesuatu di bawah sana tengah terbangun. Seringai Arjuna terbit, menyibak selimutnya dan mereka kembali mengulang kegiatan panasnya.
Selesai mandi Diandra terus mengomeli Arjuna yang memberikan tanda di leher dan dadanya. Wanita itu telah selesai berpakaian, dia memilih pergi ke balkon di susul Arjuna. Arjuna mendekapnya dari belakang, menikmati indahnya pemandangan dari balik balkon kamar hotel.
"Buat aku jatuh cinta padamu baby. " bisik Arjuna lembut di telinga wanitanya. Diandra menoleh berbalik menghadap kearah Arjuna dengan mengalungkan tangannya ke leher sang pria.
"Aku tak tahu apa aku bisa atau tidak, jika aku gagal membuatmu mencintaiku maka bebaskan aku mas. Mungkin saja bukan kamu yang akan menjadi sumber bahagiaku nanti. "
"Tidak aku tak akan membiarkanmu bersama pria lain Diandra, kau hanya milikku! Arjuna mendekapnya dengan posesif, dia begitu takut kehilangan Diandra. Diandra menghembuskan nafas Kasar, dia merasa Arjuna begitu egois.
"Lihat saja kedepannya nanti bagaimana mas!
"You are mine Diandra, Only Mine!