
Sheila merasa aneh dengan tingkah Juna barusan, wanita itu mengejar sahabatnya sekaligus pria yang dia cintai. Kini dia menatap jauh Juna yang tengah bercanda bersama Archana.
"Siapa gadis muda itu, sepertinya Juna terlihat begitu akrab padanya? " tanyanya begitu penasaran. Rasa tak suka tiba tiba menyusup dalam hatinya, Sheila begitu mencintai Juna dalam diamnya. Kini kesempatan dirinya mengambil hati Juna, terkikis akan hadirnya gadis asing itu. Dia menghela nafas panjang, dia terus mengikuti keduanya secara diam diam.
"Ayolah sweety, berhenti memanggilku om. " protes Arjuna untuk kesekian kalinya.
"Maafkan aku, aku belum terbiasa. " lanjut Archana sambil nyengir. Juna mengacak acak rambutnya, merasa gemas dengan tingkah Archana. Archana kembali mengandeng lengan Juna, keduanya berkeliling memutari pusat perbelanjaan.
Drt
drt
"Sebentar sayang, aku angkat telepon dulu. " Juna memeriksa ponselnya, lalu berbicara dengan seseorang. Setelah selesai Juna dan Archana segera pergi dari sana dengan langkah buru buru.
"Em om, sebenarnya ada apa, kenapa begitu buru buru? " tanya Archana yang terlihat kebingungan.
"Nanti kau juga akan tahu sweety. " Juna kembali fokus menyetir, Archana menghela nafas panjang dan memilih diam, gadis itu terlihat kesal karena pertanyaannya tidak di Jawab. Archana memilih fokus pada ponselnya, dia tengah curhat pada Serena, kakak iparnya.
Tak lama mereka turun dari mobil, Juna mengandeng tangannya dan bersama memasuki mansion bak istana tersebut.
"Daddy bagaimana keadaan mommy sekarang? " cecar Arjuna dengan wajah paniknya. Pria paruh baya yang di panggil Daddy hanya diam saja, menunjukkan wajah sedihnya.
"Nak, mommy hanya pusing. Daddy kamu saja yang terlalu berlebihan. " timpal Mommy datang menghampiri mereka. Juna membantu mommynya duduk, pria itu begitu khawatir dengan keadaan ibunya. mommy beralih memperhatikan Archana yang masih berdiri tak jauh darinya.
"Juna, siapa gadis yang kau bawa itu nak? " tanya Mommy. Juna menatap kearah Archana, memberi kode agar mendekat, Archanapun menurutinya.
"Dia Archana mom, kekasihku. " jawab Juna singkat.
"Silakan duduk Nak, kamu pasti lelah berdiri terus. " ujarnya pada Archana.
"Terimakasih Tante. " meski gugup, Archana menyapa orang tua Juna dengan santai. Juna sangat tahu, gadis ya pasti sangatlah gugup berhadapan dengan orang tuanya.
"Wajah kamu tidak terlalu asing bagi Tante sayang, siapa nama orang tuamu? "
"Mommy Zeanne dan Daddy Arshaka,
Tante. " balas Archana dengan sopan dan ramah. Mommy terkejut mendengarnya, wanita paruh baya itu terdiam sesaat. Archana nampak bingung, melihat perubahan raut wajah ibu kandung dari Arjuna itu.
"Jadi Archana, anak dari Zea, wanita yang dulu hampir dia celakai karena rasa irinya pada
Zea. " batin mommy. Melihat gelagat aneh mommynya, Juna merasa ada yang di sembunyikan oleh sang mommy. Tak lama Sheila datang berkunjung, gadis itu langsung menyapa Tante Dira, tak lupa saling mencium pipi.
"Ada apa Shei, tumben kau datang ke mari sayang? " tanya Mommy pada Sheila.
"Shei merindukan Tante, rindu sama puding buatan tante. " pungkas Sheila sambil tersenyum manis. Nyonya Dira tersenyum hangat pada Sheila, beralih kembali menatap kearah puteranya dengan lekat.
"Juna, antar Archana pulang, hari sudah sore. mommy khawatir orang tuanya mencari Archana. " pinta Mommy dengan sangat halus. Tanpa merasa curiga Arjuna mengangguk, pria itu merangkul gadisnya dan pergi dari sana. Melihat perlakuan Juna pada Archana, membuat nyonya Dira hanya bisa mendesah kasar. Sebagai seorang ibu, dia memiliki firasat jika puteranya itu benar benar mencintai Archana.
"Tante sebenarnya siapa gadis yang bersama Juna? " tanya Sheila merasa penasaran.
"Dia Archana, kekasih Juna, Sheila. " jawab Nyonya Dira.
Sheila terkejut mendengarnya,hatinya hancur berkeping keping mengetahui Juna telah memiliki pujaan hati. Air matanya langsung luruh,namun sebisa mungkin Sheila dengan cepat menghapusnya. "Tante, Om Sheila pamit dulu ya, hari sudah sore ini. "
"Enggak Tante. "
Nyonya Dira mengangguk, memeluk tubuh Sheila sebentar, lalu membiarkan gadis itu pergi. Terdengar suara helaan nafas berat yang keluar dari bibir Nyonya Dira. Tuan Arga segera mendekat, mengenggam tangan istrinya.
"Mommy ada apa, Daddy lihat mommy seperti tak menyukai Archana? " tanya Daddy tanpa basa basi.
Nyonya Dira mengatakan alasannya pada sang suami, Tuan Arga mengangguk paham. "Tapi mom, Juna sepertinya telah nyaman dengan gadis itu, apa mommy tega melarangnya berhubungan dengan puteri dari keluarga Malik itu. "
"Entahlah Dad, mommy juga bingung! Nyonya Dira mengemukakan pendapatnya, sebagai orang tua dia ingin yang terbaik untuk puteranya.
Sementara itu Archana masuk ke dalam kamarnya, gadis itu masih teringat dengan perlakuan nyonya Dira padanya. Archana tersenyum kecut, dia merasa nyonya Dira tak menyukai kehadirannya pikirnya. Gadis itu menghela nafas panjang, ternyata hubungan cintanya dengan Juna tak berjalan mulus seperti yang dia kira.
"Mas Juna. " gumam Archana dengan nada gelisahnya.
Tok
tok
tok
"Archa sayang, bolehkah mommy masuk
nak? "
"Masuk saja mom. " jawab Archana pelan. Tak lama mommy Zea mendorong pintunya, masuk ke dalam dan berjalan kearahnya. Wanita paruh baya itu duduk berhadapan dengan puterinya, menatap lembut Archana.
"Sayang kenapa, sepertinya kamu tengah bersedih? " tanya Mommy lembut.
"Aku tak apa mom, hanya kelelahan. " elak Archana sambil tersenyum. Mommy Zea sontak menatap puterinya lekat, merasa tak percaya namun tak bisa memaksa anaknya itu untuk bercerita. Dia usap lengan Puteri kesayangannya dengan lembut.
Archana menghambur kepelukan mommynya, mommy Zea tersenyum melihat puterinya yang begitu manja padanya. "Sayang saat kau kelak sudah menikah, kau tak akan lagi bermanja pada mommy dan Daddy, namun bersama suami kamu kelak. " gumam mommy.
Archana mengangkat wajahnya, menatap lekat wajah wanita yang melahirkan dirinya dengan penuh kasih. "Mom, aku belum siap berjauhan. dari mommy dan Daddy. " ungkap Arvahan dengan tatapan sendunya.
"Mom juga sayang, tapi lambat Laun kau harus ikut suamimu. Dengar baik baik nasihat mommy nak, kau harus menjadi istri yang baik serta tahu tugas tugas sebagai seorang istri, yaitu melayani sang suami. "
"Terimakasih mom, mommy memang mommy terbaik bagimu di dunia. " puji Archana.
Mommy Zea terkekeh, mencubit hidung puterinya kemudian mereka kembali mengobrol berdua. Wanita paruh baya itu mengisahkan masa lalunya bersama Daddy kepada Archana. Dia berharap puterinya bisa menemukan pasangan yang mencintai dan sayang pada Archana.
"Apa kau sudah memiliki kekasih sayang? " tanya Mommy.
Wajah Archana langsung merona, Mommy tersenyum dan paham artinya, melihat ekspresi puterinya. Mommy Zea terharu melihatnya, begitu cepat waktu berlalu begitu juga dengan Archana yang tumbuh dewasa, baru kemarin puterinya masih dia beri ASI dan sekarang puterinya telah memiliki kekasih.
"Apakah pria itu sangat tampan hemm, hingga Puteri manja mommy ini jatuh cinta padanya. " goda mommy Zea.
"Tentu saja mom, dia tak kalah tampan dari Daddy dan kak Arsen. " jawab Archana sambil tersenyum manis.
"Wah wah, mommy semakin penasaran sayang. "
tbc