Terjerat Cinta Sang Casanova

Terjerat Cinta Sang Casanova
Kemarahan Angel


Angel tentu saja tidak bisa menerima dengan kabar yang dia dengar mengenai pernikahan Arjuna dengan Diandra. Wanita itu menghubungi seseorang untuk mencari tahu siapa Diandra sebenarnya. Saat ini dia dalam perjalanan menuju kediaman orang tua Arjuna.


Setelah sampai gadis itu langsung turun dan menemui nyonya Arini. Nyonya Arini tampak terkejut melihat kehadiran Angel di rumahnya. "Ada apa Ngel, kenapa kamu datang tiba tiba begini? " tanya nyonya Arini kebingungan.


"Tante aku tidak terima ya kalau Arjuna justru menikah dengan wanita bernama Diandra


itu. " ungkap Angel dengan nada kesalnya. Nyonya Arini menghela nafas panjang, wanita itu mengatakan semuanya yang terjadi di antara putranya dengan Diandra. Angel tentu saja begitu marah mendengar penjelasan nyonya Arini.


"Lakuin sesuatu tante, Arjuna hanya boleh menikah denganku. " kekeh Angel sambil menahan amarahnya. Nyonya Arini pusing mendengarkan rengekan Angel, wanita paruh baya itu saat ini begitu dilema.


"Maaf Angel, tante tak bisa membantumu. Sudah cukup tante mengalami penyesalan sekali dalam hidup tante dan untuk kali jni tante tak ingin ikut campur masalah arjuna. " ujar Nyonya Arini. Angel mengepalkan tangannya, dia begitu kecewa pada Nyonya Arini.


"Aku kecewa sama tante. " pekik Angel marah. Gadis itu bangkit, melenggang pergi begitu saja. Nyonya Arini menghembuskan nafas berat, menatap kepergian Angel sambil menggelengkan kepalanya.


Nyonya Arini POV


Aku tak ingin menyesal untuk kedua kalinya, karena egoku aku menghancurkan kehidupan putraku sendiri. Dan sekarang Arjuna telah memilih Diandra, dia ingin bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi pada Diandra. Maafin mami nak, mami belum bisa menjadi ibu yang baik untuk kamu Juna. Mami tak akan ikut campur dalam kehidupan kamu lagi nak, yang terpenting kamu bahagia bersama pilihanmu.


Angel terus mengumpati kebodohan nyonya Arini yang tak mau membantunya, sepertinya dia harus melakukan semuanya sendirian begitu pikirnya. Dia merasa usahanya selama ini terbuang sia sia, setelah berhasil menyingkirkan Archana dari hidup Arjuna justru menghadirkan rivalnya yang baru.


"Benar benar sialan. " umpat Angel. Perempuan itu melajukan roda empatnya dengan kencang, ponselnya berdering membuatnya terpaksa berhenti.


"Ya halo? "


"Begini nona, nona Diandra saat ini di ketahui tengah hamil dan dia tinggal di penthouse milik tuan Arjuna. " ucap seseorang. Angel kembali mengumpat, dia meminta seseorang untuk menjalankan rencananya sekarang juga. Dia kembali menyalakan mobilnya, tak sabar menunggu dirinya berhasil membuat kacau hubungan Arjuna dengan Diandra.


Tiba di apartemen miliknya, Angel turun sambil membanting pintu mobilnya. Gadis itu merasa tak terima dengan berita yang dia dengar mengenai kehamilan Diandra. dia langsung masuk ke dalam, mengambil wine dan meneguknya di ruang tamu. Dia mengambil photo Diandra yang di berikan salah satu detektif.


"Kau seharusnya tak hadir dalam kehidupan Arjuna. " gumam Angel dengan sorot penuh kebencian. Tak lama dia tersenyum menyeringai, teringat akan informasi yang di berikan orang suruhannya.


"Well permainan ini baru di mulai Diandra, akan kupastikan kamu akan merasakan balasannya. Berani beraninya kamu merebut Arjuna dari tanganku hingga kamu mengandung anak Arjuna. " geramnya.


Sementara orang yang tengah dia bicarakan tampak menikmati masa mengidamnya, Arjuna begitu menuruti keinginan calon istrinya itu.


"Sudah ya sayang, kamu gak boleh makan makanan yang pedas pedas. " bujuk Arjuna dengan sabar. Diandra mengangguk patuh, meneguk susu yang di buatkan Arjuna tadi.


Setelah menghabiskan susunya, Diandra mengusap perutnya yang masih rata. Awalnya dia sempat menyalahkan janin dalam perutnya namun kini dia telah menerima kehadiran calon janin dalam perutnya saat ini. Lagipula adanya janin dalam perutnya membuat ikatannya dengan Arjuna semakin erat.


"Sepertinya kamu terlalu berlebihan Jun, aku ini sedang hamil bukannya sakit. " protes Diandra sedikit tidak terima akan keputusan Arjuna tadi.


"Tapi aku tak ingin di bantah sayang, ini demi kebaikan kamu dan calon anak kita. " kekeh Arjuna. Diandra berdecak pelan, wanita hamil itu memilih diam karena pada akhirnya dia akan kalah jika kalau berdebat dengan calon suaminya.


Dering ponselnya membuat ucapan Arjuna terhenti, pria itu berdecak malas setelah tahu siapa yang menghubungi dirinya.


"Kenapa gak di angkat Jun? " tanya Diandra memperhatikan Arjuna dengan tatapan curiganya. Pria itu bangkit, memilih menyingkir ke tempat lain.


"Ada apa Tante? " tanya Arjuna tanpa basa basi.


"Angel tak sadarkan diri di kamarnya nak, tolong ke sinilah. Tante takut dia berbuat nekat setelah mendengar kabar pernikahan kamu. " ujar nyonya Lisa. Arjuna langsung menutup ponselnya, pria itu sebenarnya malas berhadapan dengan Angel. Dia segera berpamitan pada Diandra, lalu pergi begitu saja menuju ke apartemen Angel.


Tiba di apartemen Lisa, Arjuna langsung turun dan masuk ke dalam. Nyonya Lisa menyambut kedatangannya, wanita paruh baya itu mengantarkannya menuju ke kamar Angel.


Bau alkohol menyengat, Arjuna berdecak pelan lalu membopong tubuh Angel yang tak sadarkan diri. Setelah membaringkannya dia meminta nyonya Lisa menggantikan pakaian Angel. Pria itu memilih ke luar dari sana, tak lama nyonya Lisa memintanya duduk di ruang tamu.


"Lisa begitu terpuruk setelah mendengar kabar mengenai rencana pernikahan kamu dengan Diandra. " ujar nyonya Lisa.


"Beberapa kali dia berniat menegak racun saking putus asa nya Juna, Angel begitu mencintai kamu nak!


Arjuna hanya diam tak berkomentar apapun, pria itu merasa pusing menghadapi masalah ini. "Tante mohon temani dia ya nak, sampai dia mampu menghapus rasa cintanya pada kamu. " mohon nyonya Lisa pada Arjuna.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang, jika aku di sini lalu bagaimana dengan Diandra. " batin Arjuna.


"Hanya sampai dia sadar saja tante, kalau saya di disuruh menginap saya tidak bisa. " ucapnya dengan sopan. Nyonya Lisa mengangguk setuju dengan jawaban Arjuna barusan.


Malam harinya Diandra tampak mondar mandir mencemaskan calon suaminya yang tak kunjung kembali. Wanita hamil itu bertanya tanya, sebenarnya siapa yang menghubungi Arjuna tadi. Dia sudah berulang kali menghubunginya namun nomor Arjuna tak aktif sama sekali.


"Sebenarnya kamu ke mana sih Juna, aku khawatir sama kamu? " ucapnya panik sekaligus khawatir. Berkali kali melihat jam di tangannya, harinya begitu resah saat ini. Sedangkan Arjuna mengumpat pelan, pria itu merutuki kebodohannya. Bagaimana bisa dia ketiduran di apartemen Angel, Arjuna semakin melajukan roda empatnya menuju ke penthouse miliknya.


"Diandra pasti mencemaskan aku, maafkan aku Di karena aku membuatmu kecewa hari ini. " gumamnya lirih. Arjuna memukul stir mobilnya terus menyalahkan dirinya sendiri. Dia berharap Angel dan ibunya tak melakukan apapun padanya tadi, semoga saja. Setelah sampai Arjuna langsung turun dan bergegas masuk, pria itu berjalan mendekati Diandra yang telah menunggunya.


"Maafkan aku sayang. " Arjuna langsung memeluk sang calon istri. Diandra membalasnya, diapun bisa bernafas lega setelah melihat keadaan kekasihnya ini.


"Kita istirahat sekarang! Diandra mengangguk, dia pasrah saat tubuhnya di rangkul Arjuna menuju ke kamar.