Terjerat Cinta Sang Casanova

Terjerat Cinta Sang Casanova
S2 Bab 7 Archana Story


Archana kini tengah berada di mansion Karina sahabatnya. Karina datang bersama pria dewasa di sampingnya, Archa yang melihatnya merasa penasaran, namun tetap saja wajahnya masih jutek.


"Hei wajahmu kusut kenapa? "


"Gara gara si Abang posesif. " sungut Archa sebal.


Karinapun paham, gadis itu memanggil pelayan dan menyuruh membuatkan minuman. Dia mengambil tempat di sisi kanan Archana begitu juga dengan pria di sebelahnya. "Eh iya Cha, kenalin ini om aku, namanya Om Juna. "


"Em kok kamu enggak pernah bilang." bisik Archa di telinga Karina.


"Kamu 'kan enggak nanya Cha! Archana hanya beroh ria tanpa mengatakan apapun pada sahabatnya.


"Hai Om,aku Archana Zavira Malik. "


"Arjuna Lewis Johnson. " Juna menatap lekat wajah gadis manis di depannya, pria itu justru fokus pada bibir merah Archa yang terlihat menggodanya, seolah olah minta di kecup olehnya.


Eh liatin apaan om! (◕ᴗ◕✿)


"Dih berasa nyamuk aku, lanjutin aja tatap tatapannya siapa tahu besok jatuh cinta xixixi." Karina bangkit, sambil cekikikan gadis itu langsung pergi ke kamarnya. Archana mendengus geli, ucapan sahabatnya itu benar benar membuatnya hampir muntah.


"Em, emangnya istri om enggak marah lihat om ngobrol sama aku? " ucap Archa dengan nada canggungnya.


"Belum nikah!


"Hah, memangnya om Juna umur berapa sekarang? "


"32 tahun. "


"Beda dua tahun dari kak Arsen dong, lebih tua om Juna dikit." pikirnya. Juna mendengus geli, melihat wajah polos Archana yang tengah memikirkan sesuatu. Archana melirik jam di tangannya, dia sangat bosan sekarang.


"Om jalan jalan yuk, mumpung masih sore!


Arjuna bangkit, pria itu segera mengganti pakaiannya kemudian ke luar dari mansion. Selama perjalanan keduanya tak banyak bicara, Archana memilih bermain games menghilangkan kebosanannya. Gadis itu mengajaknya ke mall, mencoba berbagai permainan di sana. Dia terlihat sangat senang saat Juna berhasil mendapatkan boneka dalam permainan capit boneka.


"Terimakasih om, bonekanya!


Archana tampak begitu bahagia, hingga dia hampir menabrak seseorang namun Juna langsung meraih pinggangnya. "Berhati hatilah gadis kecil. " tegur Juna.


Archana mendongakkan kepalanya, tatapan mereka bertemu untuk beberapa detik. Juna langsung menggendong ala bridal, gadis itu memekik dan mengalungkan tangannya ke leher Juna. Pria itu membawanya ke mobil, Archana menahan nafas karena gugup, wajahnya begitu dekat dengan wajah Arjuna.


"Archa. " teriak seseorang dari kejauhan.


Archana menoleh, gadis itu menurunkan kaca mobilnya dan terkejut melihat sosok Dewa. Dia hendak turun namun Juna menahan tangannya, Archa menoleh dan menatapnya.


"Dengarkan aku, dia pria bahaya sebaiknya jangan temui dia lagi Archa!


"Tapi Om.. "


Juna menaikkan kaca mobilnya, melaju kencang meninggalkan area pusat perbelanjaan. Dari jauh Dewa mengumpat, melihat kepergian Archana yang bersama pria lain. "Apapun yang terjadi, aku harus bisa deketin dan dapetin Archana lagi. "


Mobil Lamborghini itu berhenti, keduanya tak lantas segera turun. Juna melepaskan seatbeltnya, menoleh kearah Archana. Pria itu menghela nafas panjang, membopongnya dan menaruhnya di atas pangkuannya. "Dengar Archa, terserah kau percaya sama aku atau tidak, yang jelas Dewa dia seorang buronan polisi!


"Apaa! Archana terkejut mendengarnya, dia mencoba mencari kebohongan di kedua mata Juna, namun tak menemukannya. Junapun mengatakan sebenarnya siapa Dewa tanpa di tutup tutupi dari Archana. Tangan besarnya menangkap wajah Archana, membelainya lembut.


Cup


"Kenapa kau ambil ciuman pertamaku om Juna. " rengek Archana.


"Aku menyukai bibirmu Archa, terasa manis membuatku candu!


"Manis manis memangnya bibir Archa, gula." sungut Archana yang di balas kekehan oleh Juna. Juna merasa lucu dengan tingkah gadisnya yang begitu menggemaskan. Keduanya turun dari mobil, lagi lagi Juna menggendongnya, pria itu mengabaikan omelan Archana.


Juna mengantar Archana ke rumah gadis itu, Archana celingak celinguk mencari sosok orang tuanya namun ternyata mansion sepi. Diapun kembali ke ruang tamu, duduk di sebelah Juna. "Kayaknya mommy dan Daddy pergi ke rumah aunty Shilla deh!


"Kan ada om, Archa! Juna sengaja merapatkan tubuhnya ke tubuh gadis itu, dia ingin sekali mengenal lebih jauh sosok Archana yang manis.


"Om gimana kalau aku kenalin om ke sepupu aku, dia juga masih jomblo lho!


"Aku inginnya kamu Archa!


Archana menoleh, terdiam kaku dengan pernyataan Juna barusan. Gadis itu mendengus sebal, dia merasa Juna cuma menggodanya saja. Archana menghela nafas panjang, wajahnya nampak serius kali ini.


"Umur kita jaraknya cukup jauh om, selain itu aku tak memiliki rasa pada om Juna. " jelas Archana dengan gamblangnya. Junapun terdiam, jawaban Archana cukup membuat kecewa dirinya namun dia tak akan menyerah.


"Tapi Om, aku itu manja, sulit di atur, pembangkang dan tak bisa masak. "


"Aku tak peduli Archa, soal memasak aku bisa membuatkan makanan untukmu setiap hari, aku juga suka sikap manjamu dan lainnya. " kekeh Juna yang mendapat pelototan dari Archana. Archana tak habis pikir, kenapa Juna malah memilihnya padahal di luar sana banyak wanita yang menginginkannya.


Juna langsung mendekap tubuh ramping Archana, gadis itu bersandar di dada pria dewaa yang memeluknya saat ini. Dia menciumi puncak kepala Archana, Archana merasakan kehangatan serta nyaman dari tubuh Juna.


"Aku akan menunggumu Archa, aku tahu kamu masih terkejut dengan semuanya!


"Bagaimana pendapat Karina nanti om, jika om Juna menjalin hubungan denganku? "


"Aku yakin dia pasti setuju sweety. " Juna berbicara lembut pada gadis kecilnya, entah kenapa dia ingin selalu melindungi Archana dan tiba tiba sikap posesifnya muncul. Archana menoleh, Juna kembali melumaat bibirnya singkat. Archana mengusap lengan Juna yang berada di perutnya, dia sangat suka di peluk dari belakang seperti ini.


"Bibi, tolong buatkan kopi dengan sedikit gula untuk Om Juna! pintanya pada pelayan yang datang menghampirinya.


"Iya Non, bibi akan buatkan kopinya! Pelayan itu langsung pergi ke dapur. Archa menyimpan nomornya ke dalam ponsel Juna begitupun sebaliknya. Tak lama bibi kembali, menaruh secangkir kopi di atas meja kemudian pergi.


"Om jangan terlalu sering minum kopi, kopi juga enggak baik untuk kesehatan!


Juna menyesap kopinya sebentar, menaruhnya di atas meja kemudian melirik kearah Archa sambil tersenyum. "Iya sweety, tapi aku hanya minum kopi saat saat tertentu saja kok!


Archana menatap lekat wajah tampan Arjuna, tak dipungkiri hatinya selalu berdesir aneh setiap kali dirinya memandang wajah Arjuna. Dia akui Arjuna pria yang sangat sempurna, memiliki fisik tinggi tegap dan tubuhnya kekar.


"Aku tahu aku sangat tampan sweety. "


Archana mendengus geli mendengar kepercayaan diri Juna yang meningkat pesat. Dia mengambil ponselnya, memotret mereka saat keduanya berciuman kemudian menjadikan wallpaper dalam ponselnya.


"Gimana Om bagus enggak fotonya. " goda Archa dengan senyum nakalnya.


"Nakal ya kamu. " Juna lagi lagi menciumnya gemas, dia selalu di buat gemas dengan tingkah Archana. Archana terkekeh, gadis itu mengusap rahang om om kesayangannya itu.


"Tapi emangnya Om siap menghadapi kakak aku yang super super posesif itu hemm?"


"Apapun untukmu, akan Om lakukan termasuk menemui kakakmu sweety!


tbc