Terjerat Cinta Sang Casanova

Terjerat Cinta Sang Casanova
S2 Bab 5 - KESEPAKATAN


"Bagaimana dengan tawaran saya tadi Nona Velia. " cecar Jeff dengan senyuman di bibirnya.


"Well penawaran Anda sangat menarik, tetapi sepertinya saya bukan ahlinya dalam bidang iklan tuan Jeff! Jawaban Serena, membuat sudut bibir pria itu terangkat. Menurutnya Serena benar benar wanita yang berbeda, entah kenapa dia sangat tertarik dan ingin memiliki Serena.


"Saya tak akan memaksa Nona, tapi asalkan nona tak memanggilku Tuan lagi, terlalu formal membuatku tak nyaman. Besok aku akan jemput kamu, aku ingin mengenalkan kau pada orang tuaku. " pungkasnya.


"Hmm baiklah Jeff! Serena tersenyum tipis pada pria di hadapannya saat ini, lalu kembali menyesap kopinya perlahan. Jeff semakin tertarik dengan wanita di hadapannya saat ini.


"Aku pergi dulu Jeff!


.


"Biar aku antar Vel. " tawar Jeff dengan senyuman mempesonanya.


"No, aku bawa mobil. Ternyata kamu orangnya cukup menyenangkan, aku suka mengobrol dengan kamu. " Serena bangkit, beranjak meninggalkan restauran di susul Jeff. Jeff tampak bahagia mendengar pujian langsung dari wanita pujaannya.


"Hah semua pria sama saja, jelalatan. " batin Serena sinis. Wanita itu meraih ponselnya, melihat nama Arsen yang menghubungi dirinya. Dia memilih mematikannya, Serena saat ini malas berhadapan dengan pria yang menjadi suaminya itu. Dia tak tahu, jika saat ini Arsen tengah uring uringan, menahan amarahnya yang sewaktu waktu meledak mendengar kedekatan Serena dan Jeff.


Mobil BMW itu berhenti di depan rumah milik keluarganya. Serena sedikit menurunkan kaca mobil, tersenyum miris mengingat kenangan buruk itu selama tinggal di rumah sang ayah. Tak lama sebuah mobil berhenti di depannya, lalu turun, Clara dan seorang pria berciuman, seringai terbit di sudut bibir Serena.


"Well, kau hanya seorang wanita murahan Clara, berani beraninya menyebutku jaalang. " sinis Serena dengan tatapan penuh kebencian pada saudara tirinya itu. Serenapun kembali menaikkan kaca mobilnya, langsung tancap gas. Dia tak ingin Clara curiga, hingga membuat rencananya berantakan.


##


Dengan malas malasan Serena memutuskan pulang ke mansion Arsen. Wanita itu turun dan bergegas masuk ke dalam, terkejut melihat sosok suaminya yang kini berdiri tak jauh darinya dengan sorot dinginnya.


"Darimana saja kau Velia? "


"Bertemu teman. " jawab Serena pendek. Arsen mengepalkan tangannya, sekuat tenaga menahan gemuruh dalam dadanya.


"Pewaris Anderson Grup, maksud kamu. " geram Arsen dengan sorot tak terbaca, Serena terkejut mendengarnya. Arsen terus memperkecil jarak mereka hingga Serena tersudut ke tembok, pria itu mengungkungnya dengan tubuh besarnya.


"Darimana kau.. " ucapannya terhenti, Arsen membungkam bibirnya, pria itu ******* bibirnya sedikit kasar dan rakus. Arsen langsung membopongnya setelah ciuman mereka berakhir.


"Kau harus di hukum sayang. " seringai licik terbit di bibirnya, Serena menatap kesal sang suami dan mengalungkan tangannya. Pria itu terus menggendong istrinya sambil menaiki anak tangga menuju ke kamar mereka.


"Ough ah Ar.. sen. " Serena terus mendesahkan nama suaminya, kala Arsen terus mempercepat gerakannya yang begitu liar. Keduanya saling berbagi dan menerima, menikmati surga dunia yang memabukan. Arsen begitu semangat, memacu kudanya dalam sarang hangat sang istri.


Serena berkali kali mengalami pelepasan, sedangkan Arsen masih belum. Mereka terus melakukannya dengan berbagai macam gaya. Hingga pada puncaknya, keduanya bersama sama mengalami pelepasan. Cairan hangat itu memenuhi rahim dan perut Serena.


Arsen melepas penyatuan mereka, lalu memberaihkan milik keduanya setelah itu memarik selimut. Serena mengatur nafasnya yang tersengal, Arsen mengusap lembut pipi sang istri. "Dengar sayang kau milikku, tak ada pria manapun yang bisa merebutmu darimu. " tegas Arsen.



Arsen kembali memagut bibir manis wanitanya dengan lembut, lalu di lepaskannya. Tak di pungkiri suaminya begitu perkasa, apalagi tadi dia memiliki tenaga ekstra. Terlihat jelas jika Arsen tengah cemburu padanya. Arsen membawa istrinya ke atas dadanya, berkali kali mencium puncak kepalanya. Serena bersandar di dada sang suami, dia hanya diam saat tangannya di genggam Arsenio.


Arsen kalau cemburu mengerikan, apalagi di atas ranjang!


Entah kenapa hati kecilnya bahagia, melihat suaminya cemburu padanya namun dia tepis perasaan hangat itu. Dia tidak boleh terbuai dengan perasaan Arsen saat ini, fokuslah pada balas dendammu pikirnya dalam hati. "Sudah puas bukan menghukumku, jadi biarkan aku mandi sekarang dan jangan ikuti aku. "


Lagi lagi Arsen mendesah kasar, membiarkan istrinya terlepas. Dia segera memakai boxernya setelah istrinya pergi ke kamar mandi. Satu jam berlalu, kini dirinya yang membersihkan tubuhnya yang begitu lengket.


Skip


Percakapan via video call


Mom Zea : Pulanglah sayang, adikmu sudah kembali.


Arsen terdiam, melirik kearah sang istri yang tengah mengeringkan rambutnya.


Arsen : Iya Mom, aku akan ke sana sekarang


"Ada apa? " tanya Serena dengan wajah datarnya.


"Kau mau ikut aku, bertemu orang tuaku!


"Hm boleh. " jawabnya singkat. Wanita itu bangkit, segera bersiap siap kemudian ke luar dari kamar di susul Arsenio. Selama perjalanan Arsen berusaha mencairkan suasana dengan mengajak istrinya mengobrol, hanya jawaban singkat yang di dapat dari sang istri.


"Apa kita tak membuat kesepakatan saja. " ucap Serena tiba tiba.


"Maksudmu sayang? " Arsen melirik istrinya dengan tatapan bingung.


"Ya bersikap romantis hanya di depan ke keluargamu misalnya, aku akan memainkan peran seolah olah istri yang mencintai suaminya. " ujr Serena panjang lebar. Raut wajah Arsen berubah datar, dia tak menyangka istrinya memiliki ide konyol seperti itu.


.


"Tidak perlu. " sahut Arsen singkat.


"Aku ingin cintamu nyata sayang, bukan kepura puraan. " jerit Arsen dalam hatinya. Pria itu menghela nafas kasar, memilih diam daripada sakit hati akan ucapan Serena padanya. Serena tak peduli dengan perubahan raut wajah suaminya, lagian dia merasa geli jika membayangkan dirinya harua bersikap manja pada sang suami.


##


Keluarga besar Malik tengah menunggu ke datangan Arsen, orang tua Arsen terkejut melihat puteranya membawa seorang wanita ke rumah mereka. Seorang gadis langsung menerjang tubuh sang kakak dengan erat. " miss you kakak kutubku. " gumam Archana.


"Miss you too adek bawelku. "ledek Arsen.


"Serena hanya diam, memperhatikan interaksi kakak beradik tersebut. Vira melepaskan pelukannya, beralih memperhatikan wanita yang berada di sisi sang kakak.


"Kak Arsen, siapa kakak cantik ini? "


"Dia Velia, istri kakak. " Pengakuan Arsenio membuat keluarga Malik gempar, pria itu langaung menuju ke ruang tamu. Arsen menjelaskan segalanya pada keluarganya agar tak salah paham.


"Hai kak Velia, aku Archana Zavira Malik, adik tercantiknya kak Arsen. " sapa gadis mnis itu dengan percaya diri.


"Hai juga Archa. " jawab Serena tersenyum tipis. Mommy Zea hanya bisa mendengus sebal dengan kelakuan puteranya, wanita paruh baya itu ingin sekali marah pada Arsen namun dia tahan. Lalu beralih memperhatikan sang menantu dengan lekat, Serena merasa tidak nyaman di tatap seperti itu.


"Mom, istriku enggak nyaman di tatap mommy kayak begitu. " protes Arsen.


"Diam kau anak nakal. " dengus mommy. Daddy menggeleng, melihat perdebatan istri dan anaknya.


"Maafin mommy, Velia. "


"Enggak papa Tante, lagian saya belum terbiasa di tempat asing. " sahut Serena dengan sopan. Arsenio memperhatikan istrinya, dalam hatinya berharap jika kedekatan Serena dengan sang mommy, membuat istrinya itu sedikit lunak.


"Aku janji sayang, aku akan membalas orang orang yang menyakitimu di masa lalu. " batin Arsen. Pria itu diam, mendengarkan obrolan mommy, Archana dan Serena. Sesekali dia tertawa mendengar ocehan adiknya super bawel namun dia sayangi itu.


tbc


LIKE, VOTE DAN KOMENTAR