
Entar bucin tahu rasa lu Shaka ck, sok jual mahal wkwk
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN
JANGAN LUPA KIRIM BUNGA ATAU KOPI YA HEHE
Arshaka mengemudikan mobilnya dengan penuh semangat, entah apa yang di pikirkan pria ini hingga membuatnya senang. Selama perjalanan pulang, Shaka mampir sebentar, membelikan makanan untuk istri kecilnya. dia juga sempat menghubungi nomor Zea namun tidak diangkat gadis tomboy itu.
"Ck pasti main games, dasar maniak!
Arshaka kembali fokus menyetir, hingga tak lama mobilnya masuk ke pelataran mansionnya. Dengan cepat pria itu turun dari mobilnya lalu bergegas masuk ke dalam sambil membawa satu kantong plastik berisi makanan dan camilan. Dia mencari sosok istri kecilnya itu ke seluruh ruangan namun tak mememukannya.
"Di mana Zea, kenapa dia tidak ada di sini! ucapnya bertanya pada salah satu maid.
"Tiga puluh menit lalu nona Zea pamit tuan katanya mau ke luar sebentar dan nona bilang dia sudah pamit sama tuan. " ujar sang maid.
"Apa, sial gadis itu berbohong! Dengan cepat Arshaka mengeluarkan ponselnya, menghubungi nomor istrinya namun tak diangkat, hal itu membuat rahang Arshaka mengeras. Arshaka langsung bergegas pergi, dia menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan istri kecilnya itu.
Pria itu menghentikan langkahnya, dia merasa bingung dengan dirinya sendiri. Buat apa dia khawatir dan marah, melihat Zea pergi tanpa izin darinya. Dia berbalik dan kembali ke dalam mansion, menenangkan dirinya di ruang tamu. Shaka mengusap wajahnya kasar, lalu menghembuskan nafas berat. Semenjak dirinya mencium bibir Zea, entah kenapa dirinya sedikit peduli pada gadis itu. Arshaka melirik jam tangannya, waktu telah menunjukkan waktu 03.00 sore.
Tap tap tap Zea masuk ke dalam, tatapan Arshaka padanya terasa sangat menusuk, seakan akan mencabik cabiknya. Gadis itu bersiul senang mengabaikan tatapan suaminya yang telah menunggunya di ruang tamu.
"Kemari kau gadis udik!
"Namaku Zea bukan gadis udik om! Meski kesal Zea tetap menurut, melangkahkan kakinya ke ruang tamu, kini dia duduk berhadapan dengan pria yang kini menjadi suaminya.
"Darimana saja kau Pinguin!
"Jalan jalan bareng temen. " balas Zea dengan acuh.
"Sudah 'kan, kalau gitu aku ke kamar. " Zeapun bangkit, melenggang pergi meninggalkan suaminya. Arshaka menghela nafas panjang, inilah resikonya menikahi bocah yang masih sekolah.
Drt
drt
drt
Mommy is calling..
"Halo Mom ada apa!
"Malam ini kamu dan Zea datanglah ke rumah, mommy dan daddy mengadakan pesta untuk penyambutan Zea dalam keluarga kita nak. "
"Baiklah kami akan ke sana, nanti malam. " Arshaka menghela nafas pelan, memyimpan ponselnya ke dalam saku celana.
Arshaka bangkit, dia bergegas naik ke atas. Dia menghela nafas pelan kemudian membuka pintu kamar istrinya. Jakunnya langsung naik turun melihat pemandangan di depannya, Zea yang hanya memakai handuk tengah mencari pakaian.
"Aaah, Apa yang kau lakukan di dalam
kamarku. " jerit Zea dengan panik. Gadis itu buru buru mengambil pakaian lalu membawanya ke kamar mandi. Arshakapun mengusap wajahnya kasar, merasakan turpedonya kini tengah menantang. Tak lama Zea ke luar dengan menggenakan piyama, dia menatap tajam kearah suaminya itu.
"Kalau mau masuk ketuk pintu dulu om. " sungut Zea kesal.
"Katakan ada apa, kenapa kamu masuk ke kamarku? "
"Mommy menyuruh kita ke mansion, nanti malam akan ada pesta. Pakai gaun yang bagus, aku harap kamu tidak membuatku malu nantinya dengan penampilanmu. " pungkas Arshaka. Setelah mengatakan hal itu pria itu langsung ke luar begitu saja. Zea merasa sangat kesal dengan sikap Arshaka yang seenaknya sendiri.
Splash splash suara kucuran air di dalam kamar mandi, ya Arshaka tengah mendinginkan sesuatu yang tengah meronta ronta. Pria itu berkali kali mengumpat, terbayang tubuh Zea yang hanya berbalut handuk. Setelah dua jam, Arshaka ke luar, mengambil kaos dan celana lalu memakainya.
"****, apa aku sudah gila membayangkan making love dengan gadis itu. " makinya dengan raut kesal. Arshaka memijit kepalanya, sepertinya dia memang benar benar gila sekarang. Dia menunduk ke bawah, menatap lekat cincin yang ada di jarinya.
##
Malam harinya sepasang suami istri itu telah hadir di mansion orang tua Arshaka. Keduanya menjadi pusat perhatian para tamu, yang memandang kagum keduanya yang terlihat cantik dan tampan. Mommy Jingga langsung menyambut hangat kedatangan menantu kesayangannya itu, Zea tersenyum membalas pelukan mertuanya. "Cantiknya mantu mommy, mommy tidak salah pilih dan Arshaka beruntung memiliki istri sepertimu Zea
sayang. " puji mommy Jingga.
"Mommy bisa saja. " ucap Zea sedikit malu.
Arshaka hanya diam tak menanggapi ucapan sang mommy. Mommy dan Daddy mengajak keduanya bertemu tamu klien penting yang telah hadir, seorang pria paruh baya dan putera tunggalnya. "Tuan Gerald, perkenalkan ini putera sulung kami bernama Arshaka. "
"Putera kalian sangat tampan sama seperti puteraku Gilang. "
"Arshaka Evander Malik. "
"Giovano Wardana. " Pria bernama Giovano itu beralih memperhatikan Zea, dia tampak terpesona dengan kecantikan Zea.
Giovanopun langsung mengulurkan tangannya, memperkenalkan dirinya pada gadis di depannya, Zeapun membalasnya dengan sopan. Melihat pria di hadapannya memandang penuh damba pada istri kecilnya membuat Arshaka merasa kesal namun dia memilih diam.
"Zea, apa kamu adik dari tuan Arshaka? " tanya Gio dengan raut penasaran.
"Iya dia kakak saya tuan. " ujar Zea sambil tersenyum. Mommy dan Daddy terkejut mendengar pengakuan menantu mereka itu, termasuk Arshaka suaminya. Arshaka berdecak kesal, diam diam mengepalkan tangannya, melihat Zea yang mulai akrab dengan Gio.
"Zea sayang, nak kenapa kamu enggak bilang sebenarnya? " ujar mommy pada menantunya. Zea terdiam membisu, dia merasa malu pada kedua mertuanya itu. Mommy kembali memperhatikan tuan Gerald dan puteranya.
"Maaf tuan Gerald, Zea hanya bercanda tadi. Sebenarnya dia adalah istrinya Arshaka, putera kami. " jelas Mommy, berupaya menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Raut Giovano terlihat kaget sekaligus kecewa mendengarnya, dia beralih menatap kearah Zea yang menunduk.
"Tuan Gerald, Giovano saya permisi dulu. " Arshaka menyeret tangan istrinya lalu membawanya pergi dari sana. Sampai di sudut ruangan, pria itu menyentak kasar tangan istrinya dengan sorot mata tajamnya.
"Apa maksudmu berkata seperti tadi, apa kamu berniat mempermalukan keluargaku hah. " bentak Arshaka dengan nada tinggi. Zea hanya diam mendengar bentakan dari suaminya, Arshaka berdecih melihat sikap istrinya.
"Dasar gadis tidak tahu diri, orang tuaku sudah baik dan menerima kamu tapi kamu berniat mepermalukan mereka. " desis Arshaka dengan nada sinis.
Zea mengangkat wajahnya, menatap lekat wajah suaminya itu dengan sorot mata penuh amarah. "Ya aku memang gadis tak tahu diri dan tak beretika tuan Arshaka, dengar aku tuan, aku malu mengakui kamu suamiku sementara aku masih belia. Dengar tidak! seru Zea dengan tegas.
Arshaka mengatupkan bibirnya rapat mendengar penuturan Zea, dia melihat manik mata istrinya yang berkaca kaca. Dengan tubuh bergetar, Zea menunjuk wajah suaminya dengan amarah dalam dirinya. "Seharusnya aku masih fokus pada pendidikanku sama seperti gadis lain namun nyatanya aku harus menjalani pernikahan ini, pernikahan yang tak aku inginkan. "
Setelah mengatakan hal itu Zea langsung pergi begitu saja sambil menahan air matanya. Arshaka terdiam, menatap punggung istrinya yang mulai menjauh. Pria itu langsung mengusap wajahnya kasar, lalu berlari mengejar Zea yang tengah dalam keadaan kacau.
"Apakah dirinya sudah sangat keterlaluan. " gumam Arshaka.
bersambung