Terjerat Cinta Sang Casanova

Terjerat Cinta Sang Casanova
TCSC Part 8


Kini Zea berada di kediaman keluarga Malik, Mona duduk di sebelah Arshaka, harap harap cemas dengan penilaian keluarga kekasihnya itu pada dirinya. Mom Jingga menatap putera sulungnya dan Zea secara bergantian. "Shaka, mommy ingin menjodohkan kamu dan Zea menikah, secepatnya mommy dan daddy akan menemui orang tua Zea. "


Deg bagai tersambar petir di siang hari, Zea sangat syok mendengar penuturan mommy Jingga begitu juga dengan Arshaka dan Mona. Arshaka langsung memasang wajah datarnya kearah sang ibu sambil berkata. "Tidak bisa mommy, Mona kekasih aku dan hanya dia yang aku cintai. "


"Maaf tante tapi aku masih sekolah, Ze menolaknya. " ujar Zea dengan tegas. Mommy Jingga menghela nafas panjang lalu meraih tangan Zea kemudian mengenggamnya.


"Hanya kamu yang pantas nak, mendampingi Arshaka!


"Pantas darimananya Mom, gadis udik ini masih sekolah dan apa mommy tahu kalau kesayangan kalian ini gadis matre. " sahut Arshaka dengan sinis.


"Cukup Shaka, mommy enggak mau tahu kamu pokoknya harus menikah dengan Zea. " Arshaka hanya bisa mendengus kesal, Mona merasa malu sekaligus marah karena dirinya tak di hargai ibunya Arshaka. Terlanjur sakit hati, Mona langsung bangkit dan pergi begitu saja, Arshaka hendak menyusulnya namun mommy menghentikannya.


"Jangan menyusulnya Shaka, lebih baik kita bahas konsep pernikahan kamu dan Zea. " Arshaka bangkit, dia sempat melirik tajam kearah Zea setelah itu pergi ke kamarnya. Zea mendengus sebal, kesalahan apa yang dilakukannya di masalalu hingga dirinya harus dijodohkan dengan beruang kutub. Mommy Jingga kembali menatap kearah Zea dengan senyuman hangatnya. "Maaf ya sayang atas sikap kurang ajar Arshaka tadi. "


"Enggak papa kok Tante, lagian apa yang dikatakan om beruang ada benarnya. " Zea menekan rasa sakit hatinya atas ucapan Arshaka yang menyinggungnya tadi.


Di dalam kamar Arshaka mengamuk, dia masih tidak menerima keputusan orang tuanya. Arshaka berusaha menghubungi kekasihnya namun Nomor Mona tidak aktif, hal itu membuatnya semakin uring uringan.


"Sialan ini semua gara gara kehadiran gadis udik itu, aargh apa yang harus kulakukan sekarang. " Arshaka menjambak rambutnya, merasa frustrasi dengan pernyataan mommynya tadi.


Arshaka segera mengganti pakaiannya setelah itu ke luar dari kamar dan turun ke bawah. Dia langsung menyeret Zea meninggalkan mommy dan daddy di ruang tamu. Zea menghempas tangan Arshaka, lalu memberinya tatapan tajam. "Dengar baik baik gadis udik, kupastikan kamu akan menderita menikah denganku, satu hal lagi aku tidak akan pernah mencintaimu!


Cih sombong amat Shak, awas jilat ludah sendiri entar wkwk


"Terserah! Zeapun berbalik dan melangkah keluar dari mansion keluarga Malik. Arshaka mendengus keras melihat kepergian Zea yang seenaknya.


Sementara Zea berada dalam bus, dalam perjalanan pulang. Dia tak bisa membayangkan jika dirinya menikah dengan Arshaka, yang ada bisa jantungan dan marah marah setiap hari pikirnya. Gadis tomboy itu menahan nafas dalam dalam, lalu meghembuskannya dengan pelan. Zea turun dari bus, berjalan cepat ke rumahnya dan memilih duduk di teras, menenangkan dirinya yang terlanjur emosi pada Arshaka. "Kenapa nasibku harus seperti ini, akan menikah dengan pria kaya yang arogan, menyebalkan dan sombong. "


Drt


drt


drt


Zea mengeluarkan ponselnya, membaca pesan dari Dilla kemudian menghela nafas pelan. "Ternyata nasibku dan nasib kak Dilla sama saja ya. "


to Kak Dilla


Aku juga di jodohin nih kak, gimana dong. Aku dan si om beruang menyebalkan itu disuruh nikah.


Dilla : Terus apa yang kamu lakukan Ze?


Zea : Entahlah belum punya ide kak, apa aku kabur saja ya huft. Bisa gila aku kak, jika nikah sama om beruang!


Zea mengusap wajahnya kasar, pintu terbuka dari dalam lalu ke luarlah Ayah. Ayah memperhatikan piterinya dengan raut bingung dan penasaran. "Nak kamu sudah pulang, kenapa enggak masuk?


"Enggak papa Ayah! Zea mencoba memaksakan senyumnya di hadapan sang Ayah, Ayah langsung duduk di sebelahnya. Pria paruh baya tersebut tahu jika puterinya tengah dalam keadaan tidak baik baik saja.


Skip malam harinya Arshaka pergi ke club, di sana dia minum wine di temani para gadis gadis. . Mona datang dan langsung menghampirinya, duduk di sebelah Arshaka. Pria casanova itu berupaya menghilangkan stress, memikirkan rencana pernikahannya dengan Zea. Arshaka langsung memeluk tubuh Mona, menggumamkan kata maaf pada kekasihnya itu. "Shaka dengerin aku, kamu menikahlah dengan gadis itu lalu siksa dia buat dia menderita. "


"Honey tanpa kamu minta, aku juga akan melakukannya, membuat hidup si gadis udik itu bak di neraka. " balas Shaka sambil tersenyum menyeringai, Mona tampak sangat senang mendengarnya. Keduanya berciuman satu sama lain, Arshaka membawa Mona ke atas pangkuannya.


Drt


drt


drt


Ponsel yang berdering namun Arshaka abaikan, hingga merasa tak tahan dia menyudahi ciumannya lalu menyambar ponselnya yang ada dalam saku. Dia berdecak kesal aaat tahu daddy Mike yang menghubungi dirinya namun memilih mematikannya. Mona yang sedari tadi memperhatikannya, merasa sedikit heran.


"Siapa yang menghubungi kamu honey? "


"Daddy, aku sedang malas bicara padanya makanya aku matiin teleponnya. " Mona mengusap dada kekasihnya, dia sangat tahu saat ini Arshaka tengah menahan emosinya. Setelah di rasa tenang, Mona dengan sengaja memancing hasrat sang kekasih. Arshaka menggeram kesal dan kembali memagut bibir Mona kembali.


"Shaka, aku ke toilet dulu ya. " pungkasnya setelah ciuman mereka berakhir, Arshaka mengangguk tanpa curiga. Mona langsung turun dari pangkuan Shaka lalu bangkit dan pergi ke toilet. Arshaka bersandar di sofa, menikmati alunan musik dan memperhatikan orang orang yang tengah asyik menggerakkan pinggul mereka, bergoyang tanpa peduli tempat.


Drt drt


Arshaka kembali memeriksa ponselnya kemudian tersenyum licik.


Om Beruang : Aku tunggu di club, jika kamu ingin mengembalikan black cardnya.


Arshaka menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku. Satu jam berlalu Zeapun datang, menelisik ke seluruh ruangan memcari sosok Arshaka, setelah ketemu gadis tomboy itu langsung menghampirinya. Zea langsung menyerahkan Black Cardnya kearah Arshaka, Arshaka hanya diam namun bibirnya melengkung membentuk seringaian.


"Jangan buang buang waktuku deh om ck. " makiny kesal. Arshaka langsung bangkit, dia menarik tangan Zea, membawanya ke luar dari sana melupakan sosok Mona. Pria tampan itu melajukan mobilnya dengan kencang.


"Ini bukan kearah rumahku Om, om mau culik aku ya ck turunkan aku. " pekik Zea dengan panik. Arshaka tak menggubrisnya, dia masih fokus menyetir. Tak lama kemudian mereka sampai di pelataran mansion milik Arshaka. Arshaka segera melepas seatbeltnya lalu menoleh ke samping. Sekali angkat tubuh mungil Zea berada di pangkuan Arshaka, Zea berusaha memberontak namun Arshaka memeluknya dengan erat. Matanya langsung melotot, benda kenyal tengah memagut bibirnya saat ini.


Diam diam Arshaka mengumpat dalam hati, rasa manis bibir Zea membuatnya ketagihan, ingin selalu menyesapnya setiap waktu. Setelah hampir kehabisan nafas, Arshaka baru mengakhiri ciumannya. Zea menghirup oksigen sebanyak banyaknya, melirik tajam kearah Arshaka. "Om beruang sialan, jaga sikapmu!


"Bibirmu cukup manis, aku menyukainya! Arshaka tersenyum menggoda kearah Zea, Zea mendengus geli melihat tingkah Arshaka yang membuatnya mual. Dia tepis tangan Arshaka yang mengusapi pipinya dengan lembut.


"Kamu calon istriku, mansion ini akan menjadi tempat tinggal kita. Saat sudah resmi, diantara kita tak perlu ikut campur urusan masing masing. "


"Ck untuk apa aku ikut campur, urusanmu itu enggak penting untukku. " sungut Zea sambil mencibir Arshaka.


"Kamu mau make love sama kekasihmu itu aku enggak peduli, jangan libatkan aku dan antarkan aku pulang. " geram Zea yang segera turum dari paha Arshaka. Arshaka hanya acuh, ke luar dari mobil diikuti Zea. Zea semakin jengkel, memgekorinya dari belakang dan masuk ke dalam mansion.


bersambung


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN