Terjerat Cinta Sang Casanova

Terjerat Cinta Sang Casanova
TCSC PART 22 - KETAHUAN


LIKE, VOTE DAN KOMEN YA


Di sisi lain Mona mengamuk, dia masih tidak menerima atas keputusan Shaka yang menyudahi hubungan mereka. Sejak dari kemarin wanita itu melempar barang barangnya, melampiaskan kemarahan atas apa yang diperbuat Shaka padanya. Dia terus mengumpati Zea, karena wanita itulah Shaka berpaling darinya. "Aku tidak akan membiarkan mereka bahagia di atas penderitaanku!


Mona langsung bangkit, membersihkan dirinya di kamar mandi. Selesai berpakaiaan wanita itu menyambar tasnya, kemudian ke luar dari kamar.


"Mona, kamu mau ke mana sayang? "


"Mi, aku mau pergi ke rumah orang tua Shaka, kediaman keluarga Malik. " Mona menjelaskan semuanya pada sang mami, wanita paruh baya tersebut mengangguk setuju.


"Ayo mami temani, mami tidak terima kamu dipermainkan seperti ini. " Mami langsung bangkit, keduanya ke luar dari apartemen. Mona tancap gas, melajukan mobilnya kencang menuju kediaman keluarga Malik.


Tok


tok


tok


Mona dan Ibunya di biarkan masuk oleh pelayan, keduanya segera menemui orang tua Arshaka di ruang tamu. Mommy Jingga menaruh majalahnya di atas meja, setelah melihat kedatangan dua tamunya.


"Beginikah caramu mendidik puteramu Nyonya Jingga? " geram Mami.


"Ada apa, kenapa kalian terlihat sangat marah!


"Puteramu memutus hubungannya dengan Mona, hanya demi wanita sialan yang di nikahinya. " desis Mami dengan emosi meluap luap. Monapun mengatakan tentang hubungannya dengan Shaka pada mommy Jingga. Wanita paruh baya itu terkejut, tak menyangka jika kelakuan puteranya begitu brengsek.


"Cukup, jaga bicara kamu Daisy. Aku tidak suka jika ada orang yang menghina menantuku. " Mommy Jingga terbawa emosi dengan sikap Mami Daisy yang mengolok olok Zea.


"Dengar puteraku memang salah, tapi keputusannya sangatlah tepat karena dia sudah menikah. Dan untuk kamu Mona, seharusnya kamu sadar diri jika pria yang kamu kejar telah memiliki istri. " ucap Mommy Jingga panjang lembar.


Mona semakin kesal dengan penuturan ibunya Arshaka tersebut, wanita itu tidak terima begitu saja. "Apa bagusnya sih Tante, kenapa Tante malah memilih wanita miskin itu daripada aku. Mommy Jingga tersenyum sinis, menatap mantan kekasih puteranya yang begitu angkuh menurutnya.


"Oh astaga Shaka menemukan ondel ondel ini di mana sih, sudah enggak punya sopan santun lagi. " batin Mommy. Mommy langsung bangkit, menatap jengah kearah dua wanita berbeda usia tersebut.


Plak Mommy Jingga melayangkan tamparannya ke Mona, mereka terkejut atas respon yang di berikan Mommy Jingga. Mami Daisy merasa tidak terima, wanita paruh baya itu mendorong tubuh Mommy dengan keras.


Dari jauh Daddy Mike berlari kearahnya dan segera menahan tubuh sang istri agar tidak terbentur meja. Pria paruh baya itu, melempar tatapan tajamnya kearah Mona dan ibunya. "Pergi dari sini sebelum aku laporkan kalian ke polisi. " geram Daddy Mike.


"Mami, ayo kita pergi. " Mona mengajak ibunya pergi dari sana, Daddy memapah tubuh sang istri lalu mereka kembali duduk di sofa. Pria paruh baya itu terlihat khawatir, melihat wajah pucat sang istri.


"Dad, panggil Shaka dan Zea untuk ke sini, mommy ingin memberi pelajaran pada putera kurang ajar kita itu. " gumam Mommy sambil memijit pelipisnya. Meski bingung Daddy tetap mengikuti keinginan mommy, selesai menghubungi puteranya Daddy langsung memeluk Mommy.


"Mommy harus tenang, ingat mommy tidak boleh marah marah, Daddy tidak ingin kondisi mommy kembali drop. " tegur Daddy. Mommy menghela nafas panjang, melihat kekhawatiran di wajah suaminya wanita baya itu hanya bisa mengangguk.


Cklek


Mommy langsung bangkit begitu juga dengan Daddy, wanita yang telah memasuki usia kepala empat itu berjalan menghampiri putera dan menantunya.


Plak


"Kenapa kamu berani beraninya bermain api di belakang istrimu nak, apa mommy dan daddy pernah mengajarimu untuk berselingkuh hah. " bentak Mommy Jingga meluapkan emosinya. Shaka dan Zea terkejut, keduanya terdiam melihat mommy yang mengamuk.


"Mommy, aku menyesalinya mom dan aku berjanji tidak akan mengulanginya. " sesal Shaka menatap sendu kearah sang mommy.


Mommy Jingga melirik kearah menantunya dengan tatapan kecewanya. "Sayang, kenapa kamu menyembunyikan hal sebesar ini dari mommy dan daddy, kenapa kamu memilih memendamnya sendirian. "


Hiks hiks


"Mom, Aku tidak ingin membuat mommy dan Daddy repot atas apa yang telah terjadi dalam rumah tangga aku dan mas Shaka mom. " ucap Zea dengan lirih.


Wanita paruh baya itu menitikkan air matanya, lalu memeluk sang menantu dengan erat. "Maafin mommy Ze, mommy gagal mendidik Shaka hingga dia menjadi pria brengsek, kamu pasti sangat menderita waktu itu. "


Zea melepas pelukannya, menggeleng kearah sang mertua sambil bercucuran air mata. Dia ikut bersedih karena membuat sang mertua menelan kekecewaan padanya. "Aku sudah memaafkan mas Shaka Mom, kami berjanji akan membuka lembaran baru tanpa menoleh kebelakang!


"Daddy, Antar mommy ke kamar. " pintanya pada sang suami. Tubuh Mommy nyaris limbung namun Daddy dengan sigap merangkulnya, memapahnya menuju ke kamar meninggalkan Shaka dan Zea.


"Mas hiks, " Zea lari kepelukan suaminya, tangisnya langsung pecah melihat keadaan mommy yang lemah. Shaka mengeratkan pelukannya, pria itu kembali dihantui rasa bersalah, apalagi melihat raut wajah mommynya yang begitu kecewa padanya.


"Mommy pasti sangat kecewa sama aku Mas hiks. " Shaka mengusap punggung istrinya yang bergetar, dia merasakan apa yang di rasakan istrinya saat ini.


"Sst sayang, ini bukan salah kamu. Soal Mommy, mungkin mommy hanya ingin istirahat sayang dan kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri. " Shaka mengajak istrinya untuk duduk, pria itu mengambil tisu yang ada di meja lalu menghapus air mata istrinya. Dia meraih tangan sang istri, lalu di genggamnya dengan erat sesekali dikecupnya dengan lembut.


Zeapun menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya dengan perlahan. Dia kembali menatap suaminya dengan lembut, tangannya terangkat untuk mengusap rahang suaminya. "Hubby, aku sangat mencintaimu. Tak peduli badai menghadang di depan tetap cintaku padamu tak akan pernah luntur. "


"Aku tak pantas, dicintaimu sebesar ini honey. Aku belum bisa menjadi pria yang baik untuk kamu, maafkan aku!


"Cukup cintai aku, bahagiakan dan tetap bersamaku sayang, itu lebih dari cukup


bagiku. " pungkas Zea. Shaka langsung memagut bibir istrinya, meluapkan perasaan bahagia yang membuncah dalam dirinya. Dia sangat beruntung memiliki istri sebaik Zea, hatinya begitu tegar menghadapi kerikil dalam rumah tangga mereka.


##


Di sisi lain Sakti dan Tiara selesai berbincang dengan ayah dan ibu, suami istri itu kini berada di dalam kamar. Tiara memperhatikan suaminya yang terlihat masih resah hingga sekarang. "Kenapa mas, masih memikirkan apa yang dikhawatirkan Ibu tadi mengenai Zea? "


"Iya sayang, feeling ibu begitu kuat. Aku harap Zea baik baik saja, jika tidak, aku pastikan akan membuat perhitungan dengan Shaka. " gumam Shakti dengan penuh tekad.


"Ya sudah mas hubungi saja Zea nanti bagaimana? " Sakti mengangguk, setuju dengan pendapat istri kecilnya itu. Keduanya tengah berbaring bersebelahan, Tiara berbaring dengan Sakti yang kini mendusel manja di dadanya. Tiara mengulum senyumnya, mengusap kepala sang suami dengan lembut.


Tbc