
Setelah puas honeymoon selama tiga minggu Arsenio dan Serena kembali. Keduanya kini telah sampai di mansion, kepulangan keduanya di sambut meriah oleh keluarga besar mereka. Kirana, asisten Serena datang berkunjung dan keduanya langsung berpelukan.
"Nona, aku senang nona Serena telah kembali, bagaimana honeymoon anda Nona. " ujar Kirana dengan senyum merekahnya, menggoda bossnya itu. Serena menunduk malu, menepuk pundak Kirana dengan raut sebalnya. Kirana terkekeh, mereka duduk di sofa sambil bersenda gurau.
"Oh ya Ki, selama aku pergi ada kabar apa dari Clara? " tanyanya penasaran.
"Nona Clara dia tengah terlibat dengan seorang pria yang memiliki istri nona. " jawab Kirana.
"Ki, buat skandal di media mengenai Clara secepatnya, ingat jangan sampai ketahuan. " pinta Serena.
"Baik Nona. "
Serena bangkit, pergi meninggalkan ruang tamu menuju ke kamar. Tiba tiba dia membekap mulutnya, berlari ke arah kamar mandi.
uwek uwek
Serena merasa perutnya bergejolak, dia terus memuntahkan cairan bening. Setelah selesai Serena membasuh bibirnya dengan air, menghela nafas kasar. Dia merasa tubuhnya sedang tidak vit saat ini.
"Kenapa aku tiba tiba mual. " gumam Serena bingung. Dia ke luar dari kamar mandi dengan lesu, duduk di atas ranjang. Tak lama kemudian, Arsenio masuk ke dalam. Mencium bau parfum suaminya, lagi lagi Serena membekap mulutnya dan pergi ke kamar mandi.
uek uek
Arsen langsung bergegas menghampiri istrinya, tanpa merasa jijik pria itu mengurut tengkuk sang istri. Serena membasuh bibirnya, berbalik kearah suaminya.
"Yank wajah kamu pucat, kamu sakit. Aku panggilan dokter ya sayang. " ujar Arsen cemas.
"Aku enggak papa Hubby. " tolak Serena.
Arsen berdecak pelan, duduk di dekat istrinya. Dia sangat khawatir dengan keadaan Serena saat ini. Pria itu mengambil minyak kayu putih, lalu diusapkannya pada perut sang istri. Serenapun merasakan nyaman, wanita itu bersandar di bahu suaminya.
"Ya sudah baring aja sayang. " Arsen membantu istrinya berbaring di atas ranjang.
"Hubby sebaiknya kau mandi, aku enggak suka bau kamu. " ujar Serena sedikit ketus. Arsen terperangah, tanpa bicara pria itu menuruti keinginan aneh sang istri.
beberapa menit kemudian Arsen kembali menghampiri istrinya, pria itu terlihat segar setelah mandi dan berganti pakaian. Dia usap kepala Serena dengan lembut, Arsen tak tega melihat keadaan istrinya saat ini. "Sayang sebaiknya kita ke rumah sakit ya, aku enggak mau kamu kenapa kenapa. "
"Aku enggak mau sayang. " kekeh Serena keras kepala.
Arsen yang kesal langsung membopong tubuh sang istri, dia tak mempedulikan rengekan istrinya itu. Keluarga mereka terdiam, melihat perdebatan keduanya, Arsen melirik orang tuanya sekilas kemudian berlalu.
Tiba di rumah sakit, Arsen langsung menuju ruangan dokter. Saat ini Dokter tengah memeriksa keadaan istrinya. "Bagaimana Dokter, istriku sakit apa? "
"Selamat tuan, istri Anda tengah hamil dan usia kandungannya memasuki enam minggu. " ujar Dokter dengan lugas.
Mata Arsenio berbinar cerah mendengarnya, begitu halnya dengan Serena yang terkejut sekaligus bahagia. "Ini vitamin istri Anda, ingat istri Anda tak boleh stress karena akan berpengaruh pada janin dalam perutnya. " sambung Dokter.
"Iya Dokter saya mengerti. "
"Sayang kamu dengarkan kata dokter, kau hamil. " Arsenio menyatukan kening mereka, keduanya terlihat sangat bahagia terlihat dari wajah masing masing.
"Iya Hubby, aku hamil buah cinta kita. " pungkasnya sambil tersenyum manis. Serena tersenyum, melihat raut bahagia di wajah suaminya saat ini. Dia masih tak menyangka, dirinya hamil calon anaknya bersama Arsen. Arsen menciumi wajah istrinya, memeluk wanitanya dengan hangat, tak lupa mengusap perut rata sang istri.
Mereka masuk ke mobil, mobil itu langsung meninggalkan area rumah sakit. Selama perjalanan, Serena tak henti hentinya tersenyum,tangannya berada di atas perut ratanya, di mana calon anaknya berada. "Mama janji akan melindungi kamu sayang, mama sayang kamu dan juga papa. " gumam Serena dengan senyuman merekahnya.
Mereka sempat mampir sebentar,membeli susu ibu hamil. Sampai di mansion, Arsen menjaga istrinya dengan begitu posesif hingga mereka berada di ruang tamu.
Serena merasa begitu bahagia, di cintai oleh pria yang memberikan dirinya sebuah kebahagiaan. Pandangan mereka bertemu, Serena mencium bibir suaminya sekilas. Arsen membawa istrinya duduk di sofa, pria itu terus mencium dan mengusap perut rata sang istri.
Serena terkekeh geli melihat tingkah suaminya saat ini, Arsen menghentikan aksinya lalu bangkit dan pergi ke dapur. Tak lama pria itu kembali dengan segelas susu dan buah untuk istrinya. Serena menghela nafas pelan, langsung meneguk susu buatan suaminya.
"Kita beritahu mommy dan Daddy yuk. " ajak Serena pada suaminya dengan nada antusias. Arsen setuju, keduanya ke luar dari kamar dan menemui keluarga besarnya.
"Arsen ada nak, kenapa kamu dan istrimu tadi berdebat? " tanya Mommy khawatir.
"Serena mengeluh mual mual dan pusing mom, kata dokter istriku tengah hamil. " ungkap Arsenio dengan senyum di bibirnya. Semua orang bersuka cita mendengar kabar kehamilan Serena, mommy dan Daddy tampak bahagia karena tak lama lagi mereka akan memiliki cucu pertama.
"Serena selamat sayang, atas kehamilan kamu. " ucap Mommy dengan senyuman hangatnya.
"Terimakasih mommy. " jawabnya tersenyum tipis.
"Ternyata kamu topcer juga son. " ledek Daddy pada Arsen, puteranya.
"Tidak sia sia Dad, aku menggempur istriku siang malam. " sahut Arsen santai. Semua orang tergelak, kedua pipi Serena merona mendengar kalimat dari suaminya itu. Segera saja Serena menyikut perut suaminya, Arsen hanya terkekeh melihatnya.
"Yes aku punya calon keponakan. " pekik Archana dengan heboh. Serena tersenyum geli melihat tingkah heboh adik iparnya. Wanita itu terlihat terharu melihat wajah bahagia yang terpancar pada keluarga suaminya. Dia kembali menunduk ke bawah, di usapnya perutnya yang masih rata itu.
"Sehat sehat dalam perut mama sayang, mama mencintaimu. " gumam Serena pelan. Mommy Zea memberikan nasihat untuk sang menantu, Serena mendengarnya dengan serius perihal seputar kehamilan. Arsen dengan sigap mengupas buah,lalu memotong nya kemudian menyuapi sang istri. Serena merasa bagaikan ratu di tengah tengah keluarga sang suami, dia bisa menemukan kasih sayang orang tua yang dia dapat dari kedua mertuanya.
"Serena, kalau ingin sesuatu jangan sungkan pada Daddy, Daddy akan berikan apapun demi kamu dan calon cucu Daddy. "
"Iya Dad, terimakasih!
Serena melirik suaminya, Arsen tersenyum simpul lalu mencium keningnya sekilas. Mommy dan lainnya begitu bahagia, melihat pasangan suami istri di depan mereka ini. Archana ikut merasakan kebahagiaan yang di rasakan kakak dan iparnya, gadis itu menatap saudarinya itu sambil tersenyum.
"Kak Serena, terimakasih. Kehadiran kakak dan calon keponakanku begitu mengubah sikap kak Arsen yang dulunya arogan dan dingin, sekarang begitu hangat. " batin Archana. Serena yang merasa di perhatikan, menoleh kearah Archana sambil tersenyum tipis..
tbc