
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENTAR YA
Enam bulan berlalu, semenjak Shaka melihat istrinya bertemu dengan Zidane. Pria itu seakan memberi ruang istrinya untuk menenangkan diri. Hari ini pria itu akan berjuang, mendapatkan maaf dari wanitannya.
Sore itu Zeapun memutuskan pulang ke rumah, membuka pintu lalu masuk ke dalam mansion. Mengedarkan pandangannya kesekeliling, terlihat sepi namun Shaka telah berdiri tak jauh darinya. Pria itu masih mengenakan setelan jasnya, berjalan cepat kearah sang istri. Shaka langsung mengangkat tubuh Zea, lalu membawanya ke ruang tamu dengan posisi memangku tubuh wanita itu.
"Aku tahu kamu selalu menderita setiap kali bersamaku, kamu selalu menangis karena sikapku padamu dan aku juga penyebab calon anak kita keguguran. Apa aku tak pantas mendapatkan kesempatan kedua darimu Zea? " ucap Shaka sambil memegang pipi istrinya.
Mata Zea terlihat berkaca kaca, cairan bening merembes melewati pipi mulusnya. Shaka terlihat kesal, merutuki kebodohannya yang berulang kali membuat istrinya menangis. "By, hubby aku sakit. Aku sakit setiap kali harus bersikap dingin padamu setiap kali. maafkan aku yang belum bisa menjadi istrimu yang
baik. " sesal Zea sambil sesegukan.
Shaka membelai kepala istrinya dengan lembut, di kecupnya kening Zea dengan cukup lama setelah itu memeluk tubuh mungil sang istri. Zea menghirup aroma maskulin dari tubuh suaminya yang sangat dia rindukan. pria itu melepas pelukannya, melihat wajah istrinya dengan tatapan teduhnya. "Kita mulai semuanya dari awal sayang, dengan cinta, kepercayaan dan komitmen diantara kita. Kita hilangkan ego kita masing masing agar tidak saling menyakiti. "
"Dan tak lupa bikin bayi kecebong agar cepat jadi. " kekehnya.
Hahaha
Zea tertawa mendengar ucapan suaminya, dia menepuk dada Shaka dengan gemas. Wanita itu kembali memeluk tubuh suaminya dengan erat, entahlah rasanya begitu menenangkan berada di dekat Shaka.
Tok tok tok
suara ketukan pintu membuat pasangan suami istri itu saling berpandangan satu sama lain. Zea segera turun dari pangkuan sang suami, tak lama pelayan membuka pintu dan masuklah Mona dengan raut emosinya.
"Untuk apa kamu datang ke sini Mona? "
"Aku pergi ke Amerika sebentar, tapi kamu malah bersenang senang bersama istrimu Shaka, apalagi kamu memutus hubungan kita tanpa persetujuanku. " geram Mona.
"Maaf Mona, hubungan kita sudah berakhir, aku mencintai Zea hanya dia wanitaku satu satunya. " tegas Shaka.
"Aku enggak mau putus sama kamu saka. " teriak Mona dengan nada tinggi. Wanita itu terlihat sangat marah dengan keputusan dari Shaka. Zeapun berdecak, melihat sikap mantan kekasih suaminya itu, dia langsung bangkit dan berjalan kearah Mona.
"Sudahlah Mona, memangnya kamu enggak laku hingga masih mengejar pria yang beristri. " ujar Zea dengan nada mengejek.
Plak Mona menampar Zea, Shaka terkejut melihatnya. Pria itu langsung bangkit dan mengusap pipi wanitanya, kedua manik kelamnya melirik tajam kearah Mona. "Sekali lagi kamu menyakiti istriku, akan kupastikan hidupmu menderita Mona. "
"Shaka aku.. " Mona menelan salivanya kasar, matanya melirik Zea dengan tatapan penuh kebencian kearah Zea. Zea tertawa, melihat wanita di depannya sengsara dan dia sengaja menunjukkan keintimannya dengan sang suami di depan Mona.
"Sakit Yank? "
"Huum mas. " rengeknya. Mona merasa kesal melihat kemesraan keduanya, Zeapun meliriknya dengan sinis.
"Pergilah, lagian kamu bukan tamu yang aku undang. Memangnya kamu mau lihat adegan live, aku dan suamiku tengah bercinta!
Mona mengepalkan tangannya, wanita itu berbalik dan menghentakkan kakinya kesal, meninggalkan pasangan suami istri itu. Shaka hanya tertawa, dia salut dengan sikap istrinya yang begitu berani.
"Ciuman ini supaya rasa sakit di pipimu cepat hilang sayang. " ucap Shaka dengan senyuman di bibirnya. Zeapun tersenyum geli mendengarnya, namun dirinya mengangguk kecil. Keduanya kembali bersantai di ruang tamu, Zea membantu suaminya melepas jas yang di pakainya.
"Jadi penasaran bagaimana kabar bang Sakti dan Tiara, aku yakin si abang pasti sering mengajak Tiara bergelut. " kekehnya. Shaka terkekeh mendengar penuturan sang istri, diapun hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Sayang, kamu enggak mau memilih salah satu universitas, bukankah harusnya kamu melanjutkan pendidikanmu? "
Zea segera membisikkan sesuatu di telinga sang suami, Shaka tiba tiba menggendongnya ala bridal menuju ke tempat peraduan. Sampai di sana Shaka mematikan lampu, kembuat suasana remang remang namun banyak lilin yang menerangi kamar mereka.
WARNING ++
Zea tampak berjalan dengan sensual, wanita itu kini berpenampilan seksi menggenakan lingerie berwarna merah menyala. Shaka terbengong, air liurnya nampak menetes melihat penampilan sang istri. Dengan tangan lentiknya Zea membantu melepas kemeja dan celana sang suami, hingga Shaka hanya menggunakan boxernya.
"Yank, adik kamu sudah bangun rupanya. " ledek Zea pada suaminya.
Zea naik ke atas ranjang, berbaring di sana dengan pose menggodanya. Shakapun berjalan ke arahnya, lalu mengungkung tubuh wanitanya yang begitu seksi, yang memporak porakan gairahnya.
Sret
Zea memekik, kala suaminya merobek lingerie yang di pakainya. Pria itu segera melepas boxer hingga keduanyapun sama sama polos tanpa sehelai benang. Wanita itu mengalungkan tangannya ke leher Shaka, tersenyum menatap suaminya yang begitu bergairah menatap kearahnya.
Cup dua benda kenyal itu saling bertemu, saling bertukar saliva dan mencecap segala rasa. Ciuman itu turun ke leher Zea hingga berbekas, kemudian Shaka memainkan dua gunung istrinya yang begitu padat.
"Eungh. " erang Zea sambil meremas rambut suaminya.
Zeapun mengeliat kala suaminya kini menyesap madu di lembah hangatnya, wanita itu terus mendesah menyebut nama sang suami. Dia begitu candu akan sentuhan suaminya yang begitu ahli dan memabukkan.
Shaka menegapkan kepalanya, kembali memagut bibir istrinya dan kini tubuh keduanya telah menyatu. Pria itu bergerak maju mundur dengan cepat, hingga ******* dan erahan terus menggema di dalam kamar mereka. AC dalam kamar tak mampu mendinginkan kobaran gairah yang tercipta, dari sentuhan kulit ke kulit itu.
"Ah Mas faster umhh. " desahnya. Shaka mempercepat gerakannya, Zeapun ikut menggerakkan pinggulnya berlawanan dari sang suami. Terkadang Zea yang memimpin permainan, memberikan suaminya kenikmatan hingga pria itu ikut mendesah.
Hingga larut malam, kedua insan itu masih saja terus bergumul seakan esok hari tidak ada waktu. Entah berapa ronde mereka lakukan, Shaka dan Zea hanya melampiaskan kerinduan mereka selama beberapa bulan ini yang tidak saling memberi kehangatan.
Hampir jam tiga pagi kegiatan mereka akhirnya terhenti, Shaka menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua. Zea yang kelelahan berada di atas tubuh suaminya, tubuh keduanya masih menyatu dengan sempurna. Wanita itu mengusap keringat di dahi sang suami, keduanya terlihat puas akan dahaga mereka yang telah terpenuhi. Shakapun membaringkan istrinya di sebelahnya, namun posisinya masih memeluknya dan dia segera memisahkan diri dari lembah sang istri.
"Terimakasih sayang, kamu selalu membuat mas puas!
"Sama sama Hubby, aku sangat senang bisa melayani kamu lagi sayang. " ucap Zea dengan senyuman manisnya. Shaka kembali mengecup bibirnya yang di balas oleh Zea, keduanya saling menatap penuh cinta satu sama lain.
"Istirahatlah sayang,kamu pasti lelah!
"Kamu juga sayang. " Zeapun mendusel di dada suaminya, lalu kedua matanya terpejam begitu juga dengan Shaka. Keduanya terlelap dalam posisi berpelukan, mereka pasangan yang manis bukan meski rumah tangga mereka sempat terhantam badai dan kini keduanya kembali berbaikan.
tbc